Jendela Tokoh & Opini

IMG-20251202-WA0012

DKM Masjid Agung Karawang Dilantik, Ini Susunannya

‎Jendela Jurnalis Karawang JABAR Pelantikan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Agung Karawang, Periode 2005-2029 dilaksanakan di aula Husni Hamid komplek plaza Pemda Karawang, Selasa (2/12/2025).

‎Pengurus DKM Masjid Agung Dilantik oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Karawang.

‎KEPUTUSAN BUPATI KARAWANG
‎LAMPIRAN
‎NOMOR 100.3.3.2/Kep.383 Huk/2025
‎TANGGAL 1 Oktober 2025

‎SUSUNAN DAN PERSONALIA MASJID AGUNG KARAWANG
‎PERIODE TAHUN 2025-2029

‎A. Dewan Pembina
‎1. Bupati Karawang
‎2. Kapolres Karawang.
‎3. Dandim 0604 Karawang
‎4. Kepala Kejaksaan Negeri Karawang
‎5. Ketua DPRD Kabupaten Karawang
‎6. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
‎Karawang,
‎7. Ketua MUI Kabupaten Karawang

‎B. Dewan Penasihat
‎1. H. Asep Aang Rahmatullah, S.ST.P, MP.
‎2. Dr. H. A. Kosim, Lc, M. Pd.;
‎3. K.H. Asep Scafudin Hamidi.;
‎4. Drs. Wawan Setiawan;
‎5. H. Nurhasan;
‎6. H. Uyeh;
‎7. Drs. H. U. Subardi;

‎Dewan Pengawas
‎1. Drs. K.H. Asep Nazarudin, M.A.;
‎2. H. E. Kosasih;
‎3. H. Andi La Ode;
‎4. R.H. Andan Purnama;
‎5. H. Rush Jawana;
‎6. Bambang Pujiadi, S.T.;
‎7. Robby Satria Mulia;

‎Ketua
‎: H. Zeni Zaelani

‎E. Wakil Ketua
‎1. K.H. Aef Syaifullah Ahmad, S.S.;
‎2. H. Asep Kurniawan, S.H.;

‎F. Sekretaris
‎: Ifan R Fansuri;

‎G. Wakil Sekretaris
‎1. lif Fahmi, S. Sos.;
‎2. Ary Dwi Kurniawan, S.H., M.H.;

‎H. Bendahara
‎: Nurali, M.Pd.;

‎I. Wakil Bendahara
‎1. H. Iwan HS Nurhasanah;
‎2. Enjat Sudrajat, S.E.;

‎J. Bidang Idaroh
‎Ketua
‎: Drs. Jaa Maliki, M.H.;
‎Sekretaris
‎: Ahmad Nahrowi, S.H.I.;
‎Anggota
‎1. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda
‎Kabupaten Karawang,
‎2. H. TB Asyiri, SQ;
‎3. Syarif Hidayat, S.E.

‎Dalam sambutan pertamanya, Ketua DKM yang baru mengatakan bahwa DKM itu mengurus umat.

‎"Kalau nyebut DKM itu jangan cepat-cepat, kalau terlalu cepat jadinya MDK, yaitu Mengurus Duit Koropak," ungkapnya.(Red)

IMG-20251201-WA0014

Tiang Listrik Hampir Ambruk di Muara Kampung Bungin, Tokoh Pemuda: “Kalau ini dibiarkan, berarti keselamatan kami tidak dianggap!”

Kondisi tiang listrik

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Satu tiang listrik di tepi sungai Muara Kampung Bungin kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warga. Abrasi yang semakin parah membuat tanah penopang tiang terkikis habis, hingga tiang berdiri nyaris menggantung di atas air. Setiap hari warga hidup dalam ketakutan—bukan hanya takut listrik padam, tetapi takut tiang besi itu ambruk menimpa perahu nelayan yang melintas.

‎Kemarahan warga pun memuncak. Mereka menilai kondisi seperti ini tidak boleh lagi dibiarkan, apalagi sudah berlangsung lama tanpa tindakan nyata dari pihak terkait.

‎Tokoh pemuda Muara Kampung Bungin, ikut bersuara lantang.

