Jendela Daerah

IMG-20220926-WA0002

Perkembangan Kasus Penganiayaan Dua Wartawan di Karawang, Diduga Kini Dibumbui “Manuver Bujuk Rayu Penguasa”.

Foto salh satu jurnalis korban penganiayaan. (Sumber: Nuansa Metro)

Jendela Jurnalis Karawang -
Perkembangan kasus penganiayaan dan penculikan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang, terus bergulir dan memasuki babak baru.

Salah satu korban penganiayaan, Gusti Setya Gumilar yang akrab disapa Junot kepada puluhan wartawan di Mako Polres Karawang, membeberkan perkembangan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya bersama seorang rekannya.

Junot secara gamblang menceritakan kronologis kejadian dirinya ditemui seorang "utusan" yang mengaku membawa pesan dari Karawang satu.

Dituturkan Junot, Saat itu dirinya hendak menyerahkan Barang Bukti (BB) berupa pakaian yang ia pakai pada saat dirinya mengalami penganiayaan. Namun kemudian ia bertemu rekannya satu profesi yang juga ia sudah anggap Abangnya sendiri dan bersedia mengantarkannya ke Polres Karawang.

"Awalnya saya hendak ke Polres menyerahkan barang bukti berupa pakaian, namun saat itu ,saya bertemu rekan satu profesi saya, yang kemudian malah mengajak saya ke sebuah kantor pemasaran didaerah Majalaya. Tidak jadi ke Polres Karawang," ungkapnya, Senin (26/9/2022).

"Saya di sana by phone (melalui saluran telepon genggam), oleh salah seorang yang mengaku utusan penguasa ditawari uang sebesar Rp. 50 juta yang mengatakan uang itu adalah uang pribadi penguasa tersebut. Namun saya tolak," ucapnya.

Dari situ, lanjut Junot menuturkan, ia oleh rekannya dibawa ke Hotel Novotel dan di sana sudah disiapkan Check in selama dua hari dikamar Nomor 915.

"Saya dibawa ke Novotel, dan di sana saya sudah disiapkan check in dua hari. Saya check in bersama rekan saya tersebut, dimana kita masih VC (vidio call ) dengan utusan penguasa tersebut," ujar Junot.

"Tak lama kemudian selang satu jam setengah, utusan penguasa tersebut datang dan beliau menanyakan apakah saya berkenan atau tidak. Kemudian di sana ada bahasa dari Rp. 50 juta naik ke Rp. 75 juta dan saya tanya kalau misalkan saya berdamai bagaimana kemudian tanggung jawab saya kepada rekan -rekan (wartawan), kepada masyarakat Karawang, dia bilang, Junot geser dari Karawang selama 1 sampai 2 minggu, silahkan mau di Semarang atau Jogjakarta," ulasnya menceritakan penawaran damai yang dibawa utusan penguasa tersebut.

Setelah berbincang dengan sang utusan, tidak lama kemudian, lanjut Junot lagi, ada VC dengan sang penguasa. Ditegaskan Junot kepada wartawan, sang penguasa tersebut yaitu Karawang I.

"Karena saya mengetahui betul pakaian yang saya lihat didalam VC tersebut. Ketika VC ini, beliau (di duga Bupati Karawang) memohon kepada saya sambil menangis bahwa apa yang terjadi kepada saya dengan "orangnya dia" atau "pejabatnya dia " ini banyak ditunggangi oleh politik," terangnya.

"Disitu saya memohon maaf bahwa perlakuan dari pejabat itu sudah menyakiti saya, orang tua saya dan teman -teman saya. Dan saya katakan saya ingin tetap on the track," lanjut Junot.

"Disitu beliau pun sempat menangis dalam VC tersebut, dan meminta maaf sambil mengatakan "hampura kang Junot, kamu juga sering mengkritisi saya" (aku minta maaf sama kamu), sama ibu kamu, nenek kamu. Dan soal Fery pimpinan saya dan soal pengacara saya, penguasa tersebut juga mengatakan bahwa itu nanti adalah urusannya," tandasnya.

Kemudian Junot mengungkapkan, ia diminta menandatangani surat pernyataan dan Karawang I (di duga Bupati Karawang), mengatakan bahwa uang itu uang pribadinya.

"Saya diminta menandatangani, dan bahasanya saat itu bahwa " itu uang dari aku pribadi" bukan dari Aang. Saya pun ikuti alur pihak mereka. Saya mau menandatangani dengan catatan pakai paraf saja tidak mau tanda tangan asli, disitu saya juga diminta tag vidio, bahwa saya berada dalam kesadaran yang penuh. Dan menyebutkan itu hanya kesalahpahaman," urainya.

Menurut Gusti Gumelar, utusan penguasa tersebut adalah seorang anggota DPRD Kabupaten Karawang berinisial DIS.

