Jendela Olahraga

IMG-20251231-WA0041

Tanpa Dukungan dari Sekolah SMPN 1 Cilamaya Wetan,Ghori : Atlet Tadjimalela Juara,Bawa Nama Baik Daerah Bahkan Sekolahnya

Jendela Jurnalis KARAWANG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet Tadjimalela K6C Karawang dalam ajang Bapopsi Open Championship di GOR ITB Sumedang. Medali demi medali berhasil diraih, membuktikan kualitas dan konsistensi para atlet muda, sebagian di antaranya merupakan siswa SMPN 1 Cilamaya Wetan.

Namun di balik euforia kemenangan, muncul pertanyaan serius: mengapa prestasi yang mengharumkan nama sekolah justru tidak dibarengi dukungan nyata dari pihak sekolah?
Hingga kejuaraan usai, para atlet dan pelatih mengaku berjuang secara mandiri, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga pembiayaan lomba.

Tidak terlihat dukungan moral, administratif, apalagi fasilitas dari pihak SMPN 1 Cilamaya Wetan.
Pelatih Tadjimalela K6C Karawang, Ghori, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

“Anak-anak ini juara, membawa nama baik daerah bahkan sekolahnya. Tapi sangat disayangkan, tidak ada perhatian atau dukungan sama sekali dari pihak sekolah. Padahal mereka ini siswa aktif yang berprestasi,” tegas Ghori.

Menurutnya, pembinaan atlet usia pelajar seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada perguruan dan orang tua.

“Kami tidak minta berlebihan. Minimal dukungan moral, izin resmi yang dipermudah, atau apresiasi sederhana. Jangan sampai anak-anak merasa berprestasi tapi diabaikan,” lanjutnya.

Nada serupa juga disampaikan orang tua salah satu atlet, yang mengaku kecewa dengan sikap pihak sekolah.

“Kami sebagai orang tua sangat bangga anak kami juara. Tapi sedih, karena sekolah seolah tutup mata. Tidak ada ucapan, tidak ada perhatian. Padahal prestasi ini jelas membawa nama SMPN 1 Cilamaya Wetan,” ujar salah satu wali murid.

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan anak saat bertanding dipenuhi secara mandiri oleh orang tua dan pelatih.
“Mulai dari transport, konsumsi, sampai perlengkapan, semua swadaya. Kalau bukan karena semangat anak dan pelatih, mungkin mereka sudah patah semangat,” tambahnya.

Situasi ini menimbulkan sorotan publik: ada apa dengan perhatian sekolah terhadap siswa berprestasi? Di tengah gencarnya jargon pendidikan karakter dan prestasi, fakta di lapangan justru menunjukkan minimnya keberpihakan terhadap atlet yang sudah berulang kali mengharumkan nama sekolah.

Prestasi tidak cukup hanya dipajang saat upacara atau media sosial. Dukungan nyata adalah bentuk penghargaan yang sesungguhnya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin semangat generasi muda berprestasi justru akan terkikis oleh sikap abai dari institusi yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka.
Juara terus, tapi sendiri. Ini bukan sekadar ironi, tapi alarm keras bagi dunia pendidikan.(Rls/Red)

IMG-20251220-WA0025

PTMSI dan AMKI Karawang Teken MoU, Sinergi Olahraga dan Media Kian Kuat

PTMSI Jalin Kerja Sama Dengan AMKI Karawang

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Pengurus Cabang Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Karawang periode 2025–2029 resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Cabang PTMSI Kabupaten Karawang, Ir. Nur Yasser Kamaruddin, MM, dan Ketua AMKI Kabupaten Karawang, Endang Nupo, bertempat di Royal Hall Kamidara Cikampek, Sabtu (20/12/2025).

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat publikasi serta memperluas jangkauan informasi terkait berbagai kegiatan dan program PTMSI Karawang kepada masyarakat luas melalui jejaring media yang tergabung dalam AMKI.

