Jendela Berita

IMG-20240414-WA0069

Galang Donasi, IPMS Meulaboh dan Banda Aceh Bantu Seorang Nenek Korban Kebakaran

Serah terima donasi dari IPMS kepada Nek Aishah

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
IPMS (Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Samatiga) Cabang Meulaboh maupun Cabang Banda Aceh dalam beberapa hari ini telah melakukan aksi pengabdian dan kepedulian sosial terhadap korban kebakaran rumah yang menimpa Nenek Aishah, salah seorang warga Gampong Suak Geudubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang terjadi pada malam takbiran hari raya idul Fitri kemarin.

Musibah yang melanda rumah seorang nenek usia lanjut tersebut setidaknya mengundang keprihatinan berbagai pihak termasuk Mahasiswa. Kepedulian mereka ditunjukan dengan berkolaborasi melakukan penggalangan dana untuk selanjutnya didonasikan kepada Nenek Aishah.

Adapun dalam pelaksanaannya, penggalangan donasi tersebut dilakukan dan diawali melalui group WhatsApp dengan melibatkan FORBANGSA IKASA dan Mahasiswa. Selain itu, Pengurus mahasiswa sendiri sangat proaktif dalam upaya penggalangan dana melalui cara-cara tertentu.

Dalam momentum serah terima donasi tersebut, Mahfudz Syukur selaku Ketua IPMS Cabang Meulaboh didampingi Pengurus IPMS Cabang Banda Aceh berharap agar sedikit donasi sebagai wujud keprihatinan tersebut dapat bermanfaat untuk upaya perbaikan dan merehab kembali apapun yang diperlukan.

"Alhamdulillah wasyukrulillah, berkat kegigihan dan usaha keras mahasiswa, donasi terkumpul secara keseluruhan sampai saat ini mencapai Rp. 7.155.000,- (Tujuh Juta Seratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah)," ungkapnya. Minggu (14/4/24).

"Alhamdulillah juga, donasi tersebut telah diserahkan langsung oleh pengurus mahasiswa Samatiga kepada Nek Aishah, disaksikan sejumlah Tokoh Samatiga yang berdomisili di Gampong tersebut," sambungnya.

Sementara itu, Yusuf selaku Geuchik Suak Geudubang menyampaikan rasa terimakasihnya kepada berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam proses renovasi kembali rumah warganya yang mengalami musibah dan mendoakan agar Allah memberikan pahala setimpal bagi mereka.

Dalam penyerahan donasi tersebut, dihadiri juga oleh beberapa Tokoh Masyarakat Samatiga diantaranya Marhaban, Maw ardi, Bung Yan, Geuchik Sudirman serta beberapa Pengurus Teras Mahasiswa dari kedua cabang tersebut.

Laporan : Muhibbul Jamil
Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240408-WA0037(1)

Pererat Silaturahmi, Komunitas Rebabers Karawang dan PRK Cilamaya Kulon Gelar Buka Bersama

Suasana saat buka puasa bersama

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka mengisi kegiatan di Bulan Suci Ramadhan, Komunitas Rebabers Karawang bersama Pengurus Ranting Kecamatan (PRK) BMMK Karawang (dalam upaya pelestarian kebudayaan) menggelar kegiatan buka puasa bersama. Senin (8/4/24).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dikediaman Ocim Suhendi selaku Ketua PRK Cilamaya Kulon, tepatnya di Dusun Jarong Wetan, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatannya, Dede Rohadi selaku Ketua Rebabers Karawang mengungkapkan bahwa tujuannya menggelar kegiatan bersama ialah agar untuk mempererat silaturahmi antara Rebabers dengan PRK.

"Acara buka bersama ini digelar bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar Rebabers. Selain itu, juga untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan PRK, yang dimana kita ketahui bahwa PRK merupakan ujung tombak BMMK yang selama ini berhubungan langsung dengan para seniman di wilayahnya masing-masing," ungkap Ketua Rebabers yang sering akrab disapa dengan panggilan Dede Bah Mpi tersebut kepada Jendela Jurnalis.