"Disana saya di vidiokan beberapa kali oleh utusan inisial DIS yang juga seorang anggota dewan dari partai penguasa. Kemudian ketika saya sudah menandatangani dan membuat vidio tersebut, datang orang membawa sebuah dus kue, ketika dibuka ini uang pribadinya teteh. Utusan penguasa itu mengatakan saya tidak memotong sekali, dan ketika dihitung oleh orang tersebut ada sekitar Rp. 100 juta," pungkasnya. (Irfan Sahab/Red)

IMG-20220922-WA0005

Jurnalis Korban Kekerasan Oknum Pejabat di Karawang Akan Mendapatkan Perlindungan Dari LPSK.

Foto LPSK bersama Kuasa Hukum korban.

Jendela Jurnalis Karawang -
Gusti Gumilar alias Junot salah satu wartawan korban kekerasan yang di duga oleh oknum pejabat Karawang, akan mendapatkan perlindungan psikologis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Hal tersebut di sampaikan Candra Irawan selaku kuasa hukum Junot kepada Media, Kamis (22/9/2022).

Candra mengatakan, hari ini dua orang LPSK mendatangi korban, namun hari ini korban tidak dapat di temui, pihaknya akan membawa korban ke kantor LPSK di Jakarta, untuk di berikan perlindungan psikologis, perlindungan fisik dari ancaman dan lain lain, LPSK menyediakan rumah aman untuk korban.

Foto kunjungan LPSK.

"Selain memberikan perlindungan dan rehabilitasi fisik, LPSK juga akan memantau perkembangan kasus ini ke Polres Karawang maupun ke RSUD Karawang terkait hasil visum," ucapnya.

Candra menuturkan, LPSK mempersilahkan keluarga korban jika ingin meminta perlindungan, karena LPSK menyiapkan perlindungan bukan hanya untuk korban, namun keluarga korban pun, LPSK siap memberikan perlindungan. (Irfan NM/Red).

IMG-20220921-WA0003

Tuntut Bupati Bersikap, FJK Gelar Aksi Moral Kasus Dugaan Penganiayaan Dua Jurnalis di Karawang.

Foto orasi yang digelar FJK didepan Pemda Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Berbagai organisasi kewartawanan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karawang (FJK) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Karawang, Rabu (21/9/2022).

Aksi mereka menuntut Bupati dan Wakil Bupati Karawang untuk segera bersikap atas kasus dugaan penganiayaan dua jurnalis di Karawang. Pasalnya, terduga pelaku merupakan oknum pejabat dan beberapa oknum ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, selain melakukan orasi, para awak media juga melakukan aksi tabur bunga sebagai bentuk keprihatinan atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korbannya dua jurnalis di Karawang.

Foto orasi FJK di depan Pemda Karawang.

Para awak media juga melakukan aksi teatrikal mengguyurkan air mineral ke spanduk aksi, sebagai ilustrasi kejadian di TKP. Yaitu dimana salah satu korban diduga dipaksa untuk meminum minuman keras (miras) dan air kencing oleh terduga pelaku.

Koordinator aksi, N. Hartono menyampaikan, FJK menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati segera bersikap atas kasus ini, di luar proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polres Karawang.

Disampaikannya, kasus dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis Karawang ini sudah diluar nilai-nilai batas kemanusiaan. Yaitu dimana salah satu korban diduga dipaksa untuk meminum air kencing oleh terduga pelaku yang merupakan oknum ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

"Kawan-kawan hari ini kita aksi damai. Kita menuntut Bupati dan Wakil Bupati juga ikut bersikap. Karena kasus ini melibatkan oknum bawahannya," tutur N. Harton, dalam orasinya.

Kembali berdasarkan pantauan di lokasi, aksi demonstrasi para awak media ini juga menuntut Bupati-Wakil Bupati untuk hadir di kerumunan masa aksi, untuk mendengarkan aspirasi dari para awak jurnalis.

Namun sayangnya, aksi yang berjalan kurang lebih selama satu jam ini tidak bisa menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Karawang. Dengan alasan keduanya masih sibuk mengikuti agenda PATEN di Kecamatan Telukjambe Timur. Sehingga masa aksi hanya dihadirkan Kepala Kesbangpol, Sujana.

Awalnya, para awak jurnalis mendengarkan pernyataan Sujana dengan kondusif. Tetapi berselang beberapa menit kemudian, masa aksi terlihat mulai tidak kondusif. Karena menganggap apa yang disampaikan Sujana tidak substansial terhadap isu dan tuntutan yang disampaikan masa aksi.

Sehingga masa aksi menarik atau membubarkan diri dari kerumunan Sujana yang dikawal ketat aparat kepolisian.