‎“Kami ini manusia, bukan bayangan yang bisa diabaikan. Tiang itu sudah jelas-jelas mau jatuh. Jangan tunggu ada korban, baru kalian ribut datang! Kalau keselamatan warga muara bungin tidak dianggap, itu sama saja pemerintah menutup mata terhadap penderitaan kami di ujung negeri ini,” tegas dengan nada geram.

‎Tokoh pemuda mengatakan sudah terlalu banyak laporan, tetapi sedikit tindakan. Ia menekankan bahwa wilayah hilir seperti Muara Bungin sering kali hanya diingat saat ada proyek atau acara seremonial, namun diabaikan ketika masalah keselamatan warga muncul.

‎“Ini bukan sekadar tiang listrik, ini bukti bagaimana daerah kami diperlakukan. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tim yang turun, saya sendiri yang akan datang ke kantor mereka.!" ujar Reydo, menegaskan sikap siap bergeraknya.

‎Warga menuntut agar PLN dan instansi terkait turun segera, melakukan pengecekan, dan memindahkan tiang tersebut sesegera mungkin sebelum terjadi bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

‎Masyarakat Muara Kampung Bungin berharap suara keras ini akhirnya membuka mata pihak-pihak yang selama ini lamban merespons. Karena bagi mereka, keselamatan bukan permintaan, tapi hak hidup yang harus dijamin negara. (NN)*

IMG-20251201-WA0030

Cenderung Mengada-ada, Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tepis Issue Serobot Gedung Madrasah Pembangunan

Jendela Jurnalis Kota Tangerang Selatan Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH.,, meluruskan kabar yang menyebut Tim Integrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang seolah-olah dianggap telah menyerobot/merampas gedung dan dianggap menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Pendidikan Madrasah Pembangunan (MP).

Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah menegaskan, bahwa berita informasi tersebut tidaklah benar, cenderung mengada-ada atau tidak sesuai dengan kondisi fakta di lapangan.

“Tidak benar jika Tim Integrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dianggap merampas atau dianggap telah menyerobot gedung dan menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP). akan tetapi sebenarnya Kami hanya melakukan koordinasi integrasi satuan pendidikan sesuai Surat Keputusan Menteri Agama No. 1543 Tahun 2025, atau upaya menindaklanjuti (merespon) terkait adanya temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atau menindaklanjuti hasil temuan Inspektorat Kementerian Agama tentang adanya potensi kerugian keuangan negara pada satuan pendidikan Madrasah Pembangunan (MP) dan masalah semrautnya tata kelola mulai dari kesejahteraan karyawan dan guru atau tenaga kependidikan pada Madrasah Pembangunan (MP) hibgga sampai adannya dugaan upaya pengaburan terhadap aset milik negara,” ujar Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., M.H., dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025) malam.

Pernyataan itu sekaligus membantah tudingan sesat yang sempat beredar di portal berita online dan media sosial bahwa seolah-olah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dianggap telah melakukan penyerobotan atau upaya pengambilalihan paksa/merampas gedung, menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP) hingga sampai dituduh telah sepihak mematikan perangkat CCTV keamanan Madrasah Pembangunan (MP) pada Minggu (23/11/2025).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH menjelaskan, seluruh langkah UIN Syarif Hidayatullah Jakart telah merujuk pada Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025 Tentang Pedoman Integrasi Satuan Pendidikan. Dimana isi dari Surat Keputusan tersebut telah menetapkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk segera melakukan integrasi terhadap 3 (tiga) satuan pendidikan yakni Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, dan SMA/SMK Triguna Utama, yg kesemuanya masuk ke dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Integrasi ini, menurutnya, menyangkut 4 (empat) aspek mulai dari kelembagaan, keuangan, aset dan sumber daya manusia (SDM) atau menyangkut tata kelola yang termasuk diantaranya terhadap satuan pendidikan Madrasah Pembangunan (MP).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH., memaparkan bahwa rangkaian peristiwa bermula pada hari Jumat, tanggal 21 November 2025. Pada hari itu, sebagai upaya realisasi aspek kepegawaian maka kemudian dikirimkan Surat Undangan kepada para guru dan karyawan atau tenaga kependidikan pada Madrasah Pembangunan (MP) yang telah di data kemudian dimasukann untuk diangkat/ditetapkan sebagai pegawai pada BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagaimana berdasarkan aturan SK Menteri Agama No. 1543 dan SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian aturan teknis dari proses integrasi satuan pendidikan ke dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidaytullah Jakarta.

