Jendela Berita

IMG-20240901-WA0056

Pj Bupati Aceh Barat Gelar Pembukaan Cabor Softball pada PON XXI Aceh – Sumut

Seremonial pembukaan cabang olahraga Softball

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, secara resmi memulai pertandingan cabang olahraga (cabor) softball pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Pembukaan ini ditandai dengan seremonial pemukulan bola di Lapangan Teuku Umar, Aceh Barat, Minggu (01/09/2024)

Acara tersebut dihadiri oleh pejabat daerah, perwakilan KONI Aceh Barat, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Mahdi mengatakan pembukaan pertandingan softball ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Aceh Barat. Ia juga menekankan bahwa momen ini merupakan kesempatan bagi daerah untuk berkontribusi dalam kemajuan olahraga di tingkat nasional.

"Pembukaan pertandingan perdana cabang olahraga softball pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang di gelar di Aceh Barat ini tentunya menjadi momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi kita semua. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk turut menyukseskan pelaksanaan PON XXI," ujar Mahdi.

Kata Mahdi, Pada PON XXI tahun ini, Kabupaten Aceh Barat akan memperlombakan dua cabang olahraga, yakni handball dan softball, yang akan berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 1 hingga 7 September mendatang. Kedua cabang olahraga tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat berolahraga di kalangan masyarakat, sekaligus mendorong prestasi para atlet untuk berprestasi di level nasional, imbuhnya

Mahdi juga menekankan pentingnya perkembangan olahraga sebagai sarana untuk membangun karakter dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia berharap melalui pertandingan softball ini, minat dan partisipasi masyarakat terhadap olahraga semakin meningkat, serta dapat menjadi wadah bagi para atlet dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

"Pertandingan softball ini akan menjadi ajang kompetisi yang diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan masyarakat Aceh Barat," tandasnya.(M.Jamil)*

IMG-20240901-WA0024

Padi di Area Pesawahan Blang Seumasang Mulai Menetas, Petani Harapkan Hasil Panen Melimpah

Area Pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Wilayah pesawahan di Blang Seumasang, Gampong Ladang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat kini mulai terlihat menetaskan biji / buah. Sehingga, para petani juga mulai disibukkan dengan memberikan perawatan extra serta menjaganya dari gangguan hewan yang dianggap hama seperti burung pipit. Minggu (1/9/24).

Hal tesebut diungkapkan oleh Muhammad, yang dimana dirinya merupakan salah satu petani yang memiliki lahan pertanian di Gampong Ladang.

Muhammad mengatakan, musim tanam padi di Area Blang Seumasang kali ini dilakukan secara serentak, artinya waktu panen pun tentu dirinya berharap akan berjalan secara serentak.

Lebih lanjut, Muhammad menuturkan bahwa sebelumnya area pesawahan disana dilanda musim kemarau panjang, hal tersebut berdampak pada pemberian pupuk, sehingga tanaman padi menjadi kurang subur tak ada air (gambut).

Bukan hanya dikatakan Muhammad, beberapa petani lainnya pun mengeluhkan bahwa kondisi tersebut membuat petani merasa kesulitan. Namun, mereka tetap optimis berharap agar hasil panennya memuaskan dan melimpah.

"Kondisi padi tampak kekurangan air saat umur padi masih rendah. Namun, para petani tetap yakin untuk mendapat hasil panen yang bagus melimpah," ucap petani lainnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240623-WA0006-1024x682

Jalan Tuparev Dikucuri CSR PT. JSP, Sementara Warga Cilamaya Mengaku Hanya Dapatkan Penderitaan dan Kecemasan

PLTGU PT. JSP (insert: Pri)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 berkapasitas 1.760 Mega Watt (MW), yang dikelola PT. JSP berdiri dan berdomisili di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Namun, saat mendengar adanya pengelolaan CSR (Coorporate Social Responsibility) PT. JSP yang dikucurkan di Jalan Tuparev akhirnya menuai polemik dan kekecewaan dari masyarakat Cilamaya yang berada dilingkungan berdirinya PLTGU tersebut.

Masyarakat menilai, PT. JSP telah menyakiti hati pemuda dan warga masyarakat Desa Cilamaya dan Desa Mekarmaya, dan terkesan seolah menganaktirikan dengan hanya memberikan bayangan penderitaan dan kecemasan atas dampak buruk dari berdirinya proyek PLTGU tersebut.

