Bulan: November 2024

IMG-20241105-WA0046

Kepsek SDN Segaran lll Keluhkan Proyek Pembangunan yang Dinilai Belum Selesai Namun Sudah Ditinggal Pelaksana

Pembangunan SDN Segaran lll

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Proses pembangunan satu ruang kelas baru (RKB) di SDN Segaran III, yang berlokasi di Dusun Sumurjaya, Rt. 12/04, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa barat menyisakan banyak masalah bagi pihak sekolah. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Palapa Dig Jaya dengan anggaran sebesar Rp199.750.000,00 tersebut tampaknya belum diselesaikan dengan baik. Selasa (5/11/24).

Kepala SDN Segaran III, H. Usman S.Pd., mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pembangunan yang belum selesai di kerjakan. H Usman, S.pd. menyampaikan bahwa para pekerja tidak terlihat lagi beraktivitas di lokasi proyek sejak sebulan yang lalu, sementara pekerjaan masih belum rampung. Menurutnya, upaya untuk menghubungi pihak pemborong berinisial DPK juga tidak membuahkan hasil, bahkan hingga saat ini tidak ada kepastian kapan pengerjaan akan dilanjutkan.

“Saya khawatir dengan kondisi kelas yang belum selesai, terutama kaca-kaca yang belum dirapikan. Jika terjadi sesuatu dan siswa menjadi korban, siapa yang akan bertanggung jawab?” keluh H. Usman.

Di lain pihak, masyarakat sekitar turut angkat bicara mengenai kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa diabaikan, terutama karena menyangkut keselamatan para siswa.

“saya tidak bisa membiarkan hal ini terus berlarut-larut, ini menyangkut keselamatan siswa.saya mewakili orang tua siswa meminta agar kontraktor di wilayah Kabupaten Karawang bekerja secara profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah dari pemerintah,” harapnya.

Lebih lanjut, masyarakat menegaskan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa persoalan ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang untuk segera mendapatkan penyelesaian.

"Kami akan segera bertindak dan mendesak pihak dinas untuk memastikan proyek ini diselesaikan dengan baik sesuai perencanaan awal. Ini demi keamanan dan kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu,” tambahnya. (Gun)*

IMG-20241104-WA0086

Dikerjakan CV. Jitu Karya Indonesia dengan Dana APBD, Upah Pekerja Rehabilitasi Masjid Al-Hidayah di Telukjaya Kok Dibayar Pakai Uang Sumbangan Masjid?

Papan informasi pekerjaan yang terpampang di depan Masjid Al-Hidayah

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Al-Hidayah yang berlokasi di Dusun Krajan, RT 03/01, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, kini menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang menyerap Dana APBD Kabupaten Karawang sebesar Rp. 189.214.000,00,- melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Karawang tersebut diduga lalai dalam hal pembayaran upah pekerja. Senin (4/11/24).

Diketahui, pekerjaan tersebut saat ini dalam proses pelaksanaan yang dikerjakan secara profesional oleh CV. Jitu Karya Indonesia. Namun, belakangan beredar kabar bahwa ada pekerja dari warga setempat yang upahnya dibayar menggunakan uang prelek (sumbangan) yang biasa dikumpulkan oleh warga untuk keperluan Masjid.

Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh seorang pekerja yang enggan namanya untuk dipublikasikan. Dalam keterangannya, Ia mengakui bahwa selama dirinya bekerja, upah yang diterimanya adalah dari pihak Masjid.

"Saya bekerja dari awal sampai sekarang, dan upah yang saya terima berasal dari uang prelek masjid, bukan dari anggaran proyek," ujarnya kepada Jendela Jurnalis.

Mendengar keluhan tersebut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya mengonfirmasikan kebenaran hal tersebut kepada pihak DKM Masjid Al-Hidayah. Dalam keterangannya, dirinya membenarkan adanya pembayaran upah kerja menggunakan uang prelek Masjid tersebut.

"Iya Pak, upah yang kerja itu kita yang bayar," timpalnya.

Lebih lanjut, saat ditanyakan terkait mandor maupun pelaksana dari CV. Jitu Karya Indonesia, dirinya mengatakan bahwa orangnya jarang ke lokasi, hanya baru ada sekali datang saja menemui dirinya.

