Jendela Bisnis

IMG-20251222-WA0028

BRI Bekasi HI Maksimalkan Pelayanan Penyaluran Dana PIP

Antrean pelayanan penyaluran PIP

Jendela Jurnalis Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Bekasi Harapan Indah (HI) melayani penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP).

‎Pelayanan pencairan PIP tahap II ini dilakukan sejak November hingga 31 Desember 2025. Dimana hingga hari ini sudah lebih dari 600 transaksi dan semua terlayani dengan baik.

‎Kegiatan penyaluran berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh para siswa penerima manfaat, orang tua, serta perwakilan pihak sekolah dan madrasah.

‎Sebagai bank penyalur resmi PIP, BRI BO Bekasi HI memastikan bahwa proses pencairan dilakukan tanpa potongan apa pun, dan seluruh dana diterima langsung oleh para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan pemerintah.

‎Petugas BRI BO Bekasi HI di lokasi juga memberikan pendampingan dalam proses administrasi untuk memastikan setiap siswa menerima bantuan secara cepat, tepat, dan aman.

‎Pemimpin BRI BO Bekasi HI, Yan Abdillah memberikan apresiasi terhadap kerja sama antara BRI, sekolah, dan orang tua dalam memperlancar penyaluran PIP.

‎“BRI berkomitmen untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar, dapat diterima oleh siswa secara utuh. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan dan meningkatkan semangat belajar para siswa,” ungkapnya.

‎Yan menuturkan, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada orang tua dan siswa terkait pentingnya melakukan pencairan melalui mekanisme resmi serta menjaga keamanan data pribadi selama proses administrasi.

‎"Melalui penyaluran PIP ini, BRI terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh pelajar, sekaligus menghadirkan layanan yang terbaik," tutupnya. (***)

IMG-20251219-WA0040

Tunjukan Komitmen, BRI BO Tambun Salurkan TJSL Berupa 5.000 Paket Sembako

Foto saat penyerahan TJSL

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Kali ini kegiatan sosial digelar dengan membagikan 5.000 paket sembako kepada warga Kabupaten Bekasi.

‎Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/10/2025) ini melibatkan jajaran pekerja BRI BO Tambun, termasuk Pemimpin Cabang, Supervisor Penunjang Operasional (SPO), Petugas Penunjang Operasional (PPO), serta Tim Mikro BRI. Pembagian dilakukan di wilayah Kabupaten Bekasi dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Paket TJSL berupa sembako

‎Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Levo Dharata Pratama menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka.

‎“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ungkapnya.

‎Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

‎BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

‎"BRI BO Tambun akan selalu memenuhi kebutuhan nasabah serta masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya. (*)

IMG-20251206-WA0012

Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang Menerima DD 2024 Sebesar Rp.1.881.017.000, Ini Rinciannya

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Rancabango kecamatan Patokbeusi kabupaten Subang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.881.017.000

TAHAP PENYALURAN

Tahap 1 Rp.885.179.400

Tahap 2 Rp.995.837.600

DETAIL DATA PENYALURAN 

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 41.144.400

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 15.285.600

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 690.148.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 470.576.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 10.000.000

•Keadaan Mendesak Rp 93.600.000

•Keadaan Mendesak Rp 93.600.000

•Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll) Rp 466.663.000

Transparansi Dana Desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.Untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, kepala desa Rancabango kecamatan Patokbeusi Subang tidak merespon jendela jurnalis.(Red)

IMG-20251128-WA0006

IPSI Karawang Juara Umum di Kejurda Jabar 2025, Namun Dipandang Sebelah Mata

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang terus menunjukkan prestasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar IV Tingkat Remaja Provinsi Jawa Barat 2025.

Namun sangat disayangkan peraihan prestasi pada kejurda tersebut seperti dipandang sebelah mata oleh daerahnya sendiri.

Ketua IPSI Kabupaten Karawang yang juga anggota DPRD provinsi Jawabarat mengatakan bahwa dalam pembinaan atlet terus dioptimalkan meskipun harus berjuang di tengah keterbatasan anggaran.

Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa komitmen dan semangat serta kemampuan para atlit tidak terbatas adalah kunci utama di balik setiap prestasi yang diraih.walaupun dengan dana terbatas Ia yakin kemampuan atlit IPSI kabupaten Karawang sudah optimal.

Saat dihubungi melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis 27 November 2025, Dea Eka Rizaldi membeberkan rahasia pengelolaan organisasi yang berfokus pada hasil.

