Jendela Pendidikan

IMG-20260112-WA0044

Gelar Patroli Khusus, Satpol PP Karawang Amankan Lima Pelajar yang Nongkrong di Warnet Saat Jam Belajar di Galuh Mas

Pelajar yang berhasil diamankan dalam patroli khusus

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan mendukung proses belajar mengajar, Satpol PP Kabupaten Karawang melaksanakan Patroli Khusus pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 07.45–08.30 WIB di wilayah Galuh Mas Karawang.

‎Dalam patroli tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang mengamankan 5 orang pelajar yang terciduk sedang bermain game saat jam pelajaran di salah satu warnet yang berada di wilayah Galuh Mas. Ke 5 pelajar tersebut kemudian digiring dan diamankan ke Mako Satpol PP Kabupaten Karawang untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

‎Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H., selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas adanya laporan masyarakat terkait keberadaan siswa sekolah yang bermain game di Warnet (warung internet) pada saat jam belajar.

‎Menurutnya, dengan adanya laporan masyarakat, menunjukan bahwa hal tersebut merupakan cerminan dari kepedulian bersama dalam aspek sosial dan ketertiban lingkungan.

‎"Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya preventif, guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar," tegasnya.

‎Atas dasar hal tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan ketentraman lingkungan. (NN)*

IMG-20251231-WA0041

Tanpa Dukungan dari Sekolah SMPN 1 Cilamaya Wetan,Ghori : Atlet Tadjimalela Juara,Bawa Nama Baik Daerah Bahkan Sekolahnya

Jendela Jurnalis KARAWANG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet Tadjimalela K6C Karawang dalam ajang Bapopsi Open Championship di GOR ITB Sumedang. Medali demi medali berhasil diraih, membuktikan kualitas dan konsistensi para atlet muda, sebagian di antaranya merupakan siswa SMPN 1 Cilamaya Wetan.

Namun di balik euforia kemenangan, muncul pertanyaan serius: mengapa prestasi yang mengharumkan nama sekolah justru tidak dibarengi dukungan nyata dari pihak sekolah?
Hingga kejuaraan usai, para atlet dan pelatih mengaku berjuang secara mandiri, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga pembiayaan lomba.

Tidak terlihat dukungan moral, administratif, apalagi fasilitas dari pihak SMPN 1 Cilamaya Wetan.
Pelatih Tadjimalela K6C Karawang, Ghori, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

“Anak-anak ini juara, membawa nama baik daerah bahkan sekolahnya. Tapi sangat disayangkan, tidak ada perhatian atau dukungan sama sekali dari pihak sekolah. Padahal mereka ini siswa aktif yang berprestasi,” tegas Ghori.

Menurutnya, pembinaan atlet usia pelajar seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada perguruan dan orang tua.

“Kami tidak minta berlebihan. Minimal dukungan moral, izin resmi yang dipermudah, atau apresiasi sederhana. Jangan sampai anak-anak merasa berprestasi tapi diabaikan,” lanjutnya.

Nada serupa juga disampaikan orang tua salah satu atlet, yang mengaku kecewa dengan sikap pihak sekolah.

“Kami sebagai orang tua sangat bangga anak kami juara. Tapi sedih, karena sekolah seolah tutup mata. Tidak ada ucapan, tidak ada perhatian. Padahal prestasi ini jelas membawa nama SMPN 1 Cilamaya Wetan,” ujar salah satu wali murid.

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan anak saat bertanding dipenuhi secara mandiri oleh orang tua dan pelatih.
“Mulai dari transport, konsumsi, sampai perlengkapan, semua swadaya. Kalau bukan karena semangat anak dan pelatih, mungkin mereka sudah patah semangat,” tambahnya.

Situasi ini menimbulkan sorotan publik: ada apa dengan perhatian sekolah terhadap siswa berprestasi? Di tengah gencarnya jargon pendidikan karakter dan prestasi, fakta di lapangan justru menunjukkan minimnya keberpihakan terhadap atlet yang sudah berulang kali mengharumkan nama sekolah.

