Jendela Berita

IMG-20251210-WA0033

RTKB Lanjutkan Kerja Bakti Hari ke-2 Pasca Banjir Rob di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi Banjir rob yang menerjang wilayah pesisir Kampung Bungin, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali meninggalkan dampak yang cukup serius bagi akses jalan dan aktivitas harian warga. Pada hari kedua pasca surutnya air, para relawan RTKB (Relawan Tanggung Kampung Bungin) bersama masyarakat kembali melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak akibat genangan air asin yang terus datang beberapa hari sebelumnya.

Pantauan di lapangan terlihat para warga dan relawan membawa material seperti batu pecahan, karung, hingga alat sederhana demi memperbaiki jalan yang berlubang dan licin. Kondisi jalan yang dipenuhi lumpur membuat mobilitas masyarakat terganggu, terutama nelayan yang akan kembali mencari ikan setelah air rob mereda.

Ketua RTKB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama. “Jalan ini bukan sekadar soal mobilitas, tapi soal keselamatan. Ketika banjir rob datang, jalan langsung menjadi lumpur dalam dan sulit dilalui. Ini harus kita benahi bersama,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Selain memperbaiki akses jalan, warga juga menata lingkungan sekitar pemukiman karena sebagian sampah dan lumpur terbawa oleh banjir rob dari arah muara. Kondisi permukiman yang berdekatan dengan pesisir menyebabkan wilayah ini menjadi salah satu titik yang paling terdampak setiap kali air pasang tinggi terjadi.

Meski pemerintah daerah telah mengetahui adanya banjir rob berkala di kawasan pesisir utara Bekasi, namun penanganan jangka panjang dinilai masih belum dirasakan oleh warga. Hingga kini masyarakat Kampung Bungin mengaku masih menunggu langkah nyata dari pemerintah agar persoalan rob dan kerusakan lingkungan dapat diatasi secara serius dan bukan hanya penanganan sementara.

Melalui kerja bakti ini, warga berharap akses darat dapat kembali digunakan secara normal, setidaknya untuk mempermudah mobilitas sementara sambil menunggu solusi permanen yang lebih konkret. Semangat gotong royong yang tetap terjaga menjadi kekuatan utama warga pesisir untuk bertahan dalam kondisi sulit yang kerap mereka hadapi setiap musim rob datang.

RTKB menyatakan akan terus melakukan kegiatan sosial seperti ini hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih dan bisa kembali digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Selama warga membutuhkan, kami akan selalu ada dan bekerja bersama,” lanjut salah satu relawan.

Dengan kondisi rob yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan, warga berharap pemerintah dapat segera turun memberikan perhatian serta penanganan struktural seperti penguatan tanggul, pengendalian abrasi, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi.(Red)

IMG-20251209-WA0007

Relawan RTKB Perbaiki Jalan Pasca Banjir Rob di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi Relawan yang tergabung dalam RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) bersama warga melakukan kerja bakti memperbaiki jalan yang rusak akibat banjir rob yang kembali merendam kawasan pesisir beberapa hari terakhir.

Dalam kegiatan gotong-royong tersebut, relawan memperbaiki jalur yang tertutup lumpur dan tanah yang terbawa arus air pasang. Kondisi jalan menjadi licin serta sulit dilalui warga, sehingga perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan material seadanya.

“Ini bagian dari upaya mandiri warga. Kalau kita tidak mulai bergerak, akses akan semakin parah dan warga sulit beraktivitas,” ujar salah seorang relawan di lokasi kegiatan.

Selain memperbaiki jalur akses, relawan RTKB juga memantau kondisi sekitar pesisir untuk mengantisipasi risiko abrasi di titik rawan.

Warga berharap penanganan banjir rob tidak hanya bergantung pada gotong royong masyarakat, tetapi juga mendapat perhatian dari pihak terkait karena kejadian banjir rob semakin sering dan menimbulkan dampak pada aktivitas serta perekonomian masyarakat pesisir.

Kerja bakti ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus bukti bahwa masyarakat Kampung Bungin tetap bertahan dan saling mendukung di tengah kondisi rob yang terus berulang.(Red)

IMG-20251208-WA0131

Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan Geruduk Kejaksaan Negeri Karawang, Ini Tuntutannya

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan mendatangi Kejaksaan Negeri Karawang pada Senin (8/12/2025), membawa suara lantang mereka untuk menuntut penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi.

Koordinator aksi, Kelvin, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bukan semata-mata aksi protes, melainkan wujud kepedulian mahasiswa terhadap institusi kejaksaan.