“untuk menindaklanjuti surat undangan tersebut maka pada Keesokan harinya, Sabtu, Tanggal 22 November 2025, ternyata sebagin besar karyawan dan para guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) menghadiri acara yg dimaksud secara sukarela atau organik di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, para pegawai dan guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pendidikan (MP) yg pada pokoknya telah menyampaikan berbagai keluhan dan masukan, mulai dari persoalan kesejahteraan, fasilitas pendidikan yang dinilai tidak memadai, dugaan terjadinya penghilangan atau dugaan pengkaburan aset negara dan menurunnya tingkat kualitas daya saing peserta didik pada Madrasah Pembangunan (MP) dan juga karyawan dan para guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) bersedia mendukung secara sukrela terhadap aturan SK Menteri Agama No. 1543 Tahun 2025 dan juga terhadap SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah terkait pelaksanaannya,

Menurut Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH, adanya dukungan dan juga adanya laporan dari para karyawan, guru atau tenaga kependidikan mengenai dugaan upaya pemindahan (pengaburan) atau penghilangan aset yang ada di MP membuat Tim Integrasi melakukan pengecekan dan pengamanan aset milik UIN Jakarta.

Setelah itu, atas pertimbangan dinamika yang ada maka pada hari minggu malam 23 November 2025 Tim Integrasi meninjau langsung kondisi Madrasah Pembangunan untuk meminta klarifikasi kepada para petugas keamanan terkait dugaan pemindahan atau dugaan pengkaburan aset.

Lalu, pada Senin, 24 November 2025, Tim Integrasi kembali mendatangi Madrasah Pembangunan (MP).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH menegaskan, kehadiran tim ketika itu dilakukan demi penyelamatan aset, dan demi kebaikan tata kelola, demi kesehahteraan guru dan karyawan yang telah mengambil SK Rektor maupun demi meningkatkan kwalitas pendidikan Madrasah Pembanguann (MP) yg selama beberapa tahun ini telah cenderung menurun.

Sebagian pegawai dan guru atay tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) menurutnya, meskipun telah mendapatkan tekanan intimidasi dari oknum pihak yayasan yg lama namun mereka mereka tetap ingin memastikan proses integrasi berjalan sesuai aturan.

Kedatangan tim disambut baik. Sejumlah agenda dilakukan, antara lain:

  1. Sosialisasi Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 1543 Tahun 2025
  2. memfasilitasu pengambilan SK Rektor terkait pengangkatan karywan dan guru atau tenaga kependidikan yang ingin bergabung
  3. Dialog serta penyerapan masukan aspirasi dari guru, karyawan, dan komite sekolah

Melalui penjelasan ini, Tim Integrasi memastikan bahwa proses integrasi yg meliputi kelembagaan, aset, keuangam dan sumber daya manusia telah berjalan sesuai tahapan.

Dalam KMA 1543 Tahun 2025 ditegaskan bahwa Satuan Pendidikan Madrasah Pembangunan (Ibtidaiyah Tsanawiyah Aliyah, TK Ketilang, dan SMA/SMK Triguna Utama harus kembali berada dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Meski begitu, ALWANIH, S.H., SH.I., MH mengakui bahwa masih ada sejumlah oknum pihak yang menolak langkah integrasi satuan pendidikan tersebut dan mengklaim lembaga pendidikan mereka itu sebagai milik yayasan swasta (privat) dan seolah-olah tidak terkait dengan aturan keuangan negara/ aset negara.

“UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus tegak lurus (istiqomah) berkomitmen menjalankan proses integrasi satuan pendidikan sebagaimana aturan hukum yang berlaku, sekaligus menjaga akan ketertiban dan menjaga keberlanjutan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)" kata Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH (Red)

IMG-20251201-WA0023

Persiapkan Acara Mujahadah Nisfusannah, PW Wahidiyah Jabar Konsisten Gelar Agenda Rutin Tahunan

Jendela Jurnalis Karawang JABAR PW Wahidiyah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Mujahadah Nisfusannah di Lapang Rumah Sakit Rosela, Jalan Interchange Karawang Barat, pada 6 Desember 2025. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri langsung Pengasuh Perjuangan Wahidiyah Pusat, Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri RA.