Para awak jurnalis menganggap jika pernyataan Sujana tentang Undang-undang ITE terkesan malah 'mengajarkan' para awak media. Padahal berkaitan dengan Undang-undang ITE merupakan salah satu pekerjaan setiap hari yang berkaitan dengan awak media.

Di akhir aksi, para awak media menegaskan, selain akan mengawal terus proses hukum yang masih berjalan di Polres Karawang, para awak media atas nama FJK juga akan berkirim surat ke Polda Jabar dan Mabes Polri untuk menuntut, agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan penganiayaan dan penculikan dua jurnalis di Karawang ini.

Untuk diketahui, aksi di depan kantor Bupati Karawang ini tidak hanya diikuti oleh organisasi wartawan di Kabupaten Karawang. Melainkan juga diikuti oleh awak jurnalis dari Kabupaten Cianjur, Bekasi dan Purwakarta.

Dan sebelumnya diberitakan, penyidik Satreskrim Polres Karawang telah melakukan olah TKP di sekretariat Asosiasi Futsal Kabupaten Karawang (AFK), komplek Stadion Singaperbangsa Karawang, dengan menghadirkan kedua korban, pada Selasa (20/9/2022).

Namun police line yang dipasang di TKP, tiba-tiba menghilang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada Rabu (21/9/2022) pagi.

Setelah mengetahui kabar ini, penyidik dari Satreskrim Polres Karawang akhirnya kembali memasang police line di TKP.

Dan aksi solidaritas ini akan berlangsung kembali pada hari Kamis (22/9/2022) esok dengan jumlah masa yang lebih banyak. (Red).

IMG-20220914-WA0019

Walaupun Tanpa Bantuan Anggaran Dari Pemerintah, Ribuan Pesilat Tetap Gelar Perayaan HUT ke-389 Kabupaten Karawang Secara Mandiri.

Foto bersama Insan Pesilat Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Karawang Ke-389, ada hal unik dan berbeda rupanya. Dimana ribuan Pesilat dan Masyarakat berkumpul di lapangan sepak bola Batujaya untuk menyaksikan penampilan pertunjukan pencak silat, persembahan puisi Karawang tempat berperang, pembacaan sholawat, serta santunan kepada Anak Yatim melalui acara Parade Pencak Silat Pangkal Perjuangan yang digelar secara mandiri oleh insan pesilat disekitar lingkup Kabupaten Karawang. Rabu (14/09/2022).

Menurut M. Nadatul Arsy, S.Pd. yang diketahui selaku ketua pelaksana, kepada Jendela Jurnalis ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut adalah momentum pelestarian pencak silat sebagai warisan asli Indonesia yang tidak boleh punah di tanah pangkal perjuangan. Karawang kota para pesilat tentunya banyak kontribusi yang diberikan pesilat untuk Karawang.

"Kegiatan ini adalah momentum pelestarian pencak silat sebagai warisan asli Indonesia, yang tidak boleh punah di Tanah Pangkal Perjuangan. Karawang merupakan kota para pesilat, tentunya banyak kontribusi yang diberikan pesilat untuk Karawang," terangnya.

Foto rangkaian kegiatan Parade Pencak Silat.

Sementara itu, Ardawi Sumarno, S.Pd,.M.Pd. selaku ketua KPSN Karawang dan BACOK Karawang yang juga sekaligus sebagai inisiator dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa HUT karawang harus dirasakan oleh masyarakat karawang.

"HUT karawang harus dirasakan oleh masyarakat karawang, semua cinta terhadap Karawang, pesilat harus ambil bagian untuk terus jaga karawang dan memgharumkan nama karawang," tegasnya.

Lebih lanjut, Ardawi juga berharap agar kegiatan tersebut dapat diselenggarakan setiap tahun, karena dirasa memiliki nilai manfaat yang luar biasa bagi masyarakat.

"Kegiatan ini harusnya dilakukan setiap tahun, karena memiliki nilai dan manfaat yang luar biasa, bisa dirasakan masyarakat karawang," harapnya.

Ardawi juga Mengungkapkan bahwa Pada Parade silat tersebut akan menjadi salah satu kegiatan yang akan continue setiap tahunnya, karena pecak silat yang kini menjadi salah satu warisan budaya tak benda tersebut telah menjadi Budaya yang patut di lestarikan di tanah pangkal perjuangan.

"Pencak Silat harus lestari di tanah karawang ini walaupun dalam kegiatan parade ini tak ada bantuan rupiah dari pemerintah sekalipun, kami mampu berdiri sendiri. Dan Parade Pencak Silat akan kami terus Gelorakan agar kelak generasi bangsa ini menjadi generasi yang mandiri Bukan generasi yang minta-minta kita harus menjadi generasi yang memberi seperti halnya parade ini," tutupnya.

