admin

IMG-20220519-WA0004

Diduga Izinnya Belum Resmi, Apotek Deudeuh Di Bayur Kidul Sudah Berani Beroperasi.

Foto Apotek Deudeuh, Bayur Kidul, Cilamaya Kulon.

Jendela Jurnalis Karawang -
Masih adanya Apotek yang diduga belum memiliki surat izin apotek lengkap di kabupaten Karawang, tentunya menimbulkan pertanyaan bagi pihak masyarakat, sudah sejauh mana tanggung jawab Dinas Kesehatan, Perizinan dan Balai Pom terkait sebagai pengawas obat - obatan dan izin dalam berusaha.

Terkait akan hal tersebut, awak media ini mencoba mengkonfirmasi Apotek yang diduga belum memiliki surat ijin yang lengkap, tapi tetap beroperasi tanpa pengawasan. Salah satunya yaitu Apotek Deudeuh yang berlokasi di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.

Namun pada saat di konfirmasi oleh awak media ini kepada pemilik apotek, pemilik tidak ada ditempat, akan tetapi hanya ada penjaga apotek yang berada di lokasi.

"Iya pa, kami udah buka lama, masalah perizinan Apotek ini saya tidak tahu menahu, coba bapak hubungi pemiliknya pak H. Budi”ucapnya, pada jurnalis, Jum'at (13/5).

Saat masalah tersebut dikonfirmasikan kepada pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) Kabupaten Karawang, melalui bagian pendaftaran perizinan, Dadan, menyebutkan bahwa apotek Deudeuh belum melengkapi ijin keseluruhannya terkait operasional apotek.

"Baru tadi masuk untuk proses surat ijin praktek tenaga teknis. Untuk ijin operasional apotek belum. Karena ijin untuk apotekernya dulu diselesaikan. Dan tentunya kalau surat ijin itu belum keluar, apotek tersebut dilarang untuk buka dulu" ungkapnya.
(Red.)

IMG-20220514-WA0000

Pelaksanaan PAW Kades Cilewo Direncanakan Digelar Tahun Ini.

Foto suasana di ruang rapat DPMD Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang menggelar rapat pembahasan pemilihan antar waktu Kepala Desa Cilewo, di ruang rapat DPMD Kabupaten Karawang, Jum'at (13/5/2022).

Rapat tersebut dihadiri oleh pihak DPMD Kabupaten Karawang, Camat Telagasari, Pemerintah Desa Cilewo dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cilewo.

Diketahui, sepeninggal Kades Abun Bunara yang terpilih dari hasil Pemilihan Kepala Desa di Karawang pada tahun 2021 meninggal dunia pada 16 Mei 2021 lalu dikarenakan akibat sakit.

Otomatis mengakibatkan adanya kekosongan jabatan Kades. Akhirnya tidak berselang waktu lama, Pemerintah Desa Cilewo Kecamatan Telagasari memiliki Kepala Desa (Kades) berstatus Penjabat Sementara (PJS).

Status PJS hingga kini, di sandang oleh Staff Pemdes DPMD Karawang, Nunu Nugraha, hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 141.1/Kep.375-Huk/2021 tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat kepala desa dan pengangkatan Penjabat Sementara Kades Cilewo tertanggal 26 Juli 2021 lalu.

PJS Kades Cilewo, rencananya akan menjalankan tugas sampai dengan terpilihnya Kepala Desa baru hasil pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Namun, sayangnya hingga saat ini, Pergantian Antar Waktu Kepala Desa Cilewo Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang masih terkatung-katung belum ada tanda-tanda hal tersebut akan dilaksanakan.

Alhasil, dalam rapat yang digelar antara DPMD, Camat Telagasari, Pemerintah Desa Cilewo dan BPD Desa Cilewo, menghasilkan keputusan, bahwa pelaksanaan PAW Kades Cilewo akan segera di laksanakan dalam beberapa bulan ke depan.