Ngobrol santai usai berbuka puasa bersama

Sementara itu, Ocim Suhendi selaku Ketua PRK Cilamaya Kulon didampingi Sekretaris dan Bendahara, mengaku merasa sangat bangga. Selain itu, dirinya pun sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Rebabers tersebut, karena menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut merupakan cerminan jalinan silaturahmi Rebabers yang solid dan penuh kekeluargaan.

"Alhamdulilah, dengan terselenggaranya buka bersama ini, saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan dari teman-teman rebabers ini. Dengan selalu menggelar silaturahmi seperti ini, tentunya ini menjadi cerminan jalinan silaturahmi yang penuh solidaritas dan dilandasi kekeluargaan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ocim Suhendi berharap, agar kegiatan serupa bisa diikuti oleh pelaku seni yang lain, sebagai bentuk persaudaraan dalam dunia seni.

"Melalui seni, kita tidak hanya bisa menciptakan harmonisasi melalui alunan musik atau lantunan lagu-lagu saja, melainkan kita juga menciptakan harmonisasi dalam kehidupan sehari-hari dengan jalinan silaturahmi yang selalu terjalin dengan baik," tutup seniman sekaligus Ketua PRK Cilamaya Kulon yang lebih akrab disapa dengan panggilan Kang Oce tersebut. (Nunu)*

IMG-20240405-WA0074

Bagikan Sembako dan Takjil, DPC MOI Karawang Tebar Kebahagiaan dan Keberkahan

Pengurus DPC MOI Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bulan suci Ramadan merupakan momentum untuk berlomba-lomba dalam kebajikan dengan menebar kebahagian kepada kaum dhuafa demi meraih keberkahan dari Allah SWT. DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Karawang tidak ingin melewatkan bulan suci Ramadan tanpa ada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Hari ini, Jumat (5/4/2024) sore, semua pengurus DPC MOI Kabupaten Karawang turun ke lokasi sekitar Kota Karawang untuk berbagi sembako dan takjil.

"Terselenggaranya acara berbagi sembako dan takjil ini karena adanya orang-orang baik yang berkenan berikan donasi, jadi kami hanya fasilitator agar kebahagian itu menebar ke masyarakat," kata Ketua DPC MOI Kabupaten Karawang, Latifudin Manaf.

Latifudin menyampaikan, acara hari ini ada dua sesi. Sesi pertama memberikan 50 paket sembako berupa beras dan sejumlah nominal kepada para kaum dhuafa, di antaranya para pemulung, pengemis dan fakir miskin.

"Kenapa kami berikan uang juga, supaya uang itu bisa dibelikan lauk pauk sesuai keinginan dan selera mereka. Kalau kami berikan semua dalam bentuk sembako, bisa jadi ada jenis sembako yang kurang mereka minati," ungkapnya.

Sesi selanjutnya adalah berbagi 50 paket takjil kepada para pengendara jelang berbuka puasa. Hal itu dilakukan agar para pengendara tidak kesulitan lagi mencari takjil untuk berbuka puasa.

"Paket takjil yang kami berikan adalah bubur sumsum, buah jeruk dan air mineral. Semoga takjil ini bisa membantu mereka yang ingin berbuka puasa di jalan," ujarnya.

Latifudin meyakini Allah SWT selalu menolong orang selama orang itu mau menolong saudaranya.

"Alangkah mulianya mengisi bulan suci Ramadan dengan menebar kebahagian kepada mereka yang membutuhkan. Semoga yang sudah membantu acara ini diberikan kesehatan dan keberkahan dalam hidupnya," tutupnya.

Momen pembagian sembako

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan Nunu Nugraha selaku salah satu Pengurus DPC MOI Karawang. Dirinya menambahkan bahwa melalui momentum bulan suci ramadhan, tentunya menjadi momen yang baik untuk berburu pahala melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

"Melalui momentum Bulan Suci Ramadhan, merupakan momen yang baik untuk berburu pahala melalui kegiatan seperti ini, dan semoga apa yang kita lakukan ini bisa memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan," harap Pria yang merupakan Direktur sekaligus Pimpinan Redaksi media online jendralnews.co.id (Jendela Jurnalis) ini.