Foto rangkaian kegiatan Parade Pencak Silat.

Mengapresiasi kegiatan tersebut, Pengurus IPSI Karawang yang di wakili oleh Andri Yanto, S.Pd. juga mengucapkan terimakasih yang luar biasa kepada seluruh insan yang tetap terus mengembangkan pencak silat, dan dirinya juga berharap agar pencak silat terus makalangan ditanah pangkal perjuangan.

"Kami ucapkan terimakasih yang luar biasa kepada Insan pesilat yang terus mengembangkan pencak silat, semoga pencak silat terus makalangan ditanah pangkal perjuangan. Sambil Andri berdoa semoga semua yang hadir dalam kegiatan parade ini semuanya bisa menunaikan ibadah haji, karena terik matahari yang panas tidak memudarkan semangat para pesilat, sebagai wujud latihan ketika menunaikan ibadah haji," ucapnya. (ARS).

IMG-20220914-WA0002

Sehari Jelang HUT Kabupaten Karawang Ke-389, Bupati Bersama Forkopimda dan OPD Gelar Ziarah ke Makam Adipati Singaperbangsa

Foto bersama disela kegiatan Ziarah.

Jendela Jurnalis Karawang -
Bupati Cellica Nurtachadiana, Wakil Bupati Aep Syaepuloh, Sekda Acep Jamhuri beserta seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Karawang, Muspika Kecamatan Cilamaya Kulon hingga Aparatur Desa setempat menggelar Ziarah ke Makam Adipati Singaperbangsa (Bupati Pertama Karawang-red) yang berlokasi di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Selasa (13/09/2022).

Acara Ziarah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karawang Ke-389 yang akan digelar pada Rabu (14/09/2022) yang dimana beberapa rangkaian kegiatan inti nantinya akan digelar di Lapangan Karang Pawitan dan Pemda.

Selain itu, pada Rabu (14/09/2022) disetiap Kantor Kecamatan juga serentak akan menggelar beberapa kegiatan, mulai dari pertunjukan seni hingga hiburan rakyat lainnya untuk memeriahkan HUT Karawang Ke-389 di tingkat Kecamatan.

Foto Bupati dan Wakil Bupati didepan area makam.

Usai Ziarah berlangsung, Bupati Cellica Nurrachadiana mengungkapkan bahwa kegiatan Ziarah tersebut merupakan salah satu agenda rutinitas tahunan Pemkab karawang, dan diikuti semua unsur OPD hingga Pemerintah Desa.

"Kegiatan Ziarah kubur ini adalah salah satu agenda rutinitas Tahunan Pemerintah Kabupaten Karawang, yang diikuti semua unsur OPD juga Pemerintah Desa." Ungkapnya.

Foto Sekda Acep Jamhuri berbincang bersama Tokoh Masyarakat usai kegiatan Ziarah.

Sementara itu, Acep Jamhuri selaku Sekda Karawang yang kebetulan terlihat keluar paling akhir dari area makam tersebut, ketika dikonfirmasi dirinya menerangkan bahwa selain agenda ziarah tersebut, dilokasi berbeda juga akan digelar beberapa rangkaian kegiatan lainnya, dimulai dari malam hingga puncak pelaksanaan yang digelar pada Rabu (14/09/2022).

"Untuk nanti malam juga akan di gelar acara dzikir bersama, besok nya kita ada acara upacara apel pagi, dilanjutkan Paripurna Dewan untuk hari jadi Karawang, dan ada Tausiah juga dari Dr. Das'ad Latif nanti di Pemda khusus ASN. Dan malamnya di Masjid Agung." Terangnya.

Kemudian, Acep Jamhuri juga menyampaikan harapannya untuk HUT Kabupaten Karawang Ke-389. Dirinya berharap agar seluruh komponen stakeholder harus bekerja lebih baik lagi, membangun Karawang dengan kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita Karawang.

"Kita berharap semoga Karawang lebih baik lagi kedepan, semua masyarakatnya, kemudian juga para ASN nya, para pemimpinnya, serta semua dari berbagai komponen stakeholder untuk lebih baik. Semua mengintrospeksi apa yang kita lakukan, apa yang kita kurang, nah kita perbaiki semua. Kemudian, ya kedepan kita harus lebih baik lagi, dan semua membangun Karawang dengan kebersama'an mewujudkan cita-cita Karawang." Harapnya. (NN).

IMG-20220907-WA0003

Cegah Penyalahgunaan Barang Inventaris Milik Dinas, Polres Karawang Gelar Pemeriksaan dan Pengecekan Senpi Secara Berkala.

Foto pengecekan senpi kepada salah satu Anggota Kepolisian.