Tentunya, masyarakat Desa Cilewo sangat menyambut baik rencana akan dilaksanakannya pemilihan PAW Kades Cilewo. Salah satunya, D. Sutedjo MS, warga desa Cilewo, dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Karawang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang, yang sudah menerima kembali ajuan BPD Desa Cilewo Kecamatan Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, untuk melaksanakan pemilihan PAW Kepala Desa di Desa Cilewo.

"Mudah-mudahan pemilihan Pergantian Antara Waktu (PAW) Kepala Desa Cilewo segera di laksanakan. Informasinya, kemungkinan akan digelar sekitar bulan Agustus 2022, karena tahapannya di mulai dari Bulan Juni, Juli, Agustus" ucap Sutedjo kepada Wartawan, Jum'at (13/5/2022).

Dirinya menuturkan, kepada siapapun masyarakat desa Cilewo, yang menginginkan untuk menjadi calon Kepala Desa Cilewo sah-sah saja. Siapapun berpeluang untuk menjadi Kepala Desa Cilewo, namun pada intinya jangan sampai ada konflik kembali seperti sebelumnya.

"Karena jika terjadi ada konflik atau tidak kondusif, kemungkinan pemerintah daerah Kabupaten Karawang akan mengundurkan kembali pelaksanaan pemilihan PAW Desa Cilewo" terangnya.

"Apalagi beberapa waktu lalu sempat ada yang mengajukan penggantian PJs Kades Cilewo, tentunya menurut saya hal itu tidak benar dan salah, karena PJs itu tidak bisa di ganti sebelum pelaksanaan pemilihan PAW yang menghasilkan Kepala Desa Definitif" tambahnya.

Sutedjo mengajak kepada masyarakat Desa Cilewo, agar mensukseskan pesta demokrasi ini. Karena siapapun yang akan mengikuti pentas politik untuk mencalonkan sebagai Kepala Desa semuanya berhak sebagai masyarakat desa Cilewo.

"Saya sarankan kepada pemerintah Desa Cilewo terutama BPD, jalankan aturan dengan semaksimal mungkin, dan jangan pernah takut jika ada ancaman dari kiri ataupun kanan. Jalankan sesuai dengan koridor yang telah di tetapkan, demi terlaksananya pesta demokrasi pemilihan PAW di Desa Cilewo yang sesuai aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan" saran Sutedjo.

Lebih lanjut Sutedjo mengungkapkan, pihaknya sangat mensupport kepada BPD Desa Cilewo, untuk melaksanakan pemilihan PAW Kepala Desa Cilewo yang terbuka dan bersih.

"Sekali lagi saya mohon jaga kondusifitas sampai dengan hari pelaksanaan PAW Desa Cilewo.
Siapapun yang akan menjadi Kepala Desa Cilewo, yang penting bertujuan untuk memajukan Desa Cilewo lebih baik untuk kedepannya". Pungkasnya.

(Tata/Red)

IMG-20220513-WA0000

Terkait Isu Bakso Tikus, Kapolres Karawang : “Hasil Uji Lab Itu Negatif Bukan Daging Tikus Tapi Daging Sapi”.

Foto Kapolres Karawang saat memberikan penjelasan dalam Press Release.

Jendela Jurnalis Karawang -
Polres Karawang bersama Subkor Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Karawang, menggelar Press Release hasil pengujian laboratorium, terkait adanya dugaan bakso tikus yang trending dan viral di media sosial yang menghebohkan di masyarakat Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menegaskan postingan yang viral di media sosial (medos) dimana menyebutkan bahwa ada bakso tikus di Karawang itu tidak benar.

Hal itu berdasarkan hasil pengujian laboratorium dari Dinas Pertanian Karawang maupun Dinas Kesehatan Karawang.

"Dari pengujian sampel sisa bakso yang dimakan salah satu warga yang memposting di medsos, juga sampel dari lokasi penjual baksonya, hasilnya negatif daging tikus," tutur Kapolres Karawang saat melaksanakan Press rilis di halaman Polres Karawang, Jumat (13/5/2022).

