Jendela Sosial

IMG-20230130-WA0019

Ketua PP TIM, Resmikan Masjid Nuruddin Ar-Raniry dan Lantik Pengurus TIM Karawang Periode 2023-2027

Foto saat pelantikan pengurus TIM

Jendela Jurnalis, Karawang -
Ketua PP Taman Iskandar Muda (TIM), Ir. Muslim Armas, meresmikan Masjid Nuruddin Ar-Raniry dan melantik Pengurus TIM Cabang Karawang, Minggu (29/1/23), bertempat di Perum Grand Safira, Ds. Darawolong, Kec. Purwasari, Kab. Karawang, Jabar. Adapun Ketua TIM Cabang Karawang terpilih adalah Samsoe Rijal, untuk masa jabatan tahun 2023-2027.

Dalam sambutannya, Muslim Armas menyampaikan, pendirian Masjid Nuruddin Ar-Raniry sudah dimulai sebelum pandemi Covid-19 melanda. Berdirinya Masjid Nuruddin Ar-Raniry, berkat sumbangsih Yayasan Pusat Dakwah Al-Qur'an.

"Kita mulai membangun Masjid Nuruddin Ar-Raniry sebelum pandemi Covid-19 dan ketika pandemi, agak sedikit tersendat pembangunannya. Alhamdulillah, hari ini Masjid Nuruddin Ar-Raniry telah hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya warga Grand Safira dan umumnya masyarakat Karawang," tutur Muslim Armas, yang juga merupakan Pengurus Yayasan Pusat Dakwah Al-Qur'an.

Foto dalam peresmian

Dalam acara tersebut, turut dihadiri Perwakilan Pemda Karawang, Pembina Yayasan Pusat Dakwah Al-Qur'an, Ust. Ir. Muhammad Furqan Al-Fauzi, Camat Purwasari, Kades Darawolong, Bhabinkamtibmas Darawolong, organisasi lokal dan tamu undangan lainnya.

Selanjutnya, Ketua KUPI (Keluarga Ureung Pidie) tersebut, menceritakan asal mula nama Masjid Nuruddin Ar-Raniry.

"Bagi masyarakat Karawang memang terdengar asing, berbeda dengan masyarakat Aceh yang sudah familiar dengan nama tersebut. Hal tersebut dikarenakan, Nuruddin Ar-Raniry merupakan seorang ulama yang pada saat Sultan Iskandar Muda memerintah, menjadi rujukan dari Kerajaan Aceh Darussalam. Itulah salah satu alasan, nama Nuruddin Ar-Raniry dipilih," ungkapnya.

Muslim Armas melanjutkan, beliau memaparkan sejarah terkait Paguyuban TIM dan saat ini telah memiliki sebanyak 52 cabang di seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, TIM sudah berusia 73 tahun dan telah memiliki 52 cabang yang tersebar di nusantara. TIM merupakan Paguyuban Aceh untuk Indonesia," ujarnya.

Lanjutnya, TIM akan bahu-membahu bersama Pengurus dan masyarakat Aceh serta masyarakat Karawang, untuk saling bersinergi dalam menjalankan visi dan misi.

"Hubungan antara Aceh dan Karawang sudah terjalin sejak lama. Banyak yang belum mengetahui Menlu pertama Rd. Ahmad Subarjo Joyodisuryo adalah Putera Karawang yang lahir di Teluk Jambe, akan tetapi dalam tubuhnya mengalir darah Aceh, karena Ayah beliau Teuku Yusuf, merupakan keturunan Bangsawan Aceh. Ini menunjukkan, masyarakat Jabar khususnya Karawang, sudah sangat lama memiliki hubungan dengan masyarakat Aceh," jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya Masjid tersebut, dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti pengajian, majlis ta'lim dan kegiatan lainnya.

"Kedepan, insya Allah akan dibangun sekolah mulai dari PAUD, TKA, SD, SMP dan SMA. Kita berharap adanya support dari Pemda Karawang, baik dari tingkat Dusun, Desa, Kecamatanbdan Kabupaten, agar Masjid ini bisa bermanfa'at bagi masyarakat disekitarnya," tutupnya.

Acara ditutup dengan pelantikan Pengurus TIM Cab. Karawang, serta serah terima Pataka. (AP)

IMG-20230121-WA0006

Sabtu Kreatif SMK TKM Tempuran, Diisi dengan Jalan Santai dan Baksos Membersihkan Sampah Dilingkungan

Foto siswa saat membersihkan sampah dijalan yang terlewati saat jalan santai

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka mengisi kegiatan dihari Sabtu, SMK Taruna Karya Mandiri Tempuran (SMK TKM Tempuran) menggelar kegiatan berupa jalan santai disertai dengan baksos. Sabtu (21/01/2022).

Sesuai dengan tema "Kreatif" seluruh Siswa/i beserta para Dewan Guru terlihat berperan aktif dalam kegiatan positif tersebut.

Kegiatan diawali dengan pelepasan jalan santai berkeliling sekitar area Desa Pagadungan, dengan rute start dari Kampus SMK TKM ke arah Dusun Pangaritan lalu memutar jalan hingga kembali lagi ke titik start awal.

foto siswi yang juga ikut membersihkan sampah

Tak hanya jalan santai, beberapa Siswa juga mengikuti jalan santai dengan membawa beberapa karung kosong, dan siswa yang tidak membawa karung bertugas untuk menyisir sampah yang berserakan disekitar area yang terlewati.

Tak terkecuali para Dewan Guru, selain bertugas membimbing dan menjaga ketertiban selama jalan santai berlangsung, merekapun terlihat ikut membersihkan sampah seperti yang dilakukan oleh para siswanya.