Ketua PTMSI Kabupaten Karawang, Nur Yasser Kamaruddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga tenis meja di Karawang, baik dari sisi pembinaan atlet, penyelenggaraan event, maupun peningkatan minat masyarakat.

“Setiap kegiatan PTMSI nantinya bisa dikirim ke kami dan akan ditayangkan oleh media-media yang tergabung di AMKI. Dengan begitu, informasi bisa tersampaikan secara luas dan cepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua AMKI Kabupaten Karawang, Endang Nupo, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh seluruh kegiatan PTMSI melalui publikasi yang profesional dan berimbang.

“AMKI Kabupaten Karawang siap menjadi jembatan antara PTMSI dengan masyarakat luas. Kami akan membantu menyebarluaskan setiap kegiatan, prestasi, dan program PTMSI agar lebih dikenal publik,” ungkapnya.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, PTMSI Kabupaten Karawang optimistis pengembangan olahraga tenis meja di daerah akan semakin progresif, seiring dengan dukungan media yang kuat dan terintegrasi.

Kolaborasi PTMSI dan AMKI ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya atlet-atlet tenis meja berprestasi yang mengharumkan nama Karawang di tingkat regional maupun nasional.(Red)

IMG-20251128-WA0006

IPSI Karawang Juara Umum di Kejurda Jabar 2025, Namun Dipandang Sebelah Mata

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang terus menunjukkan prestasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar IV Tingkat Remaja Provinsi Jawa Barat 2025.

Namun sangat disayangkan peraihan prestasi pada kejurda tersebut seperti dipandang sebelah mata oleh daerahnya sendiri.

Ketua IPSI Kabupaten Karawang yang juga anggota DPRD provinsi Jawabarat mengatakan bahwa dalam pembinaan atlet terus dioptimalkan meskipun harus berjuang di tengah keterbatasan anggaran.

Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa komitmen dan semangat serta kemampuan para atlit tidak terbatas adalah kunci utama di balik setiap prestasi yang diraih.walaupun dengan dana terbatas Ia yakin kemampuan atlit IPSI kabupaten Karawang sudah optimal.

Saat dihubungi melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis 27 November 2025, Dea Eka Rizaldi membeberkan rahasia pengelolaan organisasi yang berfokus pada hasil.

"Rahasia kami adalah komitmen yang menciptakan rasa semangat baru. Walaupun dengan dana terbatas, saya yakin kemampuan atlet kita tak terbatas," ungkap Dea

Menurutnya, pencapaian di dunia persilatan tidak ada yang instan. Semua dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan internal hingga merancang program peningkatan prestasi.

"Jika pengelolaannya baik, saya yakin hasil itu pasti baik," tegasnya.

Dea menyoroti pentingnya latihan yang komprehensif, tidak hanya fisik, tetapi juga pengembangan mental atlet. Hal ini dilakukan salah satunya dengan memperbanyak jam tanding.

Ia menyambut gembira hasil dari pembinaan tersebut, di mana beberapa atlet yang meraih emas di usia pelajar tahun lalu, kini sudah siap untuk naik kelas ke kategori dewasa.

"Beberapa atlet kita tahun depan sudah berusia 17 tahun dan sudah bisa diturunkan di kelas dewasa. Saya tanya ke mereka siap buat turun di dewasa, jawabannya sangat siap. Luar biasa mental anak-anak kita." kata Dea.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, porsi latihan akan ditingkatkan agar semua aspek dalam diri atlet dapat berkembang dan terlihat.

Meskipun menyatakan sanggup menanggung beban operasional dan pembinaan, Dea Eka Rizaldi menyuarakan satu harapan penting, yakni terkait penghormatan dan apresiasi bagi atlet berprestasi yang telah membawa nama harum Kabupaten Karawang.

