Jendela Daerah

IMG-20220827-WA0000

DPC Garda BMI Karawang Resmi SK-kan DPAC Cilamaya Kulon dan Tempuran.

Foto bersama Jajaran Pengurus DPC dan DPAC Garda BMI.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan membenahi struktur kepengurusan di tingkat Kecamatan, Dewan Pimpinan Cabang Garda BMI (Gabungan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia) Kabupaten Karawang SK kan 2 DPAC (Dewan Pengurus Anak Cabang), meliputi dari DPAC Cilamaya Kulon dan Tempuran. Sabtu (27/08/2022).

Dalam pelaksana'annya, kegiatan tersebut digelar di Dusun Wagirsari RT/RW 007/003, Desa Pasirukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Dihadiri oleh Rasmana selaku Ketua, didampingi Toto Priyono selaku Sekcab (Sekretaris Cabang) dan Nunu Nugraha selaku Kadivkominfo (Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi) yang juga mewakili Dewan Pembina, beserta jajaran Anggota maupun pengurus DPC Garda BMI Karawang lainnya.

Acara dikemas dengan nuansa silaturahmi, bertujuan untuk lebih mempererat lagi komunikasi antara Kepengurusan DPC, DPAC bersama seluruh keanggota'an lainnya.

Foto sambutan Rasmana selaku Ketua Garda BMI Karawang.

Dalam sambutannya, Rasmana selaku ketua mengintruksikan agar jajaran kepengurusan Garda BMI Karawang lebih ditingkatkan lagi, dalam segi penanganan maupun pengadvokasian bahi Buruh Migran yang memerlukan bantuan.

"Dalam kesempatan ini, saya selaku ketua mengintruksikan agar jajaran kepengurusan Garda BMI Karawang lebih ditingkatkan dalam hal mengenai sosialisasi, edukasi, literasi maupun pengadvokasian bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia), yang memerlukan bantuan. Dan dipastikan agar jangan meminta uang entah apapun alasannya, karena kita adalah relawan bagi PMI." Cetusnya.

Rasmana juga menjelaskan bahwa pemberian SK tersebut bertujuan untuk memperluas jaringan dan melegalkan kepengurusan yang ditunjuk, agar dapat lebih leluasa dalam pelaksanaan sosialisasi, edukasi, literasi maupun dalam hal pengadvokasian bagi PMI, sehingga nantinya bisa bekerja melalui gotong royong agar lebih memudahkan dalam penanganan dilapangan.

Penyerahan SK DPAC Cilamaya Kulon (Atas) dan Tempuran (Bawah).

Acara berjalan dengan khidmat dari awal hingga akhir, meliputi dari pembukaan, pemaparan terkait Program kerja Garda BMI, hingga pada acara penyerahan SK yang diberikan oleh Ketua Garda BMI kepada H. Obay sebagai Ketua DPAC Cilamaya Kulon dan kepada Sutrisno sebagai Ketua DPAC Tempuran, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah mendiskusikan terkait beberapa permasalahan PMI. (DNK).

IMG-20220825-WA0006

Emak-Emak Mantan TKW di Desa Tegalurung Antusias Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Yang Digelar IOM Melalui Pijar Indonesia dan KKBM.

Foto bersama Kades, Instruktur dan Peserta pelatihan.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Masyarakat pedesa'an, khususnya bagi Purna dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia. Kamis (25/08/2022).

Melalui kerjasama dengan beberapa kelembaga'an lainnya seperti Pijar Indonesia yang sekaligus mengirimkan Rama sebagai pemateri, KKBM melalui H. Ahmad Fanani, S.PdI, Semut Nusantara, dan DPMD Jawa Barat.

Setelah 2 Hari lalu pelatihan digelar di Desa Sumurgede, kini giliran 50 Emak-emak mantan TKW dari Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang mendapatkan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna Pekerja Migran.

Foto sambutan dan pengarahan dari Kepala Desa Tegalurung kepada warganya yang mengikuti pelatihan.