Hal tersebut dilontarkan oleh Pri, dimana dirinya merupakan salah satu warga Dusun Keserut, Desa Mekarmaya, yang rumahnya sangat dekat dengan berdirinya PLTGU PT. JSP tersebut.

"Jangan menganaktirikan kami, selama ini apa yang kami dapatkan? Hanya penderitaan dan bayangan kecemasan dari dampak buruk yang mungkin bisa saja terjadi kapanpun," keluhnya. Sabtu (31/8/24).

Pri menyebut, pendistribusian CSR tersebut tidak tepat sasaran, karena selama ini masyarakat sekitar disekitar hampir setiap hari terkena imbas oleh suara bising dari corong uap PLTGU tersebut.

"Kenapa harus ada CSR didalam sebuah perusahaan? Karena kita ketahui bersama bahwa itu adalah sebuah respon dari sebuah perusahaan kepada warga terdampak, supaya tidak terjadi gejolak sosial," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pri menegaskan bahwa seharusnya penerima CSR dengan persentase terbesar adalah warga terdampak dari sebuah usaha yang dijalankan. Artinya, jika PT. JSP atau PLTGU mendapat untung (misalnya) melalui penyertaan modal, tentu yang paling layak mendapatkan adalah warga sekitar mega proyek tersebut.

“Bukan malah CSR itu dinikmati warga yang jauh dari area PLTGU, wong namanya aja PLTGU Cilamaya, kenapa CSR nya di jalan Tuparev?," tegasnya.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan Bang Pri tersebut juga menjabarkan, bahwa semua program CSR yang diusulkan PT. JSP ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang hanya sebatas sinkronisasi, agar tidak terjadi tumpang tindih dengan kegiatan Pemerintah Desa (Pemdes), Kabupaten (Pemkab) baik tingkat provinsi (Pemprov) maupun program pusat.

“Bukan kemudian Bappeda yang menentukan sesuai kemauan Pemkab. Ini yang harus dipahami,” tandasnya.

Apalagi, jika semisal (contoh) sekarang ini ada program CSR yang ditangani oleh salah satu dinas, menurutya itu tidak tepat. Walau bagaimanapun, sebaiknya program tersebut tetap perusahaan yang melakukan proses penyalurannya, baik melalui lelang, bidding (penawaran), atau lainnya.

"Biar dinas terkait melaksanakan pekerjaan yang berbasis pada APBD saja. wong silpanya saja banyak, kok malah nambah pekerjaan lain,” sindirnya. (Nunu)*

IMG-20240831-WA0124

CSR PT. JSP Dikucurkan di Jalan Tuparev, Ketua LSM Lodaya Sebut Pengelola Tidak Profesional

Nace Permana, Ketua LSM Lodaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) PT Jawa Satu Power (PT JSP) di Jalan Tuparev, Kecamatan Karawang Barat tuai polemik dan kritik publik Karawang.

Pasalnya, publik menilai lokasi PT JSP ada di Kecamatan Cilamaya Wetan yang semestinya pelaksanaan CSR perusahaan tersebut ada di Cilamaya namun faktanya pelaksanaan CSR PT JSP dialihkan untuk penataan Jalan Tuparev Kecamatan Karawang Barat.

Kritikan tersebut dipertegas oleh Ketua LSM Lodaya, Nace Permana. Bahkan menurutnya, CSR PT JSP di Jalan Tuparev sarat dengan kepentingan tertentu.

“Ya pasti (ada kepentingan), sekarang yang menjadi motif CSR itu dipindahkan ke Jalan Tuparev apa? Itu kan pasti ada motif, kalau sudah bicara motif pasti bicara kepentingan,” kata Nace kepada media, Sabtu (31/8/2024) siang.

Nace mengaskan, apabila kepentingannya adalah untuk masyarakat mestinya lokasi CSR PT JSP itu ada di Cilamaya karena masyarakat terdampaknya ada di Cilamaya.

“Jalan rusak masih banyak di Cilamaya, masyarakat miskin juga masih banyak di sana, nah kenapa tidak mereka yang didahulukan. Bukan di Jalan Tuparev karena itu bukan jalan rusak dan tidak urgen yang harus dirubah, toh selama ini jalan Tuparev juga masih bagus dan layak dilalui,” ujarnya.

Nace meminta pihak Forum CSR harus bertanggung jawab atas polemiknya CSR PT JSP.