Terkait dari tema "Sabtu Kreatif" Hari ini, Sukatmo, S.Pd selaku Wakasek Bidang Kesiswaan kepada Jendela Jurnalis menerangkan bahwa tujuan dari digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk dapat menanamkan jiwa sosial terhadap siswanya.

"Kegiatan ini digelar dalam rangka mengisi Sabtu Kreatif yang biasanya selalu kita gelar, adapun makna dan tujuan dari sabtu kreatif hari ini adalah agar siswa bisa menanamkan jiwa sosial terhadap lingkungan," terangnya.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Bintang Kusuma Wardhana, S.Si., M.Or selaku Guru Olahraga.

"Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya untuk mengisi Sabtu Kreatif hari ini saja, melainkan untuk dijalankan secara rutin kedepannya, karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, selain bertujuan menjaga kebugaran siswa, juga bisa menanamkan jiwa sosial terhadap siswa," pungkasnya. (NN)

IMG-20230114-WA0008

Kapolres Karawang Gelar Pengajian Rutin dan Santunan Anak Yatim Piatu

Foto AKBP Wirdhanto Hadicaksono dalam acara pengajian

Jendela Jurnalis, Karawang -
Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, menggelar acara pengajian rutin dan pemberian santunan anak yatim, Rabu (11/1/23). Ada yang berbeda dalam pengajian kali ini, biasanya dilakukan di Masjid Miftahul Hidayah Mako Polres Karawang, kali ini dilakukan di Loby Mako Polres Karawang.

Pengajian tersebut diikuti oleh para PJU, Kasat dan Personil perwakilan Satfung dan anak-anak yatim piatu dari Yayasan yatim Ar-Ridwan, dengan Ust. Aceng. Kegiatan pengajian yang digelar Kapolres ini, menjadi program rutin Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Wicaksono, dengan harapan kegiatan ini dapat meningkatkan spiritual Personil, dapat meringankan beban anak yatim piatu yang ada di wilayah Karawang.

Kapolres melalui Wakapolres Karawang, Kompol Agoeng Ramadhani, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus dan adik-adik dari yayasan Ar-Ridwan, yang telah bersedia hadir dalam acara pengajian rutin tersebut.

Foto kegiatan pengajian

"Santunan kepada anak yatim-piatu, merupakan wujud kepedulian Polres Karawang kepada sesama. Kegiatan ini sekaligus acara do'a bersama, guna mendo'akan seluruh Anggota Polres Karawang, agar mendapat kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat melaksanakan tugas ke depan dengan baik dan situasi di Kab. Karawang ini senantiasa aman, nyaman serta kondusif,” tutup Kapolres melalui Wakapolres Karawang. (AP)

IMG-20230114-WA0001

Baksos, Polres Karawang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Jompo

Foto kegiatan Bakti Sosial

Jendela Jurnalis, Karawang -
Polres Karawang, Polda Jabar, salurkan bantuan sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Hal itu menjadi poin penting, untuk dilakukan oleh seluruh jajarannya.

Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SH, SIK, M.Si, mengapresiasi jajarannya yang terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, untuk melakukan Baksos. Hal tersebut sejalan dengan Program Quick Wins Presisi Polri.

Terpisah, Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Ryan Faisal menyampaikan, bahwa bantuan paket sembako kali ini ditujukan ke warga jompo yang berada di Dsn Kalipandan, Ds. Sukaluyu, Telukjambe Timur, Karawang.

"Harapannya, semoga bisa sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang kurang mampu," ujar Kapolsek, Senin (9/1/23).

Kapolsek mengarahkan anggotanya yaitu Bhabinkamtibmas Ds. Sukaluyu, Bripka Shanty, untuk memberikan bantuan paket sembako kepada warga jompo, seperti Bapak Lili. Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian Polres Karawang melalui Polsek jajarannya, dengan gelaran kegiatan kemanusiaan untuk berbakti sosial, dalam upayanya membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kapolsek menandaskan, "Semoga bantuan ini dapat bermanfa'at bagi mereka yang membutuhkan. Dan kami juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap menjaga kesehatan serta menerapkan Prokes, sesuai anjuran Pemerintah," pungkasnya. (Red/AP)

IMG-20230108-WA0010

Pererat Tali Persaudaraan dan Kebhinekaan, Melalui Suka Cita Natal Persekutuan Do’a Oikumene Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Sebagai wujud rasa kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan, Persekutuan Do'a Oikumene Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, merayakan suka cita Natal tahun 2022, yang diselenggarakan secara hybrid virtual Zoomeet maupun secara langsung, dengan bertempat di Aula Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Sabtu (7/1/23).

Perayaan Natal kali ini mengusung tema "Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain." (Matius 2:12). Pelaksanaan acara dibagi menjadi 2 (dua) sesi, yaitu Pembukaan Acara dan Ibadah.

Kegiatan diawali dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia Natal, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus Non TPI Jaksel, Felucia Sengky Ratna.

“Latar belakang kegiatan ini sebagai pembinaan iman, guna meningkatkan pengembangan SDM serta mendukung kinerja organisasi,” ujar Felucia.

“Kepedulian dan cinta kasih terhadap sesama, telah ditunjukkan oleh Persekutuan Do'a Oikumene Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, melalui Bhaksos, pada tanggal 17 Desember 2022, di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Cipayung,” sambung Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini juga, beliau dalam sambutannya menyampaikan amanat Menkumham RI, Prof. Yasonna H. Laoly dan Presiden RI, Ir. Jokowi, untuk mengedepankan tata nilai PASTI dan Ber-AKHLAK, yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan.