Kapolres Karawang mengatakan, pihaknya penting melakukan langkah-langkah cepat agar informasi yang menjadi bola liar ini segera terkonfirmasi kebenarannya.

Apalagi ini menyangkut usaha makanan ditengah sedang berusaha pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

"Muncul di medsos bahwa di Karawang ada bakso tikus. Ini sempat jadi bola liar, kami melakukan langkah-langkah cepat, menemui wanita yang posting itu. Lalu menemukan sisa bakso yang diduga bakso tikus itu, kami juga lakukan penyelidikan di lokasi yang diduga menjual daging tikus. Jadi kedua sampel itu kami kirim ke lab untuk di uji," ungkap Aldi.

Sementara itu, Subkor Kesehatan Hewan (Keswan) Kesmafet pada Dinas Pertanian Karawang Siti Komalaningsih menyatakan, atas kehebohan itu pihaknya bersama pengujian laboratorium serta Kementerian Pertanian dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hewan melakukan identifikasi spesies tikus.

"Kandungan bakso dari sampel bakso yang viral itu. Hasilnya selama 2 hari 11-12 Mei itu negatif, bukan daging tikus. Bakso itu aman daging sapi," terang Siti.

Terkait daging seperti mirip buntut tikus itu, dikatakan Situ, bahwa itu urat yang tidak halus saat proses pengolahan.

"Jadi ditegaskan sekali lagi, hasil uji lab itu negatif bukan daging tikus tapi daging sapi," tandasnya.

(Red).

IMG-20220509-WA0005

Motivasi Dari Rikha Dewi Fitria SH, Gadis Cantik Mojang Jajaka Karawang 2019.

Foto Rikha Dewi Fitria SH.

Jendela Jurnalis Karawang - Cantik, Muda, Pintar dan Berprestasi, itulah kata-kata yang pantas untuk ditujukan ke Gadis yang bernama Rikha Dewi Fitria SH. Karena di usianya yang baru menginjak 21 tahun saja ia sudah menjadi seorang gadis yang sukses dan berkharisma, dan terbilang gemilang dalam karirnya.

Gadis yang pernah menjadi finalis Mojang Jajaka Kabupaten Karawang pada tahun 2019 tersebut kini telah semakin sukses berkarir sebagai Brand Ambassador untuk beberapa produk kecantikan ternama yang ada di Indonesia. Selain itu ia juga kerap mendapatkan beberapa tawaran untuk menjadi motivator bagi generasi milenial dalam seminar.

Ketika team Jendralnews berkesempatan untuk bertemu di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Ciampel pada Senin (09/05/2022), ia banyak bercerita tentang perjalanan hidupnya dari beberapa tahun kebelakang hingga ia berada di titik seperti saat ini.

Dalam kesempatannya, ia menyampaikan pesan berupa motivasi untuk generasi milenial, untuk selalu bermimpi, agar menjadi sebuah motivasi dan terus berkarya untuk negeri.

"Saya selalu mengajak untuk remaja yang ada di Kabupaten Karawang khususnya, umumnya di Jawa Barat dan di seluruh Indonesia untuk terus bermimpi, karena sebagai generasi muda, sebagai Enter Of Change, sebagai penerus bangsa, terus bermotivasi dan terus berkarya, untuk menjadikan negeri ini lebih hebat lagi, khususnya untuk remaja di Kabupaten Karawang." Tuturnya.

Selain menyampaikan motivasi, sebagai anak yang berbakti, Rikha juga mengucapkan rasa terimakasih kepada kedua orang tuanya yang selalu mendoakan dan mensupport, ia juga berterimakasih untuk orang-orang disekelilingnya.

"Saya juga berterimakasih banyak untuk kedua orangtua saya yaitu Bp H. Zaenury Alfadly SH.MH dan Ibu Hj. Eva Novianti S.Pdi, yang selalu mendoakan saya, mendukung saya disetiap heningnya malam, disetiap cerahnya pagi selalu membantu, mensupport, dan juga orang-orang baik disekeliling saya. Ucapnya.