Dengan adanya hal tersebut, akhirnya menuai reaksi warga sekitar, dimana dirinya mencurigai adanya kesepakatan gelap antara pihak DKM dengan pihak pelaksana dari CV tersebut tanpa diketahui pihak Dinas PUPR Karawang. Karena, jika tanpa adanya sebuah kesepakatan, mana mungkin pihak DKM mau membayarkan upah pekerja dari anggaran prelek, karena kita ketahui bersama, bahwa dalam setiap pelaksanaan pekerjaan yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR, sudah melalui tahapan survey dan hitungan penganggaran dengan profesional.

"Artinya, jika pembayaran upah kerja mengambil dari uang prelek, lantas anggaran untuk upah pekerja yang dianggarkan oleh Dinas PUPR larinya kemana? Ke kantong oknum?," sindir pria yang enggan namanya dipublikasikan kepada Jendela Jurnalis.

Sementara itu, dirinya pun mempertanyakan kinerja pengawasannya, karena yang selama ini diketahui bersama, bahwa dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pembangunan yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR tentu ada petugas pengawasannya.

"Pengawasnya harus tahu ini, jangan sampai adanya realisasi pembangunan yang seharusnya menjadi manfaat bagi masyarakat malah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," tambahnya.

"Kami meminta agar pihak Dinas PUPR turun untuk memeriksa ke lokasi pekerjaan, agar mengetahui tentang adanya upah pekerja yang dibayarkan menggunakan uang sumbangan Masjid, dan untuk mengawasi dan memastikan anggaran ratusan juta yang dikeluarkan oleh dinas itu dipergunakan dengan semestinya," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengawas dan Pejabat Bidang Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Karawang maupun dari pihak kontraktor atau pelaksana dari CV. Jitu Karya Indonesia. (Gun)*

IMG-20241104-WA0065(1)

Dana Desa Tanahbaru 2022 – 2024 untuk Program Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, tengah disorot terkait dugaan penyelewengan dana desa dalam program ketahanan pangan tahun 2022 dan 2024. Dana tersebut, yang berjumlah hampir 300 juta rupiah, dianggarkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui program ketahanan pangan yang mengembangkan perkebunan semangka dan blewah.

Dalam pantauan di wilayah Desa Tanahbaru, terlihat hanya satu titik lokasi kebun semangka, yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya dana yang digelontorkan. Program yang diharapkan bisa menggali potensi desa ini justru menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi dan penggunaan dana tersebut.

Seorang pengurus kebun semangka yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa dirinya sudah berkebun di desa tersebut hampir tiga tahun.

"Dulu pernah berkebun di tempat lain selama satu tahun setengah, dan sekarang di lokasi ini sudah hampir sama lamanya. Lahan yang kami gunakan juga bukan milik desa, melainkan mengontrak dari pemilik lahan," ujar pengurus kebun yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ia menambahkan, bahwa hasil panen diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa, dan untuk memulai musim tanam baru, para petani akan kembali diberi modal.

"Saya bekerja di sini dibayar per harinya 120 ribu. Dalam pengolahan lahan, kami melibatkan pekerja dari desa yang juga dibayar," ujarnya.

Lebih lanjut, pengurus tersebut mengungkapkan bahwa selama proses tanam, beberapa Perangkat Desa, seperti Bendahara Desa dan Sekretaris Desa Tanahbaru, kerap hadir untuk memantau kebun semangka tersebut.

Namun dibalik itu, nenurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, program tersebut berjalan secara tidak transparan dan jauh dari harapan masyarakat.

"Kami ingin pemerintah lebih transparan dalam penggunaan dana desa ini, karena program ketahanan pangan ini seharusnya bisa membantu masyarakat desa secara nyata,” ucapnya.

Ditempat terpisah, pemerhati menyoroti bahwa capaian dana desa yang minta dirahasiakan namanya mengatakan, bahwa dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat melalui kementerian yang diterima Pemerintah Desa Tanahbaru sudah jelas dan harus transparan.