Instruksi tersebut telah diterima dengan baik oleh Kantor-kantor Imigrasi di lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, dengan memberikan pelayanan paspor pada hari Sabtu (hari non aktif kerja) untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Nilai kepercayaan (trust) dari masyarakat, akan berdampak pada peningkatan nilai ibadah pula.

Semarak Perayaan Natal ini, diisi dengan penampilan dari WBP Lapas Khusus Narkotika (Lapsustik) Kelas II A Jakarta, Amos Idol, Joyfull Choir, serta dilanjutkan dengan ibadah dan khotbah, yang disampaikan oleh Pendeta Thomas Riwu.

Terakhir, Kakanwil Kemenkumham Lampung, sekaligus Pembina Oikumene (Sorta Delima L. Tobing) menyerahkan tongkat estafet Kepemimpinan Oikumene kepada Kadiv Pemasyarakatan, Marselina Budiningsih.

Kegiatan ditutup dengan penampilan Rapper AMF WBP Lapsustik Kelas II A Jakarta. Turut hadir para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kanit Pelaksana Teknis, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas serta ASN Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. (AP)

IMG-20230105-WA0011

Awali Kunker di Tahun 2023, Ketum PPWI Sambangi Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang

Foto Ketum PWI bersama beberapa Perwakilan Lapas Narkotika Cipinang

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Awali Kunker di tahun 2023, Ketum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyambangi Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, di Cipinang, Jaktim, DKI Jakarta, Selasa (3/1/23), sekitar jam 12.00 WIB. Kunker tersebut, dalam rangka memenuhi undangan silaturahmi khusus dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KaKPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, M. Khapi, A.Md.IP, S.Sos, MM.

Pertemuan silaturahmi tersebut, diagendakan di siang hari oleh pihak Lapas, karena sembari berbincang-bincang, juga sekalian makan siang. Dalam pertemuan silaturahmi itu, Ketum PPWI ditemani beberapa Anggotanya, antara lain Wakil Bendahara I PPWI, Winarsih, S.Pd dan PPWI DKI Jakarta, Edwin Waturandang.

Sementara itu, dari pihak Lapas Narkotika Cipinang, selain KaKPLP, terlihat hadir Kasi Adm Kam, Heri Purnomo, SH dan beberapa jajarannya. Khapi pada pertemuan itu, sekaligus mewakili Kalapas Narkotika Cipinang.

Foto Ketum PPWI bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KaKPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, M. Khapi, A.Md.IP, S.Sos, MM

Dalam acara Maksi dan bincang-bincang santai tersebut, Khapi menyampaikan beberapa program kegiatan di Lapas Narkotika Cipinang. KaKPLP yang murah senyum itu, juga bercerita tentang suka-duka dalam melaksanakan tugas dan tanggung-jawab kepada seluruh Warga Binaan, dengan karakter yang berbeda-beda.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, kata Khapi, pihaknya menilai, peran media sangat dibutuhkan.

"Media sangat diperlukan, untuk membantu mengekspos kegiatan-kegiatan positif yang sudah dilakukan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta selama ini, ke publik," ungkapnya, Selasa, 3 Januari 2023.

Sementara itu, Wilson Lalengke, yang merupakan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 mengatakan, bahwa publikasi kegiatan sangat membantu inseminasi informasi dan merubah opini publik tentang Lapas dan Rutan. Lapas dan Rutan bukan lagi tempat yang menyeramkan, akan tetapi tempat yang menyenangkan, sebagai Sekolah Kehidupan, untuk melatih Warga Binaan, dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup.

"Lapas dan Rutan adalah tempat yang sangat menyenangkan, tempat yang bisa digunakan semua orang, sebagai 'Sekolah Kehidupan'. Disinilah kita berlatih menghadapi persoalan-persoalan hidup, yang mungkin berbeda sekali keadaannya, ketika kita berada di luar sana," tutur Wilson Lalengke.

Lulusan Pasca sarjana Bid. Studi Applied Ethics dari Utrecht University, The Netherlands dan Linkoping University, Sweden ini berharap, pertemuan silaturahmi dengan pihak Lapas Narkotika Cipinang, bermanfa'at bagi semua pihak.

"Apa yang telah menjadi bagian dari diskusi-diskusi kecil kita di pertemuan silaturahmi ini, kiranya dapat memberikan manfa'at, baik untuk Warga Binaan, maupun bagi pembangunan Bangsa dan Negara, termasuk juga masyarakat umum di luar sana," jelas Wilson Lalengke.

Selain membicarakan perihal kolaborasi antara PPWI sebagai media dengan Lapas Cipinang dalam program kegiatannya, Ketum PPWI, Wilson Lalengke, juga secara sekilas membahas perihal organisasi Persaudaraan Mantan Tahanan (PERMATA) yang sedang dalam proses penyiapan legalitas struktur kepengurusannya. Hal tersebut disambut baik M. Khapi dan Heri Purnomo.

"Adanya organisasi semacam PERMATA ini, akan sangat banyak membantu kami para pengelola Lapas dan Rutan, dalam membina dan mempersiapkan Warga Binaan kami, menghadapi kehidupan barunya seusai menjalani proses pembinaan di sini," ujar Khapi.

Di akhir pertemuan, Ketum PPWI menyerahkan Plakat Penghargaan, sebagai tanda kenang-kenangan terjalinnya silaturahmi antara PPWI dengan Lapas Narkotika Klas II Cipinang Jakarta, kepada pihak Lapas yang diterima oleh M. Khapi, didampingi Heri Purnomo. Dalam penyampaiannya kepada media usai pertemuan, Khapi mengatakan, bahwa pertemuan tersebut merupakan awal kolaborasi yang sangat luar biasa, antara media dan Lapas. Antara lain, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum, bahwa Lapas memiliki banyak program yang bermanfa'at bagi Warga Binaan.