Dalam kurun waktu 2 Hari, para peserta diajarkan dan dilatih banyak hal, mulai dari bagaimana cara memulai sebuah usaha, hingga ke bidang pemasaran yang efektif, melalui beberapa materi yang disampaikan oleh instruktur yang telah dipersiapkan untuk pelatihan yang yang diselenggarakan pada Tanggal 24 hingga 25 Agustus 2022 di aula Kantor Desa Tegalurung.

Disela pelatihan yang mungkin membuat peserta jenuh akibat dari banyaknya materi yang disampaikan, Rama yang merupakan salah satu instruktur muda dari Pijar Indonesia ternyata punya metode yang menyenangkan, yaitu dengan mengadakan games-games hingga jeda untuk berjoget ria dalam sela-sela kegiatan, sehingga membangkitkan kembali semangat dari peserta yang hampir semuanya dari kalangan emak-emak tersebut dan menciptakan suasana pelatihan menjadi hangat, penuh keakraban dan tidak monoton.

Suryati, salah satu peserta pelatihan yang kesehariannya memproduksi penganan jenis "leupeut" disela pelatihan saat diwawancara mengungkapkan bahwa dirinya sangat bahagia, karena bisa mengikuti pelatihan dan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk dapat di aplikasikan dalam usaha yang selama ini ditekuninya.

"Alhamdulilah ibu bisa dapet ilmu, ibu jadi tau semua dalam pelatihan ini teh, 2 hari ikutan sekolah kaya gini teh alhamdulilah jadi kaharti sama ibu ilmunya bikin leupeut sama tehnik dagangnya." Ungkapnya dengan logat khas masyarakat pedesaan. (25/08/2022).

Foto keseruan peserta pelatihan melalui games disela kegiatan pelatihan.

Terkait adanya kegiatan tersebut, Kepala Desa Tegalurung Toto Nur Anwari kepada Jendela Jurnalis menyampaikan bahwa dirinya berterimakasih dan berharap agar dikemudian hari warganya bisa ada pekerjaan maupun modal.

"Kami selaku Pimpinan pemerintahan Desa Tegalurung, dengan adanya kegiatan pelatihan bagi Purna TKI ini sangat berterimakasih, semoga ada pembekalan bagi mereka, agar dikemudian hari mereka bisa ada pekerjaan ataupun modal untuk kehidupan keseharian warga kami." Ucapnya.

"Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, agar warga kami dapat menambah ilmu dan wawasan, menambah peluang untuk mendapatkan penghasilan, dan dengan adanya pembekalan seperti ini mudah-mudahan kedepannya warga kami bisa lebih kreatif dan produktif." Harapnya. (NN).

IMG-20220824-WA0001

Lantaran Dianggap Lalai Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, LSM Kompak Reformasi Laporkan Cellica ke Presiden.

ilustrasi surat pelaporan.

Jendela Jurnalis Karawang -
Bupati Cellica Nurrachadiana dilaporkan ke Presiden Republik Indonesia. Selaku Pejabat Pembina kepegawaian, Bupati Cellica dianggap lalai dan diduga membiarkan jabatan strategis di lingkungan pemda Karawang dibiarkan kosong dan lebih gemar jabatan kosong itu di Plt-kan. Banyak jabatan Plt melebihi 6 bulan lamanya, bahkan ada yang hampir dua tahun.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen Kompak Reformasi, Pancajihadi Al Panji dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan ke salah satu redaksi media online, Selasa (23/8/2022).

Menurut Panji, hal ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara, dimana seorang Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN dan pembinaan Manajemen ASN di instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bahkan kata Panji lagi, menurut Peraturan Menteri Aparatur Negara nomor 13 tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Pimpinan Tinggi, baik itu Utama, Pratama, dan Madya, menyebutkan jika posisi Pelaksana Tugas (Plt) maksimal hanya enam bulan dan Peraturan Menteri Aparatur Negara nomor 13 tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Pimpinan Tinggi, baik itu Utama, Pratama, dan Madya menyebutkan jika posisi Pelaksana Tugas (Plt) maksimal hanya enam bulan.

