Jendela Sosial

IMG-20260121-WA0015

RTKB Aktif Terlibat dalam Penanganan Tanggul Citarum Jebol di Desa Pantai Bakti

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Banjir terjadi di Kampung Bendungan, RT 03, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Luapan air sungai menggenangi wilayah sekitar dan berdampak pada aktivitas masyarakat. Rabu (21/1/26).

‎Dalam penanganan kejadian tersebut, Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) aktif terlibat di lokasi penanganan tanggul jebol. RTKB hadir dan bekerja bersama unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Desa Pantai Bakti, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat.

‎Keterlibatan RTKB difokuskan pada membantu penanganan dan perkuatan darurat tanggul yang mengalami kerusakan. Kegiatan dilakukan secara langsung di titik terdampak dengan berkoordinasi bersama unsur lain di lapangan.

‎Selama proses penanganan berlangsung, RTKB menyesuaikan peran sesuai kebutuhan di lokasi dan turut mendukung kelancaran kegiatan penanganan darurat. Kehadiran RTKB menjadi bagian dari dukungan relawan lokal dalam membantu pengendalian luapan air Sungai Citarum.

‎Penanganan tanggul jebol dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, sementara pihak desa dan instansi terkait melakukan pemantauan kondisi serta koordinasi lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

‎Kegiatan ini mencerminkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk RTKB, dalam penanganan kejadian banjir di wilayah Kecamatan Muara Gembong. (RCF)*

IMG-20260112-WA0044

Gelar Patroli Khusus, Satpol PP Karawang Amankan Lima Pelajar yang Nongkrong di Warnet Saat Jam Belajar di Galuh Mas

Pelajar yang berhasil diamankan dalam patroli khusus

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan mendukung proses belajar mengajar, Satpol PP Kabupaten Karawang melaksanakan Patroli Khusus pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 07.45–08.30 WIB di wilayah Galuh Mas Karawang.

‎Dalam patroli tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang mengamankan 5 orang pelajar yang terciduk sedang bermain game saat jam pelajaran di salah satu warnet yang berada di wilayah Galuh Mas. Ke 5 pelajar tersebut kemudian digiring dan diamankan ke Mako Satpol PP Kabupaten Karawang untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

‎Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H., selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas adanya laporan masyarakat terkait keberadaan siswa sekolah yang bermain game di Warnet (warung internet) pada saat jam belajar.

‎Menurutnya, dengan adanya laporan masyarakat, menunjukan bahwa hal tersebut merupakan cerminan dari kepedulian bersama dalam aspek sosial dan ketertiban lingkungan.

‎"Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya preventif, guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar," tegasnya.

‎Atas dasar hal tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan ketentraman lingkungan. (NN)*

IMG-20260111-WA0001

LDD-KAJ Serahkan Hibah Rompi kepada RTKB Kampung Bungin

Penyerahan Hibah Rompi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - LDD-KAJ menyerahkan hibah berupa rompi kepada Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini dijalankan di wilayah pesisir Kampung Bungin. Sabtu (10/1/26).

Penyerahan hibah tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Kegiatan ini dimotori langsung oleh Bapak Sulistyono dari LDD-KAJ, yang secara simbolis menyerahkan rompi kepada perwakilan RTKB.

Selain penyerahan hibah, acara juga diisi dengan diskusi santai antara LDD-KAJ dan RTKB. Diskusi tersebut membahas berbagai kegiatan berkelanjutan yang dapat dilakukan secara kolaboratif, khususnya dalam upaya penguatan peran relawan di tengah masyarakat, penanganan persoalan lingkungan pesisir, serta respon sosial terhadap kondisi darurat di Kampung Bungin.

Bapak Sulistyono menyampaikan bahwa hibah rompi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan identitas relawan RTKB dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam menciptakan gerakan sosial yang konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, RTKB menyambut baik dukungan dari LDD-KAJ dan berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, diskusi, dan aksi nyata di lapangan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara LDD-KAJ dan RTKB demi mendukung ketangguhan masyarakat Kampung Bungin dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (RCF)*

IMG-20260110-WA0002

Kegiatan Penanggulangan Abrasi Pantai Muara Bungin Dilakukan oleh Masyarakat, RTKB, dan Pemdes Pantai Bakti

Foto Masyarakat Pantai Bakti saat membuat tanggul penahan abrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat Kampung Muara Bungin bersama Kelompok RTKB dan Pemerintah Desa Pantai Bakti melaksanakan kegiatan penanggulangan abrasi di wilayah pesisir Pantai Muara Bungin. Sabtu (10/1/26)

Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong sebagai respons atas kondisi abrasi yang semakin parah dan terus menggerus garis pantai. Abrasi telah berdampak pada kerusakan lahan tambak, fasilitas lingkungan, serta mengancam keberlangsungan pemukiman warga di kawasan pesisir.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama Kelompok RTKB melakukan penataan material penahan ombak sederhana, penguatan bibir pantai, serta pembersihan area yang terdampak abrasi. Pemerintah Desa Pantai Bakti turut hadir dan terlibat langsung sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan wilayah pesisir.