Selesai bagi-bagi sembako dan takjil, semua pengurus MOI Karawang berkumpul untuk lakukan buka puasa bersama sambil membicarakan agenda-agenda selanjutnya. (red)*

IMG-20240403-WA0097

Polres Aceh Barat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Seulawah 2024

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Polres Aceh Barat Polda Aceh menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Seulawah - 2024" di Lapangan Apel Mapolres setempat, Rabu (03/04/2024) pukul 08.00 Wib.

Hadir dalam Kegiatan tesebut, P.J Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, Forkopimda Aceh Barat beserta jajaran terkait lainnya.

Apel yang dipimpin langsung P.J Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi, dalam rangka persiapan pengamanan Idulfitri 1445 Hijriah/Tahun 2024 Masehi.

P.J Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi mengatakan, kesiapan tersebut merupakan wujud sinergitas Polri dengan stakeholder terkait sebagai komitmen nyata dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriyah.

“Apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun 2024,” menyampaikan sambutan Kapolri.

Lebih lanjut, P.J Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menyampaikan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2024, diperkirakan terdapat potensi pergerakan masyarakat sebesar 56,4% dibandingkan tahun 2023.

“Oleh karena itu, saya mengimbau dan mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan. Begitupun arus balik nanti, lebih baik balik lebih awal juga,” ujarnya.

P.J Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menambahkan, bawah tema mudik tahun 2024 yaitu “Mudik Aman, Ceria, Penuh Makna”. Dirinya berharap, momentum hari raya Idulfitri tahun ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi persatuan dan kesatuan seluruh lapisan masyarakat.

“Tentunya saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan baik dari unsur TNI-Polri dan stakeholder terkait yang telah berpartisipasi dalam mendukung Operasi Ketupat 2024 ini,” kata Mahdi Efendi.

Sementara itu, di tempat terpisah Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H mengatakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2024, untuk Aceh Barat ada dua Pos yaitu Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan.

Lanjutnya, Untuk Pos Pelayanan di Gardu Lantas dan Pos Pengamanan di Pelabuhan Kuala Bubon, dalam Giat ini Kapolrest melibatkan 180 Personel TNI-Polri dan Instansi terkait lainnya, yang dilaksanakan selama 13 Hari dimulai tanggal 4 April s/d 16 April 2024, Terang Kapolres. (Muhibbul jamil)*

IMG-20240330-WA0052

Tanggapi Statement Gary, Camat Klari Malah Minta Segera Dicopot

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pernyataan advokat Gary Gagarin Akbar yang meminta Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, untuk mencopot Camat Klari Panji Santoso dari jabatannya ditanggapi arogan oleh Panji.

Bahkan Panji seakan menantang (Bupati) agar SK pencopotannya dikeluarkan segera.

"Ditunggu SK pencopotan camatnya. Kalau bisa besok ya (keluar SK pencopotannya)," ketus Panji dalam bahasa Sunda kepada wartawan, Jumat (29/3/24).

Menanggapi arogansi Camat Klari, akademisi yang juga advokat Ridwan Alamsyah angkat bicara

Ridwan sangat menyayangkan buruknya tata bahasa seorang Camat yang notabenenya seorang pejabat.

"Jangan mentang-mentang punya kedekatan dengan Bupati bersikap arogan," ujarnya.

Sebagai kepanjangan tangan dari Bupati, lanjut Ridwan, seorang camat sudah seyogyanya membina dan mengarahkan para kades yang ada dalam teritorial kewenangannya.

"Ketika ada kades dilaporkan ke APH mestinya camat segera koordinasi dan komunikasi dengan kades bersangkutan kenapa yang bersangkutan bisa dilaporkan, bukan nyinyir menganggap salah tindakan pelaporan seorang advokat," tegasnya.