"Pertemuan ini sangat penting, karena media merupakan partner strategis bagi kami, untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum, terkait program pembinaan kepribadian, ketrampilan hidup dan kemandirian Warga Binaan kami," pungkas M. Khapi. (Red/AP)

IMG-20230105-WA0012

Resmikan Masjid Al-Danish, Kapolres Karawang: Terima Kasih kepada Seluruh Pihak yang Telah Berkontribusi

Foto saat Kapolres melakukan gunting pita

Jendela Jurnalis, Karawang -
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, CPHR, meresmikan Masjid Al-Danish, Senin (2/1/23), bertempat di Polsek Klari, Kec. Klari. Masjid Al-Danish diprakarsai Pak Jimmy, Perusahaan di wilayah Klari, Tokoh masyarakat dan Ulama, serta seluruh masyarakat Klari.

"Semua ini akan menjadi ladang amal kita semua," ujar Kapolres, di hadapan tamu dan awak media.

Selain dihadiri Kapolres Karawang dan PJU Kapolres Karawang, turut pula dihadiri Kapolsek Klari, Kompol Hidayat, SH; mantan Kapolsek Klari, Relisman Nasution; Wakapolsek Klari, Marjani; Mantan Kapolsek Klari, Ricky; Muspika Klari, Camat Klari, Koramil Klari, ulama, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Foto saat penandatanganan prasasti peresmian

Dalam sambutannya, Aldi merasa bangga, dengan idzin Allah swt, pembangunan Masjid Al-Danish telah rampung. Dan bertepatan dengan Ultah Kapolsek Klari ke-50, Masjid Al-Danish diresmikan.

"Syukur alhamdulillah, pembangunan Masjid Al-Danish telah selesai. Saya selaku Kapolres Karawang, merasa bangga dan berterima kasih kepada para Kapolsek terdahulu dan seluruh pihak yang telah berkontribusi, dalam pembangunan Masjid Al-Danish," tutur Kapolres.

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, kondisi di lapangan lancar. Menurut Panit Lantas Polsek Klar, IPDA Richie Suharyadi, SH yang mengamankan jalur, situasi Lalin, ramai lancar.

"Alhamdulillah, untuk jalur Lalin, di Klari ramai lancar, tidak ada kendala kemacetan atau apapun. Semuanya berjalan lancar dan baik," tutupnya. (Red/AP)

IMG-20230105-WA0014

Tak Mau Bermewah-Mewah, Beginilah Cara Keluarga Besar Ksatria Tengkorak Karawang Sambut Tahun Baru 2023

Foto bersama dalam perayaan tahun baru

Jendela Jurnalis, Karawang -
Hampir semua tempat di pelosok Nusantara, menyambut perayaan Tahun Baru dengan kegiatan yang meriah dan serba glamour. Namun, Keluarga Besar Tengkorak yang bermarkas di Karawang, tidak mau bermewah-mewah. Apalagi saat ini, sebagian besar Ksatria Tengkorak sedang berjuang di Intan Jaya, Papua, demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI (1/1/23).

Meskipun sederhana, di bawah kepemimpinan Kapten Inf. Refan alias Pangeran Tengkorak dan Ny. Fitri Wulandari, SH, MH selaku Ketua Persit Ranting 4 Yonif PR 305/Tengkorak bersama seluruh Keluarga Besar Tengkorak, memeriahkan pergantian tahun dengan cara yang unik. Hal ini sesuai dengan perintah langsung dari Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila. Dari daerah penugasan, Raja Aibon Kogila meminta, agar acara pergantian tahun di markas Tengkorak, dibuat unik.

"Acaranya bukan sekedar merayakan pergantian tahun. Tapi, tujuan utamanya untuk menghibur keluarga di sana. Komunikasi dan koordinasi dengan bini gue, biar ada lomba-lomba Ibu Persit, selain lomba Bapak-bapaknya. Siapin hadiah, biar enggak jenuh. Sudah cukup lama Ibu-ibu Persit ditinggal oleh suaminya, kasihan mereka," ucap Raja Aibon Kogila, dalam sambungan telepon beberapa hari sebelumnya, kepada sang Pangeran Tengkorak.

Foto kegiatan lomba memasak

Ketika hari mulai gelap, seluruh Keluarga Ksatria Tengkorak sudah terlihat berbondong-bondong, bergerak menuju ke tempat ibadah masing-masing, baik Masjid maupun Kalvari. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YMK atas segala nikmat yang diberikan, Keluarga Besar Tengkorak mengawali acara pergantian tahun, dengan do'a bersama. Di tempat ibadah, baik Prajurit, Persit maupun anak-anak, beribadah, berdo'a dengan begitu khidmat.

“Menjelang pergantian tahun, alangkah baiknya semuanya kita awali dengan berdo'a bersama. Kita syukuri nikmat yang kita dapatkan, khususnya sepanjang tahun 2022, sekaligus memohon, agar Tuhan menambah nikmat kepada kita di tahun-tahun berikutnya. Lebih khusus lagi, karena rekan-rekan kita saat ini sedang berjuang di tanah Papua, kita do'akan, agar mereka kembali utuh dan sehat, serta membawa kemenangan, kesuksesan dan keberhasilan,” ucap Refan si Pangeran Tengkorak.