Di akhir obrolan, Rikha juga kembali menyampaikan pesan untuk seluruh masyarakat, ia meyakini bahwa kekuatan yang besar itu terlahir dari tanggungjawab yang besar pula.

"Kembali saya berpesan saya untuk seluruh masyarakat kabupaten karawang khususnya, bahwasanya Great Power Comes Great Responsibility, yang artinya kekuatan yang besar lahir dari tanggungjawab yang besar. Seperti didikan dari kedua orangtua saya, bahwasanya bersenang jangan tertawa, bersedih jangan menangis, teruslah bersyukur menghadapi kehidupan." Tutupnya.
(NN).

IMG-20220509-WA0003

Diduga Ada Aroma Kolusi Dibalik Ambruknya Plafon DPRKP.

Foto plafon DPRKP yang ambruk.

Jendela Jurnalis KARAWANG - Ambruknya plafon gedung depan dan toilet Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) di Gedung Pemda 2 disorot pengamat kebijakan pemerintah Karawang, Asep Agustian.

Bahkan, dengan tanpa tedeng aling-aling, pria berkacamata yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) itu mencium aroma kolusi dibalik ambruknya plafon DPRKP.

“Pihak dinas terkait jangan suka bohong, karena kalau dilihat dari foto tampak seperti sudah ada pelaksanaan perbaikan flapon gedung yang rusak, sementara pejabat DPRKP bilangnya nanti akan diperbaiki oleh DPUPR,” kata Ketua Peradi Karawang ini kepada awak media, Senin (9/5/2022).

Askun meminta agar dinas terkait untuk tidak menutup-nutupi dibalik ambruknya plafon tersebut. Memang benar ada anggaran sebesar kurang lebih Rp2 miliar tahun 2022 untuk pemeliharaan gedung Pemda 2 oleh DPUPR, namun proyek tersebut belum ditenderkan. Ini merupakan efek keterlambatan pihak Pemkab Karawang.

“Justru dari sini tercium aroma kolusi. Mengapa belum ada lelang pemeliharaan gedung Pemda 2, tapi kok tampak dari foto seperti sudah ada pelaksanaan plafon yang rusak itu. Ingat ya ini lelang atau melalui LPSE bukan penunjukan langsung (PL),” tegasnya.

Askun menuding pejabat DPRKP telah lakukan kebohongan. Yang terjadi sebenarnya diduga telah ada pelaksanaan perbaikan plafon rusak tersebut, namun Askun mempertanyakan apakah pelaksanaan tersebut sudah ada surat perintah kerja (SPK) atau dikerjakan tanpa ada SPK.

“Pihak siapa yang telah mengerjakan perbaikan kerusakan itu? Ingat ya tidak ada yang namanya PL,” ucapnya mempertanyakan.

Dalam hal ini, sambungnya, Askun meminta kepada pihak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut dugaan aroma kolusi perbaikan plafon DPRKP.

“Jika memang benar sudah ada pelaksanaannya, maka tangkap pemborongnya atau siapapun pihak yang telah keluarkan SPK tersebut karena sudah melanggar aturan,” tutupnya.
(Red).

IMG-20220509-WA0001

Tanjung Baru, Destinasi Wisata Bahari Di Pesisir Cilamaya Kulon Kini Kondisinya Memprihatinkan.

Foto suasana pantai Tanjung Baru.

Jendela Jurnalis Karawang -
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahudin Uno, saat kunjungan ke Pandeglang beberapa waktu lalu dalam rangka program pengembangan Kabupaten Kota kreatif, melalui workshop dan pendampingan untuk meningkatkan Inovasi dan Kewirausahaan pelaku ekraf di Indonesia,

Sandiaga sempat mengatakan, pengembangan pariwisata akan menjadi modal dasar untuk pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

“Mari kita wujudkan indonesia menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Ekonomi kreatif akan tumbuh seiring perkembangan pariwisata,”ucapnya saat itu.