Kata Ridwan, semua birokrat di Kabupaten Karawang ini harus paham aturan hukum, terlebih terkait Tipikor.

"Jelas dan tegas tertuang di Pasal 12 E UU Tipikor," bebernya.

Dalam hal ini, ucap Ridwan, seorang Bupati harus miliki ketegasan membina Camat Klari, bukan malah bungkam dan melehoy atas tindakan camat tersebut.

"Sepakat dengan Pak Gary, Bupati harus tegas karena camat juga merupakan wajah pemerintahan Kabupaten Karawang, sikap Camat bisa mencoreng wajah Bupati," tutupnya. (red)*

IMG-20240329-WA0007

Kantor Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon Diresmikan Bupati Karawang

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh meresmikan Kantor Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon Polsek Cilamaya Polres Karawang pada Kamis (28/3/24).

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan bahwa Kantor Pos pelayanan kepolisian Cilamaya kulon ini berada di wilayah hukum polsek Cilamaya dan hanya menyediakan pelayanan administrasi saja dengan empat anggota yang akan piket perharinya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembangunan Kantor Pos pelayanan kepolisian tersebut salah satu dari tindaklanjut masyarakat setempat yang mengeluh karena jauhnya fasilitas pelayanan kepolisian.

"Ini merupakan inisiasi dari Pak Aep atas aspirasi masyarakat Cilamaya Kulon. Semoga dapat memberikan manfaat dan keamanan untuk masyarakat Cilamaya Kulon," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh berharap dengan adanya Kantor Pos Pelayanan Kepolisian tersebut mampu bermanfaat untuk masyarakat Cilamaya Kulon dan tidak perlu jauh untuk mendapatkan pelayanan administrasi kepolisian.

"Saat itu bilang kalau disini ada kejadian mereka harus melapor jauh, jadi menginginkan pos pelayanan kepolisian yang dekat sehingga tindaklanjutnya kami bangun kantor pos pelayanan ini. Mudah-mudahan bangunan ini berkah dan bermanfaat bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Foto saat kegiatan peresmian

Sementara itu, Dudi Alexandrie, S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon mengungkapkan rasa syukurnya atas diresmikannya Pos Pelayanan Kepolisian di Kecamatan Cilamaya Kulon.

Selain itu, Ia pun berharap agar dengan adanya Pos Pelayanan tersebut, pelayanan terhadap masyarakat di Cilamaya Kulon menjadi semakin lengkap dan lebih mudah.

"Alhamdulilah, dengan diresmikannya Pos Pelayanan ini, tentunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan lebih baik bagi masyarakat di Cilamaya Kulon," ucapnya. (Pri/NN)*

IMG-20240325-WA0016

Puasa Ramadhan Tapi Tidak Pernah Shalat Tarawih, Apa Bisa Mengurangi Pahala Puasa? Begini Penjelasan Mukti Ali S.Pd

Mukti Ali S.Pd

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Selain puasa, ibadah lain yang dikerjakan umat muslim pada bulan Ramadhan yaitu shalat tarawih.

Shalat tarawih juga yang tentunya termasuk ibadah utama di bulan suci ini.

Namun tidak seperti ibadah puasa ramadhan yang hukumnya wajib, hukum melaksanakan shalat tarawih ialah sunnah.

"Bahkan menurut pendapat ulama, shalat tarawih hukumnya sunnah muakad, yang artinya shalat sunnah ini sangat dianjurkan sebab tingkatannya hampir mendekati ibadah wajib," ucapnya (25/3/2024).

Shalat tarawih ini juga dianjurkan dilakukan karena dapat menyempurnakan ibadah wajib.

Disamping itu, perlu diketahui bersama bahwa puasa ramadhan dan shalat tarawih merupakan ibadah yang hanya khusus dilaksanakan di bulan ramadhan saja.

Namun pada pelaksanaannya, ada umat muslim yang hanya mengerjakan puasa saja.sementara shalat tarawih tidak dikerjakan dengan berbagai alasan," terang Ali Mukti, S.Pd., saat memberikan komentarnya di ruang kerjanya.