“Kami dari aliansi, banyak kampus yang ikut, termasuk unsur pemuda yang bukan mahasiswa. Hari ini, kami hadir untuk menunjukkan bahwa kami sayang kepada Kejaksaan Negeri Karawang,” tegas Kelvin di hadapan puluhan aparat dan peserta aksi.

Mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang dipajang di publik, namun di balik itu, mereka menyampaikan dokumen lengkap 36 halaman hasil kajian yang telah diserahkan langsung kepada Kejaksaan Negeri Karawang.

Dokumen ini berisi evaluasi dan rekomendasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi di Karawang.

“Kami belum melihat keseriusan dalam penindakan korupsi. Tema kami adalah tindak korupsi tanpa kompromi. Kami sayang Kajari, kami ingin Kajari menegakkan hukum di Karawang setegak-tegaknya,” tegas Kelvin lagi dengan suara lantang, disambut sorak sorai mahasiswa yang hadir.Aksi ini berlangsung damai, namun penuh semangat, menegaskan bahwa generasi muda Karawang kini tak ragu menuntut transparansi dan keadilan. Kejaksaan Negeri Karawang sendiri menerima dokumen kajian tersebut, yang kini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.(Red)

IMG-20251208-WA0104

Kecewa Terhadap Ekspedisi J&T Express, Ini Kata Akew Sekjen DPP LSM F12

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Akew, Sekretaris Jenderal LSM F12, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan jasa ekspedisi J&T Express yang berlokasi di Surkalim-Cilamaya, Kabupaten Karawang. Pasalnya, paket penting yang ia kirim pada awal November 2025 tidak kunjung tiba di Purwakarta meski telah lebih dari satu minggu.

‎Kepada awak media pada Senin (08/12/2025), Akew menjelaskan bahwa selama ini dirinya selalu mempercayakan pengiriman barang melalui J&T Express. Namun, kali ini paket yang ia titipkan justru hilang tanpa kejelasan.

‎“Tujuan Purwakarta itu biasanya dua hari, paling lama tiga hari. Ini satu minggu paket nggak sampai-sampai,” ujarnya.

‎Merasa ada kejanggalan, Akew mendatangi kantor J&T Express Surkalim-Cilamaya untuk memastikan keberadaan paket tersebut. Namun sesampainya di lokasi, ia mengaku justru semakin kecewa.

‎“Saya hanya minta ditunjukkan resi supaya bisa dilacak posisi paket. Tapi mereka nggak bisa tunjukkan resi,” tegasnya.

‎Menurutnya, ia juga meminta pihak ekspedisi untuk membuka rekaman CCTV demi mengetahui proses pengiriman barang. Namun, respons petugas di lokasi justru dinilai tidak profesional.

‎“Yang bikin kecewa, pas CCTV dibuka, saya pikir mau nyari barang. Ternyata mereka cuma duduk manis main game,” ungkap Akew kesal.

‎Tidak puas dengan sikap petugas, Akew meminta bertemu dengan kepala toko. Pertemuan itu baru terlaksana keesokan harinya. Dalam pertemuan tersebut, kepala toko berjanji akan membantu mengurus masalah kehilangan paket.

‎“Kepala tokonya janji mau mengurus kehilangan paket. Dia tanya paket apa, saya bilang kartu asuransi karena anak saya besok harus berobat. Kalau nggak pakai itu, biayanya mahal,” jelasnya.

‎Akew menambahkan bahwa kartu asuransi yang hilang tersebut merupakan kartu khusus yang tidak dapat dicetak ulang, sehingga berdampak langsung pada kebutuhan pengobatan keluarganya. Namun, meski sudah dijanjikan akan ditindaklanjuti sejak 8 November 2025, hingga kini tidak ada perkembangan yang jelas dari pihak J&T Express.

‎“Kita sudah beberapa kali datang ke kantor J&T Express Surkalim-Cilamaya. Sikapnya seperti cuek dan nggak peduli. Telepon dan WhatsApp juga tidak dijawab sampai hari ini,” ungkapnya.

‎Akew menegaskan bahwa dirinya akan mengambil langkah lebih tegas apabila pihak ekspedisi tidak menunjukkan itikad baik dalam waktu dekat.

