Jendela Budaya

IMG-20220327-WA0000

Klarifikasi Tentang Program BMMK, Darno S.Pd : “Pro Kontra Dalam Sebuah Organisasi Sudah Hal Biasa”

Foto Darno S.Pd, Ketua Harian BMMK

Jendela Jurnalis Karawang - Ketua Harian Badan Musyawarah Masyarakat Karawang (BMMK) Darno,S.Pd memberikan klarifikasi tentang kinerja selama tiga tahun terbentuknya BMMK.

Ketika di hubungi, Darno yang sa'at itu tengah menghadiri tahlilan 7 hari Orangtua dari Kadisdikpora di Kecamatan Tirtamulya, ia menuturkan keterangan tentang kinerja BMMK.

"Kami melaksanakan amanat ini berdasarkan SK Bupati, kemudian turunanya Perbub nomor 68 tentang BMMK dan turunanya Perda Kabupaten Karawang nomor 2 tahun 2018 tentang Pelestarian Kebudayaan. SK kami pertanggal 22 November 2018 dan dilantik oleh Bupati pada tanggal 17 Januari 2019." Tuturnya.

Ketika ditanyakan tentang kenapa dan untuk apa landasan dari dibentuknya BMMK, Darno juga menerangkan dengan detail tentang awal terbentuk dan untuk apa tujuan dibentuknya BMMK.

"BMMK lahir awalnya karena Organisasi yang mengurusi kesenian tidak berjalan sesuai dengan roda Organisasi, dibawah bergejolak pengurus di Kecamatan berkumpul menanyakan kelanjutannya tentang Organisasi ini, saya pada saat itu sebagi Wakil Ketua 1, kemudian kami berkumpul bersama Pengurus Kabupaten, hingga dihasilkannya kesepakatan untuk membenahi Organisasi, karena pada saat itu, seorang Ketuanya banyak masalah sehingga sulit dihubungi. Kemudian akhirnya kami bertemu, kami bicarakan tentang Organisasi, tapi beliau tidak menegerti tentang roda Organisasi. Sehingga kami sulit untuk membenahi, kami bertemu lebih dari tiga kali untuk membicarakan Organisasi tapi tetap beliau tidak mengerti, kemudian kami bertemu Kepala Disparbud pada saat itu, maka kata Kepala  Disparbud pada tahun 2017, kita sebentar lagi ada Perda inisiatif tentang Kebudayaan, maka berangkat dari situlah kami membentuk organisasi persiapan untuk Kebudayaan di Karawang namanya BMKK, singkatan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Karawang, setelah Perda keluar dan Perbupnya keluar amanah perdanya adalah menjadi BMMK Badan Musyawarah Masyarakat Karawang dalam upaya Pelestarian Kebudayaan." Terangnya.

Ketika ditanyakan mengenai isu bahwa katanya BMMK tidak menyentuh para seniman?, Darno lalu menjelaskan sebagai bentuk klarifikasi atas isu tersebut.

"Sejak pelantikan pengurus, kami langsung bekerja, pertama kami membentuk kepengurusan tingkat Kecamatan yang dinamakan Pengurus Ranting Kecamatan PRK, kemudian langkah berikutnya mendata para seniman untuk dijadikan data base, alahasil sampai saat ini seniman yang terdata by name by adres sebanyak 2.341, yang baru dapat kartu anggota sebanyak 2.000 orang, ingat tidak semua seniman mau di data, entah apa saya juga tidak tahu, kemudian kita pernah mendatangi para Seniman yang telah membawa harum nama Kabupaten Karawang atau Seniman yang telah sohor di zamannya, kemudian kami berikan reward bagi mereka dengan diberikan gelar Maestro versi Organisasi, yaitu BMMK, walaupun rewardnya belum maksimal paling tidak mereka kita rangkul dan mereka luar biasa apresiasinya terhadap Organisasi kami." Bebernya.

