Jendela Sosial

IMG-20251118-WA0001

Tim Hukum Jabis Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan Pengurusan Visa di Karawang

Foto Tim Hukum Jabar Istimewa kanan kiri

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) Kabupaten Karawang berhasil menuntaskan kasus dugaan penipuan pengurusan visa yang menimpa Komala Wijaya, warga Kecamatan Pedes, Karawang. Penyelesaian dicapai setelah pihak terlapor, seorang calo tenaga kerja wanita (TKW), mengembalikan seluruh dana yang sebelumnya diterima dari korban.

Komala sebelumnya melaporkan persoalan tersebut ke Lembur Pakuan lantaran tidak kunjung menerima kejelasan terkait proses pengurusan visa ke Malaysia, meski telah menyerahkan sejumlah uang. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti melalui pendampingan oleh Tim Hukum Jabis Karawang.

Ketua Koordinator Jabis Karawang, Saripudin, SH. MH. mengatakan, proses penyelesaian dapat terwujud setelah pihaknya melayangkan somasi resmi kepada terlapor.

"Alhamdulillah persoalan ini dapat diselesaikan secara baik. Pihak terlapor menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan uang milik Saudari Komala Wijaya setelah kami layangkan somasi," ujar Saripudin dalam keterangannya kepada awak media, Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan, bahwa kedua pihak sepakat menutup kasus tersebut secara kekeluargaan setelah terpenuhinya seluruh pengembalian dana. Dengan demikian, pendampingan hukum oleh Jabis terkait kasus ini dinyatakan selesai.

"Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan proses cepat tanpa dasar hukum yang jelas," tutupnya.

Sementara itu, anggota Tim Hukum Jabis Karawang, Pontas Hutahaean, SH. menilai, penyelesaian ini menjadi bukti bahwa pendampingan hukum memiliki peran penting dalam memberikan kepastian bagi masyarakat.

"Langkah hukum yang tepat dapat mendorong pihak terlapor untuk bertanggungjawab. Yang terpenting, hak-hak korban dapat dipulihkan," tegasnya.

Anggota lainnya, Iwan Setiawan, SH. MH. menambahkan, bahwa kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih selektif dalam berurusan dengan pihak yang mengaku dapat mengurus keberangkatan TKW.

"Banyak kasus serupa yang terjadi karena masyarakat tidak memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan jasa. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang," ucapnya.

Adapun Ujang Suhana, SH. mengungkapkan, bahwa kasus seperti yang dialami Komala Wijaya menunjukkan bahwa calon tenaga kerja, khususnya yang akan bekerja di luar negeri, masih sangat rentan menjadi korban praktik percaloan ataupun oknum tidak resmi.

"Pentingnya edukasi kepada calon tenaga kerja mengenai prosedur resmi dalam pengurusan dokumen seperti visa, paspor ataupun izin penempatan," terangnya.

Ujang menambahkan, tentunya semua proses yang terkait keimigrasian maupun ketenagakerjaan sebaiknya melalui jalur resmi Pemerintah Daerah melalui Disnakertrans.

"Ini demi keamanan dan menghindari potensi penipuan," pungkasnya. (Red)

IMG-20251117-WA0033

Normalisasi Sungai di Telukjambe Timur,Dua Kades di Karawang Cekcok

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Suasana memanas terjadi antara Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, dan Kepala Desa Wadas, Jujun, saat keduanya terlibat cekcok di lokasi persiapan normalisasi aliran sungai PJT II di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (17/11). Ketegangan muncul ketika tim tengah melakukan persiapan pengerukan di sungai yang selama ini dipenuhi bangunan liar.

Heryana menjelaskan bahwa normalisasi tersebut merupakan bagian dari program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penataan dan pengembalian aset negara. "Selama ini aset berserakan. Harus ditata dan digunakan kembali untuk kepentingan negara," katanya.

Ia menerangkan, keributan bermula saat diskusi teknis mengenai arah pembuangan air yang menjadi tidak kondusif. Heryana menilai Jujun memotong pembicaraan tim yang sedang memaparkan rencana kerja. "Dia nyela ketika orang lain ngomong, makanya saya ingatkan," ujar Heryana.

Menurutnya, situasi menjadi tegang ketika ia mempertanyakan kapasitas Jujun dalam rapat lapangan. "Saya tanya, ‘Anda di sini sebagai apa?’ Kalau mandor ya bilang mandor. Kalau ada tugas khusus dari gubernur, saya minta surat tugasnya," tuturnya.