"Ada hal yang tidak bisa saya berikan untuk mereka yang berprestasi, yaitu penghormatan atas atlet-atlet kita yang sudah berprestasi membawa nama Karawang. Itu bukan porsi saya untuk memberikan penghormatan untuk atas nama Karawang," keluhnya.

Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang kurang peduli terhadap prestasi atlet di Karawang, Dea melontarkan pernyataan yang cukup menohok

Ia menyiratkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang tidak memberikan dukungan dan Ia pun ungkapkan kekecewaannya pada Panitia kejurda Pencak Silat antar pelajar Jawabarat.

"Untuk saat ini saya berkolaborasi dengan Tuhan saja, insya Allah enggak akan kecewa. Beda (jika) kolaborasi dengan manusia, akhirnya pasti kecewa juga, dan kita juara umum ke 3 dari 24 kabupaten/kota , juara umum 1 dan 2 dapet piala dan uang pembinaan , juara umum 3 ga dapat apa-apa, ini kan kejuaraan daerah antar pelajar Jawa Barat, kenapa bisa gitu ya?" tambah Dea dengan nada kecewa.

"Manusia yang saya maksud adalah manusia yang tidak peduli dengan prestasi anak-anak Karawang dalam semua bidang, khususnya pencak silat," tambahnya, tanpa menyebutkan nama institusi atau individu secara spesifik.

Mengenai alasan ketidakpedulian tersebut, Dea memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut, dan menyerahkan pertanyaan itu langsung kepada pihak yang bersangkutan.

"No coment , silahkan tanya kepada yang bersangkutan , kenapa mereka melakukan itu," tutupnya.(Red)

IMG-20241115-WA0068

91 Pemain Bulutangkis di Aceh Barat Ikut Ramaikan Turnamen Bulutangkis Antar Instansi Harbak ke-79 PUPR

Pelaksanaan Turnamen Bulutangkis di GOR Bakti Negeri PUPR Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, Aceh Barat - Sebanyak 91 pemain dari 13 tim/klub Persatuan Bulutangkis (PB) Instansi di Kabupaten Aceh Barat ikut meramaikan turnamen bulutangkis dalam rangka menyemarakkan Harbak PU ke-79 tahun 2024 yang digelar Dinas PUPR Aceh Barat.

Turnamen ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 15 hingga 17 November 2024 dibuka oleh Pj Bupati Aceh Barat yang diwakili Sekda Marhaban Jum'at (15/11-2024) sore berlangsung di GOR Bakti Negeri PUPR Aceh Barat.

Turut hadir pada acara pembukaan Dandim 0105/Abar Letkol Inf. Hendra Mirza, Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Meulaboh, PBSI Cabang Aceh Barat, sejumlah Kepala Dinas/Kantor, dan para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh Barat, Marhaban memberi apresiasi atas terselenggaranya turnamen bulutangkis antar instansi dalam rangka menyemarakkan Harbak PUPR ke-79 yang diinisiasi oleh Dinas PUPR Aceh Barat.

Menurutnya, kegiatan olahraga khususnya bulutangkis di kabupaten Aceh Barat harus didorong sehingga seluruh cabang-cabang olahraga yang ada di daerah dapat berkembang dengan baik.

Untuk itu, Sekda Marhaban berharap pada kejuaraan bulutangkis antar instansi dalam semarak hari bakti PUPR ini sebagai momen untuk memperkuat silaturahmi antar instansi di Kabupaten Aceh Barat.

"Oleh karena itu, kami memandang pelaksanaan turnamen antar instansi ini sebagai sebuah kegiatan yang penting untuk mendorong dan menumbuhkan semarak hari jadi PUPR dan juga menjadi ajang mengukir prestasi oleh para perwakilan antar instansi," sebut Sekda Marhaban.

Selain itu, kata Marhaban, melalui kegiatan tersebut juga dapat membentuk watak dan karakter sebagai insan yang memiliki ketrampilan, semangat berolahraga, tanggungjawab, kedisiplinan serta yang terpenting memiliki kesehatan jasmani dan rohani.