Mujahadah Nisfusannah merupakan agenda rutin tahunan dalam organisasi Perjuangan Wahidiyah. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengamalkan ajaran spiritual melalui Sholawat Wahidiyah yang pertama kali diamalkan oleh KH Abdoel Madjid Ma’roef.

Sholawat Wahidiyah dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya melalui doa dan zikir, dengan tujuan menjernihkan hati serta menenangkan jiwa.

Adapun gerakan Wahidiyah berawal dari amalan Sholawat Wahidiyah yang disusun KH Abdoel Madjid Ma’roef pada Tahun 1963 setelah melalui proses riyadhah dan permohonan petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perjuangan Wahidiyah berkembang melalui Yayasan dan Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri, Jawa Timur, yang secara resmi didirikan pada 15 Juli 2011 dan disahkan Kemenkumham pada 30 Desember 2011. Yayasan ini menaungi seluruh aktivitas perjuangan Wahidiyah di berbagai daerah.

Ketua Panitia Pelaksana III Mujahadah Nisfusannah, Ade Rosadi mengatakan, jamaah yang akan hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, serta dari DKI Jakarta, Banten, dan sejumlah provinsi lainnya, termasuk Jawa Timur.

“Rencana Mujahadah Nisfusannah ini sudah dimatangkan. Panitia lokal Karawang juga sudah melakukan persiapan, mulai dapur, tempat shalat berjamaah, tempat berwudhu, toilet, kamar mandi, dapur umum dan tenda-tenda penginapan sampai panggung dan tenda Mujahadah Nusfusannah,” ujar Ade Rosadi, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kapasitas jamaah yang diproyeksikan hadir mencapai sekitar 10.000 orang. Karena itu, pihaknya berharap dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat Jawa Barat.

Ade Rosadi juga menyampaikan harapan agar kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Karawang ini berjalan baik dan lancar. Ia ikut mengajak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk berkenan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, tentu dielu-elukan kehadirannya oleh Jamaah Wahidiyah. Oleh karena itu kalangan jamaah Wahidiyah sangat berharap Gubernur Jabar memberikan support tersendiri melalui kehadirannya di tengah tengah jamaah,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251130-WA0005

Suara Nelayan Muara Kampung Bungin Makin Pedas: “Kalau Persoalan Ini Tak Diselesaikan, Lalu Untuk Apa Ada Staf Ahli?”

Muara Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Gelombang kekecewaan kembali datang dari nelayan Muara Kampung Bungin. Tahun demi tahun mereka bertahan di tengah abrasi yang menggerus rumah, laut yang makin rusak, dan aktivitas jaring trawl serta penambangan pasir yang tak kunjung berhenti. Namun, yang terasa hanyalah janji—tanpa langkah nyata di lapangan.

‎Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini disorot tajam oleh masyarakat hilir. Bukan karena kebencian, tapi karena harapan yang belum terjawab.

‎“Kalau Pak Dedi Mulyadi tidak mampu menyelesaikan persoalan nelayan Muara Kampung Bungin, lalu apa gunanya seluruh jajaran ahli di sekelilingnya?” ucap salah satu tokoh pemuda dengan nada getir.

‎Sorotan juga mengarah pada Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, yang disebut-sebut menjadi staf ahli gubernur. Bagi warga, nama Susi bukan sekadar pejabat—dia simbol keberanian dalam membela nelayan kecil. Rekam jejaknya memerangi perusakan laut dan melindungi nelayan tradisional masih membekas kuat.

‎“Kita semua tahu siapa Ibu Susi. Kita tahu keberpihakannya pada nelayan kecil. Justru karena itu kami bertanya: kalau orang sepeduli beliau berada di lingkaran gubernur, kenapa persoalan kami masih dibiarkan menggantung?” lanjutnya.

‎Di Muara Kampung Bungin, bukan hanya pasir yang hilang digerus ombak—tapi juga harapan. Nelayan kehilangan tempat melaut, rumah mereka makin mundur, dan kehidupan semakin terjepit. Mereka sudah datang melapor, sudah berkali-kali bersuara, bahkan mendatangi posko pengaduan. Namun, langkah nyata belum juga terlihat.

‎Masyarakat hilir menegaskan:
‎Mereka tidak membutuhkan pidato—mereka butuh tindakan.
‎Mereka tidak menuntut keajaiban—mereka menuntut kehadiran.