"Rahasia kami adalah komitmen yang menciptakan rasa semangat baru. Walaupun dengan dana terbatas, saya yakin kemampuan atlet kita tak terbatas," ungkap Dea

Menurutnya, pencapaian di dunia persilatan tidak ada yang instan. Semua dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan internal hingga merancang program peningkatan prestasi.

"Jika pengelolaannya baik, saya yakin hasil itu pasti baik," tegasnya.

Dea menyoroti pentingnya latihan yang komprehensif, tidak hanya fisik, tetapi juga pengembangan mental atlet. Hal ini dilakukan salah satunya dengan memperbanyak jam tanding.

Ia menyambut gembira hasil dari pembinaan tersebut, di mana beberapa atlet yang meraih emas di usia pelajar tahun lalu, kini sudah siap untuk naik kelas ke kategori dewasa.

"Beberapa atlet kita tahun depan sudah berusia 17 tahun dan sudah bisa diturunkan di kelas dewasa. Saya tanya ke mereka siap buat turun di dewasa, jawabannya sangat siap. Luar biasa mental anak-anak kita." kata Dea.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, porsi latihan akan ditingkatkan agar semua aspek dalam diri atlet dapat berkembang dan terlihat.

Meskipun menyatakan sanggup menanggung beban operasional dan pembinaan, Dea Eka Rizaldi menyuarakan satu harapan penting, yakni terkait penghormatan dan apresiasi bagi atlet berprestasi yang telah membawa nama harum Kabupaten Karawang.

"Ada hal yang tidak bisa saya berikan untuk mereka yang berprestasi, yaitu penghormatan atas atlet-atlet kita yang sudah berprestasi membawa nama Karawang. Itu bukan porsi saya untuk memberikan penghormatan untuk atas nama Karawang," keluhnya.

Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang kurang peduli terhadap prestasi atlet di Karawang, Dea melontarkan pernyataan yang cukup menohok

Ia menyiratkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang tidak memberikan dukungan dan Ia pun ungkapkan kekecewaannya pada Panitia kejurda Pencak Silat antar pelajar Jawabarat.

"Untuk saat ini saya berkolaborasi dengan Tuhan saja, insya Allah enggak akan kecewa. Beda (jika) kolaborasi dengan manusia, akhirnya pasti kecewa juga, dan kita juara umum ke 3 dari 24 kabupaten/kota , juara umum 1 dan 2 dapet piala dan uang pembinaan , juara umum 3 ga dapat apa-apa, ini kan kejuaraan daerah antar pelajar Jawa Barat, kenapa bisa gitu ya?" tambah Dea dengan nada kecewa.

"Manusia yang saya maksud adalah manusia yang tidak peduli dengan prestasi anak-anak Karawang dalam semua bidang, khususnya pencak silat," tambahnya, tanpa menyebutkan nama institusi atau individu secara spesifik.

Mengenai alasan ketidakpedulian tersebut, Dea memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut, dan menyerahkan pertanyaan itu langsung kepada pihak yang bersangkutan.

"No coment , silahkan tanya kepada yang bersangkutan , kenapa mereka melakukan itu," tutupnya.(Red)

IMG-20251126-WA0042

Wujudkan Kepedulian Sosial, BRI Bagikan Makanan untuk Yatim dan Dhuafa di Jakarta Selatan

Jendela Jurnalis Jakarta Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Kantor (KC) Jakarta Warung Buncit menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan ke Yayasan Yatim Piatu dan Duafa.

Kali ini BRI KC Jakarta Warung Buncit Berbagi kebahagiaan di Yayasan Harapan Robbani yang berlokasi Jakarta Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI KC Jakarta Warung Buncit sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI KC Jakarta Warung Buncit dengan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, tim BRI KC Jakarta Warung Buncit turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada yatim piatu dan duafa yang ada di Yayasan Harapan Robbani. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” ujar Pimpinan BRI KC Jakarta Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo.

Pamadi menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI KC Jakarta Warung Buncit.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Harapan kami dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tutupnya.(Red)

IMG-20251125-WA0017

Dari Korea ke Kampung Halaman: Purna Migran Dirikan Koperasi MBG, Gerakkan Ekonomi Keluarga Pekerja Migran

Jendela Jurnalis NASIONAL - Upaya pemberdayaan purna pekerja migran kembali mendapat sorotan publik setelah Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) menunjukkan kiprahnya dalam menggerakkan ekonomi keluarga pekerja migran di berbagai daerah. Di balik gerakan ini, ada nama Didi Kusnadi, purna migran Korea Selatan yang pulang ke Indonesia pada 2014 dan kini menjadi salah satu penggerak utama koperasi dan jaringan Dapur MBG.