"Jadikan turnamen ini sebagai salah satu sarana yang dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan cabang olahraga bulutangkis bagi semua kalangan di kabupaten Aceh Barat," ucapnya.

Sekda Marhaban juga mengapresiasi Dinas PUPR Aceh Barat dalam memajukan cabor bulutangkis di Kabupaten Aceh Barat melalui berbagai turnamen yang digelar. Kalau tahun lalu dinas PUPR Aceh Barat sukses menggelar turnamen bulutangkis antar instansi dinas PUPR Se-Barsela, dan tahun ini juga kembali menggelar turnamen bulutangkis antar instansi di Kabupaten Aceh Barat.

Sementara itu, kadis PUPR Aceh Barat Dr. Kurdi melalui Sekdis Fadli Octora menyebutkan kejuaraan bulutangkis antar instansi yang digelar pihaknya dalam rangka menyemarakkan Harbak PU ke-79 tahun 2024. Kegiatan ini diikuti sebanyak 16 klub dengan jumlah pemain yang ikut dalam turnamen ini sebanyak 91 orang dari klub PB instansi di Kabupaten Aceh Barat.

"Turnamen ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 15 hingga 17 November 2024 di gedung GOR Bakti Negeri. Sebagai bentuk motivasi pihak panitia menyediakan hadiah kepada juara berupa uang pembinaan, piala dan sertifikat dan plakat serta juga kita juga menyediakan door prize menarik lainnya," Ujar Fadli.

Ia mengatakan melalui turnamen bulutangkis ini sebagai wahana untuk memperkuat dan mempererat ajang silaturahmi antar klub Persatuan Bulutangkis di Instansi yang ada di kabupaten Aceh Barat. Dan disamping itu, kata dia, turnamen ini juga untuk melihat ketangkasan dan semangat bertanding bagi para tim atau klub PB antar instansi.

Fadli berharap melalui turnamen ini menjadi motivasi bagi pecinta olahraga bulutangkis khususnya di Kabupaten Aceh Barat, apalagi, kata dia, cabang olahraga bulutangkis ini sangat digemari oleh berbagai kalangan di Bumi Teuku Umar Aceh Barat.

"Turnamen bulutangkis antar instansi ini adalah rangkaian dari sejumlah perlombaan dan kegiatan lainnya yang digelar dalam rangka memeriahkan hari bakti PUPR ke-79 seperti tenis meja, catur, lomba mewarnai, bercerita serta juga ada kegiatan seminar nasional yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus cabang PII Aceh Barat," tutup Fadli.
(MUHIBBUL)*

IMG-20230529-WA0078-1024x717

Bonus Atlet Peraih Medali dalam Ajang PON XXI Belum Cair, Ketua ISSI Karawang Ungkapkan Kekecewaan

Asep Agustian, S.H., M.H., (Ketua ISSI Karawang)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Karawang, Asep Agustian, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang terkait bonus bagi atlet peraih medali di PON XXI. Meski bonus tersebut telah diumumkan secara simbolis dalam sebuah acara seremonial, faktanya hingga kini bonus tersebut belum diterima oleh para atlet.

Atlet sepeda Karawang yang mewakili Jawa Barat berhasil meraih dua medali perak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh-Sumatera Utara. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Karawang. Namun, Asep merasa kecewa dengan sikap Disdikpora yang dinilai tidak siap dalam hal pemberian bonus.

"Atlet sudah dikumpulkan untuk menerima bonus, saya kira sudah siap semuanya, ternyata hanya janji. Kalau uangnya belum ada, kenapa harus diadakan acara seremonial?" kritik Asep Agustian dengan nada kecewa, Sabtu (5/10/2024).

Dalam acara seremonial tersebut, Asep menyebutkan angka satu miliar rupiah lebih telah ditampilkan, namun ia menilai hal itu hanya pencitraan belaka. "Yang diharapkan atlet itu bukan kertas atau angka di streofoam, tapi uangnya. Jangan cuma simbolis," tambahnya.