‎“Ini soal perut, soal masa depan anak-anak kami. Kalau pemerintah provinsi benar-benar peduli, turunlah. Lihat sendiri bagaimana kami hidup di tepi laut yang semakin hilang,” tutup sang tokoh pemuda. (RCF)*

IMG-20251130-WA0036

Anniversary ke-5 Tahun, Media LabrakNews Terus Berkembang dan Menjadi Media yang Menumbuhkan Iklim Jurnalisme

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Perayaan Aniversary ke-5 Media LabrakNews berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kantor redaksi LabrakNews pada Sabtu siang. Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh media, rekan-rekan jurnalis, hingga para CO dari berbagai media di Kabupaten Karawang yang turut hadir memberikan dukungan.

Sejak acara dimulai, suasana terlihat akrab dan cair. Para tamu undangan saling menyapa, berbincang mengenai perkembangan media lokal, hingga berbagi pengalaman seputar dunia jurnalistik yang terus berkembang. Kehadiran banyak insan media ini menunjukkan bahwa Labraknews memiliki tempat tersendiri di kalangan pekerja pers Karawang.

Dalam sambutannya, Bang Dacek, selaku Chief Officer (CO) LabrakNews, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Menurutnya, usia lima tahun bukan perjalanan yang singkat, apalagi bagi media yang terus berupaya menjaga konsistensi dan integritas di tengah dinamika pemberitaan saat ini.

“Alhamdulillah, kita bisa sampai di usia lima tahun ini. Terima kasih kepada seluruh rekan media, para tokoh, dan semua yang selalu mendukung. Sesuai slogan kami, Jelas Tandas Berintegritas, kami akan terus berusaha menghadirkan informasi yang benar, jelas, dan punya manfaat bagi masyarakat,” ujar Bang Dacek yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

Acara ini juga menjadi wadah bertukar pikiran tentang peran media lokal, tantangan digitalisasi, hingga pentingnya kolaborasi antar redaksi. Beberapa CO media yang hadir turut menyampaikan harapan agar LabrakNews terus berkembang dan menjadi salah satu media yang menumbuhkan iklim jurnalisme yang sehat di Karawang.

Selain sambutan, acara diisi dengan ramah tamah, obrolan santai, serta sesi sharing mengenai pengalaman peliputan di lapangan. Momen pemotongan tumpeng menjadi simbol syukur dan doa agar LabrakNews semakin kuat, maju, dan tetap menjadi bagian dari perkembangan informasi di daerah.

Tak lupa, sesi foto bersama menutup acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini. Para tamu pulang dengan senyuman, membawa harapan agar kolaborasi antar media di Karawang dapat terus terjalin dengan baik.

Di usia lima tahun ini, LabrakNews menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi media yang dekat dengan masyarakat serta mengutamakan integritas dalam setiap pemberitaan. Dengan dukungan berbagai pihak, LabrakNews berharap dapat terus memberi warna di dunia jurnalistik Karawang dan tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya publik.(Red)

IMG-20251130-WA0015

Heryanto Resmi Dilantik Menjadi Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jakarta Periode 2025-2030

Jendela Jurnalis Jakarta Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jakarta menggelar pelantikan pengurus baru yang berlangsung di Hotel Grandhika, Jakarta. Pada acara tersebut, Heryanto resmi dilantik sebagai Ketua AMKI Jakarta untuk periode 2025-2030.

Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor media, pejabat pemerintahan baik Kementerian PUPR maupun perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Kabag Mitra Karopenmas Divisi Humas Polri dan anggota AMKI yang datang dari berbagai daerah di Jakarta,29/11/2025.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 100 undangan, para peserta juga menyaksikan pelantikan pengurus baru yang bertujuan untuk memperkuat peran media dalam menghadapi tantangan perkembangan industri media yang semakin pesat.

Dalam pidatonya, Heryanto menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan peran AMKI dalam menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai Ketua AMKI Jakarta, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang, terutama dalam era konvergensi media.

"AMKI harus menjadi wadah yang tidak hanya menghubungkan media konvensional dan digital, tetapi juga memperkuat sinergi antar media, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa menghadapai tantangan besar yang ada di industri media dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa," ujar Heryanto dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala yang hadir dalam acara pelantikan ini, mengungkapkan rasa optimisme atas terpilihnya Heryanto sebagai ketua baru AMKI Jakarta.