Tentang program BMMK, Darno mengatakan bahwa ia sudah lakukan Program Pembina'an, walaupun tidak semuanya tersentuh, mengingat para Senimannya banyak sekali, diantaranya Program pembinaan kepada sanggar sanggar yang ada di Kecamatan, kemudian sanggar seni Pencaks Silat, termasuk tiga Sanggar Seni Pencak Silat yang dibawah bina'an BMMK.

"Dua tahun kita tiarap karna situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk berkumpul karna pandemi Covid19, Program pelatihan, Program evaluasi dan Program jenis lomba juga kita pending karna situasi dan kondisi. Kemudian program kita juga memeberikan asuransi jiwa bagi 1.000 seniman dari uang pribadinya Ketua Umum BMMK. Tentang anggaran, BMMK belum pernah ada anggaran yang khusus untuk Organisasi BMMK, kami bergerak berdasarkan sukarela dan inisiatif pengurus."

"Pro kontra dalam sebuah Organisasi sudah hal biasa, pengurus yang aktif dan yang kurang aktif juga hal biasa dalam sebuah Organisasi, sejak kami lahir, kritikan dan hujatan kepada kami luar biasa, tapi kami jawab dengan kegiatan dan Program kami baik skala Kabupaten maupun skala Kecamatan, kami solid di pengurus BMMK dan Pengurus  Ranting Kecamaqtan (PRK). Walaupun kami dihujat tapi kami tak pernah membalas hujatan , dan kami buktikan dengan kinerja."

"Kemudian kami berorganisasi memakai mekanisme organisasi kami. Surat keluar dan surat masuk kami sangat tertib, karna kami mempunyai pegawai sekretariat yang setiap hari kerja standby dari jam 8 sampai jam 5 sore. Surat undangan yang masuk, apapun undangannya kami tulis sebagai surat masuk dan ketika diundang kami hadir sebagi perwakilan dari organisasi kami, apalagi Logo kami ikut di tempel dalam sebuah kegiatannya. Orang yang menghujat kepada kami, ketika kami tidak datang dalam sebuah kegiatannya padahal kami tidak diundang apalagi logo kami tidak ditempel dalam kegiatannya, wajar doong kami tidak hadir, ya kami menghadiri kegiatan lain yang waktunya bersamaan dengan yang ada surat undangnnaya, apalagi logo kami BMMK ditempel dikegiatannya, itu kehormatan bagi kami." Tutup Darno. (Wk.Co/Red)

IMG-20211211-WA0080

Dalam Upaya Pelestarian Kebudaya’an, Milangkala ka 3 BMMK Gelar Pertunjukan Seni dan Budaya di Rumah Inspirasi Kembang Djohar Tempuran

Karawang, Jendela Jurnalis News.Dalam upaya pelestarian kebudaya'an, Badan Musyawarah Masyarakat Karawang (BMMK) pada milangkala ke 3 menggelar kegiatan beberapa pagelaran Pentas seni dan budaya, berlokasi di Rumah Inspirasi Wisata Kembang Djohar, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Karawang, pada Sabtu (11/12/2021).

Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari, di isi dengan pagelaran Seni dan Budaya seperti Penampilan Topeng Banjet, Tari Jaipong dan beberapa kegiatan lainnya dengan unsur kesenian, seperti halnya Tarian Rampak dari Sanggar Puspa Wangi, Seni Topeng Banjet Sinar Pusaka Warna Abah Pendul, selain itu juga pemberian pengharga'an secara simbolis berikut uang kadeudeuh oleh H. Pendi Anwar SE sebagai Ketua Umum BMMK Karawang kepada beberapa Tokoh Seniman Maestro.

Turut hadir beberapa Tokoh Masyarakat karawang seperti Pengacara kondang Karawang Asep Agustian, Ketua Lodaya Kang Nace Permana, Pakar Seni dan Budaya Jatisari H. O'o Nurohman, H. Okih Hermawan mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudaya'an yang juga telah berjasa sebagai Fasilitator atas terbentuknya BMMK, Camat berikut jajaran Muspika Kecamatan Tempuran beserta Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat, khususnya di Desa Sumberjaya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Pendi Anwar SE, sebagai Ketua Umum BMMK menuturkan harapannya di milangkala ke 3 BMMK untuk Seniman dan Budayawan di Kabupaten Karawang.