"Kalo perkebunan semangka maupun blewah yang dibiayai dana desa bila diawali adanya kegagalan seharusnya tidak diulang kembali untuk permodalannya, karena dalam regulasi sebagian dana desa untung program ketahanan pangan jangan sampai gagal terulang kedua kali," ujarnya.

Pemerintah Desa Tanahbaru diharapkan dapat memberikan klarifikasi terkait dugaan ini dan memastikan bahwa dana desa benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat, sesuai dengan Permendes tentang ketahanan pangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil menemui Kepala Desa Tahahbaru untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. (Pri)*

IMG-20241104-WA0053

DPRK Aceh Barat Gelar Rapat Paripurna dan Lantik Ketua Dewan

Pelantikan Ketua DPRK Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat menggelar rapat paripurna peresmian pengangkatan dan pengucapan sumpah pimpinan DPRK Kabupaten Aceh Barat periode 2024-2029 pada Senin (4/11/2024) di ruang rapat paripurna DPRK setempat.

Dalam pelantikan ini, Siti Ramazan, SE dari Partai Amanat Nasional (PAN) resmi diangkat sebagai Ketua DPRK Aceh Barat, bersama Azwir, SP dari Partai Aceh (PA) dan Zulfikar SAB dari Partai Golkar sebagai Wakil Ketua. Prosesi pengucapan sumpah dipimpin langsung oleh Kepala Pengadilan Negeri Meulaboh, sesuai dengan SK Gubernur Aceh.

Pj. Bupati Aceh Barat Azwardi, AP, M.Si menyampaikan harapannya kepada DPRK sebagai lembaga legislatif untuk terus menjalankan peran strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan mengawal seluruh aspek pembangunan di daerah.

Azwardi mengungkapkan bahwa hubungan sinergis antara eksekutif dan legislatif perlu terus terjaga untuk menghadapi berbagai tantangan dalam lima tahun ke depan, termasuk isu ekonomi, sosial, dan politik, ucapnya

"Kita perlu memberikan perhatian pada isu-isu prioritas pemerintah saat ini, seperti pengendalian inflasi, penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrem, mitigasi bencana daerah, peningkatan investasi, hingga pemantapan nilai-nilai syariat Islam," ujar Azwardi.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi sumber daya alam di Aceh Barat yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan sebagai prioritas utama, sejalan dengan arahan dari Pj. Gubernur Aceh, ujarnya menambahkan.

Azwardi berharap bahwa pelantikan pimpinan DPRK periode ini akan menjadi awal yang baik dalam mendorong kerja kolaboratif antara legislatif, eksekutif, dan semua komponen terkait di Aceh Barat demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatmasyarakat, pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20241103-WA0076

Siap Menangkan Acep-Gina, 150 Relawan Banjiri Kegiatan Konsolidasi

Konsolidasi Relawan 01

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Mendekati hari pencoblosan Pilkada Karawang pada 27 November 2024 mendatang, Para Relawan 01 Acep - Gina menggelar kegiatan konsolidasi pemenangan di Aula RM Indo Alam Sari, Minggu (3/11/2024).

Meski ada sekitar 150 perwakilan Relawan Acep - Gina yang hadir, tetapi panitia pelaksana Ajam Center mencatat ribuan massa yang hadir di luar ekspektasi.

Cabup 01 Acep Jamhuri menyampaikan ucapan terima kasih kepada para relawan yang sampai hari ini masih konsisten mendukung Acep-Gina. Meski di sisi lain, Acep mengetahui ada beberapa relawan yang 'linglung' (mendukung paslon lain).

"Terima kasih semua relawan yang konsisten dukung Acep-Gina dari sejak awal. Saya juga tahu ada beberapa relawan yang linglung, tapi biarkan itu,"

"Saya tahu temen-temen di sini tidak diam, semuanya sedang bergerak dan berjuang untuk Aep-Gina," tutur Acep Jamhuri.

Acep mengingatkan kepada para relawan jika massa pencoblosan Pilkada tinggal 25 hari lagi. Oleh karenanya, semua relawan ditekankan untuk lebih masif lagi mengajak masyarakat yang masih ragu memilih Acep-Gina.