Namun, sepertinya di kabupaten Karawang hal itu sangat jauh dari harapan. Dikarenakan, akses infrastruktur yang menuju destinasi wisata Bahari pun seperti luput dari perhatian pihak terkait, padahal untuk meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar tempat wisata seharusnya mendapatkan perhatian khusus.

Seperti akses infrastruktur jalan menuju tempat wisata Bahari Tanjung Baru Desa Pasir Jaya Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Diduga sudah hampir 20 tahun lamanya belum tersentuh oleh pihak Dinas terkait.

Pantauan Media pada Minggu (6/5/2022), awal memasuki infrastruktur jalan menuju pantai Tanjung Baru dari Kantor Desa Pasir Jaya, sudah terlihat kerusakan jalan yang menuju lokasi tempat wisata Bahari Tanjung Baru.

Sepanjang jalan terlihat kerusakan amat memprihatinkan, terlihat jalan tanah tanpa adanya aspal maupun beton. Mungkin bila hujan turun, jalan tersebut akan penuh dengan kubangan air dan lumpur yang tentunya akan terasa licin.

Foto akses jalan menuju pantai Tanjung Baru.

Memasuki lokasi wisata pantai Tanjung Baru, terlihat jelas betapa kumuh dan banyak sekali bangunan rumah makan dan warung-warung terbuat dari bahan bambu pun yang terbengkalai, serta banyaknya sampah dan puing-puing material bangunan berserakan dimana-mana.

"Sudah hampir 20 tahun lamanya, di tempat wisata Tanjung Baru Cilamaya ini seperti tidak mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Infrastruktur jalan pun seolah dibiarkan rusak" ucap Ali warga setempat mengawali pembicaraan dengan jurnalis Nuansa Metro, Minggu (6/5/2022).

Menurutnya, dia merasa prihatin dengan kondisi tempat wisata Tanjung Baru yang dulu sewaktu Bupati Achmad Dadang, menjadi kebanggaan warga Karawang karena benar-benar mendapat perhatian yang serius.

"Sehingga dampak dari perhatian Pemkab Karawang saat itu, berdampak kepada perekonomian warga disini. Warga dapat menjalankan usaha dagangnya di lokasi ini. Bahkan para anak-anak mudanya pun mendapatkan penghasilan" ungkap Ali.

Ali mengungkapkan, apabila pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Karawang setelah Bupati Achmad Dadang lengser, serius dan melanjutkan pemeliharaan terhadap tempat wisata Bahari Tanjung Baru, mungkin nasib Pantai Tanjung Baru Cilamaya tidak akan seperti ini.

Ali berharap, Bupati Karawang kedepannya, agar dapat memperhatikan dunia pariwisata di kabupaten Karawang. Terutama destinasi wisata Bahari di wilayah Utara Kota Karawang.

Ditempat yang sama, wisatawan Pantai Tanjung Baru Cilamaya, bernama Wawan (50) asal Purwakarta, saat diwawancarai oleh media ini, mengungkapkan rasa keprihatinan nya melihat kondisi pantai Tanjung Baru Cilamaya yang terlihat kumuh dan tidak tertata rapi.

"Waktu tahun 2003 kami bersama keluarga sempat datang kesini, karena waktu itu saya pernah beli kaset VCD Tanjung Baru Cilamaya. Sungguh indah dan bagus banget, bahkan kalau tidak salah, dulu ada tempat trek motor trail. Namun sekarang saya kesini lagi sudah tidak terurus, jalannya pun rusak" terang Wawan.

Wawan menuturkan, bahwa pengunjung tempat wisata Tanjung Baru terlihat sepi pengunjung.

"Saya datang dari pagi jam 9 sudah disini. Mungkin orang yang mau berlibur ketempat ini berpikir dua kali. Karena infrastruktur jalan yang menuju ke lokasi pun sangat memprihatikan. Apalgi kalau hujan turun, pasti licin karena jalannya masih tanah tidak beraspal dan berbeton" tuturnya.

(Red).

IMG-20220509-WA0000

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Sinar Jaya Oleng Dan Terguling di Tol Japek.