Jendela Jurnalis Karawang -
Guna Mencegah terjadinya penyalahgunaan barang inventaris milik dinas, Polres Karawang menggelar pemeriksaan dan pengecekan Senpi (Senjata Api) secara berkala yang dipinjam pakaikan kepada personel Polres dan jajaran. Rabu (7/9/2022).

Bertempat di halaman Mapolres Karawang kegiatan tersebut dipimpin langaung oleh Kapolres AKBP Aldi Subartono didampingi Wakapolres Kompol Agoeng Ramadhani serta Kabag Log Kompol Iwan.

Adapun sasaran pemeriksaan yaitu kelengkapan administrasi Senpi dinas, pemeriksaan kondisi kebersihan fisik senpi.

Foto pengecekan kelengkapan.

"Pemeriksaan senpi bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan barang inventaris milik dinas sekaligus bertujuan untuk mengecek kedisiplinan anggota terhadap penggunaan Senpi dan kendaraan dinas agar dipelihara, dijaga, dirawat sehingga sesewaktu digunakan dapat berfungsi dengan baik selain itu bertujuan menginventarisir senpi dinas  sehingga antara administrasi dan bukti fisik sinkron." Tegas Kapolres.

"Dengan pemeriksaan ini dapat juga mencegah penyalahgunaan senjata api dan amunisi oleh anggota Polri, khususnya anggota Polres Karawang serta Polsek jajaran.” Jelas Kapolres

"Selain mengecek kebersihan dan kondisi senpi, kita juga lakukan pengecekan kelengkapan administrasi seperti masa berlakunya Surat Ijin Pemegang Senpi milik personel." Tambahnya.

Kapolres menegaskan agar merawat barang dinas dengan baik, dimana terdapat hak dan kewajiban yang harus terpenuhi baik, administrasi maupun operasionalnya, sehingga tidak sampai menghambat tugas-tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat, tandasnya. (Red).

IMG-20220906-WA0000

Hasil Musyawarah Pemilihan Amil Desa Cikampek Barat Dusun 04 Diduga Telah Dicederai Pemdes.

Foto pengurus DKM Al Hikmah.

Jendela Jurnalis Karawang-
Musyawarah Pemilihan Amil di Dusun 04, Desa Cikampek Barat diduga telah dicederai oleh Pemerintah Desa. Hal tersebut bermula setelah keluarnya Informasi Hasil Rapat DKM Al Hikmah
Pada tanggal 06/07/2022.

Dalam hasil rapat tersebut berisi informasi berikut:

Dengan Hormat
Perkenankanlah Kami selaku Dewan Kemakmuran Masjid Jamie Al Hikmah menginformasikan sebagaimana Hasil Rapat Musyawarah Perihal Tentang Pemilihan dan penetapan Amil di wilayah Dusun 04 BERDASARKAN MUFAKAT MUSYAWARAH DAN DIBERIKAN KESEMPATAN UNTUK CALON AMIL DARI SETIAP SEKTOR RT TINGKAT RW DUSUN 04 KP.KRAJAN BARAT CIKAMPEK BARAT.

Rapat Pertama : Tanggal 26 Maret 2022.

Hasil Rapat :

  1. Memberikan kesempatan kepada stiap warga yang mampu untuk mencalonkan menjadi Amil.
  2. Akan diadakannya PDPA Pelatihan Dasar Pendidikan Amil oleh DKM Al Hikmah atas musyawarah dan pertimbangan.
  3. Akan diakan rapat selanjutnya.

Rapat Kedua : Tanggal 22 April 2022.

Hasil Rapat :

  1. Pemilihan akan diadakan secara Demokrasi Apabila Adanya Calon Amil disetiap sektor RT dan RW dengan Mengetahui di setiap elemen yqng hadir pada saat Rapat Musyawarah maka akan diajukan berdasarkan hasil mufakat dan muwayarah ke desa.
  2. Memberikan kesempatan Waktu kepada RT dan RW dan Jamaah Tokoh Sekitar tuk mencari atau adanya pengajuan Amil tuk segera di ajukan kepada DKM ALHIKMAH lalu selanjutnya akan dilakukan permohonan penetapan SK kepada Desa Cikampek Barat atas MUSYAWARAH MASYARAKAT WARGA DUSUN 04 KP. KRAJAN BARAT DAN UTARA.
  3. Para hadirin bersepakat dan Mufakat pemilihan amil atas sepengetahuan Bersama dan sebelumnya didatangkan terlebih dahulu bagi calon Amil diagenda Rapat Selanjutnya tuk sama sama Mengetahui.

Namun, Pada Nyatanya Sebagaimana Info yang didapat ternyata Pihak Aparatur Desa Cikampek Barat telah menetapkan Amil tanpa Sepengetahuan elemen Masyarakat dan DKM Al Hikmah sebagaimana hasil Rapat Musyawarah.