“Forum CSR harus transparansi dan harus bisa berikan klarifikasi kepada warga Cilamaya, jangan sampai nanti ada pergerakan dari masyarakat Cilamaya karena mereka merasa dianak-tirikan,” tegasnya.

Nace menambahkan, adanya polemik CSR  PT JSP di Jalan Tuparev merupakan bentuk pengelolaan CSR yang tidak professional.

“Ini merupakan kesalahan besar dalam sisi tata Kelola keuangan, harusnya Forum CSR berpikir bijak, masyarakat terdampak yang harus diutamakan,” tuturnya.

Nace juga menilai, polemik CSR PT JSP di Jalan Tuparev bukan kesalahan di pihak perusahaan, tetapi di pihak Forum CSR. Ketika perusahaan telah keluarkan CSR artinya sudah ada bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Tinggal (ditelurusi) bergesernya uang ini dari perusahaan ke Forum CSR dikemanakan, kecauali kalau memang pengelolaannya langsung ditangan perusahaan, kalaupun pengelolaannya ada diperusahaan tentunya ada titik kepantasan mengapa lokasi CSR-nya ada di Jalan Tuparev,” tutupnya. (red)*

IMG-20240830-WA0085

Tuai Sorotan, Pembelian Alat Berat dan Amphibious Oleh Dinas PUPR Dinilai Berlebihan Dibanding Permasalahan Serius Lainnya di Karawang

Bupati Karawang saat meninjau pelaksanaan uji coba excavator amphibius di Pesisir Pantai Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran. Kamis (29/8/24).

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Kepala Dinas PUPR bersama Bupati Karawang melakukan peninjauan uji coba penurunan atau pengoperasian alat berat berupa excavator jenis amphibious di wilayah Pesisir Pantai yang terletak di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Kamis (29/8/24).

Dalam kesempatannya, Bupati menjelaskan hahwa pengadaan alat tersebut merupakan upaya pemerintah, agar kebutuhan dalam setiap pengerjaan pengerukan saluran maupun yang lainnya dapat terpenuhi dengan baik, khususnya dengan memiliki alat yang memadai untuk di medan sulit seperti di wilayah muara laut.

Ditempat yang sama, H. Rusman selaku Kepala Dinas PUPR saat dimintai keterangannya oleh Jendela Jurnalis menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan pembelian baru. Bahkan, alat tersebut didatangkan langsung oleh pihak penjual lengkap dengan teknisinya untuk dilakukan uji coba di area perairan Ciparagejaya.

"Itu beli baru, barangnya langsung dibawa ke sini dalam rangka uji coba perdana," ucapnya saat diwawancarai Jendela Jurnalis di lokasi uji coba. (29/8/24).

Lebih lanjut, saat ditanyakan alat apa saja yang dibeli dalam pengadaan tersebut, H. Rusman mengatakan bahwa telah dilakukan pembelian 1 unit excavator amphibious dan 2 ponton.

Ketika disinggung mengenai berapa nilai dari pembelian alat berat tersebut, Ia menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan proses pembelian dengan nominal yang tak sedikit, yaitu berada dikisaran belasan miliar rupiah.

Namun, belakangan hal tersebut akhirnya menimbulkan polemik, dimana pembelian alat berat tersebut dinilai tidak terlalu urgent dan terkesan berlebihan dibandingkan dengan permasalahan lainnya yang ada di Kabupaten Karawang.

Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu pengunjung yang turut menyaksikan berjalannya proses uji coba alat berat tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa permasalahan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat umum masih sangat banyak. Salah satunya seperti permasalahan banjir di Karangligar, Abrasi di Cemarajaya, serta permasalahan lainnya.

"Kalo saya rasa, pembelian amphibious untuk di Ciparagejaya ini terlalu berlebihan. Padahal masih banyak permasalahan lainnya yang dirasa lebih penting dan urgent semisal permasalahan banjir di Karangligar, Abrasi di Cemarajaya, Akses jalan ke Tanjung Baru yang hancur, dan masih banyak infrastruktur lainnya yang masih memerlukan perhatian," ungka salah seorang pengunjung disekitar pesisir pantai yang enggan namanya dipublikasikn tersebut kepada Jendela Jurnalis.