"Kita tidak tahu apa motivasi Bupati untuk tidak segera melakukan pengisian jabatan kosong tersebut, seolah di lingkungan Pemda Karawang miskin sumber daya manusia dan ini bukanlah pembiaran jabatan kosong. Ini bukanlah diskresi sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dimana diskresi itu suatu keputusan yang dibuat karena belum ada aturannya. Dan menurut kami, membiarkan jabatan kosong bukanlah diskresi, karena semua sudah diatur termasuk lamanya jabatan Plt," ungkap Panji.

Lebih lanjut, Panji mengatakan, bahwa pihaknya telah mengirimkan surat laporan tertulis bernomor 198/LSMKR-LP/VIII/2022, yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Tertanggal 23 Agustus 2022 yang ditandatangani oleh Sekjen LSM Kompak Reformasi Pancajihadi AL Panji.

"Surat laporan tertulis ini juga ditembuskan kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Komisi Apratur Sipil Negara (KASN), Gubernur Jawa-Barat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa-Barat. Surat laporan dan tembusan kami buat dan dikirim online portal lembaga masing-masing dan melalui pos tercatat," terangnya.

Selain itu pihaknya menyurati juga APH untuk meminta menyelidiki, apakah pembiaran jabatan kosong ini merupakan penyalahgunaan wewenang yang berakibat pada kerugian negara.

"Kami juga menilai hal ini rawan penyalahgunaan APBD. Memang seorang Plt Itu tidak mendapat dobel uang tunjangan tapi ada pos-pos yang lain berpotensi disalahgunakan cenderung kegiatan fiktif dan ini tugas APH untuk menyelidikinya," tandasnya.

Panji berharap, surat nya itu mendapat atensi dan ada follow up-nya. (Red).

IMG-20220823-WA0003

Selama Dua Hari, IOM Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Bagi Pelaku UMKM dari Keluarga dan Purna PMI di Desa Sumurgede.

Foto Rama (Pijar Indonesia), Ahmad Fanani S.PdI (KKBM) bersama Asan Permana (Kades Sumurgede) dalam kegiatan pelatihan.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) juga bekerjasama dengan beberapa kelembaga'an lainnya seperti Pijar Indonesia, KKBM melalui H. Ahmad Fanani (Instruktur), Semut Nusantara, SBMI dan Garda BMI menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Masyarakat pedesa'an. Selasa (23/08/2022).

Dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Dengan melibatkan sekitar 50 Peserta pelaku UMKM dari Purna dan keluarga PMI yang ada disana. Acara tersebut digelar selama 2 hari, yaitu Pada 22 - 23 Agustus 2022.

Selama 2 hari, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan pembekalan tentang bagaimana langkah dalam memulai sebuah usaha industri rumahan mulai dari pengurusan legalitas, produksi, pengemasan hingga pemasaran agar mudah dalam menjangkau konsumen maupun target pasar.

Foto rangkuman kegiatan pelatihan selama 2 hari di Desa Sumurgede.

Rama, salah satu instruktur dari Pijar Indonesia disela pelatihan menerangkan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai langkah pemulihan bagi para pelaku UMKM, khususnya yang terdampak Covid-19 kemarin.

"Kegiatan ini digelar untuk peningkatan kapasitas ekonomi bagi para Purna pekerja migran, khususnya bagi yang terdampak Covid-19 kemarin, sebagai langkah pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM." Terangnya.

Lebih lanjut, Rama juga menambahkan bahwa kegiatan seperti itu tidak hanya digelar di Sumurgede saja, dan akan digelar di beberapa Desa lainnya di Cilamaya Kulon yang memiliki banyak Purna PMI.

"Selain disini juga di Cilamaya kulon kita sudah persiapkan untuk beberapa Desa, Insya Allah besok kita gelar di Desa Tegalurung dan Desa Lainnya yang banyak Purna maupun Keluarga PMI nya." Tambahnya.