Kegiatan ini merupakan langkah awal penanganan darurat yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat sambil menunggu adanya penanganan lanjutan yang lebih permanen. Kolaborasi antara warga, kelompok masyarakat, dan pemerintah desa menjadi upaya bersama dalam menjaga lingkungan pesisir dari kerusakan yang lebih luas.

Penanggulangan abrasi di Pantai Muara Bungin diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendorong solusi jangka panjang dan berkelanjutan bagi wilayah pesisir. (RCF)*

IMG-20251220-WA0021

RTKB Lakukan Penanaman Pohon di Muara Bungin, Upaya Nyata Melawan Abrasi dan Kerusakan Pesisir‎

Kegiatan penanaman pohon

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan pesisir dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di wilayah Muara Bungin, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/12/2025).

‎Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pesisir yang kian terancam abrasi, pendangkalan, serta rusaknya ekosistem akibat tekanan alam dan aktivitas manusia. Penanaman pohon difokuskan di area rawan abrasi yang selama ini menjadi benteng alami bagi permukiman warga dan tambak nelayan.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan para relawan bekerja secara gotong royong menanam bibit pohon di sepanjang area pesisir. Bibit ditanam dengan metode sederhana namun terukur, disertai pemasangan ajir dan pengamanan agar tanaman dapat tumbuh optimal meski berada di lingkungan ekstrem pesisir.

‎Koordinator kegiatan RTKB menyampaikan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari upaya jangka panjang menyelamatkan Kampung Bungin dari ancaman kerusakan lingkungan.

‎“Muara Bungin adalah wilayah yang setiap tahun terus tergerus abrasi. Jika tidak ada langkah nyata, maka perlahan kampung ini akan hilang. Penanaman pohon adalah ikhtiar kecil kami agar alam kembali memiliki pelindungnya,” ujarnya.

‎Menurut RTKB, vegetasi pesisir memiliki peran penting dalam menahan gelombang, mengurangi laju abrasi, serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. Selain itu, pohon-pohon tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

‎Warga sekitar menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran relawan menjadi penguat harapan di tengah keterbatasan perhatian terhadap persoalan lingkungan pesisir. Selama ini, masyarakat Muara Bungin kerap menghadapi dampak langsung abrasi seperti rusaknya tambak, sulitnya akses nelayan, dan berkurangnya lahan produktif.

‎RTKB juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Upaya penyelamatan pesisir, menurut mereka, tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus menjadi gerakan bersama.

‎“Kami membuka pintu kolaborasi. Lingkungan pesisir adalah tanggung jawab bersama. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin kecil, tapi jika dilakukan terus-menerus dan didukung banyak pihak, dampaknya akan besar,” tambahnya.

‎Dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini, RTKB berharap Muara Bungin dapat kembali memiliki benteng alami yang kuat, sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari gerakan warga dan relawan di tingkat akar rumput. (RCF)*

IMG-20251219-WA0040

Tunjukan Komitmen, BRI BO Tambun Salurkan TJSL Berupa 5.000 Paket Sembako

Foto saat penyerahan TJSL

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Kali ini kegiatan sosial digelar dengan membagikan 5.000 paket sembako kepada warga Kabupaten Bekasi.

‎Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/10/2025) ini melibatkan jajaran pekerja BRI BO Tambun, termasuk Pemimpin Cabang, Supervisor Penunjang Operasional (SPO), Petugas Penunjang Operasional (PPO), serta Tim Mikro BRI. Pembagian dilakukan di wilayah Kabupaten Bekasi dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Paket TJSL berupa sembako

‎Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Levo Dharata Pratama menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka.

‎“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ungkapnya.

‎Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

‎BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

‎"BRI BO Tambun akan selalu memenuhi kebutuhan nasabah serta masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya. (*)

IMG-20251204-WA0007

Rob Telan Kampung Bungin, Pemerintah Masih Sibuk Menutup Mata: Warga Sudah Lelah Menunggu Kepedulian yang Tak Pernah Datang

Kondisi Banjir Rob di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Di atas sebilah bambu basah, seorang warga pesisir hanya bisa duduk memandangi kampungnya yang kembali terendam. Air rob mengalir pelan namun pasti, sementara harapan masyarakat tenggelam jauh lebih cepat daripada rumah-rumah mereka yang kini semakin rusak.