"Hanya inilah yang bisa kami lakukan untuk seluruh seniman di Kabupaten Karawang, dengan perayaan milad ini, harapan saya semoga kedepannya seniman dan budayawan bisa lebih terorganisir lagi, sebagai bentuk penghargaan dan upaya BMMK melestarikan Kesenian dan Kebudaya'an. Sekarang mungkin baru seribu lebih yang sudah di asuransikan, kedepannya di tahun 2022 kita targetkan seribu lagi untuk bisa didaftarkan," tuturnya

Dalam acara tersebut, diceritakan Sejarah Lahirnya BMMK, beserta laporan pencapaian BMMK bahwa sebanyak 2117 seniman sudah terdaftar di database BMMK, meskipun itu hanya sebagian kecil yang baru terdaftar, karena masih ada beberapa kendala terkait pendata'an, disampaikan juga ada 1058 kelompok seni tradisi, modern dan religi yang telah diajukan dan di SK kan, dibahas juga tentang asuransi dan pembuatan KTA seniman yang sudah menginjak di tahap ke 2.(NN)

Kegiatan 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat, Mengenang Sejarah Rawagede Di Balongsari-Rawamerta

Jendela Jurnalis Karawang - Ratusan Komunitas berbaur dan memadati Area Monumen Rawagede, mulai dari Pemerhati lingkungan, Budayawan, Karang Taruna, dan berbagai element masyarakat lainnya, digagas oleh Masyarakat Karawang Bersatu ( MKB ), berkumpul menggelar kegiatan 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat, yang diselenggarakan selama tiga hari, Kamis sampai dengan Sabtu (9-10-11/12/2021), di Area Monumen Rawagede yang tepatnya berada di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.

Dalam acara yang disebut Ngarumat Jagat tersebut, diawali dengan tabur bunga di area Makam Pahlawan Rawagede, lalu penanaman pohon tak jauh dari Monumen Rawagede, kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Karawang, Dandim 0604, Kapolres, Camat beserta unsur Muspika, Kepala Desa, tokoh Masyarakat, serta Komunitas pemerhati lingkungan budayawan, dan seluruh Komunitas dan unsur masyarakat.

Tak hanya itu saja, banyak rangkaian kegiatan bernuansa budaya dengan kearifan lokal yang akan digelar dalam acara tersebut, seperti halnya murak timbel (membuka bekal makanan) papahare, yaitu membuka timbel dan makan bersama, di ikuti oleh peserta dari komunitas, diskusi lingkungan, dan rangkaian kegiatan di hari berikutnya diadakan lomba Kaulinan Budak (Mainan anak), Pentas Seni dan Budaya, dan rencananya juga di puncak acara akan ada Kirab Merah Putih, ngarak Odong-odong, Dongdang dan Tumpeng hingga Pajang Jimat.

Disampaikan Yudi Wibiksana selaku Panitia Penyelenggara, acara 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat, ia meyampaikan terima kasihnya kepada ibu bupati, pak Dandim, Kapolres, serta unsur perangkat lainya bersama- sama masyarakat menanam bibit pohon, disekitar petilasan rawagede.

"Itu pertanda bahwa pemerintah sudah ngarumat jagad, sebagai simbol turut serta merawat jagad," ungkapnya.

Lanjut yudi, Ngarumat jagat merupakan salah satu tradisi masyarakat sunda khususnya di Karawang yang memiliki nilai diantaranya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allat SWT, sebagai upaya menjaga dan melestarikan alam, sebagai wadah untuk bersilaturahmi, dan sebagai nilai gotong royong.

"Kita juga berharap, melalui kegiatan semacam ini ke depannya dapat memunculkan potensi-potensi penduduk lokal yang bernilai ekonomi serta dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Insya Allah Ngarumat Jagat ini juga akan dijadikan sebagai event tahunan," jelasnya.

(Mad/NN)