Selain itu, Ia menilai, penggunaan anggaran tersebut kurang bijak, sehingga Ia pun malah merasa aneh dan melontarkan pertanyaan yang ada dibenaknya berkaitan dengan proses pencalonan Bupati selaku petahana dalam Pilkada yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Padahal, kalau uang belasan miliar itu dipergunakan secara lebih bijak, bisa saja dibagi dan dialokasikan untuk menangani permasalahan serius lainnya, agar semua tertangani. Atau apa emang karena ini moment menjelang pilkada? Kalau begitu mah ini jadinya malah terkesan dijadikan ajang untuk meraih simpati masyarakat disini," pungkasnya.

Sementara itu, Kabun, S.Pd.I., selaku Kepala Desa Ciparagejaya saat dimintai tanggapannya mengenai realisasi pengadaan alat berat tersebut, dirinya mengaku sangat berterimakasih kepada Dinas PUPR dan Khususnya kepada Bupati Karawang. Namun, saat disinggung mengenai kontrak politik, Kabun menyebut dan mengelak bahwa dirinya tidak memiliki kontrak politik apapun dengan Bupati. (Nunu)*

IMG-20240829-WA0145

Dapatkan Bantuan Amphibious, Kades Ciparagejaya Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Karawang dan Dinas PUPR

Penurunan alat berat (insert : Kades Ciparagejaya)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas PUPR Kabupaten Karawang saat ini tengah melakukan upgrading untuk peralatan yang dimiliki, salah satunya ialah untuk penyediaan alat berat berupa Excavator Amphibious yang diperlukan untuk pengerukan di wilayah muara pantai dan pesisir.

Atas hal tersebut, Kepala Dinas PUPR bersama Bupati Karawang melakukan peninjauan uji coba penurunan atau pengoperasian untuk pertama kalinya alat yang baru dibeli tersebut dipergunakan. Kamis (29/8/24).

Dalam kunjungannya, Bupati Karawang menyempatkan untuk berbincang bersama staff bidang di Dinas PUPR Karawang seperti Bidang SDA dan Bagian Workshoop.

Bupati menjelaskan, pengadaan alat tersebut merupakan upaya pemerintah, agar kebutuhan dalam setiap pengerjaan pengerukan saluran maupun yang lainnya dapat terpenuhi dengan baik, khususnya dengan memiliki alat yang memadai untuk di medan sulit seperti di wilayah muara laut.

Sementara itu, H. Rusman selaku Kepala Dinas PUPR saat dimintai keterangannya menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan pembelian baru. Bahkan, alat tersebut didatangkan langsung oleh pihak penjual lengkap dengan teknisinya.

"Itu beli baru, barangnya langsung dibawa ke sini dalam rangka uji coba perdana," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa alat baru yang akan di uji coba tersebut diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk keberlangsungan dan kelancaran aktifitas nelayan.

Langkah tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Kabun, S.Pd.I., selaku Kepala Desa Ciparagejaya. Ketika diwawancarai Jendela Jurnalis, Ia mengaku sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya oleh Bupati dan Dinas PUPR yang telah menghibahkan alat berat tersebut untuk ditempatkan di Ciparagejaya.

"Saya ucapkan terimakasih banyak, atas upaya pemerintah yang sudah memperhatikan dan merealisasikan apa yang selama ini menjadi harapan nelayan, terlebih atas permasalahan yang selama ini terjadi," ucapnya.

"Insya Allah, kami sebagai penerima manfaat dan penerima amanah, akan menjaga dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Kabun menerangkan, beberapa tahun ini aktifitas nelayan kerap kalo terganggu atas sering terjadinya pendangkalan di wilayah muara sungai Cibulan - Bulan, sehingga pengerukan sedimen harus lebih sering dilakukan. Dengan adanya alat yang akan selalu standby diwilayah tersebut, Ia berharap hal tersebut akan menjadi solusi terbaik untuk permasalahan pendangkalan. (Nunu)*

IMG-20240829-WA0068

Banjir Dukungan, Deklarasi untuk Pasangan Acep- Gina di Karangpawitan Dihadiri Ribuan Kader dan Relawan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pasanga bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PAN serta Partai Non Parlemen dipastikan akan mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawanghari ini Kamis, 29 Agustus 2024 .

Kehadiran mereka di KPU diperkirakan akan menarik perhatian besar, karena akan dikawal oleh 3 mantan Bupati Karawang serta seluruh pengurus, simpatisan, dan para relawan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.

Sejak diumumkan sebagai pasangan calon, Ajam dan Gina telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan ini terlihat dari antusiasme para pendukung yang akan ikut mengiringi pendaftaran mereka.