"Beja'an nu lain nu masih linglung, nu bakal juara mah nomor hiji. Mulai ayeuna gaskeun deui, tinggal 25 hari deui. Abringkeun, ajak nu lain na. Inget, ajak batur sakasur, sasumur jeung salembur," ajak Acep dengan ciri khas logat dan bahasa Sunda-nya.

Acep juga meminta kepada semua relawan untuk mendoakan Acep-Gina dalam setiap habis sholat. Karena hanya doa yang tulus dan ikhlas yang bisa mengantarkan kemenangan Acep-Gina.

"Doakeun Acep-Gina sing ditakdirkeun Allah jadi pamingpin nu amanah. Ibu dan bapak doakeun Acep-Gina, bayangkeun muka Acep-Gina sambil berdoa. Sebab doa yang dikabul adalah doa orang yang ikhlas dan tulus," pinta Acep.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan Acep-Gina, yaitu H. Jenal Aripin menegaskan, bahwa mulai hari ini semua jalur pemenangan Acep-Gina sudah disederhanakan. Hal ini dilakukan agar semua jalur pemenangan terkoordinasi dengan baik.

"Tugas ketua-ketua 150 relawan hari ini sudah kita sederhanakan, supaya semua terkoordinasi dengan baik. Amankan desa dan kecamatan masing-masing. Karena di setiap kecamatan sudah ada panglimanya," tutur H. Jenal.

"Kedua ingin saya sampaikan, menjual Acep - Gina itu gampang. Acep itu pituin Karawang asli, bukan mukimin atau musafirin. Masa urang Karawang gak dukung urang Karawang. Tolong sampaikan itu ke masyarakat," tandasnya. (red)*

IMG-20241103-WA0041

Kondisi Sekolah Dianggap Tak Terawat, Pengelolaan Dana BOS di SMPN Satap 1 Cibuaya Dipertanyakan

Kondisi bangunan sekolah SMPN Satap 1 Cibuaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bantuan Operasional Sekolah yang disingkat dengan BOS adalah merupakan program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam teknisnya, pemerintah pusat dan kabupaten menggelontorkan dana BOS dengan tujuan meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka program wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

Selain itu, tujuan khusus dari digelontorkannya Dana BOS adalah untuk membebaskan pungutan, meringankan beban siswa. Semua sekolah yang sudah terdata dalam sistem Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (DAPODIKDASMEN) dipastikan akan menerima Dana BOS.

Dalam penggunaannya, Dana BOS biasanya dibagi dengan beberapa item pengelolaan, antara lain adalah perawatan gedung sekolah, pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mobiler, termasuk pembelian meja dan kursi peserta didik/guru jika meja dan kursi yang ada sudah tidak berfungsi atau jumlah nya kurang mencukupi. Sehingga, selurus siswa dan guru bisa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan nyaman dan tenang.

Namun dibalik itu, terkadang ada saja permasalahan terkait pengelolaannya, seperti pengelolaan Dana BOS di SMPN Satu Atap (SATAP) 1 Cibuaya, yang bertempat di ,Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten karawang, Jawa Barat yang nampaknya tidak terkelola dengan baik.

Hal tersebut sebagaimana yang diterangkan oleh warga setempat, dimana dirinya melihat ada beberapa bagian tembok yang kondisi cat nya sudah pudar, serta dengan kondisi dinding juga banyak yang retak kan itu bisa dipelihara dari pihak sekolah.

"Terlihat juga keramik lantai sekolah sudah banyak yang rusak, bagai mana kalau ada siswa yang terpeleset lalu jatuh kena kaki atau tangan anak anak yang lagi main kan bahaya," terang warga yang enggan namanya dipublikasikan kepada Jendela Jurnalis. Jum'at (1/11/24).

Dengan kondisi yang diterangkan tersebut, diduga bangunan sekolah seakan tak terawat dengan baik dan seolah dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya perbaikan.