Bukan hanya pada satu malam, bahkan mungkin orang tersebut tidak mengerjakan shalat tarawih dalam satu bulan penuh, atau di ramadhan selanjutnya.

Lalu, bagaimanakah hukumnya.
apakah puasa yang dikerjakan batal atau tidak diterima lantaran tidak dilengkapi dengan shalat tarawih, ataukah bisa mengurangi pahala puasa yang dikerjakan.

Mengenai hukum puasa tapi tidak mengerjakan shalat tarawih ini sebenarnya sudah pernah dijelaskan oleh ulama. soal hukum orang berpuasa tapi tidak mengerjakan shalat tarawih.

Puasa tetap sah. tidak batal puasa jika seorang muslim hanya mengerjakan puasa tanpa disertai dengan shalat tarawih.menurut Mukti Ali,S.pd. puasa dan shalat tarawih itu yang tak lain merupakan rangkaian ibadah yang berbeda.

Menurutnya, kedua ibadah ini tidak memiliki kesamaan, selain pelaksanaannya yang sama-sama dikerjakan pada bulan Ramadhan.

Masih di katakan Ali Mukti, S.Pd., Puasa Ramadhan dengan shalat tarawih itu rangkaian ibadah yang berbeda hanya ada kesamaan pada waktu pelaksanaan yaitu sama-sama di bulan Ramadhan, kata kepsek SDN karyabakti III kecamatan batujaya kabupaten Karawang Jabar.

Sehingga, lanjutnya, meskipun seseorang berpuasa namun tidak shalat tarawih, maka puasanya tetap sah.

"Bahkan sah orang yang berpuasa selama Ramadhan, namun tidak shalat lima waktu. Apalagi tidak shalat tarawih. Hanya menjadi tidak bermakna puasa Ramadhan, bila tidak mengerjakan shalat fardhu," ungkapnya.

"Shalat tarawih itu adalah ibadah yang terpisah," sambungnya.

Tidak mengurangi pahala puasa,
Lebih jauh Mukti Ali S.Pd., menerangkan bahwa tidak mengerjakan shalat tarawih juga tidak mengurangi pahala puasa.

Hanya saja, jika tidak mengerjakan shalat tarawih, maka tidak muslim tersebut tidak mendapatkan pahala tambahan.

Jika ada orang berpuasa sepanjang bulan Ramadhan, siang hari berpuasa tapi malam hari tidak mengerjakan tarawih, tidak mengurangi pahala puasanya sama sekali. Cuma tidak bertambah dari sisi pahala karena tidak mengerjakan shalat tarawih,

Disamping itu, Mukti Ali juga menambahkan, bahwa ibadah malam hari pada bulan Ramadhan bukan hanya shalat tarawih.

Lebih dari itu, pekerjaan-pekerjaan yang halal dilakukan oleh seorang Muslim untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, juga bernilai ibadah.

Sebagaimana seorang suami yang mencari nafkah untuk keluarganya, sehingga tidak dapat mengerjakan tarawih, bagi orang tersebut juga bernilai pahala karena bekerja untuk keluarga.

Harus dipahami pula, bukan hanya sekedar shalat tarawih yang menjadi pokok ibadah pada malam bulan Ramadhan.

Sebab ada sebagian saudara kita ada tuntutan tugas, ataupun pedagang yang harus mencari nafkah untuk keluarga ataupun sopir yang membawa penunmpang di malam hari dan sebagainya.

Mereka yang mencari rezeki halal dengan cara-cara yang diizinkan Allah SWT, itupun menjadi ibadah bagi mereka, sebagaimana orang menuntut ilmu di jalan Allah, yang penting mereka hidupkan malam Ramadhan dengan aktivitas ibadah," tutup Mukti Ali, S.Pd. (Tinggun)*

IMG-20240320-WA00271

Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Cilebar – Cibadar yang Kondisinya Kini Memprihatinkan

Kondisi ruas jalan Cilebar - Cibadar yang sudah miring dan nyaris amblas

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga di Kecamatan Cilebar dan pengguna jalan keluhkan hancurnya akses jalan amblas yang terletak di Desa Cikande, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Selasa (19/3/24).