Dalam pesannya, ia mengingatkan, tentang pentingnya media konvergensi dalam mengintegrasikan berbagai platform komunikasi yang ada, termasuk televisi, radio, media cetak, dan digital, agar dapat memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, dan bermanfaat bagi publik.

"Peran AMKI sangat penting dalam mendorong media untuk tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan kebiasaan konsumen yang semakin dinamis. Kami berharap, Heryanto bersama jajaran pengurus AMKI Jakarta dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan inovasi," tambahnya.

Dengan dilantiknya pengurus baru AMKI Jakarta, banyak pihak berharap agar AMKI dapat terus berperan aktif dalam mengedukasi publik tentang pentingnya media yang berkualitas serta menjaga independensi dan etika jurnalistik.

Selain itu, diharapkan pula agar AMKI dapat memperkuat posisi media konvergensi sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, terutama di era digital yang serba cepat ini.

Sebagai ketua baru, Heryanto berjanji untuk terus memperjuangkan kepentingan anggota AMKI, memfasilitasi peningkatan kualitas media, serta membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan dalam industri media.

Dalam acara pelantikan AMKI Jakarta beberapa sponsor ikut mendukung terlaksananya acara tersebut, diantaranya Pegadaian, J&T Cargo, Dharma Jaya, PUPR, SHARP, Sucofindo, Kokola, Frisian Flag, Dompet Dhuafa, Ancol dan beberapa pihak lainnya.

Pelantikan AMKI Jakarta ini diakhiri dengan ramah tamah dan diskusi tentang langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk meningkatkan peran media konvergensi di Indonesia. Dengan semangat baru yang dibawa oleh kepengurusan yang lebih baik dan berkelanjutan.(Red)

IMG-20251129-WA0006

Jerit Warga Muara Kampung Bungin, Muara Gembong

Muara Kampung Bungin, Muara Gembong

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Di Muara Kampung Bungin, Muara Gembong, suara laut kini berubah menjadi keluhan yang tak lagi bisa disembunyikan. Ombak yang setiap hari menghantam pantai membawa cerita yang sama, tanah terus hilang, muara makin dangkal, dan kehidupan nelayan semakin berat. Abrasi merenggut daratan, penambangan pasir merusak dasar laut, sementara alat tangkap cantrang menghabisi biota yang menjadi sumber nafkah warga.

‎Di tengah keadaan yang semakin menyesakkan ini, seorang tokoh pemuda setempat, Reydo, menyampaikan suara hati yang mewakili seluruh masyarakat muara kampung bungin.

‎Dengan nada tegas namun penuh rasa kecewa, ia berkata, “Saya sudah melaporkan persoalan ini. Bila dalam satu bulan tidak ada yang turun melihat kondisi kami, saya akan kembali datang ke posko pengaduan. Dan kali ini, mungkin saya akan mengajak masyarakat lainnya untuk ikut bersama saya. Kami ingin bisa bertemu langsung dengan Pak Dedi Mulyadi. Aya salam ti budak hilir, Pak… Ulah ukur di kota wae. Turun sakali-kali ka hilir, ka tempat kami nu ayeuna lembur na kuat beak ku abrasi,” tuturnya.

‎Reydo menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi. Ini tentang hidup orang banyak—tentang laut yang semakin rusak, tentang kampung yang perlahan hilang, tentang masa depan anak-anak pesisir yang terancam.

‎Ia melanjutkan dengan suara bergetar, “Muara kami dangkal, pasir terus dikeruk, laut kami rusak. Kami bukan minta kemewahan, kami hanya minta diperhatikan. Masyarakat kota selalu jadi prioritas, tapi kami di hilir seakan tidak dianggap. Padahal laut inilah yang memberi makan kami setiap hari.”

‎Harapan warga kini tertuju pada pemerintah dan pihak terkait agar segera turun tangan. Mereka ingin melihat tindakan nyata—bukan hanya janji, bukan hanya rapat yang tak menyentuh akar masalah.

‎Karena bagi mereka, Muara Gembong bukan sekadar wilayah pesisir. Ini rumah, ini tanah kelahiran, dan ini tempat hidup yang sedang mereka pertahankan mati-matian. (NN)*

IMG-20251128-WA0006

IPSI Karawang Juara Umum di Kejurda Jabar 2025, Namun Dipandang Sebelah Mata

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang terus menunjukkan prestasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar IV Tingkat Remaja Provinsi Jawa Barat 2025.