Dan itu semua secara Hirarki sudah menciderai Hasil Musywarah mufakat Bersama Walaupun adanya Hak Pengangkatan dan pemberhentian dari Kepala Desa tapi Warga Masyarakat juga mempunyai hak lebih Tinggi sebagaimana UU No.6 Tahun 2014 yang berisi "Pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan Prakarsa Masyarakat atau Warga, Hak Asal usul dan adat istiadat Desa".

Dalam menentukan Amil Secara Demokrasi, sebagaimana yang sudah berjalan dari dahulu seharusnya Kepala Desa bisa mensiasati dan menghargai Hasil Musyawarah atas Warga No. 6 Tahun 2014 sebagaimana UU ini sama saja tidak menghargai hasil musyawarah yang sudah dilaksanakan oleh Ketua DKM, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat / Pemuda Setempat.

Seharusnya juga Kepala Dusun 04 memberikan Informasi ataupun Laporan Kepada Pengurus DKM Al Hikmah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat / Pemuda bahwasanya pengangkatan Amil Sektor Wilayah Dusun 04 kp.Krajan sudah dilaksanakan Oleh Pihak Aparatur Desa dan di SK an oleh Kepala Desa.

Para Pengurus DKM, para Tokoh Agama dan Masyarakat Kecewa Atas kejadian seperti itu, namun dalam hal itu Pengurus DKM bisa meredam dan kepada para kandidat amil pun sudah Legowo terhadap apa yang sudah terjadi. Namun Kini masalah Timbul kembali Dengan Permasalahan yang Berbeda.

Menurut Sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Bahwa Amil baru yang sudah dipilih oleh Pihak Aparatur Desa ini seakan menghindar dan menjauhi Masjid Jamie Al Hikmah, yang Sejarahnya sejak Dahulu Amil selalu Beraktifitas di Masjid tersebut.

Amil Tersebut Jarang ke Masjid seakan jalan Sendiri sesudah di SK an oleh pihak Aparatur Desa Cikampek Barat. Padahal, pihak Pengurus DKM Al Hikmah Sudah mengkonfirmasi dan Welcome, bahkan sampai Menghubungi Dusun 04 tuk mengajak Amil tersebut namun Tidak diindahkan. sehingga malah jadi menimbulkan Asumsi atau Dugaan Bahwa Amil Dusun 04 tersebut bukan atas keinginan tapi dorongan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarakan kejadian Tersebut, Ketua DKM AL HIKMAH / Tokoh Pemuda Setempat berpendapat, bahwa seharusnya dalam hal ini Pihak Desa Melaksanakan Wewenang sesuai dengan Mekanisme yang telah diatur Sebagaimana Permendagri No.67 Tahun 2017. Demi memastikan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat desa dilakukan secara teruji dan terukur. Bukan atas perasaan suka dan tidak suka atau malah sentimentil kepada orang maupun Golongan Tertentu.

Pihak DKM juga berharap agar seharusnya diadakan Konsultasi kepada Camat terlebih dahulu, untuk kemudian menjalankan mekanisme nya secara taat dan patuh. Sehingga nantinya bisa menjadi substansi pengaduan Masyarakat terkait persoalan tersebut agae bisa dicegah.

Seperti kata pepatah dalam ilmu Hukum. "Lex Semper dabit Remedium" (Hukum selalu memberikan Obat ), namun tetap saja masih ada pihak-pihak yang menolak untuk sembuh, dan justru merasa semakin mapan dan Arogan dalam jabatannya jika berhasil melabrak aturan.

Akibatnya konsentrasi Pemerintah Desa yang Harusnya Fokus pada maksimalisasi Pelayanan Publik kepada Masyarakat didesa, jangan sampai esensi pemerintah Desa bergeser dari yang seharusnya mendekatkan Pelayanan kepada masyarakat itu justru malah mendekatkan ke hal yang berbau Penyalahgunaan Wewenang dengan Hadirnya nuansa "RAJA-RAJA KECIL" di Daerah Desa.

Dalam hal ini, sebagaimana PP No. 18 Tahun 2016 disebutkan bahwa Pembinaan dan Pengawasan Perangkat Daerah. Selain itu, peran Camat juga mesti diaplikasikan sebagai bentuk Monitoring agar kejadian hal ini tidak terjadi lagi yang terkesan menimbulkan Praktik Diskriminasi terhadap orang atau Golongan dan elemen masyarakat tertentu.

"Saya berharap, kedepannya tidak terjadi seperti kejadian yang merugikan banyak pihak waktu yang terbuang percuma "Errare Humanum Est, Trupe In Errore Perseverare" (Membuat kekeliruan itu Manusia, Namun Tidaklah Baik untuk Mempertahankan terus kekeliruan Tersebut-red). Kami DKM Al Hikmah merasa dikecewakan dan dirugikan." Ucap salah satu Pengurus DKM Alhikmah kepada Awak Media. (Red).