Bahkan, hal tersebut juga divideokan oleh salah satu warga hingga kemudian videonya tersebar di apliaksi WhatsApp dan Facebook.

Rasmana, salah satu warga sekitar yang setiap hari melewati jalan tersebut menerangkan bahwa akibat jalan rusak parah tersebut, sejumlah warga maupun pengguna jalan merasa terganggu. Bahkan, truk bermuatan barang dan sembako pun tak berani melintasi jalan tersebut karena takut tergelincir.

Lebih lanjut, dirinya pun berharap agar pemerintah bisa menperhatikan keadaan tersebut, karena jika pengendara mobil bermuatan ingin mengambil jalan memutar, itu juga akan menyulitkan, apalagi akses jalan selain jalan tersebut juga kini kondisinya mengalami kerusakan pada bagian jembatan.

"Jalan ini menghubungkan Cibadar Ciptamargi ke Kertamukti, mohon kepada pihak Pemerintah agar memperhatikan keadaan ini mengingat jalan ini sangat membahayakan dan vital untuk kebutuhan perlintasan masyarakat disekitarnya. Selain itu, jalan yang satunya lagi juga jembatannya ambrol (jebol-red), otomatis pengendara mobil harus mencari jalan lain yang lebih memutar dengan jarak yang sangat jauh," terangnya.

Terkait hal tersebut, Jendela Jurnalis kemudian mengonfirmasi H. Surisno selaku Camat Cilebar. Dari keterangannya, Ia mengaku bahwa terkait hal tersebut pihaknya sudah membuat laporan pengaduan kepada pihak Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)

"Kami sudah melaporkan ke PUPR, dan menurut PUPR akan diperbaiki melalui anggaran Tahun 2024 ini, karena sejak tahun 2023 pun kami selalu proaktif melaporkan," ucapnya. Rabu (20/3/24).

Sementara itu, Tri Winarno, ST., MM., selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan di Dinas PUPR Karawang saat dikonfirmasi terkait kebenarannya mengakui bahwa untuk penanganan ruas jalan tersebut sudah disurvey dan dianggarkan untuk dikerjakan di tahun ini.

"Ruas jalan tersebut, Cilebar - Cibadar sudah masuk di anggaran 2024 sekarang 500 juta, sudah disurvey dan dalam proses perencanaan," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati dalam melintasi jalan tersebut selama menunggu realisasi perbaikan.

"Mohon pengguna jalan untuk berhati-hati selama menunggu perbaikan," himbaunya. (Nunu)*

IMG-20240313-WA0007

Serba – Serbi Ramadhan di Meulaboh: Kisah Evi dan Para Pedagang Cantik Berusia Remaja

Evi, pedagang takjil berparas cantik

Jendela Jurnalis Meulaboh, Aceh Barat - Di tengah semarak bulan suci Ramadhan, kota Meulaboh di Aceh Barat dipenuhi dengan aroma harum dan warna-warni dari jajanan berbuka puasa yang hanya muncul sekali dalam setahun.

Menyambut hari pertama puasa, sepanjang pinggir jalan Meulaboh Tapak Tuan dan kota Meulaboh, terlihat sejumlah penjual cewek remaja cantik yang membuka lapak. Salah satu di antaranya adalah Evi (25), warga Aceh Barat, yang dengan senang hati melayani pelanggan.

"Dulu Evi berjualan di kota Banda Aceh saat masih kuliah. Sekarang, pulang kampung menikmati Ramadhan bersama keluarga, dan Alhamdulillah, hari pertama jualan sudah terjual lebih dari 50 cup," ungkap Evi dengan senyumnya yang ceria.

