Pertemuan Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya dengan Rahmat Hidayat Djati, DPRD Provinsi Jawa Barat
Jendela Jurnalis — Persoalan yang dihadapi nelayan tradisional kembali menjadi perhatian dalam sebuah pertemuan antara perwakilan nelayan Bungin, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dan perwakilan nelayan Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, dengan Rahmat Hidayat Djati, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).(22/08/2026)
Pertemuan tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh nelayan, Bapak Kartono, di wilayah Muara Pakis. Pertemuan ini dijembatani oleh Yayasan Hyang Sagara Buana, yang dipimpin oleh Reydo Casyo Febrianto, sebagai bentuk upaya mempertemukan secara langsung aspirasi nelayan dengan wakil rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan nelayan Bungin Muara Gembong dan nelayan Pakisjaya menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi di wilayah perairan tempat mereka mencari nafkah. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah aktivitas nelayan yang menggunakan jaring trawl di area tangkap nelayan tradisional.
Bagi nelayan tradisional, wilayah perairan bukan sekadar tempat mencari ikan, tetapi merupakan sumber kehidupan bagi keluarga mereka. Aktivitas penangkapan dengan alat tangkap yang dinilai mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional dikhawatirkan dapat mempersempit ruang mencari ikan dan berdampak terhadap hasil tangkapan.

Nelayan Menyampaikan Keluhan Secara Langsung
Dalam pertemuan tersebut, nelayan menyampaikan bahwa persoalan penggunaan trawl bukan hanya menyangkut persaingan dalam mencari ikan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan nelayan kecil.
Nelayan tradisional selama ini mengandalkan peralatan yang relatif sederhana dan hasil tangkapan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap aktivitas penangkapan ikan yang dinilai mengganggu keberadaan nelayan tradisional.
Para nelayan juga meminta agar persoalan tersebut dapat ditangani melalui pengawasan dan penegakan aturan yang dilakukan secara adil, transparan, serta melibatkan nelayan sebagai pihak yang merasakan langsung kondisi di lapangan.
Aspirasi Nelayan Bekasi dan Karawang
Hadirnya perwakilan nelayan dari Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir tidak mengenal batas wilayah administrasi.
Nelayan dari kedua wilayah tersebut sama-sama menggantungkan kehidupan dari laut. Mereka berharap adanya perhatian serius terhadap kondisi perairan dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan tradisional.
Para nelayan berharap aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut dapat diteruskan kepada instansi terkait, sehingga persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.
Dijembatani Yayasan Hyang Sagara Buana
Pertemuan tersebut dijembatani oleh Yayasan Hyang Sagara Buana yang diketuai oleh Reydo Casyo Febrianto.
Yayasan berupaya menjadi jembatan komunikasi agar nelayan dapat menyampaikan persoalan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.
Menurut pihak yayasan, suara nelayan perlu didengar secara langsung karena mereka merupakan pihak yang setiap hari berada di lapangan dan merasakan kondisi perairan secara nyata.
Pertemuan seperti ini diharapkan dapat menjadi awal dari komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat nelayan, wakil rakyat, pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Nelayan Tidak Ingin Konflik
Dalam menyampaikan persoalannya, nelayan menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan terjadinya konflik antarnelayan.
Yang mereka harapkan adalah adanya aturan yang jelas dan penegakan aturan yang konsisten sehingga seluruh nelayan dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan tertib.
Nelayan tradisional juga berharap adanya solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan mencari nafkah dengan keberlanjutan sumber daya laut.
Mereka ingin laut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Harapan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat
Kehadiran Rahmat Hidayat Djati di tengah perwakilan nelayan diharapkan dapat membuka jalan bagi penyampaian aspirasi tersebut ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.
Nelayan berharap persoalan penggunaan trawl dan berbagai persoalan lainnya di wilayah pesisir Bekasi–Karawang dapat menjadi perhatian bersama.
Menurut nelayan, persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, karena berkaitan dengan pengawasan wilayah perairan, aturan alat tangkap, keberlanjutan sumber daya ikan, serta perlindungan terhadap nelayan tradisional.
Menunggu Tindak Lanjut Nyata
Pertemuan yang berlangsung di rumah tokoh nelayan Bapak Kartono di Muara Pakis tersebut menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan keresahan dan harapan mereka secara langsung.
Bagi masyarakat nelayan, pertemuan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Mereka berharap ada tindak lanjut nyata dari aspirasi yang telah disampaikan.
Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya berharap komunikasi yang telah dibangun bersama Yayasan Hyang Sagara Buana dan Ketua Yayasan Reydo Casyo Febrianto dapat terus berlanjut.
Mereka juga berharap Rahmat Hidayat Djati dapat membawa aspirasi tersebut ke DPRD Provinsi Jawa Barat dan mendorong koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Bagi nelayan, laut adalah sumber kehidupan. Karena itu, mereka berharap wilayah tangkap nelayan tradisional dapat terlindungi, aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan sesuai aturan, dan masyarakat pesisir dapat terus mencari nafkah dengan aman.
Suara nelayan hari ini adalah suara masyarakat pesisir yang sedang memperjuangkan keberlangsungan hidup mereka dan generasi yang akan datang.(red)