Dari masing-masing tempat ibadah, seluruh Keluarga Besar Tengkorak kemudian menuju ke garasi. Ternyata, garasi Timur Asrama Yonif PR 305/Tengkorak, telah banyak perlengkapan yang tergelar, di samping hiasan-hiasan sederhana, demi membuat anak-anak Tengkorak semakin bahagia. Mobil odong-odong yang khusus dibeli sebelum Pasukan berangkat ke Papua, dimanfa'atkan untuk menjemput anak-anak dari berbagai penjuru Asrama.

Setelah semua berkumpul, Lettu Inf. Purwanto mengambil microphone, untuk membuka acara. Ternyata, guna mengisi waktu sampai tibanya tanggal 1 Januari 2023, diselenggarakan beberapa lomba, baik untuk Prajurit maupun Persit.

Di luar dugaan, Ny. Fitri telah memberitahukan kepada para Ketua Persit Anak Ranting, untuk menyiapkan perwakilan untuk lomba fashion show, di samping juga lomba memasak. Bukannya cemberut karena harus sibuk menyiapkan diri, Ibu-ibu Persit dari tiap-tiap Kompi menyiapkan diri, dengan sangat luar biasa. Semua berkeinginan untuk menang. Tidak ada yang mau kalah.

"Ibu-ibu, lomba ini dari kita untuk kita. Yang penting, semua senang dan bahagia. Anggap saja sedang tampil di depan suami. Saat masak, juga dirasakan sedang masak untuk suami. Nanti, saya yang beri penilaian, dibantu Om-omnya," ucap Fitri, istri Raja Aibon Kogila.

Saat Ibu-ibu Persit mulai memasak, para Ksatria penjaga markas Tengkorak, juga sibuk berlomba. Lomba Catur dan Ludo, diselenggarakan di tempat yang sama. Di kolam pancing Asrama, para Ksatria yang hobi memancing, telah memulai lomba beberapa saat, setelah ibadah bersama dilaksanakan.

Menjelang masuknya tahun 2023, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yakni pengumuman pemenang lomba. Satu per satu nama dipanggil, untuk menerima hadiah, karena dinyatakan sebagai pemenang lomba. Diiringi sorakan dan tepuk tangan, Ny. Fitri bersama Lettu Purwanto, membagikan hadiah. Riuh sekali suasana saat itu. Semua senang, semua bahagia.

Di sela rangkaian acara yang diiringi lantunan musik, para Ksatria Tengkorak beserta seluruh Keluarga Ksatria Tengkorak, menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh Serka Zulkarnain. Persis di depan lokasi acara, anak-anak asyik bermain. Maklum, sebelum berangkat ke Papua, Raja Aibon telah membuat beberapa lokasi taman bermain untuk anak-anak. Mobil odong-odong juga tak henti melayani para Tengkorak junior, berputar mengelilingi lapangan Sadelor, disupiri oleh Serka Adhit dan Praka Eko, secara bergantian. Sungguh indah pemandangan malam itu. Menikmati indahnya suasana di Markas Tengkorak, menjelang pergantian tahun.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, seluruh Keluarga Besar Tengkorak, kembali melaksanakan do'a bersama. Doa, dengan harapan di tahun 2023, kebahagiaan dan keberkahan akan semakin melimpah diberikan oleh Tuhan YMK, kepada seluruh Ksatria Tengkorak, beserta keluarga.

Letusan kembang api kemudian, menjadi penanda berakhirnya tahun 2022, sekaligus tibanya tahun 2023. Langit-langit di atas lapangan Sadelor saat itu, mendadak berubah menjadi sangat indah, dihiasi oleh kembang api yang begitu banyak. Sorak sorai terdengar menyambut datangnya Tahun Baru 2023. Anak-anak begitu kegirangan, melihat pemandangan di Markas Tengkorak, yang sangat meriah.

Dengan tibanya Tahun Baru, semoga seluruh Keluarga Besar Ksatria Tengkorak, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta dapat memberikan karya terbaiknya untuk Negeri. Selamat Tahun Baru 2023. Jayalah Ksatria Tengkorak. (Red/AP)

IMG-20230102-WA0016

Muhasabah Akhir Tahun, PPWI Peduli di Pondok Qur’an At-Tawwabin Arifin

Pengurus Yayasan Generasi Belajar Berbagi dan Amal Soleh Waqaf Umat serta Tim PPWI Peduli

Jendela Jurnalis, Depok -
Maraknya kegiatan penutupan tahun 2022, beragam aktifitas warga diadakan, mulai dari Pesta Rakyat hingga Do'a Bersama. Tim PPWI Peduli yang diinisiasi oleh Agung Sedayu Widi, menggelar kegiatan berupa Pengajian, Sholat Tasbih, Muhasabah, Do'a Bersama dan Tausiah, untuk kebersamaan program PPWI Peduli bersama Generasi Belajar Berbagi, Amal Soleh Waqaf Umat Foundation, Gayatri Foundation, ASW Foundation dan UMKM Indonesia Bangkit, yang berlokasi di Pondok Qur'an At-Tawwabin Arifin, Komunitas Mu'allaf Indonesia, Ratu Jaya Cipayung, Depok.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan kita, untuk saling menguatkan dan memotivasi tim, agar bisa berbuat lebih maksimal dengan warga yang berada di seluruh wilayah Indonesia," papar Agung Sedayu, selaku Inisiator sekaligus Ketua program.

Acara yang digelar mulai pukul 20.30 WIB, berakhir jelang penutupan tahun, pukul 23.30 WIB. Sholat Tasbih dan Pengajian, dipimpin oleh Al-Mukarrom, Bahauddin Lubis, selaku Penasehat ASW Foundation. Tausiah oleh Agung Sedayu, selaku Ketua Program Generasi Belajar Berbagi dan do'a oleh Ust. Muh Faiz, selaku perwakilan dari Yayasan Amal Soleh Waqaf Umat, yang dihadiri Pengurus Yayasan Generasi Belajar Berbagi dan Amal Soleh Waqaf Umat, serta Tim PPWI Peduli.