Prestasi tidak cukup hanya dipajang saat upacara atau media sosial. Dukungan nyata adalah bentuk penghargaan yang sesungguhnya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin semangat generasi muda berprestasi justru akan terkikis oleh sikap abai dari institusi yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka.
Juara terus, tapi sendiri. Ini bukan sekadar ironi, tapi alarm keras bagi dunia pendidikan.(Rls/Red)

IMG-20251210-WA0046

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan dengan Lancar dan Tertib‎

‎Jendela Jurnalis Garut, JABAR - DPD FK-PKBM Kabupaten Garut menggelar kegiatan Musyawarah Daerah di Aula Hotel Suminar yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 267, Kecamatan Tarogong Kidul. Rabu (10/12/25).

‎Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW FK-PKBM Jawa Barat beserta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tersebut pun berjalan lancar dan sukses. Dimana Uleh Abdullah, S.Pd., M.M., terpilih menjadi Ketua FK-PKBM Kabupaten Garut untuk masa bakti 2025 - 2030 menggantikan H. Hikmat, S.Pd.

‎Dalam sambutannya, Heru Saleh, M.Pd., selaku Ketua DPW FK-PKBM memberikan selamat kepada Ketua DPD terpilih. Selain itu, dirinya juga mengucapkan rasa terimakasihnya atas dedikasi H. Hikmat, S.Pd., selaku Purna Ketua FK-PKBM Kabupaten Garut Masa Bakti 2020 - 2025 yang telah menjadi bagian dan proses kemajuan PKBM Kabupaten Garut.

‎"Kegiatan Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut ini bukan sekadar forum pergantian kepengurusan atau penyegaran organisasi. Lebih dari itu, momentum ini merupakan ruang strategis bagi kita semua untuk meneguhkan komitmen, memperkuat solidaritas, serta menata arah gerak FK PKBM Kabupaten Garut agar lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing menghadapi tantangan zaman," ucapnya.

‎Karena menurutnya, melalui semangat itulah, Jawa Barat akan terus menjadi provinsi yang istimewa. Bukan hanya karena luas wilayah atau jumlah penduduknya, tetapi karena semangat gotong royong dan kepedulian para pelaku pendidikan.

‎"Dan dari Jawa Barat yang istimewa inilah, kita berkontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing," tambahnya.

‎Hal senada pun diungkapkan oleh H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dirinya mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya karena telah bisa menghadiri Musyawarah Daerah tersebut.

‎Dalam kesempatannya, H. Asep juga berharap agar di dalam penyelenggaraan pendidikan tidak ada masalah & memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Kabupaten Garut serta kepada pengurus FK-PKBM kabupaten Garut untuk memberikan kontribusi nyata untuk Kebermanfaatan masyarakat Garut bukan hanya sebatas penyelenggaraan saja.

‎"Saya nitip, untuk kemajuan PKBM di Garut, dalam pembelajaran tidak main-main, penyelenggaraan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sudah saatnya kini merubah untuk pelayanan terbaik terutama layanan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Garut. Sehingga, di Kabupaten Garut tidak ada lagi Masyarakat Anak Tidak Sekolah, sehingga dalam penyelenggaraan PKBM tidak ada rasa keresahan dan Kegelisahan," ungkapnya.

‎Sementara itu, Ustadz Jana Ali Sadikin selaku Ketua Panitia Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh Peserta yang telah mendukung dan menghadiri kegiatan tersebut.

‎Bahkan, dalam sambutan serta laporan kepanitiaan, Ketua Panitia menyampaikan bahwa sejak sehari sebelum acara berlangsung pun panitia sudah berada dilokasi untuk bekerja keras agar acara tersebut berjalan dengan baik.