Namun sangat disayangkan peraihan prestasi pada kejurda tersebut seperti dipandang sebelah mata oleh daerahnya sendiri.

Ketua IPSI Kabupaten Karawang yang juga anggota DPRD provinsi Jawabarat mengatakan bahwa dalam pembinaan atlet terus dioptimalkan meskipun harus berjuang di tengah keterbatasan anggaran.

Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa komitmen dan semangat serta kemampuan para atlit tidak terbatas adalah kunci utama di balik setiap prestasi yang diraih.walaupun dengan dana terbatas Ia yakin kemampuan atlit IPSI kabupaten Karawang sudah optimal.

Saat dihubungi melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis 27 November 2025, Dea Eka Rizaldi membeberkan rahasia pengelolaan organisasi yang berfokus pada hasil.

"Rahasia kami adalah komitmen yang menciptakan rasa semangat baru. Walaupun dengan dana terbatas, saya yakin kemampuan atlet kita tak terbatas," ungkap Dea

Menurutnya, pencapaian di dunia persilatan tidak ada yang instan. Semua dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan internal hingga merancang program peningkatan prestasi.

"Jika pengelolaannya baik, saya yakin hasil itu pasti baik," tegasnya.

Dea menyoroti pentingnya latihan yang komprehensif, tidak hanya fisik, tetapi juga pengembangan mental atlet. Hal ini dilakukan salah satunya dengan memperbanyak jam tanding.

Ia menyambut gembira hasil dari pembinaan tersebut, di mana beberapa atlet yang meraih emas di usia pelajar tahun lalu, kini sudah siap untuk naik kelas ke kategori dewasa.

"Beberapa atlet kita tahun depan sudah berusia 17 tahun dan sudah bisa diturunkan di kelas dewasa. Saya tanya ke mereka siap buat turun di dewasa, jawabannya sangat siap. Luar biasa mental anak-anak kita." kata Dea.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, porsi latihan akan ditingkatkan agar semua aspek dalam diri atlet dapat berkembang dan terlihat.

Meskipun menyatakan sanggup menanggung beban operasional dan pembinaan, Dea Eka Rizaldi menyuarakan satu harapan penting, yakni terkait penghormatan dan apresiasi bagi atlet berprestasi yang telah membawa nama harum Kabupaten Karawang.

"Ada hal yang tidak bisa saya berikan untuk mereka yang berprestasi, yaitu penghormatan atas atlet-atlet kita yang sudah berprestasi membawa nama Karawang. Itu bukan porsi saya untuk memberikan penghormatan untuk atas nama Karawang," keluhnya.

Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang kurang peduli terhadap prestasi atlet di Karawang, Dea melontarkan pernyataan yang cukup menohok

Ia menyiratkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang tidak memberikan dukungan dan Ia pun ungkapkan kekecewaannya pada Panitia kejurda Pencak Silat antar pelajar Jawabarat.

"Untuk saat ini saya berkolaborasi dengan Tuhan saja, insya Allah enggak akan kecewa. Beda (jika) kolaborasi dengan manusia, akhirnya pasti kecewa juga, dan kita juara umum ke 3 dari 24 kabupaten/kota , juara umum 1 dan 2 dapet piala dan uang pembinaan , juara umum 3 ga dapat apa-apa, ini kan kejuaraan daerah antar pelajar Jawa Barat, kenapa bisa gitu ya?" tambah Dea dengan nada kecewa.

"Manusia yang saya maksud adalah manusia yang tidak peduli dengan prestasi anak-anak Karawang dalam semua bidang, khususnya pencak silat," tambahnya, tanpa menyebutkan nama institusi atau individu secara spesifik.

Mengenai alasan ketidakpedulian tersebut, Dea memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut, dan menyerahkan pertanyaan itu langsung kepada pihak yang bersangkutan.