Foto Bus yang terguling di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Jendela Jurnalis BEKASI - Sebuah bus Sinar Jaya bernomor polisi B-7354-TGA pengangkut masyarakat hendak melakukan perjalanan balik mudik terlibat kecelakaan, Minggu (8/5/2022) pagi. Kecelakaan tersebut menyebabkan sembilan orang luka ringan.

Kasat lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Arga Dija mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekira pukul 05.15 WIB.

"Laporan yang kami terima pukul 07.45 WIB dari petugas PJR Polri, sementara kendaraaan yang terlibat yaitu Bus Sinar Jaya B-7354-TGA yang dikemudikan oleh S (47)," ujar Kasatlantas Polres Metro Bekasi, Kompol Arga Dija dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/5/2022).

Terkait kecelakaan lalu lintas tersebut, ia mengatakan ada 54 penumpang di dalam bus.

"Iya, bus pengangkut pemudik, ada 54 penumpang," kata Arga Dija.

Sementara peristiwa tersebut bermula, ketika bus yang dikemudikan SA (47) melaju di lajur 1 arah Timur menuju Barat, diduga pengemudi dalam keadaan mengantuk.

"Saat di lokasi kejadian pengemudi tersebut mengantuk kemudian kehilangan kendali oleng ke kiri dan menabrak beton barrier pembatas Chevron, selanjutnya bus tersebut terbalik dengan posisi terakhir ban kiri di atas," ungkapnya.

Akibat insiden tersebut, sembilan orang penumpang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Hospital Cikarang. Sementara bus tersebut mengalami rusak pada bagian depan dan samping kanan bodi bus.

"Luka ringan semua, untuk kendaraan yang terlibat dan asset milik Jasamarga mengalami rusak," katanya. (*)

Red.

Polish_20220508_193309344

Viral Dugaan Bakso “Tikus” Di Karawang, Kapolres Akan Segera Cek Kebenarannya.

Gambar dalam video-video yang beredar di media sosial, memperlihatkan bahan baku bakso yang diduga menyerupai buntut tikus.

Jendela Jurnalis KARAWANG - Polisi akan menyelidiki soal viral bakso "Tikus" di Karawang, Jawa Barat (Jabar). Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan akan mengecek kebenarannya.

"Kami akan segera cek kebenarannya," kata AKBP Aldi Subartono, Sabtu (07/05).

Bakso 'tikus' tersebut ramai diperbincangkan warganet di Karawang. Sebuah akun TikTok mengunggah video terkait.

Dalam unggahannya, perekam video mengaku trauma saat membeli bakso di Karawang karena diduga bakso tikus. Dia kemudian memuntahkannya

"Beli baksonya dì Karawang. Jadi trauma makan bakso, mana malem itu lagi lapar-laparnya. Jadi pakai nasi, terpaksa dimuntahin semua sampai perut kosong," tulis akun pengunggah.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, dia juga benar-benar memperlihatkan bagian yang diduga buntut tikus, yang bentuknya memanjang dan sangat keras sehingga tidak bisa dipotong menggunakan sendok.
(Red)

IMG-20220506-WA0002

Perizinannya Masih Diragukan, Waterpark Indah Jaya di Desa Kampungsawah Sudah Beroperasi.

Foto didalam area Water Park Indah Jaya yang sudah beroperasi. (Sumber : Nuansa Metro)

Jendela Jurnalis Karawang -
Taman bermain air atau Water Park Indah Jaya, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang di duga belum mengantongi Izin.

Namun pengelola dan manajemen water park tersebut sudah berani mengoperasikannya.

Hal itu terungkap dari ungkapan pihak pengelola water park bernama Tasman, saat dikonfimasi awak media ini, dia mengungkapkan, bahwa untuk perijinan water parknya masih dalam proses pengurusan.

Tasman juga mengakui, terkait perizinan tersebut, hanya baru mengantongi Izin Surat Keterangan Usaha (SKU) dari pihak Desa setempat, Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Commanditaire Vennootschap (CV).