‎Berdasarkan laporan panitia, dari total 289 PKBM sudah tercatat di daftar hadir 243 yang hadir secara akumulatif. Jadi, kegiatan musyawarah tersebut telah memenuhi syarat untuk digelar dan hingga akhirnya kegiatan musyawarah berjalan lancar dan sukses.(Red)

IMG-20251205-WA0010

ASAS 2025, SDN Tegalsari I Cilamaya Wetan Memasuki Tahap Pengolahan Nilai dan Persiapan Penutup Semester

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun 2025 di SDN Tegalsari I, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kegiatan yang berlangsung sejak awal pekan hingga Jumat, 5 Desember 2025, tersebut diikuti oleh 206 siswa, dengan tingkat kehadiran 100 persen setiap harinya.

Kepala SDN Tegalsari I, Fitriyah Yuliasari,S.Pd saat ditemui wartawan di sekolah pada Jumat (5/12/2025), menyampaikan bahwa rangkaian asesmen dari hari pertama hingga hari terakhir berjalan tertib sesuai jadwal. Ia mengapresiasi kedisiplinan para siswa serta dukungan penuh dari dewan guru yang telah memastikan seluruh persiapan teknis dan nonteknis terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah pelaksanaan asesmen sumatif tahun ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Seluruh 206 siswa hadir lengkap, tidak ada yang izin maupun sakit. Ini menunjukkan antusias dan kesiapan mereka dalam mengikuti evaluasi akhir semester,” ujar Fitriyah.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan asesmen, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembagian jadwal, kesiapan ruang kelas, hingga koordinasi dengan orang tua siswa. Selain itu, guru-guru juga sudah memberikan pendalaman materi agar peserta didik lebih siap dalam menghadapi asesmen.

“Dewan guru berperan aktif mendampingi siswa, memastikan suasana belajar tetap kondusif, dan memberikan bimbingan sebelum asesmen dimulai. Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Fitriyah berharap hasil asesmen tahun ini menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran selama satu semester serta menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan prestasi. Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga semangat belajar anak-anak.

Dengan berakhirnya ASAS 2025, SDN Tegalsari I Cilamaya Wetan kini memasuki tahap pengolahan nilai dan persiapan kegiatan penutup semester. Pihak sekolah berkomitmen terus menjaga kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh siswa.(Red)

IMG-20251203-WA0010

In House Training Pancawaluya di SMAN 5 Karawang Resmi Dibuka

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Sinar mentari pagi seolah turut menyemangati para guru SMAN 5 Karawang (Smanli) yang berkumpul untuk mengikuti In House Training (IHT) Pancawaluya. Aula sekolah menjadi saksi bisu semangat baru yang terpancar dari wajah-wajah pendidik yang siap menimba ilmu.

Selama dua hari, mulai Selasa, 2 Desember, hingga Rabu, 3/12/2025, para guru mengikuti pelatihan intensif yang merupakan bagian dari program prioritas Jawa Barat. Program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini bertujuan membentuk karakter yang kokoh dan humanis bagi seluruh insan pendidikan.

Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan ini. Untuk memastikan materi tersampaikan dengan optimal, Smanli menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan inspiratif: Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn. (praktisi/dosen), dan Eja Suteja, M.Pd. (pengawas pendamping).

Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, menunjukkan komitmen mereka untuk menyerap ilmu dan nilai-nilai luhur yang akan mereka implementasikan di ruang kelas.

Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Epul Saepul menyampaikan visi besarnya bagi seluruh warga Smanli. Ia menekankan bahwa Pancawaluya bukan sekadar program, melainkan filosofi hidup yang harus diinternalisasi.

"Dengan IHT Pancawaluya, mudah-mudahan warga Smanli, baik siswa, guru, maupun tata usaha, menjadi warga yang memiliki karakter Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer)," ujar Dr. Epul dengan penuh harap.

Karakter Pancawaluya mencakup lima pilar utama: Cageur (Sehat/Bugar), Bageur (Baik hati), Bener (Jujur dan Benar), Pinter (Cerdas), dan Singer (Terampil/Mampu).