Asep Agustian mengingat masa kepemimpinan Bupati Cellica Nurrachadiana, di mana bonus bagi atlet yang meraih medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) langsung diberikan tanpa penundaan.

"Pada zaman Bupati Cellica, atlet yang mendapatkan medali langsung menerima bonus, tidak seperti sekarang yang diutang," ujarnya.

Asep menilai bahwa Disdikpora Karawang, terutama Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, bersikap Asal Bapak Senang (ABS) dengan membuat acara seremonial yang seolah-olah sudah memberikan bonus kepada atlet. Menurutnya, acara tersebut hanya dilakukan agar kinerja mereka terlihat baik di mata Bupati.

"Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga ini sepertinya hanya ingin terlihat bagus di depan Bupati. Kalau uangnya belum ada, tidak perlu mengadakan seremonial dulu. Ini hanya pencitraan," tegas Asep.

Ketua ISSI juga meragukan bahwa anggaran yang diajukan akan disetujui sepenuhnya oleh DPRD, mengingat perubahan anggaran tersebut harus menggeser anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya.

"Tidak ada yang bisa menjamin bahwa anggaran yang diajukan itu akan disetujui sepenuhnya. Kalau nantinya anggaran tidak sesuai, para atlet pasti kecewa," lanjutnya.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Heri Suryana, sebelumnya menjelaskan bahwa anggaran untuk bonus atlet masih dalam proses pengajuan di DPRD dan akan dicairkan setelah anggaran perubahan disetujui.

"Bonus untuk atlet akan dialokasikan dalam anggaran perubahan, dan saat ini sudah diajukan. Tinggal menunggu ketuk palu di DPRD, mudah-mudahan angkanya tidak banyak berubah," ujar Heri. (red)*

IMG-20240916-WA0020

Bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi, Penutupan Expo PON Diwarnai Tausiah

Hidayat Isa, S.E., Juru Bicara Panpel Pemkab Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penutupan Expo Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dijadwalkan malam ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Terkait dengan hal ini, pihak panitia dan pelaksana kegiatan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar acara penutupan tetap menghormati momentum sakral tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar penutupan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga diisi dengan tausiah Maulid. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjunjung tinggi kekhususan Aceh dan pelaksanaan syariat Islam," ujar Panpel melalui Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Hidayat Isa, SE, Minggu (15/09/2024) petang.

Selain itu, Hidayat juga menegaskan bahwa segala bentuk kegiatan publik di Aceh Barat selalu diarahkan agar sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar hukum di provinsi ini.

“Kami berkomitmen untuk menjaga tradisi dan syariat Islam dalam setiap kegiatan publik, termasuk dalam acara-acara besar seperti penutupan expo PON ini,” tambahnya

Kata Hidayat, Tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW dalam acara penutupan ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya moral dan spiritualitas, seiring dengan kemajuan olahraga dan pembangunan di Aceh.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, Expo PON ini sendiri telah berlangsung selama beberapa hari dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, baik dari segi partisipasi maupun pelaksanaan yang dianggap sesuai dengan norma-norma masyarakat Aceh. Penutupan malam ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Expo PON yang diadakan di Aceh Barat, ungkap Hidayat

"Dengan pendekatan yang mengutamakan nilai-nilai agama dan budaya lokal, acara ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan mendapat berkah bagi seluruh masyarakat yang terlibat," pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240908-WA0048

Jelang Pelaksanaan PON EXPO XXI, Panitia Lakukan Pembersihan Lokasi

Pembersihan lingkungan

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Menjelang pelaksanaan PON EXPO XXI Aceh Barat 2024, panitia pelaksana telah memulai persiapan penting untuk menyukseskan acara tersebut.

Salah satu langkah krusial adalah pembersihan lokasi dari genangan banjir yang disebabkan oleh hujan, dengan fokus utama pada pelataran Lapangan Teuku Umar Meulaboh.