‎“Ini bukan hanya soal paket hilang, tapi tanggung jawab pelayanan kepada konsumen. Dan ini menyangkut kesehatan anak saya,” tegas Sekjend LSM F12 tersebut.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak J&T Express wilayah Surkalim-Cilamaya, Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait permasalahan tersebut.(Red)

IMG-20251206-WA0026

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Sukamekar Jatisari

Kantor Desa Sukamekar Jatisari

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Sukamekar kecamatan Jatisari kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.002.846.000

Tahap Penyaluran 

Rp.475.282.400 (tahap 1)

Rp.527.563.600 (tahap 2)

Detail Data Penyaluran

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 30.085.380

•Penyusunan/Pendataan/Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa) Rp 5.000.000

•Pembuatan Rambu-rambu di Jalan Desa Rp 23.808.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 176.598.000

•Pemeliharaan Jalan Usaha Tani Rp 80.228.000

•Pemeliharaan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 174.277.600

•Pemeliharaan Jalan Desa Rp 193.957.020

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana/Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD/ TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp 6.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 69.350.000

•Keadaan Mendesak Rp 100.800.000

•Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Rp 21.500.000

•Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 98.842.000

•Penyertaan Modal Rp 22.400.000

Transparansi Dana Desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.Untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.(Red)

IMG-20251206-WA0025

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Cikarang Cilamaya Wetan

Foto Kantor Desa Cikarang Cilamaya Wetan

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Cikarang kecamatan Cilamaya wetan kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.151.637.000

Tahap Penyaluran 

Rp.470.933.400 (tahap 1)

Rp.680.703.600 (tahap 2)

Detail Data Penyaluran

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 13.763.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 10.000.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 6.450.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 120.855.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 85.516.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 105.755.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 29.000.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 69.285.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 69.285.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 82.035.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 89.742.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 161.661.600

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana/Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD/ TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp 42.859.000

•Dukungan Penyelenggaraan PAUD (APE, Sarana PAUD, dst) Rp 15.860.400

•Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan

Rp 28.400.000

•Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll) Rp 2.600.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 3.000.000

•Keadaan Mendesak Rp 108.000.000

•Keadaan Darurat Rp 27.000.000

•Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 80.570.000

Transparansi Dana Desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.Untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.(Red)

IMG-20251206-WA0012

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Pasirjaya Cilamaya Kulon

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Pasirjaya kecamatan Cilamaya kulon kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.390.229.000

Tahap Penyaluran 

Rp.693.618.600 (tahap 1)

Rp.696.610.400 (tahap 2)

Detail data penyaluran

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 21.723.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 14.250.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 5.620.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan) Rp 56.318.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 179.954.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp 93.205.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp 28.754.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 81.138.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 65.225.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 83.105.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 83.299.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 47.050.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 83.190.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 68.820.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 86.550.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 41.820.000

•Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 9.000.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD Rp 35.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 5.400.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 11.520.000

•Keadaan Mendesak Rp 187.200.000

•Penyertaan Modal Rp 5.000.000

•Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll) Rp 35.000.000

•Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 62.088.000

Transparansi dana desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.(Red)

IMG-20251206-WA0009

Banjir Rob Rendam Rumah Nelayan, Warga Tetap Perbaiki Jaring di Tengah Genangan Air

Foto Istimewa Warga Memperbaiki Jaring

Jendela Jurnalis Bekasi Fenomena banjir rob kembali merendam kawasan pesisir dan permukiman warga di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Meski air laut naik hingga memasuki halaman dan teras rumah, nelayan tetap melanjutkan aktivitas sehari-hari, khususnya memperbaiki jaring sebagai perlengkapan utama untuk melaut.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat duduk di teras rumah yang terendam air sambil menjahit ulang jaring tangkapannya. Aktivitas ini dilakukan meski sebagian peralatan basah terkena air rob yang semakin sering terjadi belakangan ini.

“Kalau jaring rusak gak diperbaiki, ya gak bisa melaut. Mau gimana lagi, air naik kita tetap kerja,” ujar salah seorang warga yang sedang memperbaiki jaring di pinggir rumahnya.

Rob yang belakangan makin sering terjadi ini disebut warga menjadi ancaman serius. Selain merendam rumah, rob juga berdampak pada aktivitas ekonomi nelayan. Namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan rob dan abrasi di wilayah pesisir.