SMAN 5 Karawang bertekad mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan fisik yang kuat. IHT ini menjadi langkah awal yang inspiratif untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, berbudi luhur, berilmu, dan berdaya saing di Karawang.(Red)

IMG-20251128-WA0006

IPSI Karawang Juara Umum di Kejurda Jabar 2025, Namun Dipandang Sebelah Mata

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang terus menunjukkan prestasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar IV Tingkat Remaja Provinsi Jawa Barat 2025.

Namun sangat disayangkan peraihan prestasi pada kejurda tersebut seperti dipandang sebelah mata oleh daerahnya sendiri.

Ketua IPSI Kabupaten Karawang yang juga anggota DPRD provinsi Jawabarat mengatakan bahwa dalam pembinaan atlet terus dioptimalkan meskipun harus berjuang di tengah keterbatasan anggaran.

Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa komitmen dan semangat serta kemampuan para atlit tidak terbatas adalah kunci utama di balik setiap prestasi yang diraih.walaupun dengan dana terbatas Ia yakin kemampuan atlit IPSI kabupaten Karawang sudah optimal.

Saat dihubungi melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis 27 November 2025, Dea Eka Rizaldi membeberkan rahasia pengelolaan organisasi yang berfokus pada hasil.

"Rahasia kami adalah komitmen yang menciptakan rasa semangat baru. Walaupun dengan dana terbatas, saya yakin kemampuan atlet kita tak terbatas," ungkap Dea

Menurutnya, pencapaian di dunia persilatan tidak ada yang instan. Semua dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan internal hingga merancang program peningkatan prestasi.

"Jika pengelolaannya baik, saya yakin hasil itu pasti baik," tegasnya.

Dea menyoroti pentingnya latihan yang komprehensif, tidak hanya fisik, tetapi juga pengembangan mental atlet. Hal ini dilakukan salah satunya dengan memperbanyak jam tanding.

Ia menyambut gembira hasil dari pembinaan tersebut, di mana beberapa atlet yang meraih emas di usia pelajar tahun lalu, kini sudah siap untuk naik kelas ke kategori dewasa.

"Beberapa atlet kita tahun depan sudah berusia 17 tahun dan sudah bisa diturunkan di kelas dewasa. Saya tanya ke mereka siap buat turun di dewasa, jawabannya sangat siap. Luar biasa mental anak-anak kita." kata Dea.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, porsi latihan akan ditingkatkan agar semua aspek dalam diri atlet dapat berkembang dan terlihat.

Meskipun menyatakan sanggup menanggung beban operasional dan pembinaan, Dea Eka Rizaldi menyuarakan satu harapan penting, yakni terkait penghormatan dan apresiasi bagi atlet berprestasi yang telah membawa nama harum Kabupaten Karawang.

"Ada hal yang tidak bisa saya berikan untuk mereka yang berprestasi, yaitu penghormatan atas atlet-atlet kita yang sudah berprestasi membawa nama Karawang. Itu bukan porsi saya untuk memberikan penghormatan untuk atas nama Karawang," keluhnya.

Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang kurang peduli terhadap prestasi atlet di Karawang, Dea melontarkan pernyataan yang cukup menohok

Ia menyiratkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang tidak memberikan dukungan dan Ia pun ungkapkan kekecewaannya pada Panitia kejurda Pencak Silat antar pelajar Jawabarat.

"Untuk saat ini saya berkolaborasi dengan Tuhan saja, insya Allah enggak akan kecewa. Beda (jika) kolaborasi dengan manusia, akhirnya pasti kecewa juga, dan kita juara umum ke 3 dari 24 kabupaten/kota , juara umum 1 dan 2 dapet piala dan uang pembinaan , juara umum 3 ga dapat apa-apa, ini kan kejuaraan daerah antar pelajar Jawa Barat, kenapa bisa gitu ya?" tambah Dea dengan nada kecewa.