Keterangan kegiatan

"Dengan kegiatan yang sederhana dan khusyuk ini kami berharap, rangkaian kegiatan perdana ini sebagai penanda bagi resminya Homebase PPWI Peduli dan mitra pendukung," tukas Bu Ana, selaku Bendahara Amal Soleh Waqaf Umat.

Sekretariat bersama yang terletak di Bilangan, Jl. Gandaria 3, No. 39 RT. 4/6, Ratujaya, Cipayung, Kota Depok, Jabar ini, sebagai wadah penampung aspirasi warga dan pusat layanan sosial, kemasyarakatan dan pembinaan UMKM.

"Kami menyambut baik kegiatan ini dan tolong bantu do'akan kedua orang tua, agar istiqomah di jalannya," pinta Bu Evri, selaku Bendahara Generasi Belajar Berbagi, sekaligus Trainer UMKM.

"Program yang kita rancang, mulai dengan yang sanggup kita lakukan bersama, agar bisa jadi barometer kebaikan ke depannya,"tukas Widi, selaku Inisiator PPWI Peduli.

"Memang bukan kerja mudah untuk melayani warga, apalagi kita bergerak untuk meraih ridlo Allah swt," lanjutnya.

"Momentum pergantian tahun ini harus diperhatikan, bahwa tahun 2023 merupakan tahun penuh tantangan yang harus kita lalui, dengan sinergi bersama," ucap Bahauddin Lubis, selaku Penasehat Pondok Qur'an.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, antara lain Muhammad Yusuf Nakhrudin (Trainer IT Pondok Qur'an, Sulsel), Al-Mukarrom Bahauddin Lubis, Ust. Muhammad Faiz (Perwakilan Amal Soleh Waqaf Umat Foundation), Bunda Ana (Bendahara ASW Foundation), Dhya Faiha (IT Desain Multi Media) dan Bang Widi (PPWI Peduli).

Beragam musibah terjadi di seluruh belahan dunia, tidak menjadi hambatan bagi kita semua untuk menebar kebaikan.

"Saat ini sasaran kami di layanan kesehatan, khitan massal, ketahanan pangan, pelatihan Koki, pendidikan berbasis Pondok Pesantren dan pembinaan UMKM, yang kami tawarkan mulai tingkat RT hingga Kementerian," papar Agung Sedayu, selaku Ketua UMKM Indonesia Bangkit.

Ayo kita galang sinergi bersama dan dukung kegiatan PPWI Peduli melalui pemberdayaan zakat, infaq, sedekah, waqaf dan hibah serta program barang bekas bermanfa'at.

Minat untuk berkontribusi di kegiatan PPWI Peduli, silahkan hubungi +62 895 1745 4212.

"Jadikan tiap hari penuh kebaikan, baik melalui tenaga, barang ataupun dana yang kita miliki, untuk meraih berkah dan ridlo Allah swt," pungkasnya kepada rekan media. Semoga. (Red/AP)

IMG-20230102-WA0004

Sinterklaas Ksatria Tengkorak Bagikan Kado Natal Spesial dari Kasad dan Pangkostrad

Foto bersama dalam moment Natal di Intanjaya

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Kegilaan para Prajurit Kostrad yang sedang bertugas di Intan Jaya, Papua, membuat masyarakat Intan Jaya semakin bahagia dan tersenyum lebar. Kolaborasi dengan pasukan Kopassus dari Satgas Mandala, membuat masyarakat semakin nyaman, serta menikmati suasana damai yang telah lama mereka idamkan, Minggu (25/12/22).

Setelah sukses membangun Gereja idaman anak cucu keturunan Mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang belum tergantikan sampai saat ini, kali ini Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, Komandan Pasukan Tengkorak Kostrad, menjalankan program 'Sinterklaas Berbagi Kado Natal'. Jika di film-film sering ditampilkan Sinterklaas datang ke rumah-rumah, membagi hadiah dalam bentuk kado yang dihias, kali ini Prajurit TNI-AD yang sedang menjalankan tugas Negara di Intan Jaya, melakukan hal yang berbeda. Maklum, selain merupakan titipan dari Keluarga Besar Yonif PR 305 Tengkorak, sebagian besar hadiah tersebut merupakan kado dari Kasad, Panglima Kostrad dan Kasatgas Elang, para Perwira Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII, SEJATI serta Prajurit Kopassus.

Oleh Raja Aibon Kogila, selaku Komandan Pasukan Tengkorak, amanah dari Kasad dan Pangkostrad, dibelikan beberapa ekor babi, yang diantar oleh Sinterklaas ke Gereja-gereja. Lima karung beras dan 50 kardus mie instan dari Brigjen TNI I Gusti Agung Winata, yang merupakan Alumni SMU Negeri 1 Mataram, juga diserahkan kepada masyarakat, digabungkan dengan babi, beras dan mie instan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, Keluarga Besar Tengkorak dan Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala. Semuanya demi membahagiakan masyarakat Intan Jaya, dalam perayaan Natal tahun ini. Hal ini, mengingat setiap tahun dirangkaikan perayaan Natal, masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya, menggelar tradisi Bakar Batu. Suatu tradisi yang telah mendarah daging dan turun temurun dijalankan oleh masyarakat Papua.