Namun, lanjut Heryana, Jujun tidak dapat menunjukkan surat tugas tersebut. Ia menegaskan bahwa lokasi normalisasi berada di wilayah Desa Purwadana. "Ini bukan wilayah Desa Wadas. Ini wilayah saya," tegasnya.

Meski suara meninggi, Heryana menolak anggapan bahwa situasi itu sebuah pertengkaran. "Itu bukan percekcokan. Itu diskusi. Logat saya memang keras. Secara pribadi kami baik-baik saja," ungkapnya.

Heryana menyebut arah pembuangan air menjadi titik perbedaan pendapat. Ia menilai keputusan harus mengikuti kepentingan pemerintah dan masyarakat. "Ini bukan kali pembuang, ini kali suplai air. Resinda itu titik terakhir, tidak ada pembuangan lagi," ujarnya.

Ia mengusulkan agar pembuangan air diarahkan ke wilayah Karangsinom yang dianggap lebih dekat. Namun Jujun disebut bersikeras air dialirkan ke Purwadana. "Saya heran, kenapa Pak Jujun ngurus-ngurus wilayah sini," kata Heryana.

Heryana juga mempertanyakan apakah tindakan Jujun melampaui kewenangan sebagai kepala desa. "Yang jelas, ini sudah di luar teritorialnya. Kalau dia punya tugas lain, silakan. Tapi ketika saya minta surat tugas, tidak bisa ditunjukkan," ujarnya.

Usai insiden tersebut, mediasi dilakukan antara pihak desa dan PJT II. Hasil sementara menyebutkan akan dilakukan kajian ulang terkait arah aliran air. "Masalahnya, Pak Jujun ingin air dibuang ke sini, padahal di sini sudah tidak ada saluran pembuang," kata Heryana.

Ia memaparkan bahwa masyarakat Desa Purwadana mengusulkan pembuangan diarahkan ke daerah lain seperti Sukamakmur. Namun opsi membuang ke Kali Cisalak dinilai berisiko. "Kalau diurug, itu membahayakan Dusun Geblug dan Dusun Bugel yang sering kebanjiran," jelasnya.

Heryana menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah, namun meminta solusi yang tidak merugikan masyarakat. "Kami ingin tujuan pemerintah tercapai, tapi rakyat tidak jadi korban. Dari pihak Resinda juga tidak ada masalah jika aset dikembalikan ke negara," pungkasnya. (Red)

IMG-20230529-WA0078-1024x717-1

Dugaan Iuran Siluman di Kemenag Karawang, Askun : Desak Inspektorat dan APH

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mendesak agar pihak Inspektorat segera melakukan audit atas pengelolaan zakat profesi dan dugaan iuran siluman di Kementerian Agama (Kemenag) Karawang.

Hal ini menyusul adanya beberapa keluhan di intenal pejabat Kemenag yang menilai pengelolaan zakat dan iuran siluman ini yang tidak transparan.

"Saya belum tahu persis besarannya berapa. Tapi yang namanya zakat profesi ya pasti 2,5% dari penghasilan (gaji pegawai). Dan ini langsung dipotong setiap kali pegawai gajian. Tapi pengelolaanya selama ini tidak transparan," tutur Asep Agustian, Senin (17/11/2025).

"Selain zakat, ada juga iuran bulanan. Saya belum tahu persis nama iurannya apa. Yang pasti keduanya (zakat dan iuran) dikelola oleh Bagian Kasi Zakat Wakaf Kemeneg," timpalnya.

Atas persoalan ini, Askun (sapaan akrab) kembali menegaskan agar pihak inspektorat segera mengaudit pengelolaan zakat dan iuran siluman di Kemenag ini.

"Yang namanya zakat kan seharusnya disalurkan kepada mustahik. Tapi katanya selama ini pengelolaan zakat di Kemenag digunakan untuk biaya operasional. Kalau informasi ini benar, ini jelas tidak sesuai peruntukannya," kata Askun.

Oleh karenanya, Askun juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) menyelidiki dugaan penyalahgunaan ini. Terlebih mengenai adanya dugaan iuran siluman yang entah dari mana dasar hukumnya.

"Ya, kalau iuran tersebut dipungut tidak ada dasar hukumnya, artinya itu bisa dikatakan sebagai pungutan liar (pungli). Makanya di sini peranan APH diperlukan," tegas Askun.