"No coment , silahkan tanya kepada yang bersangkutan , kenapa mereka melakukan itu," tutupnya.(Red)

IMG-20251127-WA0021

Tokoh Pemuda Muara Bungin Laporkan Permasalahan Abrasi, Penambang Pasir dan Nelayan Jaring Arad ke Posko Pengaduan KDM Lembur Pakuan

Proses pengaduan di Lembur Pakuan

Jendela Jurnalis Subang, JABAR - Situasi lingkungan di wilayah pesisir Muara Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong semakin mengkhawatirkan. Abrasi yang kian parah, maraknya aktivitas penambangan pasir, serta penggunaan jaring arad oleh sebagian nelayan menjadi tiga persoalan utama yang membuat masyarakat menyampaikan laporan resmi ke Posko Pengaduan KDM Lembur Pakuan.

‎Laporan ini disampaikan oleh perwakilan warga pesisir, Reydo, yang datang langsung untuk menjelaskan kondisi lapangan yang semakin tidak terkendali.

‎Abrasi Menggerus Daratan dan Mengancam Permukiman

‎Abrasi di Muara Kampung Bungin telah mencapai titik kritis. Garis pantai terus mundur, menggerus permukiman, tambak, dan area aktivitas nelayan. Air laut semakin mudah masuk ke daratan saat pasang besar, menyebabkan kerusakan fisik sekaligus kerugian ekonomi bagi masyarakat.

‎Warga menilai kondisi ini tidak lagi bisa ditanggulangi secara mandiri. Hilangnya mangrove, gelombang besar, dan perubahan arus laut membuat abrasi terus bergerak tanpa henti.

‎Penambangan Pasir Dinilai Memperparah Kerusakan

‎Selain abrasi, masyarakat juga melaporkan adanya aktivitas penambangan pasir di beberapa titik muara yang diduga menjadi salah satu penyebab percepatan kerusakan lingkungan. Aktivitas tersebut mengganggu struktur dasar muara, memicu pendangkalan, sekaligus memperlemah tanah di sisi pesisir.

‎Warga khawatir penambangan pasir yang tidak terkendali akan menyebabkan wilayah pesisir kehilangan daya dukungnya dan mempercepat hilangnya permukiman.

‎Nelayan Jaring Arad Mengganggu Ekosistem dan Nelayan Tradisional

‎Penggunaan jaring arad turut menjadi keluhan utama. Warga dan nelayan tradisional menyampaikan bahwa arad merusak ekosistem dasar laut, menghabiskan biota kecil, dan menurunkan hasil tangkap nelayan lainnya.

‎Konflik antar-nelayan mulai muncul akibat penggunaan alat tangkap yang dianggap merusak, sehingga warga meminta adanya penertiban dan aturan yang ditegakkan secara tegas.

‎Kutipan Reydo Saat Melapor ke KDM

‎Dalam penyampaiannya di Posko Pengaduan KDM Lembur Pakuan, Reydo menjelaskan tiga persoalan yang kini membebani masyarakat pesisir.

‎“Kami datang untuk melaporkan tiga hal sekaligus: abrasi yang sudah sangat parah, aktivitas penambangan pasir, dan penggunaan jaring arad. Semuanya saling berkaitan dan semuanya merusak kehidupan kami di pesisir,” tegas Reydo.

‎Ia menambahkan bahwa warga sudah terlalu lama menanggung dampak kerusakan tanpa adanya penanganan tegas.

‎“Abrasi menghabiskan daratan, penambangan pasir mempercepat kerusakan, dan jaring arad menghancurkan laut tempat kami mencari makan. Kami butuh solusi nyata, bukan hanya pendataan. Kami meminta ini segera ditindaklanjuti,” tutur Reydo.

‎KDM Akan Meneruskan Laporan ke Instansi Terkait

‎Pihak Posko Pengaduan KDM memastikan bahwa seluruh laporan warga telah dicatat dan akan diteruskan kepada instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, dinas perikanan, dan aparat penegak hukum.

‎KDM juga berkomitmen mengawal proses tindak lanjut agar persoalan ini mendapat perhatian serius.

‎Sementara itu, warga juga mendesak pengawasan dan penanganan nyata dari pemerintah.

‎Atas dasar aduan tersebut, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan beberapa hal diantaranya;

‎- Membuat penanganan darurat abrasi

‎- Menertibkan dan menghentikan penambangan pasir

‎- Mengontrol dan membina nelayan pengguna jaring arad

‎- Melakukan rehabilitasi mangrove dan penguatan garis pantai

‎- Melakukan patroli dan pengawasan rutin di wilayah muara. (NN)*