Foto saat memberikan sembako

"Total ada 10 ekor babi besar-besar, 10 karung beras dan 70 kardus mie instan yang kami siapkan dalam program Sinterklaas berbagi, serta beberapa paket gula, kopi, rokok dan permen. Empat ekor babi dari Kasad, kami serahkan ke jema'at Gereja Bazemba, GKII Antiokia, Mamba dan Wandoga. Dua ekor babi, kado dari Panglima Kostrad, kami berikan kepada jema'at Gereja Sambili dan Tanah Putih. Titipan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, kami serahkan kepada jema'at Gereja Holomama. Sedangkan tiga ekor babi dari Keluarga Besar Tengkorak, kami hadiahkan untuk jema'at Gereja Galunggama, serta para Ksatria Tengkorak yang merayakan Natal di Intan Jaya," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

Jemaat Gereja Bazemba yang merupakan Gereja baru, hadiah Kasad di Intan Jaya, menjadi yang pertama kali mendapat kado Natal. Kapten Inf. Poltak Siahaan alias Gembala Poltak, berubah menjadi Sinterklaas di sore hari itu. Di bawah guyuran air hujan, Gembala Poltak mendatangi masyarakat yang telah ramai menyiapkan acara Bakar Batu di halaman Gereja. Lettu Inf. Abdul Basyir, Lettu CHK Julet dan para Ksatria Tengkorak yang sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan Gereja, sekaligus menghias Gereja menjadi saksi, ketika Gembala Yakob Sondegau dan para Tokoh Masyarakat menjadi perwakilan dalam menerima kado dari Kasad.

Keesokan harinya, di Posramil Holomama, didampingi oleh Mayor Inf. Anjas, Wadansatgas Yonif PR 305 Tengkorak, para Perwira Staf, tiga Sinterklaas dipimpin oleh Kapten Inf. Anwar si Bos Holomama, menyerahkan kado yang sama. Babi dari Alumni Dikreg 57 SEJATI, diserahkan untuk jema'at Gereja Holomama. Sementara dari Keluarga Besar Tengkorak, untuk jema'at Gereja Galunggama. Beras dan beberapa kardus mie instan, sebagai kado dari Kasatgas Elang, juga diterima oleh Gembala Paulus Meiseni dari Holomama dan Bertus Sani dari Galunggama, disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut datang ke Posramil.

Tak sampai disitu. Setelah selesai menyerahkan kado di Pos Holomama, Anjas dan Poltak, didampingi Suryo dan beberapa Ksatria Tengkorak, berangkat menuju Kp. Sambili, Kampungnya Hengki Sani. Di Gereja Sambili, rombongan Anjas si Perdana Menteri, sudah ditunggu kehadirannya oleh Yusuf Sani, salah satu Tokoh Masyarakat di Kp. Sambili bersama sejumlah warga, jema'at Gereja Sambili. Betapa senangnya masyarakat menerima kado Natal dari Pangkostrad, karena belum pernah dirasakan di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kado berupa babi, hewan yang cukup mahal harganya di Intan Jaya, menjadi keharusan bagi masyarakat untuk dimasak dalam tradisi Bakar Batu.

Dalam perayaan Natal di Intan Jaya, jema'at Protestan melaksanakan tradisi Bakar Batu sebelum tanggal 25 Desember. Sementara bagi jema'at Katholik, acara Bakar Batu diselenggarakan setelah tanggal 25. Itulah kenapa, 10 ekor babi dan bahan makanan yang telah disiapkan oleh Raja Aibon, titipan dari para Pimpinan TNI-AD, diantar oleh para Sinterklaas di hari yang berbeda-beda, baik sebelum maupun sesudah tanggal 25 Desember.

Pada tanggal 23 Desember, dengan truk yang sudah dihias, diiringi alunan lagu-lagu Natal, rombongan Sinterklaas dipimpin Raja Aibon Kogila, mendatangi GKII Antiokia, untuk menyerahkan kado Natal dari KASAD dan para Ksatria Kostrad. Pendeta Timotius Miagonis, menyambut Raja Aibon di gapura GKII, dengan sangat senang. Kado dari Kasad dan Kasatgas Elang, diterima dengan penuh suka cita oleh jema'at Gereja.

“Hormat. Terima kasih. Luar biasa, terima kasih Komandan. Tuhan memberkati. Semoga Bapak bersama Anggota selalu diberkati terus. Amakanie,” ucap Pendeta Timotius Miagonis, yang juga merupakan Ketua Kelasis se-Kab. Intan Jaya.

Pada tanggal 27, di pagi hari, Sinterklaas Tengkorak menyiapkan diri untuk membawa kado Natal untuk jema'at Gereja Katolik di Wandoga, Mamba dan Tanah Putih. Bersama dengan para Prajurit Kopassus, Ksatria Kostrad dari Karawang ini, membuat masyarakat tak kuasa menitikkan air mata. Apalagi sehari sebelumnya, Lettu CZI Lase, Prajurit Komando seangkatan Raja Aibon Kogila, telah menyampaikan kepada para Tokoh Agama dan masyarakat di tiga Gereja tersebut, tentang rencana kedatangan Pasukan Kostrad dan Kopassus, untuk berbagi berkat Natal. Berkat sebagai kado istimewa dari Kasad, Pangkostrad, Kasatgas Elang, Keluarga Besar Tengkorak Kostrad, serta Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala.

Bersama Bapak Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadispar Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah, Raja Aibon Kogila dan rombongan berangkat dari Posramil Mamba menuju Kp. Wandoga. Letda Lase bersama Pasukan Kostrad dan Kopassus, sudah di halaman Gereja Wandoga, bersama masyarakat menyambut Raja Aibon Kogila, Bernadus Kobogau dan rombongan. Gembala Yakob Sondegau dari Bazemba turut serta, menyaksikan kebahagiaan jema'at Gereja Wandoga, menerima kado Natal dari Kasad dan para Prajurit TNI-AD.