IMG-20220831-WA0002

Anggota Koperasi TKI Sahabat Bersama Ikuti Bimtek Kewirausahaan Teknologi Tepat Guna yang Digelar DinkopUKM Karawang di Pasirjaya.

Foto bersama Narasumber dan seluruh Peserta Bimtek.

Jendela Jurnalis Karawang -
DinkopUKM (Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) Kabupaten Karawang menggelar Bimtek TTG (Bimbingan Teknis Teknologi Tepat Guna) bagi Anggota Koperasi TKI Sahabat Bersama di Dusun Ceah, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Rabu (31/08/2022).

Koperasi TKI Sahabat Bersama merupakan salah satu Koperasi yang perkembangannya sangat pesat, karena 2 produk unggulannya yaitu keripik sukun dan rengginang telah bisa dipasarkan di Alfamart, bahkan penyebarannya hingga 4 Kabupaten.

Sekitar 20 Anggota Koperasi didampingi H. Ahmad Fanani, S.Pd.I. selaku Ketua Koperasi TKI Sahabat Bersama, serta jajaran pengurus lainya tampak mengikuti rangkaian demi rangkaian materi yang disampaikan pada Bimtek.

Foto rangkaian kegiatan dalam Bimtek.

Pada kegiatan Bimtek tersebut, tampak dihadiri oleh beberapa Staff dari Dinas Koperasi Kabupaten Karawang, Staff Desa Pasirjaya, hadir juga perwakilan sekaligus narasumber dari Alfamart, BRI Cabang Cikampek dan Aep Saepullah dari Pendamping UKM Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang diwakili oleh Rohadi selaku salah satu Staff nya menerangkan bahwa diselenggarakannya Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi kesejahteraan Anggota Koperasi.

"Dengan diselenggarakannya Bimtek ini, para peserta dapat mengikuti secara seksama, seluruh materi yang disampaikan para narasumber yang berkompeten dibidangnya masing-masing, baik secara teori hingga yang diajarkan dalam praktek produksi, sehingga hasil pelatihan ini dapat dengan segera untuk diterapkan. Dengan tujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi kesejahteraan para peserta dari anggota koperasi ini." Terangnya.

Rohadi juga berharap agar melalui Bimtek tersebut dapat mempunyai dampak positif bagi para peserta, guna meningkatkan produktifitas, kualitas dan juga daya saing yang sehat.

"Dengan dilaksanakannya Bimtek ini, diharapkan mempunyai dampak positif bagi para peserta, sehingga dapat meningkatkan produktifitas, kualitas produk dan daya saing yang sehat." Harapnya.

Sementara itu, H. Ahmad Fanani, S.Pd.I selaku Ketua Koperasi TKI mengungkapkan terimakasihnya kepada beberapa pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan Koperasi Sahabat Bersama, bahkan ia juga mengungkapkan bahwa 2 produk unggulan mereka dalam 1 bulan bisa mencapai pengiriman hingga 100.000 pcs.

"Kami atas nama Pengurus Koperasi Sahabat Bersama, mengucapkan banyak terimakasih, kepada DINKOPUKM Kabupaten Karawang, serta Bank BRI yang selama ini sudah banyak sekali membimbing dan membantu kami dan seluruh Anggota Koperasi. Sehingga 2 produk yang kami produksi, alhamdulilah masih eksis dan masih tetap dipercaya oleh pihak Alfamart, bahkan dalam bulan ini cukup banyak permintaannya, yaitu mencapai 100.000 pcs." Ungkapnya.

Disela kegiatan, dilakukan juga penyerahan bibit pohon sebagai cinderamata dari BRI Cabang Cikampek kepada Ketua Koperasi TKI Sahabat Bersama atas kerjasama yang selama ini terjalin.

Selain penyampaian materi dari beberapa narasumber, menjelang penutupan kegiatan Bimtek tersebut, Aep Saepulloh selaku Pendamping UKM Provinsi Jawa Barat menggelar praktek dan peserra diajarkan bagaimana caranya membuat olahan keripik sukun dan rengginang yang baik dan benar, mulai dari tekstur kematangan dan proses penggorengan. (DNK).

IMG-20220829-WA0007

Kunci Sukses Wirausaha, Jadi Tema Khusus dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi yang Digelar IOM di Desa Muktijaya.

Foto keseruan dalam pelatihan yang digelar di Aula Kantor Desa Muktijaya.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Masyarakat pedesa'an, khususnya bagi Purna dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia. Jum'at (26/08/2022).

Melalui kerjasama dengan beberapa kelembaga'an lainnya seperti Pijar Indonesia yang sekaligus mengirimkan Rama sebagai pemateri, KKBM melalui H. Ahmad Fanani, S.PdI, Semut Nusantara, dan DPMD Jawa Barat.