Kondisi saat ini menunjukkan genangan banjir yang memengaruhi area tersebut. Untuk mengatasi hal ini, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat telah terjun langsung ke lapangan.

Mereka menggunakan mesin pompa air untuk menguras genangan di badan jalan serta membersihkan gorong-gorong yang mengalirkan air ke laut.

Panitia Pelaksana PON EXPO XXI Aceh Barat 2024, Odzy Rundana, Minggu (8/9/2024) mengatakan, bahwa semua lokasi yang mengalami masalah seperti genangan air dan kondisi parit telah dibersihkan. Langkah ini diambil untuk memastikan acara dapat berlangsung dengan lancar.

PON EXPO XXI Aceh Barat 2024 dijadwalkan berlangsung pada 13-15 September 2024 di pelataran Lapangan Teuku Umar Meulaboh. Acara ini akan dibuka pada Jumat (13/9/2024) malam.

Persiapan intensif terus dilakukan agar acara dapat berjalan dengan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta dan pengunjung. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240908-WA0042

Berhasil Raih Medali di PON 2024,Ketua ISSI Karawang Apresiasi Perjuangan Muhamad Dankin

Muhamad Dankin

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Muhamad Dankin, atlet sepeda asal Karawang ini berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI Aceh - Sumatera Utara Tahun 2024.

Atas prestasinya yang mewakili Jawa Barat di cabang olahraga (Cabor) sepeda, prestasi Muhamad Dankin mendapat apresiasi dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Karawang.

Ketua Cabor ISSI Karawang, Asep Agustian SH.MH mengatakan, di cabor balap sepeda, hari ini Karawang memiliki cukup banyak atlet berpretasi yang bisa terus dikembangkan.

Salah satunya Muhmad Dankin yang hari ini perjuangannya sudah bisa mengharumkan nama Karawang dan Jawa Barat di PON ke-XXI Aceh - Sumur Tahun 2024.

"Saya yakin Muhamad Dankin akan mendapatkan apresiasi dari Pemprov Jabar. Tinggal nanti di Karawang, saya akan coba mendorong agar Dankin mendapatkan apresiasi juga dari pemkab," tutur Askun (sapaan akrab), kepada Titiktemu.

Disampaikan Askun, bukan hal yang mudah untuk melakukan pembinaan terhadap para atlet agar tetap konsisten dengan torehan prestasinya.

Terlebih, hal ini dipengaruhi langsung oleh faktor ketersediaan alat, perlengkapan dan tempat latihan. Karena seperti yang diketahui selama ini, anggaran pembinaan para atlet dari KONI untuk setiap cabor masih terbatas.

"Dengan keterbatasan ini, ISSI Karawang masih tetap berusaha untuk tetap menjaga konsistensi prestasi para atletnya," ungkapnya.

"Mudah-mudahan ke depan pemkab melalui KONI bisa memahami peta itu. Karena target kita bukan hanya prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Melainkan juga di tingkat internasional," tambah Askun.

Diketahui, selama ISSI Karawang dibawah kepemimpinan Askun, pretasi atlet sepeda juga pernah ditorehkan sebelumnya.

Yaitu dimana atlet sepeda Karawang berhasil meraih medali emas di Porprov XIV Jawa Barat Tahun 2022. (red)*

IMG-20240901-WA0056

Pj Bupati Aceh Barat Gelar Pembukaan Cabor Softball pada PON XXI Aceh – Sumut

Seremonial pembukaan cabang olahraga Softball

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, secara resmi memulai pertandingan cabang olahraga (cabor) softball pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Pembukaan ini ditandai dengan seremonial pemukulan bola di Lapangan Teuku Umar, Aceh Barat, Minggu (01/09/2024)

Acara tersebut dihadiri oleh pejabat daerah, perwakilan KONI Aceh Barat, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Mahdi mengatakan pembukaan pertandingan softball ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Aceh Barat. Ia juga menekankan bahwa momen ini merupakan kesempatan bagi daerah untuk berkontribusi dalam kemajuan olahraga di tingkat nasional.