"Manusia yang saya maksud adalah manusia yang tidak peduli dengan prestasi anak-anak Karawang dalam semua bidang, khususnya pencak silat," tambahnya, tanpa menyebutkan nama institusi atau individu secara spesifik.

Mengenai alasan ketidakpedulian tersebut, Dea memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut, dan menyerahkan pertanyaan itu langsung kepada pihak yang bersangkutan.

"No coment , silahkan tanya kepada yang bersangkutan , kenapa mereka melakukan itu," tutupnya.(Red)

IMG-20251125-WA0016

Momentum Hari Guru Nasional, Jendela Jurnalis Ucapkan Apresiasi dan Penghormatan bagi Para Guru

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) pada Selasa, 25 November 2025. Tahun ini, peringatan HGN mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat."

‎Peringatan HGN 2025 juga diwarnai dengan peluncuran logo resmi yang menggambarkan hubungan harmonis dan kolaboratif antara guru dan murid, berlandaskan kasih sayang, ketulusan, serta semangat belajar sepanjang hayat.

‎Logo tersebut sekaligus menjadi simbol penghargaan bagi seluruh pendidik di Indonesia yang terus berjuang tanpa kenal lelah.

‎Di momentum istimewa ini, PRIATNA Pemimpin Redaksi Media Online Jendela Jurnalis/jendralnews.co.id beserta segenap jajaran redaksi menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru nasional.

‎“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih kepada semua guru dan pendidik di seluruh Indonesia atas dedikasi dan pengabdian yang luar biasa. Guru adalah pilar utama kemajuan bangsa. Dengan guru yang hebat, Indonesia akan semakin kuat,” ujarnya Pimred jendralnews.co.id.

‎Ia menambahkan bahwa tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi menuntut guru untuk terus beradaptasi, namun dedikasi dan ketulusan mereka dalam mendidik tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan.

‎Momentum Hari Guru Nasional tahun ini juga menjadi pengingat bahwa peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan penghargaan terhadap profesi guru harus terus menjadi prioritas.

‎Jendela Jurnalis berharap semoga peringatan HGN 2025 dapat menguatkan semangat para pendidik untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk menghargai peran guru sepanjang masa. (red)*

IMG-20251125-WA0005

H.Bukhori Dewan Fraksi Nasdem Kabupaten Karawang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H.Bukhori, S.Pd.I , menyampaikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Ia berharap momentum peringatan ini semakin meningkatkan kesejahteraan para guru sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

H.Bukhori,menjabat sebagai wakil ketua DPD Nasdem Karawang bidang OK dan juga anggota komisi II DPRD Kabupaten Karawang,menegaskan bahwa dedikasi dan pengabdian guru tidak ternilai.

“Guru adalah pilar utama pendidikan yang tanpa lelah membimbing, menginspirasi, dan memberikan ilmu kepada generasi muda,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para guru. H.Bukhori mengakui bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini tidak lepas dari peran besar para guru dalam perjalanan hidupnya.

“Kami sangat bersyukur memiliki guru-guru yang tulus dan penuh dedikasi. Setiap nasihat, ilmu, dan perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi kami, guru bukan hanya pengajar, tetapi teladan dan inspirasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H.Bukhori menyebut bahwa jasa guru tidak akan pernah terlupakan.

“Baktimu abadi dalam ingatan kami. Selamat Hari Guru! Terima kasih atas semua yang telah Bapak dan Ibu berikan,” tuturnya.

Ia pun berharap para guru senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia.

“Teruslah menjadi cahaya dalam kegelapan dan lentera ilmu yang tak pernah padam,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251104-WA0015

Sikapi Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana BOSP dan PIP di PKBM Al-Muhajirin, Plt. Kabid PNFI Disdik Karawang akan Gelar Sidak

Sutarman, M.Pd., (Plt. Kabid PNFI / PKBM Disdikpora Karawang)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sikapi perihal kabar dugaan penyimpangan pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) periode Tahun 2026 di lembaga PKBM Al-Muhajirin, Kabupaten Karawang, Sutarman, M.Pd., selaku Plt. Kabid PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Disdikpora Karawang akhirnya angkat bicara. Selasa (4/11/25).