Warya Andika, salah satu pengusaha muda pemilik rumah produksi simping dari Dusun 2 Sumurgede yang menjadi salah satu peserta pelatihan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut sangat banyak manfaatnya. Ia juga mengucapkan terimakasihnya untuk semua pihak yang telah terlibat untuk terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Dengan adanya pelatihan ini, kita sebagai pelaku UMKM bisa mendapatkan banyak pelajaran seperti tentang pemasaran dan lainnya, banyak sekali manfaatnya. Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada Pijar Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Sumurgede, karena dengan ini, Masyarakat Sumurgede bisa belajar lebih banyak lagi mengenai upaya peningkatan di bidang UMKM " Ungkapnya.

Usai acara berlangsung, kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Asan Permana selaku Kades Sumurgede, ia juga berharap agar Masyarakat Sumurgede yang berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut dapat benar-benar menguasai materi, hingga dapat dipraktekan untuk meningkatkan produktifitas hingga daya jual untuk produk UMKM.

"Saya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan pelatihan ini, dan saya juga berharap agar masyarakat Sumurgede yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini dapat benar-benar menguasai materi, hingga kemudian dapat dipraktekan, guna meningkatkan produktifitas dan daya jual produk UMKM nya." Tuturnya.

Acara berjalan lancar dan sukses, terlihat dari antusiasme peserta yang tampak berperan aktif dalam mengikuti rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir. (NN).

IMG-20220821-WA0001

Pelanggan Jadi Korban, Cellica Dinilai Gagal Kelola Perumdam Tirta Tarum.

Cellica Nurrachadiana selaku KPM (Kuasa Pemilik Modal) di Perumdam Tirta Tarum.

Jendela Jurnalis Karawang-
Benang kusut problem pengelolaan Perumdam Tirta Tarum hingga kini masih belum terurai. Para direksi yang telah habis masa jabatan kemudian dikabarkan diperpanjang jabatannya untuk enam bulan kedepan ternyata hingga kini mereka belum kantongi SK.

Imbas leletnya Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana selaku kuasa pemilik modal (KPM) Perumdam Tirta Tarum keluarkan SK perpanjangan direksi ternyata berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan jadi terganggu.

Akibat tunggakan listrik yang dikabarkan capai ratusan juta rupiah, PLN memutuskan aliran listrik untuk perumdam, sehinnga aliran air perumdam kepada pelanggan sempat terhenti.

Sontak sejumlah pelanggan perumdam sangat mengeluhkan terhentinya aliran air ke mereka.

“Iya betul, aliran air perumdam mati sejak magrib,” ucap Arif Budiman, pelanggan yang tinggal di perumahan Pepabri ini kepada awak media, Minggu (21/8/2022).

Menurutnya, masalah matinya aliran air ini bentuk ketidakmampuan Bupati yang disebabkan terjadinya kekosongan direksi.

“Saya dengar direksi lama diperpanjang tapi belum diberi SK, sehingga tidak bisa mengambil kebijakan apapun yang berkaitan dengan konsekuensi hukum, termasuk mengeluarkan uang untuk kepentingan perusahaan (Perumdam),” ujarnya.

“Ingat, ini menyangkut dengan kepentingan pelayanan publik yang fundamental, yakni penyediaan air bersih. Cobalah urusan begini ini enggak usah terlalu kental nuansa kepentingan politik dan kepentingan lain selain kepentingan perusahaan. Raport merah untuk Bupati Karawang yang gagal mengelola pelayanan masyarakat. Padahal ketersediaan air bersih itu mutlak harus ada dan kewajiban pemerintah,” timpalnya.

Mendapati keluhan pelanggan, pemerhati kebijakan pemerintah Asep Agustian ‘semprot’ kinerja Cellica. Dirinya pun merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap Cellica yang dinilai lelet keluarkan SK perpanjangan jabatan direksi.