Jendela Jurnalis mencoba mendatangi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang H.Sopian, S.Pd.I, guna mencari informasi agar pemberitaan berimbang,akan tetapi sampai berita di terbitkan jendela jurnalis belum berhasil menemui kepala kemenag Karawang.(Red)

IMG-20251111-WA0011

Peringati HUT Partai Nasdem ke-14, H. Bukhori Bagikan Ratusan Sembako

Foto saat pembagian sembako kepada jompo dan lansia

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam rangka memperingati hari jadi ke-14 Partai NasDem, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Dapil IV, H. Bukhori, S.Pd.I, menggelar kegiatan pembagian sembako kepada warga sekitar di kediamannya, Desa Rawagempol Kulon, Kecamatan Cilamaya Wetan, pada Selasa (11/11/2025).

Acara tersebut berlangsung penuh keakraban dan disambut antusias oleh masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara H. Bukhori dengan para konstituennya.

Dalam sambutannya, H. Bukhori menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan Partai NasDem yang telah berusia 14 tahun, sekaligus bentuk komitmen dirinya untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kami atas HUT ke-14 Partai NasDem. Semoga sembako yang kami bagikan bisa sedikit membantu kebutuhan warga dan menjadi berkah untuk semuanya,” ujar H. Bukhori.

Ia juga menambahkan bahwa selama menjabat sebagai anggota DPRD Karawang, untuk tahun sekarang dirinya telah menyalurkan aspirasi sebesar sekitar Rp500 juta untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Desa Rawagempol Kulon.

“Rawagempol Kulon ini sering menjadi langganan banjir, jadi kami fokuskan aspirasi untuk perbaikan drainase dan infrastruktur jalan. Sedikit demi sedikit tiap tahun akan kami dorong agar pembangunan terus berlanjut. Yang penting sabar, pasti akan terealisasi,” tambahnya.

Foto bersama H.Bukhori dan Jompo/lansia

Warga yang hadir pun menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian yang terus diberikan oleh H. Bukhori.

“Kami berterima kasih kepada Pak H. Bukhori atas bantuannya. Sembako ini sangat membantu kami dan semoga beliau selalu diberi kesehatan serta bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar salah seorang warga setempat.

H. Bukhori menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan wargaDengan semangat “Gerakan Perubahan” yang diusung Partai NasDem, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian partai dan wakil rakyatnya terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Karawang, khususnya di daerah pemilihan IV.(Red)

IMG-20251107-WA0013

Peduli Sesama Jurnalis, Ketua AMKI Karawang Donorkan Darah untuk Romo

Proses donor darah

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Wujud kepedulian sesama jurnalis ditunjukkan oleh Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang, Endang Nupo, yang rela mendonorkan darahnya untuk membantu kesembuhan rekan seprofesinya, N. Hartono, Pemimpin Redaksi Beritapembaruan.id, yang tengah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

‎Diketahui, N. Hartono atau yang akrab disapa Romo telah menjalani perawatan selama hampir satu bulan akibat kanker usus yang menyerang tubuhnya. Saat ini, ia telah  menjalani operasi besar di rumah sakit tersebut.

‎Endang Nupo mengatakan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk panggilan kemanusiaan sekaligus solidaritas terhadap sesama wartawan.

‎“Saya tidak bisa banyak membantu untuk kesembuhan Romo. Mungkin donor darah ini bisa sedikit meringankan dan membantu proses pemulihannya,” ujar Endang Nupo saat ditemui di RSPAD, Jumat (7/11/2025).

‎Endang mengaku bersyukur masih diberikan kesehatan sehingga bisa ikut mendonorkan darahnya.

‎“Ini kali kedua saya datang ke RSPAD Gatot Subroto. Kemarin tidak sempat donor karena sudah malam, jadi hari ini saya datang lebih pagi agar tidak terlambat,” tambahnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Endang Nupo didampingi oleh Ketua Media Independent Online (MIO) Jawa Barat, Azhari, serta Pimred Metroplus.id, Mustapid.

‎Ia juga berpesan kepada para jurnalis, khususnya yang sering beraktivitas di lapangan, untuk selalu menjaga kesehatan dan pola hidup.

‎“Sehat itu sangat berharga. Sebagai wartawan yang banyak bekerja di lapangan, kita harus bisa menjaga kesehatan dengan baik,” tutupnya. (red)*

IMG-20251107-WA0006

Banjir Rob Terus Naik, Warga Kampung Bungin Muara Gembong Siaga

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR — Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Bekasi. Air laut pasang dari arah tambak di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, terus mengalami kenaikan sejak pukul 09.00 WIB dan mulai memasuki permukiman warga. Jum'at (7/11/25).

‎Awalnya, air hanya menggenangi area tambak dan jalan setapak, namun kini telah masuk ke halaman dan sebagian rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga harus waspada dan mulai memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

‎Menurut Relawan Tangguh Kampung Bungin, kenaikan air rob kali ini terjadi lebih cepat dari biasanya.