‎Pemandangan ini bukan lagi bencana, tapi bukti kegagalan bertahun-tahun.
‎Gagal melindungi, gagal hadir, gagal peduli.

‎Warga pesisir tidak menuntut kemewahan—mereka hanya ingin bisa tinggal di kampung mereka tanpa harus bertarung melawan air laut setiap hari. Tetapi pemerintah yang seharusnya berdiri di barisan depan justru paling dulu menghilang.

‎“Kami bukan minta istana, kami cuma minta jangan dibiarkan tenggelam,” ujar salah satu warga dengan suara bergetar, menahan kecewa yang sudah terlalu lama dipendam.

‎Rob terus naik. Abrasi semakin menggigit daratan.
‎Namun pemerintah masih asik dengan alasan lama yang terus diulang seperti kaset rusak: menunggu anggaran, menunggu program, menunggu laporan, menunggu persetujuan…
‎Sementara warga tak tahu lagi apa yang harus ditunggu selain kampung ini benar-benar habis digerogoti laut.

‎Dari dulu pemerintah datang kalau ada kamera, pergi kalau warga butuh.
‎Datang kalau mau pencitraan, menghilang ketika masyarakat meminta keadilan.
‎Pesisir seperti hanya menjadi tempat untuk dikunjungi — bukan untuk diselamatkan.

‎Kampung yang terendam ini seolah berkata keras:
‎“Bukan laut yang paling kejam, tapi ketidakpedulian.”

‎Setiap hari warga dihantam kenyataan pahit:

‎Rumah retak dan terendam

‎Jalan berubah jadi sungai asin

‎Aktivitas lumpuh

‎Nelayan kesulitan berangkat melaut

‎Anak-anak tumbuh di lingkungan yang semakin berbahaya


‎Dan pemerintah?
‎Masih sibuk rapat.
‎Masih sibuk janji.
‎Masih sibuk diam.

‎Sementara itu warga pesisir hanya bisa menyaksikan kampung mereka perlahan lenyap, bukan karena mereka tidak berjuang—tetapi karena perjuangan mereka tidak pernah didengar.

‎Jika keadaan ini terus dibiarkan, nanti sejarah akan mencatat, yang pertama kali merusak pesisir bukanlah gelombang besar, tetapi pengabaian yang dibiarkan menjadi kebiasaan.

‎Dan ketika kampung ini benar-benar hilang, pertanyaan yang paling pedas akan tetap menggantung, “Di mana pemerintah ketika kami masih punya kesempatan untuk diselamatkan?” pungkasnya. (RCF)*

IMG-20251202-WA0010

Nelayan Hilang di Muara Bendera, RTKB Kampung Bungin Lakukan Penyisiran dan Pencarian Korban

Foto saat pencarian korban

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Tim RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) hari ini bergerak cepat turun ke perairan Muara Bendera untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang saat aktivitas melaut. Dengan menggunakan perahu tradisional dan perlengkapan seadanya, para relawan menyisir area demi area di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

‎RTKB terlihat bekerja tanpa henti, menghadapi panas terik dan gelombang naik-turun yang cukup menantang. Di bawah naungan terpal seadanya, para relawan tetap fokus memantau permukaan laut sambil mengoperasikan perahu untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.

‎“Kami dari RTKB tidak menunggu. Begitu mendengar kabar, kami langsung turun ke laut. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar salah satu anggota RTKB yang ikut dalam pencarian.

‎Meski keterbatasan peralatan menjadi kendala, semangat para relawan tidak surut. Mereka menyisir jalur yang menurut pengalaman para nelayan sering menjadi arus membawa benda atau orang yang jatuh ke laut. RTKB juga terus memperbarui titik koordinasi untuk memastikan area pencarian lebih terarah.

‎Aksi cepat ini menjadi bukti bahwa RTKB terus hadir di garda terdepan setiap kali terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir Muara Gembong. Hingga berita ini diturunkan, tim RTKB masih berada di laut melanjutkan pencarian dengan penuh kehati-hatian dan harapan korban segera ditemukan. (RCF)*

IMG-20251202-WA0001

Nelayan Hilang di Muara Bendera, RTKB Siap Lakukan Pencarian Hingga Tanjung Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Seorang nelayan bernama Muhamad Yatim (41) dilaporkan hilang saat mencari rajungan di perairan Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Minggu malam (30/11/2025). Korban terakhir terlihat sekitar pukul 21.10 WIB ketika sedang melakukan aktivitas melaut ngobor rajungan.