Evi, yang sebelumnya menjajakan minuman segar di Banda Aceh, kini merayakan Ramadhan bersama keluarga sambil membuka lapak bersama mamaknya.

Minuman segar favorit pelanggan seperti Alpukat Jelly, Esiteler Sultan Premium, Lemonade, Coklat, Taro, Blackcurrent/Mojito, hingga Mangga Natadecoco, semuanya ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong, hanya Rp 5000 per cup.

Tidak hanya minuman segar, para pedagang lain juga menawarkan beragam kue basah dan goreng dengan harga mulai dari Rp 2000 per potong.

Bagi yang menginginkan hidangan yang lebih berat, pecal sayur tersedia dengan harga berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsi.

Jangan lewatkan pula mie calug atau mie hun goreng yang lezat, ditawarkan dengan harga terjangkau mulai dari Rp 5000 per porsi.

Bagi warga Meulaboh, momen berbuka puasa di bulan Ramadhan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga tentang bersatu dalam keragaman dan menikmati kelezatan jajanan khas yang hanya ada setahun sekali. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240308-WA0028

Dikonfirmasi Terkait Dugaan Penjualan LKS, Kepsek MTsN 2 Karawang Arahkan Media Konfirmasi Saber Pungli

Gambar Ilustrasi (insert: isi chat WhatsApp Kepsek MTsN 2 Karawang)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Terkait pemberitaan yang beredar sebelumnya, tentang adanya dugaan praktik penjualan buku modul / Lembar Kerja Siswa (LKS) di MTsN 2 Karawang, hal tersebut selanjutnya mendapatkan respon dari Saber Pungli Karawang yang mengaku akan mendatangi sekolah untuk mencari tahu kebenarannya.

Hal tersebut diungkapkan AKP Joko Suwito selaku Tim Saber Pungli Karawang kepada Jendela Jurnalis melalui pesan singkat aplikasi WhastApp pada Selasa (29/1/24). Dirinya mengaku akan mendatangi sekolah tersebut untuk turun dan meminta klarifikasi dari pihak sekolah.

Lebih lanjut, saat Jendela Jurnalis kembali menggali informasi terkait perkembangannya, pihak Saber Pungli tak kunjung memberikan keterangan maupun penjelasan apapun. Bahkan, ketika kembali dikonfirmasi pun pohaknya malah terkesan bungkam seribu bahasa.

Tak berhenti, Jendela Jurnalis kemudian menghubungi Kepala Sekolah MTsN 2 Jatisari untuk menanyakan terkait ada atau tidaknya kedatangan pihak Saber Pungli ke sekolah tersebut.

Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menjawab bahwa pihak Saber Pungli sudah ada yang datang ke sekolah.

"Sudah, mangga tanyakan langsung ke Pak Joko," timpalnya. Jum'at (2/2/24).

Seolah sudah direncanakan dan menjadi sebuah kejanggalan, dimana Kepala Sekolah tak memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan dari adanya temuan tersebut dengan menyuruh Awak Media Jendela Jurnalis untuk menanyakan perkembangan dan kelanjutannya kepada AKP Joko Suwito selaku pihak Saber Pungli.

Namun, beberapa kali dihubungi hingga saat ini, Joko Suwito selaku pihak Saber Pungli yang seharusnya bisa memberikan informasi, malah terkesan enggan memberikan keterangan melalui pesan singkat ataupun sambungan telepon. Hal tersebut semakin menjadikan dugaan kuat tentang adanya "Kongkalikong" antara Pihak Sekolah dengan Oknum dari pihak Saber Pungli, sehingga kabar berita terkait adanya dugaan penjualan LKS tersebut terkesan ditutup-tutupi.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis masih belum mendapatkan keterangan resmi terkait apa saja tindakan yang dilakukan oleh Saber Pungli terhadap sekolah MTsN 2 Karawang setelah pihaknya mendatangi sekolah tersebut. Apakah bukunya dikembalikan ke penerbit dan uang nya juga dikembalikan kepada murid, atau tindakan lain sesuai prosedur hukum. (Nunu)*