“Air mulai naik sejak pagi dan sekarang terus bertambah. Kami dari Relawan Tangguh terus memantau kondisi di lapangan dan membantu warga yang terdampak, terutama lansia dan anak-anak,” ujar salah satu relawan di lokasi.

‎Relawan juga menyebutkan bahwa tanggul tambak di beberapa titik mulai melemah akibat tekanan air laut yang tinggi. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan genangan akan semakin meluas ke area permukiman yang lebih padat.

‎Banjir rob ini diduga akibat pasang tinggi air laut yang bertepatan dengan kondisi angin kencang di wilayah pesisir utara Bekasi. Warga bersama relawan kini bersiaga menghadapi kemungkinan air naik lebih tinggi menjelang malam hari.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk memperkuat tanggul dan memperbaiki saluran. Kalau tidak segera ditangani, air bisa makin naik,” tambah relawan tersebut. (Rey)*

IMG-20251106-WA0004

Squad Penanggulangan Bencana Indonesia Gelar International Volunteer Day 2025 di Bekasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR — Dalam rangka memperingati International Volunteer Day 2025, Squad Penanggulangan Bencana Indonesia bersama berbagai lembaga terkait akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Solidaritas Melalui Kesukarelawanan”. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 21–23 November 2025, bertempat di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

‎Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi seperti BNPB, BPBD Kota Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Karawang, Korpolairud, OSIS 09, SAR Mapala Jagat Samudra, serta Asosiasi Relawan Penanggulangan Bencana Indonesia.

‎Melalui tema besar “Solidaritas Melalui Kesukarelawanan”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan, sosial, dan pelestarian lingkungan. Beberapa agenda utama yang akan dilaksanakan antara lain:

‎Cek kesehatan gratis

‎Edukasi kesehatan dan kebencanaan

‎Water Rescue & Fire Rescue (pelatihan penyelamatan air dan kebakaran)

‎Pemanfaatan air hujan

‎Sunatan massal

‎Pemasangan pemecah ombak sebanyak 20 truk

‎Penanaman 20.000 mangrove dan 500 pohon keras

‎Aksi bersih-bersih pantai

‎Selain memperkuat semangat kesukarelawanan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan pesisir.

‎Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
‎📞 Subur Rojinawi: +62 813-9150-0914
‎📞 Bait: +62 813-8594-6934

‎Informasi lengkap dan pendaftaran peserta juga dapat diakses melalui tautan: https://bit.ly/SQUADPBIIIVD2025

IMG-20251101-WA0001

Rumah Warga di Tanjung Pakis Ambruk, Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

Kondisi rumah yang ambruk

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Sebuah rumah milik warga di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang dilaporkan telah ambruk lebih dari satu tahun lalu, namun hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah.

‎Menurut keterangan warga sekitar, rumah tersebut roboh akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan diterpa cuaca ekstrem. Ironisnya, hingga saat ini pemilik rumah masih bertahan tinggal di bagian dapur, satu-satunya area yang masih memiliki atap dan dinding seadanya.

‎“Sudah lebih dari setahun rumahnya ambruk, tapi belum ada bantuan nyata. Katanya dulu sudah difoto dan dijanjikan akan dibantu, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar salah satu warga setempat.

‎Kondisi rumah tampak memprihatinkan — tembok depan runtuh, atap hilang, serta bagian lantai dikelilingi puing-puing bata dan reruntuhan bangunan.

‎Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan memberikan bantuan perbaikan rumah atau bantuan sosial lainnya agar pemilik rumah dapat kembali tinggal dengan layak dan aman. (red)*

IMG-20251030-WA0015

‎Penyalur Telah Resmi Bayar Denda Administrasi, Jabar Istimewa kini Menanti Kepulangan Edah

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Proses penyelesaian administrasi Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Banteng Ompong, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, bernama Edah, yang sempat terlantar di Jeddah, Arab Saudi, kini memasuki tahap akhir. Kewajiban denda sebesar 5.000 riyal kepada Syarikah atau agen penyalur Baba Al Rasyid telah resmi dibayarkan.

‎Ketua Koordinator Jabar Istimewa Kabupaten Karawang, Saripudin, SH. MH., mengonfirmasi pada Rabu (29/10/1025) malam, bahwa dana denda tersebut telah ditransfer langsung ke pihak agen penyalur di Jeddah. Pembayaran itu merupakan bagian dari aturan dan tanggungjawab administratif yang harus dipenuhi sebelum proses pemulangan tenaga kerja ke Indonesia dapat dilakukan.