‎Menurut laporan yang dihimpun dari Pokmaswas Laut Jaya Bahari, gelombang laut pada saat kejadian cukup besar. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut ketika mencoba mencaduk rajungan. Hingga malam hari, korban tidak kembali ke darat.

‎Saksi bernama Wandi (40), sesama nelayan setempat, menyebutkan bahwa korban sempat terlihat beberapa saat sebelum kejadian. Namun setelah gelombang meninggi, korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi.

‎Masyarakat nelayan bersama Pokmaswas telah melakukan pencarian awal secara mandiri, namun hingga Senin pagi korban belum ditemukan.

‎RTKB Turun Tangan, Siapkan Pencarian Besar di Hari Selanjutnya

‎Relawan Tanggap Kampung Bungin (RTKB) menyatakan telah menerima laporan resmi terkait hilangnya Muhamad Yatim. Setelah melakukan koordinasi bersama unsur masyarakat, RTKB menegaskan dirinya siap menurunkan tim penuh pada esok hari.

‎Ketua RTKB menyampaikan, “Kami menerima laporan lengkap dari Pokmaswas Laut Jaya Bahari. Mulai besok pagi, seluruh anggota RTKB akan bergerak melakukan pencarian menggunakan perahu masing-masing. Area pencarian akan difokuskan dari Kampung Bungin hingga Tanjung Karawang,” ucapnya.

‎Menurutnya, penyisiran akan dilakukan dari garis pantai hingga ke tengah perairan, mengikuti arah arus dan pola angin yang biasa terjadi di wilayah Muara Gembong.

‎Menunggu Operasi Basarnas Jakarta

‎Pokmaswas telah mengirim laporan resmi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta. Dalam laporan tersebut terlampir identitas korban, waktu kejadian, titik lokasi, serta keterangan saksi.

‎Sambil menunggu operasi resmi dari Basarnas, masyarakat nelayan setempat terus melakukan pemantauan di bibir pantai dan area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

‎RTKB mengajak semua pihak tetap waspada, tenang, serta tidak mengambil langkah yang membahayakan diri selama proses pencarian berlangsung.

‎Situasi Terakhir

‎Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan. Tim gabungan diperkirakan mulai melakukan pencarian terpadu besok pagi dengan skala lebih luas. (RCF)*

IMG-20251201-WA0014

Tiang Listrik Hampir Ambruk di Muara Kampung Bungin, Tokoh Pemuda: “Kalau ini dibiarkan, berarti keselamatan kami tidak dianggap!”

Kondisi tiang listrik

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Satu tiang listrik di tepi sungai Muara Kampung Bungin kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warga. Abrasi yang semakin parah membuat tanah penopang tiang terkikis habis, hingga tiang berdiri nyaris menggantung di atas air. Setiap hari warga hidup dalam ketakutan—bukan hanya takut listrik padam, tetapi takut tiang besi itu ambruk menimpa perahu nelayan yang melintas.

‎Kemarahan warga pun memuncak. Mereka menilai kondisi seperti ini tidak boleh lagi dibiarkan, apalagi sudah berlangsung lama tanpa tindakan nyata dari pihak terkait.

‎Tokoh pemuda Muara Kampung Bungin, ikut bersuara lantang.

‎“Kami ini manusia, bukan bayangan yang bisa diabaikan. Tiang itu sudah jelas-jelas mau jatuh. Jangan tunggu ada korban, baru kalian ribut datang! Kalau keselamatan warga muara bungin tidak dianggap, itu sama saja pemerintah menutup mata terhadap penderitaan kami di ujung negeri ini,” tegas dengan nada geram.

‎Tokoh pemuda mengatakan sudah terlalu banyak laporan, tetapi sedikit tindakan. Ia menekankan bahwa wilayah hilir seperti Muara Bungin sering kali hanya diingat saat ada proyek atau acara seremonial, namun diabaikan ketika masalah keselamatan warga muncul.

‎“Ini bukan sekadar tiang listrik, ini bukti bagaimana daerah kami diperlakukan. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tim yang turun, saya sendiri yang akan datang ke kantor mereka.!" ujar Reydo, menegaskan sikap siap bergeraknya.

‎Warga menuntut agar PLN dan instansi terkait turun segera, melakukan pengecekan, dan memindahkan tiang tersebut sesegera mungkin sebelum terjadi bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

‎Masyarakat Muara Kampung Bungin berharap suara keras ini akhirnya membuka mata pihak-pihak yang selama ini lamban merespons. Karena bagi mereka, keselamatan bukan permintaan, tapi hak hidup yang harus dijamin negara. (NN)*