“Dicabutnya aliran listrik oleh PLN ke Perumdam Tirta Tarum merupakan buntut kekosongan direksi. Ini kan jelas merugikan masyarakat Karawang yang jadi pelanggan perumdam,” kata Askun, sapaan populernya kepada media. Minggu malam (21/8/2022).

Askun menilai, jika SK perpanjangan direksi dikeluarkan tanpa diiringi penerbitan SK pembentukan panitia seleksi (pansel) juga berpotensi ‘cacat’.

“Akan lebih parah akibatnya nanti. Apakah jabatan direksi akan terus-terusan diperpanjang?” ketusnya.

Tak hanya persoalan perumdam, Askun pun turut menyorot leletnya kinerja Cellica dalam memutasi dan merotasi sejumlah pimpinan OPD yang kosong.

“Mau apalagi kepentingannya (Cellica)? Mau terus-terusan perpanjangan Plt? Apakah tidak ada lagi orang yang kompeten untuk mengisi kekosongan tersebut? Saya betul-betul kecewa terhadap leletnya kinerja Cellica yang imbasnya kemana-mana,” tandasnya. (Red).

IMG-20220818-WA0002

Dengan Adanya Temuan BPK Hingga Dugaan Gratifikasi, Dinas PUPR Karawang Dinilai “Bobrok”.

Kantor Dinas PUPR Kabupaten Kaawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang yang kini dipimpin DA disorot publik. Pasalnya, OPD Pemkab Karawang yang paling banyak menyedot anggaran APBD tersebut dinilai "bobrok"

Kebobrokan itu terindikasi dari adanya temuan BPK berupa kelebihan bayar bernilai miliaran rupiah dan adanya dugaan gratifikasi yang melibatkan langsung DA dengan seorang pengusaha.

Menyikapi adanya temuan BPK, anggota Badan Anggaran yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, mengaku pihaknya sudah menyampaikan masukan-masukan, sejauh mana soal penyelesaian temuan BPK tahun 2021 dengan total sekitar Rp1,2 miliar, termasuk kelebihan bayar dan denda indikatornya.

“Kita sudah minta laporan apa progres pada minggu depan dan bulan depan. Kemungkinan minggu depan sisa dari Rp1,2 Milyar itu Rp600 juta, sisanya akan ada diselesaikan setengahnya kurang lebih Rp300 juta pada minggu ini,” ucapnya seperti dilansir media online baper.co.id. kemarin.

Belum selesai masalah temuan BPK, publik Karawang dikagetkan dengan adanya pemberitaan soal seorang pengusaha, HA, yang mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp220 juta kepada DA melalui orang kepercayaannya berinial RB (almarhum).

HA diduga telah memberikan sejumlah uang tersebut dengan harapan mendapatkan paket proyek di Dinas PUPR yang bersumber dari dana APBD Karawang.

Namun HA merasa kecewa, setelah dua tahun lebih, paket pekerjaan tak kunjung didapatkan HA dan menganggap Kepala Dinas PUPR Karawang disinyalir telah ingkar janji.

Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, angkat suara terhadap masalah tersebut.

Ia menegaskan, tidak boleh ada praktik jual-beli proyek pekerjaan di dinas manapun, semua harus sesuai dengan SOP atau prosedur yang berlaku.
Dalam kasus ini, Askun sapaan Asep Agustian, menilai adanya dugaan praktek transaksional dengan indikasi Kepala dinas PUPR diduga menjanjikan paket pekerjaan untuk membayar hutang kepada HA.

“Dalam hukum adanya proses transaksional jual beli proyek pekerjaan, yang memberi dan menerima uang dapat di kenakan hukuman,” kata praktisi hukum yang dikenal kritis ini.

"Tidak diperbolehkan seseorang memberi sesuatu kepada pejabat dinas terkait untuk memperlancar mendapatkan suatu proyek pekerjaan," sambungnya.
Hal senada disampaikan Wakil Sekjen DPP LSM Laskar NKRI, Ace Sudiar.