"Saya urus sendiri tidak melalui siapa-siapa untuk perizinannya, masih dalam proses dan sudah berjalan, abis lebaran saya akan langsung merapat ke dinas terkait, selain itu pak Camat, MP juga sudah mengetahui, dan yang sudah jadi SKU dari Desa, SITU, NIB dan CV," Ucapnya.

Selanjutnya, Tasman juga menyampaikan, bahkan dari pihak Kecamatan Jayakerta sudah berkomunikasi dengan dirinya. Selain itu dirinya juga memohon kepada salah satu oknum Satpol PP agar membantu dan mendorong untuk mengurus perizinan tersebut.

"Saya sudah menyampaikan ke salah satu oknum satpol PP di Kecamatan Jayakerta untuk bisa membantu proses perizinan. Selain itu ketika saya mengurus CV tersebut, saya juga memberikan sejumlah uang sebesar Rp.1.500.000 kepada salah satu oknum satpol PP Kecamatan Jayakerta, berharap agar bisa secepatnya membantu perihal perizinan tersebut" ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Budiman Achmad, S.Sos. MAP selaku Camat Jayakerta saat di konfirmasi melalui pesan via WhattApp mengatakan, bahwa untuk perizinan Waterpark Indah Jaya di Dusun Pasar, RT 03/01, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, bahwa pihaknya belum menerima rekomendasi apapun terkait Izin tersebut.

"Ya belum menerima rekomendasi apapun terkait perizinan Waterpark Indah Jaya yang berada di Desa Kampungsawah. Tapi kenapa sudah diresmikan dan jika melihat skala usaha itu harus ada AMDAL dan kajian lingkungan, sehabis lebaran kita investigasi ke lokasi," jelas Budiman.

Selain itu, Suhendar MP Kecamatan Jayakerta saat dikonfirmasi awak media ini, juga mengungkapkan belum ada pelaporan terkait pengurusan Izin Waterpark Indah Jaya, bahkan dirinya juga mengatakan akan menyelidiki terkait tanda tangan Camat yang tertera di perizinan SITU tersebut.

"Saya juga sedang menyelidiki terkait tanda tangan pak camat di surat izin SITU nya, pak camat juga merasa belum tanda tangan, tapi di surat izin SITU tersebut sudah tercantum tanda tangan pak Camat, Saya juga sudah konfirmasi ke pak camat,"
Pungkasnya.

(Tim NM/Red).

IMG-20220506-WA0000

Wisata Berakhir Duka, Anak 9 Tahun Meninggal Akibat Tenggelam Di Green Canyon Karawang.

Foto pencarian korban tenggelam di tempat wisata green canyon.

Jendela Jurnalis Karawang -
Objek Wisata Green Canyon menjadi idola wisata bagi warga Karawang Jawa Barat. Saat-saat hari libur tempat wisata yang berada di Loji Kecamatan Tegalwaru itu banyak dikunjungi orang, baik dari berbagai tempat di Karawang maupun dari luar kabupaten Karawang.

Namun sangat disayangkan, di hari libur lebaran tahun ini, tempat wisata itu memakan korban. Seorang anak usia 9 tahun meninggal dunia karena tenggelam.

Korban tenggelamnya seorang anak bernama Aditya (9), warga yang beralamat di Dusun Cinara RT.005/002 Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, hal itu langsung menjadi viral di media sosial.

Foto saat evakuasi korban.

Peristiwa duka tersebut terjadi pada Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 14.00 WIB, di Obyek Wisata Green Canyon. Saat itu korban sedang berenang bersama Dede Rifai dan Jelda Azahra ditempat renang alam Green Canyon, pada saat berenang itulah Korban Aditya dan Jelda Azahra terlepas dari pegangan Dede Rifai, dan mereka tenggelam.

Beberapa saat kemudian Jelda Azahra berhasil diselamatkan, sementara Aditya belum diketemukan dan setelah kurang lebih 5 menit kemudian, Korban berhasil diketemukan dan langsung di evakuasi ke Puskesmas Cariu namun nyawanya sudah tidak tertolong.
(Abdul R/Red)