Setelah beberapa waktu lalu pelatihan digelar di Desa Sumurgede, dan Tegalurung, kini giliran Purna PMI daei Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang mendapatkan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kedepannya.

Foto peserta pelatihan.

Dalam kurun waktu 2 Hari, para peserta diajarkan dan dilatih banyak hal, mulai dari bagaimana cara memulai sebuah usaha, hingga ke bidang pemasaran yang efektif, melalui beberapa materi yang disampaikan oleh instruktur yang telah dipersiapkan untuk pelatihan yang yang diselenggarakan pada Tanggal 26 hingga 27 Agustus 2022 di aula Kantor Desa Muktijaya.

H. Ahmad Fanani, S.PdI, salah satu instruktur dari KKBM yang juga merupakan pemilik dari Koperasi Sahabat Bersama ketika menyampaikan materi dirinya juga berpesan kepada seluruh peserta agar memahami kunci sukses sebagai wirausaha.

"Kunci sukses wirausaha itu diantaranya adalah Jujur, Kreatif, Jangan minder, Inovatif, dan Bergaul, karena melalui pergaulan, seorang pengusaha akan menemukan banyak jalan menuju kesuksesan." Ungkapnya. (DNK).

IMG-20220829-WA0003

50 Purna PMI di Desa Pasirjaya Dapatkan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi dari IOM.

Foto penyampaian materi pelatihan bagi 50 Purna PMI di Aula Kantor Desa Pasirjaya.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) tengah gencar menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Masyarakat pedesa'an, khususnya bagi Purna dan Keluarga PMI. Senin (29/08/2022).

Melalui kerjasama dengan beberapa kelembaga'an lainnya seperti Pijar Indonesia yang sekaligus mengirimkan Rama sebagai pemateri, KKBM melalui H. Ahmad Fanani, S.PdI, Semut Nusantara, juga dari DPMD Jawa Barat untuk mengadakan kegiatan yang sudah terjadwal di 4 Desa yang ada dilingkungan Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Desa Pasirjaya merupakan Desa Ke - 4, yang sekaligus merupakan Desa terkahir dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Kecamatan Cilamaya Kulon, setelah sebelumnya kegiatan tersebut di 3 Desa lainnya, diantaranya adalah di Desa Sumurgede, Tegalurung dan Muktijaya.

Foto kegiatan pelatihan.

Masih dengan 50 peserta dari Purna dan Keluarga PMI yang di ikut sertakan dalam pelatihan di Desa Pasirjaya, selama 2 Hari para peserta diajarkan dan dilatih banyak hal, mulai dari bagaimana cara memulai sebuah usaha, materi bidang pemasaran yang efektif, hingga melatih peserta agar mengikuti perkembangan pasar melalui medsos dan materi lainnya yang disampaikan oleh beberapa instruktur yang telah dipersiapkan untuk pelatihan yang yang diselenggarakan pada Tanggal 28 hingga 29 Agustus 2022 di aula Kantor Desa Pasirjaya.

Rama, salah satu instruktur dari Pijar Mart menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi pasca Pandemi, dimana semenjak adanya Covid-19 telah banyak melumpuhkan sektor ekonomi, dan dirinya mengaku ingin menumbuhkan kembali semangat wirausaha dari para Purna PMI.

"Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini tak lain adalah untuk meningkatkan kapasitas ekonomi pasca pandemi, dimana semenjak adanya Covid-19 lalu kita tahu bahwa itu khususnya mempengaruhi dan melumpuhkan sektor ekonomi. Dan saya ingin menumbuhkan kembali semangat wirausaha dari para Purna PMI yang ada di pedesa'an." Tuturnya.

Foto instruktur bersama salah satu staff Pemdes Pasirjaya.

Terkait kegiatan tersebut, Abdul Hakim Saglak selaku Kepala Desa Pasirjaya yang ditemui Jendela Jurnalis disela kegiatan menyampaikan terimakasihnya.

"Dengan diadakannya pelatihan bagi Purna TKI, kita bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait, terutama kepada instruktur yang telah memberikan edukasi dan menginspirasi Purna TKI agar bisa lebih mengembangkan potensi yang ada, untuk bisa berpenghasilan untuk kebutuhan sehari-hari." Ungkapnya.

Lebih lanjut, Kades Saglak juga berharap agar Purna TKI bisa diberdayakan dan bisa sejahtera dan memiliki kehidupan yang lebih baik lagi dari segi penghasilan tanpa harus berangkat keluar negeri.

"Intinya, Saya berharap juga Purna TKI ini diberdayakan, untuk kesejahteraan serta kehidupan yang lebih baik dari segi penghasilan." Harapnya. (NN).