“Jelas ini mengandung persepsi bahwa untuk mendapatkan paket pekerjaan di Dinas tersebut, kontraktor sebelumnya harus memberi sejumlah uang,” ujar Ace, Kamis (18/8/2022), dilansir dari infoka.id.

Maka dengan demikian, Ace menegaskan, jika persepsi itu benar maka mungkin saja potensi pelanggaran hukumnya mengarah kepada tindak pidana suap atau gratifikasi.

“Kami menunggu sikap Aparat Penegak Hukum (APH) apakah akan mengambil langkah, untuk memastikan bahwa ada Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berupa gratifikasi atau tidak,” tandasnya. (Red).

IMG-20220818-WA0000

Jika Terbukti Adanya Praktek Jual Beli Paket Pekerjaan, Asep Agustian Tegaskan HA dan DA Dapat Dijerat Secara Hukum.

Asep Agustian, SH.,MH.

Jendela Jurnalis Karawang -
Adanya pemberitaan terkait pengakuan seorang kontraktor rekanan yang mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp. 220.000.000, kepada salah satu orang kepercayaan Kepala Dinas PUPR Karawang, berinisial RB (almarhum) menjadi sorotan pengacara kondang dan pemerhati kebijakan publik, H. Asep Agustian, SH.,MH.

Seperti di ketahui, kontraktor penyedia jasa berinisial HA, diduga telah memberikan sejumlah uang tersebut diduga dengan harapan mendapatkan paket proyek yang bersumber dari dana APBD Karawang.

Namun HA merasa kecewa, setelah dua tahun lebih, paket pekerjaan tak kunjung di dapatkan HA, dan menganggap Kepala Dinas PUPR Karawang disinyalir telah ingkar janji.

Menanggapi hal tersebut, Asep Agustian menegaskan, tidak boleh ada praktik jual-beli proyek pekerjaan di dinas manapun, semua harus sesuai dengan SOP atau prosedur yang berlaku.

Dalam case ini, Askun sapaan Asep Agustian, menilai adanya dugaan praktek transaksional, Kepala dinas PUPR diduga menjanjikan paket pekerjaan untuk membayar hutang kepada HA.

Askun menjelaskan, dalam hukum adanya proses transaksional jual beli proyek pekerjaan, yang memberi dan menerima uang dapat di kenakan hukuman.

"Tidak diperbolehkan seseorang memberi sesuatu kepada pejabat dinas terkait untuk memperlancar mendapatkan suatu proyek pekerjaan," ujarnya saat di hubungi jurnalis melalui sambungan seluler, Rabu (17/8/2022) malam.

Askun menegaskan, persoalan ini harus jelas jangan sumir, apa pun bentuk dan ceritanya paket pekerjaan tidak bisa di perjualbelikan.

"Ini ada apa paket pekerjaan kok bisa di perjualbelikan," ujarnya.

Askun kembali menegaskan, jika memang terbukti ada jual beli paket, maka kedua duanya bisa di jerat hukum.

"Yaa, tentu dong, kalau terbukti ada jual beli paket pekerjaan, antara HA dan DA dapat dijerat secara hukum" pungkasnya. (Red)

IMG-20220817-WA0006

Semarak HUT RI Ke-77 di Desa Sumurgede, Dari Semangat Upacara Pengibaran Bendera Hingga Upaya Pelestarian Budaya.

Foto rangkaian kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI di Desa Sumurgede.

Jendela Jurnalis Karawang -
Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia tengah menjadi euforia tersendiri bagi seluruh Masyarakat Indonesia pada saat ini, terlebih setelah beberapa tahun lalu euforia seluruh Masyarakat Indonesia terkendala dengan Pandemi, tak terkecuali bagi Pemdes dan Masyarakat Desa Sumurgede yang tengah bersuka cita di Lapangan Metro Desa Sumurgede. Rabu (17/08/2022).

Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang diikuti Pemdes, Pelajar, kelembagaan Desa dari LPM, BPD, PKK hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat. Dan di ikuti pula oleh Pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak/Paud, Tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah Pertama dan Menengah Atas yang berada di wilayah Desa Sumurgede.