Warga menduga, Oknum Kepala Sekolah juga tidak transparan dalam menggunakan Dana BOS untuk perawatan gedung sekolah seperti cat gedung sekolah, dinding banyak yang retak parah. bantuan operasional sekolah (BOS) untuk perawatan berkala diduga tidak di operasionalkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil bertemu ataupun menghubungi Kepala Sekolah SMPN Satap 1 Cibuaya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait pengelolan Dana BOS di sekolah tersebut. (Team)*

IMG-20241103-WA0030(1)

Bertajuk Silaturahmi, Media Online Labraknews Gelar Anniversary ke 4

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Redaksi Media Online Labraknews menggelar Anniversary ke 4 Tahun yang digelar di Kantor Redaksi Lanraknews, Jl. Raya Singaperbangsa No. 09, Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Minggu (3/11/24).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sumurgede, puluhan Jurnalis media online dan cetak.

Dalam kesempatannya, Asep Ahmad Arifin selaku Owner dari Media Online Labraknews mengucapkan rasa terimakasihnya atas kehadiran seluruh tamu undangan.

"Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada sahabat jurnalis dan juga kepada beberapa senior saya, yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Bang Dacek tersebut juga berharap agar kedepannya dirinya bisa tetap konsisten dalam mengelola Media Labraknews, sebagaimana slogan "Jelas, Tandas & Integritas" yang selama ini diterapkan.

Acara berlangsung khidmat dengan adanya pembacaan doa, dilanjutkan dengan potong tumpeng, ditutup dengan foto bersama dan diakhiri dengan suasana ramah tamah dengan silaturahmi yang penuh kehangatan antar jurnalis. (Nunu)*

IMG-20241103-WA0025

Kunjungi CKM, Gina Fadlia Swara Disambut Antusias Warga

Gina Fadlia Swara (Calon Wakil Bupati Nomor Urut 1) bersama Warga CKM

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) sambut dengan antusias kedatangan Calon wakil bupati Gina Fadila Swara dalam rangka sosialisasi visi-misi Acep-Gina.

Kordinator Dapil VI Pemenangan Acep-Gina, Dedy Indra Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya bersama teh gina berkampanye di perumahan Citra Kebun Mas (CKM) untuk mengajak warga CKM untuk memilih pasangan calon 01 yang gemoy dan geulis Acep Gina.

“Titik kunjungan teh Gina di perumahan CKM terdiri dari 8 titik, harapanya jika Acep-Gina insya alloh pembangunan bersama komisi III diantaranya infrasturktur, lingkungan ,perijinan B3 yang menjadi tupoksi komisi III kita percaya pasangan Acep-Gina bisa membuat karawang lebih baik lagi,” ungkap DIS sapaanya, Sabtu (2/10/2024).

Bertempat yang sama, Calon wakil Bupati 01, Gina Fadila Swara menambahkan, Pihkanya merasa sangat senang atas sambutan warga CKM kepada pihaknya bersama dedy indra setiawan cukup baik.

“Tadi kita sudah melakukan sosialisasi dititik pertama dan kedua warga sangat antusias, karena masyarakat sudah mengenal kang dedy indra setiawan yang menjembatani kita untuk datang ke warga CKM,” imbuhnya.

“Kita akan perhatikan warga CKM dari segi infrastrukur, mudah mudahan komunikasi silaturahmi bisa tetap baik dan berlanjut, kita tidak bisa panjang lebar karena kita berpindah lokasi sebanyak 8 titik, untuk visi-misi lebih lanjut bisa dilihat melalui akun facebook Gina fadila Swara,” tandasnya. (red)*

IMG-20241103-WA0026

Jelang Pilkada, Pj Bupati Aceh Barat Himbau Masyarakat Jaga Kerukunan

Kegiatan Safari Subuh

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, MSi, mengadakan Safari Subuh di Masjid At-Taqwa, Gampong Keude Aron, Kecamatan Kaway XVI, Minggu (03/11/2024). Dalam kegiatan tersebut, Ia menyampaikan pesan terkait Pilkada yang semakin mendekat, yang menurutnya berpotensi memicu perpecahan di masyarakat.