"Pembukaan pertandingan perdana cabang olahraga softball pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang di gelar di Aceh Barat ini tentunya menjadi momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi kita semua. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk turut menyukseskan pelaksanaan PON XXI," ujar Mahdi.

Kata Mahdi, Pada PON XXI tahun ini, Kabupaten Aceh Barat akan memperlombakan dua cabang olahraga, yakni handball dan softball, yang akan berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 1 hingga 7 September mendatang. Kedua cabang olahraga tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat berolahraga di kalangan masyarakat, sekaligus mendorong prestasi para atlet untuk berprestasi di level nasional, imbuhnya

Mahdi juga menekankan pentingnya perkembangan olahraga sebagai sarana untuk membangun karakter dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia berharap melalui pertandingan softball ini, minat dan partisipasi masyarakat terhadap olahraga semakin meningkat, serta dapat menjadi wadah bagi para atlet dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

"Pertandingan softball ini akan menjadi ajang kompetisi yang diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan masyarakat Aceh Barat," tandasnya.(M.Jamil)*

IMG-20240820-WA0051

Seluruh Atlet PWI Aceh Siap Bertanding di Porwanas XIV Banjarmasin

Atlet dari PWI Aceh

Jendela Jurnalis Banjarmasin - Kontingen PWI Aceh yang tiba di Bumi Burneo, Senin (19/8/2024) malam, sekitar pukul 20.00 WITA, bersiap menghadapi pertandingan pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV yang digelar 20 hingga 25 Agustus 2024.

Dapat istirahat dan adaptasi sehari, Selasa (20/8/2024) dipastikan seluruh atlet Aceh dari semua cabang olahraga dan karya jurnalistik yang diikuti akan turun bertanding dan berlomba, Rabu (21/8/2024).

Untuk menghadapi perlombaan besok, atlet atletik Aceh sudah melakukan pemanasan dan uji di trek atletik di Stadion Lambung Mangkurat.

Bahkan, seorang peserta Kontingen PWI Aceh, Ichdar Irfan telah mengikuti proses lomba karya jurnalistik jenis lomba videografi yang telah memulai perlombaan, Selasa pagi.

"Lomba karya jurnalistik untuk ketegori vidiografi sudah memulai perlombaan hari ini, " ujar official karya jurnalistik, Asnawi Kumar.

Sesuai jadwal dari panitia, para official dan atlet Aceh telah mengikuti pertemuan tehnik atau tehnical metting yang dilaksanakan di Gedung Dekranasda Banjarmasin, Selasa petang dan pertandingan dan perlombaan semua cabang sudah dimulai Rabu (21/8/2024)

Official cabor catur, Irwandi mengatakan, cabang catur akan memulai pertandingan catur cepat beregu sebanyak tiga babak Rabu (21/8). Cabang catur mempertandingkan catur beregu cepat dan kilat 21 hingga 25 Agustus.

Sebelumnya, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin melaporkan, Kontingen PWI Aceh ke Porwanas XIV di Kalimantan Selatan berjumlah 66 orang yang terdiri atlet, offisial, dan perwakilan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh.

Kontingen PWI Aceh akan mengikuti 12 cabor, termasuk cabor Balogo—permainan tradisional masyarakat Banjar yang baru kali pertama dijadikan cabang perlombaan di Porwanas.

Karoke Juara Dua

Sementara itu, kabar menggembirakan, IKWI Aceh berhasil meraih juara seni suara solo karoke, melalui Lismawarni Arachman.

Pada Porwanas di Banjarmasin ini, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) juga mengelar sejumlah pertandingan dan perlombaan diantaranya tenis meja dan karoke. (MUHIBBUL)*