‎"Alhamdulillah, kewajiban denda sebesar 5 ribu riyal sudah kami lunasi kepada Syarikah Baba Al Rasyid. Ini bagian dari penyelesaian administrasi sebagaimana ketentuan di Arab Saudi," ujar Saripudin.

‎Saripudin juga menyampaikan, bahwa pihak penyalur tenaga kerja, H. Sarip, telah menyatakan bertanggungjawab penuh terhadap seluruh biaya, baik pembayaran denda maupun biaya pemulangan Edah hingga kembali ke rumahnya.

‎"Difasilitasi Disnakertrans Karawang, pihak penyalur H. Sarip sudah berkomitmen menanggung seluruh biaya, termasuk kepulangan Edah sampai tiba dengan selamat di Cilamaya," tambahnya.

‎Edah sebelumnya sempat viral setelah dilaporkan terlantar dan meminta pertolongan di wilayah Jeddah. Berkat koordinasi cepat dari KJRI Jeddah serta dukungan berbagai pihak di Indonesia, ia kemudian diselamatkan dan ditempatkan di shelter KJRI sambil menunggu penyelesaian administrasi.

‎Saripudin mengapresiasi peran KJRI Jeddah, Kemenlu, dan jaringan relawan Jabar Istimewa, Disnakertrans, Rekan-rekan Media, yang terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

‎"Kami berharap Edah segera dipulangkan dengan aman dan tanpa hambatan. Kasus ini menjadi pelajaran agar setiap penempatan tenaga kerja dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur," tandasnya. (Pri/red)*

IMG-20251009-WA0029

Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Karawang Gelar Diklatsar Anggota Satlinmas Inti Desa/Kelurahan Kabupaten Karawang Tahun 2025

Foto bersama dalam kegiatan Diklatsar

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Anggota Satlinmas Inti Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025 angkatan ke-2 (dua) yang diselenggarakan selama 3 hari, yaitu dari Tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025 mendatang di Lokasi Wisata Kampung Turis, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru.

‎Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 60 peserta yang meliputi dari unsur Linmas TRC sebanyak 36 orang dan 24 Orang Linmas Inti Desa/Kelurahan.

‎Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H., selaku Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang memaparkan bahwa dasar dari digelarnya Diklatsar tersebut berdasarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan masyarakat.

‎Selain itu, juga merujuk pada Perbup Karawang Nomor 65 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat Di Daerah dan Program Kerja Bidang Linmas pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025 tentang Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Anggota Satlinmas Inti Desa/Kelurahan.

‎Lebih lanjut, Acep mengungkapkan bahwa maksud dari digelarnya Diklatsar tersebut adalah untuk memberikan wawasan dan kebersamaan antar Anggota Satlinmas.

‎"Adapun tujuan dari digelarnya Diklatsar ini adalah untuk membentuk anggota linmas yang terlatih dan paham akan tugas pokok dan fungsinya, memupuk rasa persaudaraan di kalangan sesama anggota linmas dan melatih jiwa sportif dan bertanggungjawab," ungkapnya kepada Jendela Jurnalis.

Rangkaian kegiatan Diklatsar

‎Dalam pelaksanaannya, dilakukan terlebih dahulu upacara pelepasan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Karawang Basuki Rahmat, S.E., dan Pembukaan Diklatsar Linmas oleh Sekretaris Satpol PP Kabupaten Karawang Dudi Rahmat Hidayat, S.T., M.M.

‎Adapun untuk mengisi kegiatan Diklatsar itu sendiri, didatangkan berbagai narasumber dari berbagai unsur yang terdiri dari :

‎1. Puskesmas Tegalwaru: Materi P3K, Penanggulangan Kondisi Kedaruratan Medis dan Cek Kesehatan.

‎2. Polsek Tegalwaru: Materi Urgensi Siskamling dan Kewenangan Satlinmas.

‎3. Koramil Pangkalan: Materi PBB, Kesamaptaan dan Tata Upacara Sipil (TUS).

‎4. BKPSDM: Dinamika Kelompok dan Emostional Spiritual Quotient / ESQ.

‎5. SAR SAGARA: Materi Deteksidini dan Tanggap Bencana.

‎6. Dojo Alami: Materi Pengenalan Beladiri Praktis.

Basuki Rahmat, S.E., (Kepala Satpol PP Kabupaten Karawang)

‎Dengan digelarnya kegiatan tersebut, Basuki Rahmat, S.E., selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Karawang berharap agar kegiatan tersebut bisa menjadi ajang penambah pengetahuan bagi Linmas.

‎"Harapan kami, dengan Diklatsar ini dapat menambah pengetahuan untuk Linmas Kabupaten Karawang, sehingga siap menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat," pungkasnya. (NN)*