Azwardi mengimbau masyarakat untuk menjaga kekompakan, rasa kekeluargaan, dan semangat kebersamaan di tengah proses demokrasi. "Pesta demokrasi ini seharusnya dirayakan dengan suka cita, seperti sebuah pesta. Jangan sampai perbedaan pilihan politik menyebabkan keretakan hubungan antar keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kegiatan seperti Safari Subuh berjamaah sebagai sarana memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran kepala-kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) pada kegiatan ini, menurut Azwardi, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk mewujudkan keharmonisan di masyarakat, katanya menambahkan.

"Menjaga ketertiban dan keamanan selama pesta demokrasi ini adalah tanggung jawab bersama. Siapapun yang terpilih nanti, dialah pemimpin kita. Mari kita sikapi hasil Pilkada dengan bijak dan tetap menjaga kerukunan," tutup Azwardi.(Muhibbul Jamil)*

IMG-20241102-WA0022

Bustami Hamzah – Fadhil Rahmi Tampil Lebih Substantif di Debat Kedua Cagub – Cawagub Aceh

Pasangan Cagub - Cawagub Aceh saat berada dalam acara debat

Jendela Jurnalis Banda Aceh, ACEH - Debat kedua Cagub dan Cawagub Provinsi Aceh yang diselenggarakan oleh KIP pada jumat malam 1 November 2024 lalu menampilkan gagasan ide yang tinggi yang dibutuhkan oleh rakyat Aceh dalam bidang investasi, iklim usaha, dan tata kelola pemerintahan serta pertanian.

Dalam debat, gagasan ide paslon yang akrab dengan sapaan Om Bus - Syech Fadhil terlihat unggul dalam paparan maupun jawaban dalam pertanyaan pasangan mualem dek Fadh. Beberapa kali di dalam debat terlihat dek Fadh membenarkan apa yang menjadi ide gagasan dari Om Bus Syech Fadhil. Adapun Mualem kelihatan lebih banyak berseloroh dan meninggikan suara dibanding menjelaskan substansi debat dan berulang kali harus dinetralisir dan diperjelas oleh dek Fadh agar tidak bias dalam isi debat.

Adapun beberapa gagasan yang dilahirkan oleh Om Bus Syech Fadhil dalam bidang investasi yaitu membuka seluas-luasnya peluang investasi dengan menghadirkan wajah pemerintahan yang ramah dan menyediakan lahan serta menghapus banyak hambatan tantangan yang membuat investasi tidak jadi didatangkan ke Aceh.

Hal ini patut menjadi perhatian menurut Om Bus agar tampilan Aceh menjadi lebih terbuka bagi investasi yang akan didatangkan dari banyak tempat bukan justru akan membuat para investor lari menjauh dengan banyaknya hambatan yang ada di Aceh seperti pengalaman selama ini.

Sedangkan, dalam bidang pertanian Om Bus Syekh Fadhil juga mengedepankan pentingnya pemanfaatan SDM handal putra-putri Aceh untuk mengelola pertanian bahkan dengan menggunakan teknologi modern di samping penguatan sektor tradisional.

Sementara itu, dipaparkan juga bahwa para akademisi dan para praktisi pertanian yang memiliki konsep pengembangan pertanian maju akan diberdayakan secara optimal perannya oleh Om Bus Syech Fadhil agar petani Aceh menjadi maju dan sejahtera.

Adapun di bidang tata kelola pemerintahan maka fokus dari Om Bus Syech Fadhil adalah perbaikan dari sisi pelayanan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menghadirkan data terpadu untuk setiap warga juga menjamin pengelolaan yang bebas korupsi yang bisa dihadirkan dengan komitmen bersama antara pemerintah Aceh dan seluruh stakeholder masyarakat sipil pegiat anti korupsi dan penegak hukum.

Mengenai pemberantasan korupsi di dalam banyak hal itu harus menjadi fokus banyak pihak dan pemerintah Aceh dimulai sejak perencanaan yang meminimalisir peluang korupsi juga pada pelaksanaan dan sisi pengawasan yang ketat. Dengan demikian kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh stakeholder masyarakat akan mensukseskan lahirnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas korupsi dan dengan demikian maka akan menjamin pemerintahan Aceh ke depan di bawah Om Bus dan Syekh Fadhil akan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh dan memastikan Aceh bergerak menuju kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh dan kemajuan Aceh. (M. Jamil)*