‎Menurutnya, terkait adanya kabar dugaan tersebut, pihaknya bersama penilik pendamping dan tim verifikasi akan melakukan kroscek atau sidak ke PKBM.

‎"Nanti akan kita kroscek bersama tim penilik pendamping dan tim verifikasi, kita akan turun langsung untuk mengkroscek terkait BOSP, jumlah siswa penerima PIP dan lainnya," ucapnya saat ditemui Jendela Jurnalis diruangannya.

‎Lebih lanjut, Plt. Kabid juga menyayangkan keterkaitan suami dari Kepala PKBM Al-Muhajirin yang selalu bertindak diluar kapasitasnya, dimana seharusnya kepala yayasan menyerahkan sepenuhnya kepengurusan administrasi kepada kepala PKBM.

‎"Ya statusnya Kepala PKBM nya siapa? Sementara kalau ditanya perihal kaitan administrasi Kepala seolah tidak memahami dan selalu melimpahkan kepada suaminya yang merupakan ketua yayasan. Apalagi suaminya itu kan statusnya sudah P3K," pungkasnya. (Pri)*

IMG-20251104-WA0014

Memalukan! Pekerjaan Rehab di Area Kantor Disdikpora Karawang Berjalan Tanpa Papan Informasi

Foto kegiatan pekerjaan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Di Area atau Lingkungan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang kini terpantau tengah diselenggarakan kegiatan rehabilitasi pembangunan pada komplek gedung dewan pendidikan. Selasa (4/11/25).

‎Namun sayangnya, adanya aktifitas tersebut seolah menunjukan ketidakprofesionalan pelaksana dalam mengerjakan proyek. Pasalnya, ketika terlihat masih ada aktifitas pengerjaan, Jendela Jurnalis sama sekali tidak menemukan adanya papan informasi kegiatan atau papan proyek terkait jenis kegiatan dan berapa anggarannya.

‎Berdasarkan keterangan dari lingkungan sekitar, pekerjaan tersebut sudah lama dilaksanakan dan kini proses pengerjaannya diperkirakan sedang dalam proses finishing.

‎"Kerjaannya sudah lama sih, kayaknya sekarang tinggal finishing, tapi saya juga gak tau itu kegiatan pembangunan atau rehab apa, emang gak ada papan proyeknya," ucap seseorang yang enggan menyebutkan namanya kepada Jendela Jurnalis.

‎Sementara itu, para pekerja yang berada dilokasi pun seolah bungkam saat ditanyai kaitan pekerjaan dan papan informasi kegiatannya.

‎"Gak tau kang," timpalnya singkat seraya terus melanjutkan pekerjaannya.

‎Hal tersebut akhirnya menuai sorotan dari H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum LBH Maskar Indonesia. Dirinya menilai, adanya proyek di lingkungan kantor dinas tanpa papan informasi kegiatan itu dirasa sangat memalukan.

‎"Memalukan sekali! sekelas proyek yang dikerjakan di lingkungan dinas saja pelaksana tidak menerapkan asas transparansi publik. Kalau pekerjaan dilingkungan dinas saja dilaksanakan dengan tidak transparan, bagaimana dengan kegiatan pembangunan yang berada diluar atau disekolah?," singgungnya.

‎Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa seharusnya proyek yang dikerjakan dilingkungan dinas itu bisa menjadi cerminan, dimana asas transparansi publiknya harus benar-benar diterapkan.

‎"Itu kan dikerjakan di lingkungan dinas, yang seharusnya bisa menjadi cerminan malah seolah abai akan asas transparansinya," pungkasnya. (Pri)*