Meski dalam kondisi sulit, masyarakat tetap berusaha mempertahankan aktivitasnya. Nelayan menegaskan bahwa perbaikan jaring merupakan persiapan penting agar tetap bisa melaut ketika kondisi laut memungkinkan. Tanpa hal tersebut, pendapatan mereka semakin terancam karena laut merupakan sumber penghidupan utama bagi warga pesisir.(Red)

IMG-20251205-WA0010

ASAS 2025, SDN Tegalsari I Cilamaya Wetan Memasuki Tahap Pengolahan Nilai dan Persiapan Penutup Semester

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun 2025 di SDN Tegalsari I, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kegiatan yang berlangsung sejak awal pekan hingga Jumat, 5 Desember 2025, tersebut diikuti oleh 206 siswa, dengan tingkat kehadiran 100 persen setiap harinya.

Kepala SDN Tegalsari I, Fitriyah Yuliasari,S.Pd saat ditemui wartawan di sekolah pada Jumat (5/12/2025), menyampaikan bahwa rangkaian asesmen dari hari pertama hingga hari terakhir berjalan tertib sesuai jadwal. Ia mengapresiasi kedisiplinan para siswa serta dukungan penuh dari dewan guru yang telah memastikan seluruh persiapan teknis dan nonteknis terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah pelaksanaan asesmen sumatif tahun ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Seluruh 206 siswa hadir lengkap, tidak ada yang izin maupun sakit. Ini menunjukkan antusias dan kesiapan mereka dalam mengikuti evaluasi akhir semester,” ujar Fitriyah.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan asesmen, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembagian jadwal, kesiapan ruang kelas, hingga koordinasi dengan orang tua siswa. Selain itu, guru-guru juga sudah memberikan pendalaman materi agar peserta didik lebih siap dalam menghadapi asesmen.

“Dewan guru berperan aktif mendampingi siswa, memastikan suasana belajar tetap kondusif, dan memberikan bimbingan sebelum asesmen dimulai. Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Fitriyah berharap hasil asesmen tahun ini menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran selama satu semester serta menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan prestasi. Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga semangat belajar anak-anak.

Dengan berakhirnya ASAS 2025, SDN Tegalsari I Cilamaya Wetan kini memasuki tahap pengolahan nilai dan persiapan kegiatan penutup semester. Pihak sekolah berkomitmen terus menjaga kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh siswa.(Red)

IMG-20251204-WA0040

Jalin Sinergitas, AMKI Karawang Bertemu Plt. Kadis PRKP dan Asda ll

Foto Istimewa Jajaran AMKI Karawang dan Asda ll sekaligus Plt.Kadis PRKP

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Karawang bertemu dengan Asisten Daerah (Asda) II sekaligus juga Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Asep Hazar, di San'k Cafe, Kamis (4/12/2025).

Sekretaris AMKI Karawang, Rd. Cholil Arief, dalam kesempatan itu memperkenalkan AMKI sebagai organisasi yang menaungi para pengelola media di era konvergensi. Ia menyampaikan bahwa AMKI setiap hari berhadapan dengan dinamika informasi, membentuk persepsi publik, dan menjaga ekosistem pemberitaan yang sehat.

"Kalau PRKP mengukur tata kawasan memakai aturan teknis, kami mengukur dampak pemberitaan dengan alat ukur opini yang kadang jangkauannya lebih panjang dari site plan perumahan," ujarnya sembari berkelakar dalam suasana santai.

Sementara itu, Asep Hazar memberikan sejumlah masukan kepada AMKI agar dapat berkembang lebih luas, tidak hanya pada aspek jurnalistik, tetapi juga dalam sektor usaha.

"AMKI harus lebih berkembang lagi, tidak hanya dari sisi jurnalistik tapi juga dalam dunia usaha," kata Asep.

Ia menilai AMKI memiliki sumber daya manusia berkualitas yang berpotensi memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat. Menurutnya, sektor pangan menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

"Pengusaha besar dunia sekarang melirik sektor pangan. AMKI harus mengambil bagian dari ekosistem ekonomi," tutupnya.

Ketua AMKI Karawang, Endang Nupo, menyambut baik masukan dari Asda II tersebut.

"Masukan dari Pak Asep Hazar sangat inspiratif. Mudah-mudahan kita dapat diimplementasikan untuk kemajuan AMKI Karawang kedepan," ungkap Endang Nupo.

Ia juga mengapresiasi dorongan yang diberikan Asep Hazar kepada AMKI.

"Masukan dari Pak Asep Hazar isinya daging semua. Kalau bisa dijalankan, AMKI Karawang bisa lebih jauh lebih berkembang," tambahnya.

Diskusi berlangsung santai dan menjadi langkah awal kolaborasi antara AMKI dan Pemerintah Daerah. Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi penguatan ekosistem ekonomi untuk mendukung program swasembada pangan. (Red)