"Saya mewakili Pimpinan kami di TNI, Bapak Jenderal Dudung, kemudian di Kostrad, Bapak Jenderal Maruli, mengucapkan selamat Nataru. Kami datang ke sini selama tiga bulan, kami banyak bercerita dengan teman-teman semua. Apa yang ada di depan, yang bisa kami berikan kepada Bapak-bapak, Mamak-mamak semuanya, ini bukan dari kami, tapi dari Tuhan. Semua ini dari Tuhan. Kita semua manusia hanya jalan saja, Tuhan semua yang kasih. Tuhan memberikan kami hati, berjalan sampai ke Intan Jaya ini untuk ketemu Bapak-bapak semua, Mamak-mamak semua, Anak-anak semua, itu sudah Tuhan yang punya rencana. Hidup kita, mati kita itu dari Tuhan semua, rejeki dari Tuhan. Sekali lagi, terima kasih telah menerima kami disini. Tidak mungkin kami bisa hadir disini kalo Bapak-bapak semua tidak terima kami disini. Semua karena kita semua bersaudara. Kemudian, saya punya Kakak satu (Bernadus Kobogau), beliau orang Moni juga. Titip sampaikan nanti ke Pejabat yang ada di atas, kita bangun Intan Jaya ini lebih bagus, agar masyarakat bisa disini lebih tenang. Terima kasih sudah menjadikan kami sebagai saudara. Syalom, Amakanie," ucap Raja Aibon Kogila di hadapan masyarakat Wandoga.

Terharu masyarakat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja Aibon Kogila. Tak terkecuali Bernadus Kobogau, karena selain merupakan warga asli suku Moni, juga merupakan Pejabat penting di Pemkab Intan Jaya. Mulai dari Tokoh Gereja, Bernadus Kobogau sebagai Perwakilan Pemerintah, hingga salah seorang Mamak yang mewakili suara hati masyarakat, turut berbicara di hadapan Raja Aibon Kogila.

"Saya kemarin mendapat laporan dari beliau-beliau, setelah mereka tiba (Satgas Yonif PR 305) banyak yang mereka membantu di Gereja, kemudian pelayanan. Kemarin saya tanggal 22, saya ketemu distribusi babi dari sini ke Galunggama, kemudian ke Holomama, juga Mamba. Sebenarnya saya merasa malu, karena saya dengan kapasitas saya sebagai Perwakilan Pemerintah, sesungguhnya itu yang harus dilakukan adalah Pemerintah. Tetapi semua fungsi ini diambil oleh teman-teman TNI dan Polri, lebih khusus lagi dari 305. Jadi, kami minta ma'af sebanyak-banyaknya di hadapan masyarakat. Saya juga sudah memberikan permohonan ma'af sama dua Gereja di bawah kemarin, Holomama dan Galunggama. Sesungguhnya di akhir-akhir ini, apalagi di Bulan Desember, sebenarnya kita punya Pemerintah sebagai fungsi pelayan, itu harus dilakukan. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat, tetapi hal itu gagal semua, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TNI di sini, karena fungsi ganda yang dilakukan TNI," ucap Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadisparbud Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah.

"Selama kami di sini, sampai dengan saat ini, memang walaupun ada Pejabat Intan Jaya, tapi tidak pernah tetap di tempat dan tidak pernah perhatikan. Tetapi, dari sejak dulu di sini sampai sekarang, kami dibantu oleh Bapak-bapak TNI sampai sekarang. Sehingga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas nama Tokoh Wanita," ucap salah satu Tokoh Wanita dalam bahasa Moni, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Rombongan Raja Aibon kemudian berangkat dari Wandoga ke Gereja Tanah Putih, tempat beribadah warga Amaesiga. Raja Aibon memutuskan, untuk menyerahkan kado Natal untuk jema'at Gereja Mamba di halaman Gereja Tanah Putih, bersamaan dengan jema'at Gereja Tanah Putih. Hal ini dilakukan, karena pada saat rombongan masih berada di Wandoga, beberapa kali letusan tembakan terdengar oleh para Ksatria Tengkorak yang sedang berpatroli di sekitar Kp. Mamba dan Sambili. Meskipun jaraknya cukup jauh, sekitar 800 m dari Posramil Mamba, namun tidak menutup kemungkinan para gerombolan KST datang mendekat, menggangu masyarakat yang akan menerima kado Natal dari para Pimpinan TNI-AD.

"Terima kasih Bapak TNI. Terima kasih Bapak Kasad, Bapak Pangkostrad. Komandan Raja Aibon Kogila luar biasa. Hormat, Amakanie. Kami tidak bisa membalas suatu apapun. Tuhan yang membalas kebaikan Bapak-bapak," ucap kedua Gembala dari Gereja Mamba dan Tanah Putih, yang bersama para jema'atnya menerima kado Natal dari Kasad, Pangkostrad, serta Prajurit Kostrad dan Kopassus di halaman Gereja Tanah Putih.

Besar harapan masyarakat Intan Jaya, untuk senantiasa berkumpul dengan para Prajurit TNI-AD, seperti Pasukan yang hadir di tengah-tengah mereka saat ini. Meskipun tidak semua sanggup mengutarakan karena keterbatasan bahasa, namun dari pandangan mereka, seolah ingin mengucapkan hal yang sama.

Selamat Natal buat saudara kami. Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Para Ksatria Tengkorak Kostrad hanyalah utusan, yang mewakili ratusan ribu Prajurit TNI-AD Pimpinan Jenderal TNI, Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM, yang hadir di tengah-tengah masyarakat, demi mengatasi segala kesulitan masyarakat. (Red/AP)