Meskipun semalam turun hujan deras hingga membuat lapangan tempat diselengarakan Upacara tersebut becek dan berkubang, namun itu tak menyurutkan semangat seluruh Petugas maupun Peserta Upacara. Termasuk semangat adik-adik dari MA. Al-Kautsar Sumurgede yang bertugas sebagai Paskibra. Upacara digelar dengan dipimpin Oleh Peltu Anjas sebagai Komandan Upacara bersama Kades Asan Permana sebagai Inspektur Upacaranya.

Foto Paskibra dari MA Al-Kautsar Sumurgede.

Usai Upacara berlangsung, pada siang hari selepas dzuhur, acara dilanjutkan dengan hiburan pentas seni tari yang merupakan Uji Leveling dari Sanggar Tari Ratu Kanayya dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang dan dihadiri langsung oleh Perwakilan Pengurus BMMK Kabupaten Karawang. Pada uji leveling tersebut diikuti oleh sekitar 12 peserta dari kelas Pemula dan kelas Madya. Acara tersebut juga sekaligus membuka pelatihan berbagai kesenian meliputi dari pelatihan pertunjukan seni tari, seni music tradisional maupun modern, Teater, Tata rias busana hingga broadcasting.

Pertunjukan Seni Tari Goyang Karawang dari Sanggar Tari Ratu Kanayya

Selain pertunjukan bernuansa budaya, usai kegiatan uji laveling juga dilanjutkan dengan menggelar beberapa perlombaan, mulai dari pertandingan sepak bola antara Pemdes vs Petani dan Pemdes vs Metro FC Legend, dimana pemain dari Metro FC Legend mengenakan pakaian berupa daster, hingga acara bertambah meriah karena Kades pun turut bermain dalam pertandingan tersebut.

Asan Permana selaku Kades Sumurgede menerangkan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya di tanggal 17 saja, karena sejak beberapa hari kemarin juga sudah diselenggarakan kegiatan seperti lomba Volleyball Kades Cup antar dusun yang diselenggarakan di Dusun IV, malam harinya ada pertunjukan topeng banjet, bahkan hingga beberapa hari kedepan juga rencananya akan terselenggara pertandingan sepak bola antar dusun.

"Selain rangkaian kegiatan yang diselenggarakan hari ini, beberapa hari kemarin juga kita sudah menggelar rangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan melalui pertandingan volleyball antar dusun, lokasinya kemarin di Dusun 4, semalam ada hiburan topeng banjet disini, kemudian besok juga insya allah rencananya kita akan membuka pertandingan sepak bola antar dusun." Terangnya. (NN).

IMG-20220817-WA0000

Semangat Kemerdekaan Siswa SMK TKM Tempuran Rayakan HUT RI Ke-77 Dengan Semarak.

Foto saat Upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka merayakan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-77, SMK TKM (Taruna Karya Mandiri) Tempuran menggelar beberapa kegiatan di 2 lokasi berbeda, yaitu dengan membagi tugas kepada para siswanya, yaitu dengan mengarahkan sebagian siswanya untuk mengikuti Upacara pengibaran bendera yang diselenggarakan di Lapangan Desa Pagadungan, dan sebagian lagi dengan menggelar Upacara Pengibaran Bendera di halaman sekolah. Rabu (17/08/2022).

Kegiatan dilakukan dari sekitar Pukul 07:00 WIB dengan mempersiapkan dan mengarahkan siswa yang telah mengenakan kostum unik untuk parade berjalan kaki menuju lapangan Desa Pagadungan, dengan tujuan untuk mengikuti Upacara Bendera bersama Muspika dan seluruh peserta dari sekolah se Kecamatan Tempuran.

Masih dengan kostum uniknya juga, kemudian pada Pukul 08:00 WIB sebagian siswa yang tidak ikut parade dipersiapkan untuk menggelar Upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman sekolah dengan petugas Paskibra yang telah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya.