Para pengurus partai, simpatisan, dan relawan telah berkoordinasi untuk mempersiapkan iring-iringan yang akan bergerak bersama-sama dari titik kumpul di Lapangan Karangpawitan Karawang

Iring-iringan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga wujud harapan besar dari masyarakat Karawang yang menginginkan keberlanjutan pembangunan dan perubahan positif di kabupaten Karawang.

Ajam dan Gina yang dikenal dengan visi dan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat, bertekad untuk melanjutkan pengabdian mereka dengan semangat dan komitmen yang lebih kuat.

Proses pendaftaran di KPU Karawang ini menjadi momen penting bagi pasangan Ajam dan Gina dalam langkah awal mereka menuju kontestasi Pilkada 2024. Semua mata kini tertuju pada pasangan ini, yang diharapkan dapat membawa Kabupaten Karawang ke arah yang lebih baik di masa depan. (red)*

IMG-20240827-WA0087

Dukung Paslon Ajam – Gina, Tiga Mantan Bupati Karawang Turun Gunung

Kompilasi Foto 3 Mantan Bupati Karawang bersama Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Kontestasi Pilkada Karawang 2024 diprediksi bakal menarik dan membetot perhatian publik Karawang.
Pasalnya, selain terindikasi kuat hanya ada dua pasangan calon (paslon) yang head to head, yakni paslon H. Aep Syaepuloh-Maslani dan paslon Acep Jamhuri (Ajam)-Gina Fadlia Swara, ada sejumlah tokoh besar yang akan turun gunung untuk memenangkan paslon Ajam-Gina.

Tokoh besar yang dimaksud adalah tiga mantan Bupati Karawang yakni Dadang S Muchtar yang menjabat Bupati selama dua periode, 1996-2000 dan 2005-2010, H. Ade Swara menjabat Bupati periode 2010-2014 dan terakhir ada Cellica Nurrachadiana menjabat Bupati dua periode 2015-2020 dan 2020-2023.

Kehadiran dan support tiga mantan bupati tersebut disambut riang oleh anggota Badan Penyelidik dan Upaya Penyatuan Pemimpin Karawang (BPUPPK) Dadan Suhendarsyah.

“Tiga mantan Bupati Karawang yang kebetulan punya afiliasi kepada partai pengusung ataupun kedekatan personal dengan paslon Ajam-Gina tentu tak bisa dibantahkan bahwa mereka adalah sosok yang memiliki basis loyalis militan saat mereka bertanding dan bertandang di Pilkada sebelumnya,” ucap Dadan kepada media, Selasa (27/8/2024) siang.

Terlepas bahwa setiap pemimpin pasti ada sisi kekurangannya, kata Dadan, namun mereka tercatat meraih kemenangan dalam kontestasi politik. Jadi, pemilih saat ini pun bisa digarap dari berbagai segmen, sementara kekurangannya saling tutupi, sedangkan kelebihannya saling menyempurnakan dan melengkapi.

Dadan pun mengaku sangat optimis dengan adanya dukungan tiga mantan bupati maka paslon Ajam-Gina bisa menangkan kontestasi Pilkada Karawang 2024.

“Figur paslonnya laku di hati pemilih dan disempurnakan dengan kehadiran para mantan Bupati yang basis loyalisnya tak perlu diragukan lagi, mereka sudah terbukti dan teruji bukan sekedar klaim tanpa isi,” tutupnya. (red)*

IMG-20240825-WA0099

Resmi Diusung Partai Demokrat, Pasangan Acep Jamhuri – Gina Fadlia Swara Mantap Melaju di Pilkada Karawang 2024

Foto saat penyerahan surat dukungan dari DPP Partai Demokrat kepada Pasangan Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara sebagai kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang

Jendela Jurnalis JAKARTA - Partai Demokrat secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Drs. Acep Jamhuri, M.Si dan Gina Fadlia Swara sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang dalam Pilkada 2024. Penyerahan rekomendasi ini dilakukan pada Minggu, 25 Agustus 2024, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl. Proklamasi No. 41, Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara yang didampingi oleh mantan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, serta Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, Pendi Anwar. Selain itu, sejumlah kader Partai Demokrat juga turut hadir untuk memberikan dukungan moral bagi pasangan calon yang diusung.

Dalam kesempatan tersebut, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk mendukung Acep-Gina dalam upaya meraih kemenangan pada Pilkada Karawang yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat Kabupaten Karawang untuk memilih pasangan tersebut sebagai pemimpin mereka di masa depan.

Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, Pendi Anwar, menyampaikan bahwa pasangan Acep-Gina memiliki rekam jejak yang mumpuni dan visi yang jelas untuk memajukan Karawang.

"Kami yakin pasangan ini mampu membawa perubahan positif dan menjawab tantangan pembangunan di Karawang," ujarnya.

Dengan dukungan resmi dari Partai Demokrat, Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara kini semakin siap untuk berkampanye dan menyampaikan program-program unggulan mereka kepada masyarakat Karawang.

Pasangan ini bertekad untuk membawa Karawang ke arah yang lebih baik dengan fokus pada pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (red)*

IMG-20240819-WA0040

Kunjungi Desa Tegalurung, BP3MI Jabar bersama Kawan PMI Karawang Fasilitasi Purna PMI di Cilamaya Kulon untuk Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Petugas BP3MI dan Ketua Kawan PMI Karawang bersama Kepala Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka melakukan pembinaan terhadap Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia), BP3MI (Balai Pelaksana Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Provinsi Jawa Barat bersama Kawan PMI (Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Karawang kini tengah mempersiapkan program pelatihan kewirausahaan. Senin (19/8/24).

Hal tersebut sebagaimana yang dilakunan oleh Ferdy Ramadhan, S.M., dan Bella Suci Pertiwi, S.E., selaku Petugas dari BP3MI Jawa Barat bersama Kawan PMI Karawang. Yang dimana hari ini mereka tengah melakukan kunjungan ke Kantor Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam kunjungannya, puluhan Purna PMI asal Kecamatan Cilamaya Kulon dikumpulkan di Aula atau Gedung Serba Guna Desa Tegalurung, untuk dilakukan validasi dan seleksi, guna dapat mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan yang akan diselenggarakan pada September mendatang.

Adapun untuk pelatihannya, Bella Suci Pertiwi, S.E., menerangkan bahwa untuk mengikuti pelatihan, nantinya akan diseleksi, karena kuota peserta untuk peserta pelatihan hanya untuk 20 orang saja. Maka dari itu, dilakukanlah seleksi sesuai kriteria yang dimaksud.

"Untuk pelatihannya nanti kita akan laksanakan Bulan September, dan akan berjalan selama 4 hari," terangnya.

Pengurus Kawan PMI Karawang saat memberikan sosialisasi kepada calon peserta kewirausahaan

Sementara itu, H. Ahmad Fanani, S.Pd., dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa atas digelarnya program pelatihan tersebut, semoga bisa memberikan dampak dan manfaat yang positif untuk para Purna PMI.

"Semoga dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini, bisa memberikan dampat dan manfaat yang positif untuk Ibu dan Bapak sebagai Purna PMI," ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap Pemerintahan Desa Tegalurung yang telah bersedia memberikan fasilitas gedung serba guna yang belum lama ini selesai dibangun tersebut dipergunakan untuk tempat seleksi maupun tempat penyelenggaraan pelatihan nantinya.

"Saya ucapkan banyak terimakasih juga untuk Pemdes khususnya Kades Tegalurung yang telah memfasilitasi seleksi ini, dengan mengizinkan gedung serba guna ini untuk berjalannya kegiatan kami," tambahnya.

Menanggapi adanya program pelatihan tersebut, Toto Nur Anwari selaku Kepala Desa Tegalurung mengaku sangat mengapresiasi langkah BP3MI dengan Kawan PMI Karawang tersebut. Menurutnya, Purna PMI memang harus dibekali dengan keterampilan, agar mereka dapat mandiri dengan berwirausaha.

Lebih lanjut, atas dipergunakannya gedung serba guna yang belum lama selesai dibangun tersebut, Ia mengaku sangan bersyukur, karena meskipun gedung tersebut belum 100 % rampung, akan tetapi sudah memiliki nilai manfaat untuk warga sekitar, khususnya untuk warga di Kecamatan Cilamaya Kulon.

Adapun dalam penggunaanny, Ia mengatakan bahwa dengan adanya gedung tersebut, pihaknya akan selalu terbuka untuk memfasilitasi kegiatan apapun yang memiliki nilai positif dari intansi-intansi, baik dari luar daerah maupun dari tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, sehingga asas manfaat dari adanya gedung tersebut pun terpenuhi sesuai ketentuannya.

"Mungkin kedepannya fasilitas gedung serba guna akan lebih dimantapkan lagi," pungkasnya. (Nunu)*