Foto rangkaian kegiatan perayaan HUT RI di halaman sekolah SMK TKM Tempuran.

Dalam sambutannya, Udan Sujana S.Pd selaku Pembina Upacara mewakili Kepala Sekolah menyampaikan pesan kepada seluruh siswanya agar dapat memahami makna dari slogan "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat" seraya memberikan motivasi bagi seluruh siswanya.

"Dari makna yang kita teladani sekarang, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, karena kemarin kita dilanda Covid, semua tatanan sosial hingga ekonomi hancur, dan mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi yang namanya Covid. Kemudian, kalian sebagai generasi penerus bangsa, untuk cita-cita kalian yang tertunda, waktunya kita raih sekarang dengan semangat Merdeka." Ucapnya.

Foto saat pemberangkatan siswa yang mengikuti karnaval.

Kemudian usai Upacara diselenggarakan, pada Pukul 10:00 WIB seluruh siswa bergabung kembali disekolah untuk mengikuti karnaval bersama dengan berkeliling sekitar Desa Purwajaya dan Desa Pagadungan, dengan masih mengenakan pakaian ala karnaval seperti pakaian adat sunda, pakaian ala pewayangan, pakaian bernuansa serba merah putih, hingga pakaian unik lainnya dari pakaian profesi hingga pakaian ala veteran. (NN).

IMG-20220815-WA0004

Lestarikan Permainan Tradisional di Zaman Modern, Karang Taruna Gempol Kolot Gelar “Kite Fighter Cup” Dalam Rangka Meriahkan HUT RI ke-77.

Foto penyerahan hadiah untuk salah satu pemenang oleh Saeful Ajiz selaku Ketua Panitia.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 77, Karang Taruna Genpol Kolot menggelar Pertandingan layangan aduan yang diselenggarakan Pada Minggu (14/08/2022).

Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama Karang Taruna beserta dukungan dari Pemdes Gempol Kolot, juga tak lepas dari peran serta Pelangi (Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia) Kabupaten Karawang dan beberapa sponsorship maupun Media yang turut mensupport kegiatan tersebut.

Tak tanggung, dari total 64 peserta yang mendaftar, beberapa peserta diantaranya ada juga yang dari kabupaten tetangga seperti Purwakarta dan Subang. Bahkan ada pula peserta dari Ibukota Jakarta yang turut memeriahkan dan mewarnai perhelatan layangan aduan tersebut.

Foto puluhan peserta dari Purwasuka dan DKI Jakarta.

Menurut panitia, tujuan dari diselenggarakannya event tersebut, selain dalam rangka menyambut kemerdekaan RI juga bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional di era zaman modern.

Foto beberapa pemenang.

Ketika diwawancara, Sutisna selaku Ketua Karang Taruna Desa Gempol Kolot menuturkan bahwa kedepannya ia juga berencana akan menggelar event yang lebih besar lagi.

"Menurut saya ini merupakan kegiatan yang bagus, dan kalau bisa sih terus dilanjutkan, bahkan bila perlu nanti kita buat event yang lebih besar lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi." Tuturnya.

Hal tersebut selaras dengan harapan yang diungkapkan Irfan selaku Sekjend Pelangi Kabupaten Karawang yang turut hadir dalam event tersebut, ia berharap agar kedepannya bisa menggelar event lebih besar untuk ajang persiapan dan seleksi, karena kedepannya Jawa Barat merupakan tuan rumah pada Pornas 2023 nanti.

"Harapan kami kedepannya semoga bisa lebih baik lagi, kalaupun ada kekurangan, ini karena baru pertama kali digelar, dan mudah-mudahan kedepannya bisa menggelar event yang lebih besar lagi, kalau bisa sih Open Turnamen untuk luar kota, tidak hanya di Purwasuka saja, karena kita juga persiapan untuk Pornas di 2023, dan Jawa Barat itu menjadi tuan rumah. anggap saja ini merupakan ajang seleksi kita di tingkat Kabupaten biar lebih maksimal lagi kedepannya." Terangnya. (NN).