‎Didi, yang aktif di komunitas Buminu (Buruh Migran Nahdlatul Ulama), menegaskan bahwa mayoritas pemilik dan pengelola Dapur MBG berasal dari kalangan Nahdliyin. Semangat pengabdian khas warga NU membuat gerakan ini berkembang menjadi jaringan dapur pelayanan masyarakat, pelatihan kuliner, hingga sertifikasi chef melalui Yayasan Mawar Bina Insani (MBI) serta lembaga pelatihan di bawahnya.

‎“Bukannya saya tidak pernah gagal. Usaha itu pasti ada risiko gagal, dan saya mengalaminya. Tapi Rahmat Allah Ta'ala lebih luas daripada rasa takut. Terus melangkah adalah cara saya melupakan kegagalan,” ujar Didi.

‎Usai kembali dari Korea, Didi memulai usaha Mawar Fashion dengan moto “Indahnya Berbusana Muslim.” Kata "Mawar", baginya, adalah akronim dari “Memanfaatkan Waktu Agar Allah Ridho.” Dari usaha kecil itulah ia merintis Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) yang kini menjadi pemasok utama kebutuhan berbagai Dapur MBG di sejumlah wilayah.

‎Menurut Didi, program Dapur MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga pekerja migran.

‎“Banyak teman migran yang terbantu. Ada yang bekerja di Malaysia bercerita, karena ada program seperti ini, kebutuhan anak di rumah jadi lebih ringan. Ia bisa fokus bekerja dan menabung untuk membangun rumah keluarganya,” tuturnya.

‎Koperasi MBG terus meningkatkan profesionalitas, mulai dari pelatihan chef, sertifikasi kompetensi, hingga pemenuhan standar halal dan higienis. Dalam beberapa kegiatan terakhir, asesor dari LSP Pariwisata Maestro bahkan ikut terlibat menguji peserta untuk memastikan kualitas tenaga dapur.

‎Didi menegaskan bahwa apa yang dibangun bersama para purna migran ini bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi wujud nyata semangat gotong royong ala NU dan kontribusi purna migran bagi pembangunan masyarakat desa.

‎“Kami membuktikan bahwa purna migran bisa pulang, bangkit, dan memberi manfaat. Inilah bentuk bakti kami,” pungkasnya.

‎Koperasi MBG yang tumbuh dari tangan para purna migran kini dipandang sebagai model pemberdayaan yang selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ekonomi keluarga pekerja migran, sebuah contoh bahwa kepulangan bukan akhir, tetapi awal dari kontribusi yang lebih besar. (ALN)*

IMG-20251120-WA0003(1)

Jaring Talenta Muda Potensial, BRI Bogor Dewi Sartika Roadshow Campus Hiring‎

Rangkaian kegiatan dalam Roadshow Campus Hiring

Jendela Jurnalis Bogor, JABAR — Dalam upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja dan memperluas peluang karier bagi lulusan, BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika menggelar Roadshow kegiatan Campus Hiring dibeberapa titik.

‎Kegiatan Campus Hiring ini diadakan di Plaza Jambu Dua (15/10/2025). Lalu di Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Bogor Kesatuan dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang (16/10/2025). Kemudian di Disnaker Kota Bogor (11/11/2025) dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Dan di Universitas Terbuka (UT) Bogor (12/11/2025) dengan jumlah peserta 24 orang.

‎Kegiatan ini menjadi wujud komitmen para kampus dan juga lembaga pemerintahan yang bekerjasama dengan BRI dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri sekaligus bentuk proaktif BRI dalam menjaring talenta muda potensial.

‎Pimpinan BRI BO Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, Campus Hiring adalah program rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan dengan langsung mengunjungi kampus-kampus untuk mencari kandidat potensial, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan para fresh graduate.

‎"Terimakasih atas kerja sama yang baik antara BRI dengan beberapa pihak, disini BRI memberikan kesempatan berkarir di daerah Bogor," ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project BRI yang menempatkan Region 7 Jakarta 2 sebagai regional pertama dari 18 regional di Indonesia yang melaksanakan program campus hiring secara intensif.

‎“Kami dari BRI betul-betul menjemput bola ke kampus-kampus, ke para alumni, dan calon alumni. Harapannya dari kegiatan ini akan banyak yang kami rekomendasikan sehingga nanti bisa bergabung bersama tim BRI ,” tegasnya.

‎Fahmi menambahkan, program rekrutmen ini memberikan jalur karier yang singkat dan menjanjikan. Kandidat yang dinyatakan lulus akan langsung diangkat menjadi pegawai kontrak (PKWT) di bawah BRI tanpa melalui sistem outsourcing.

‎“Untuk PKWT sendiri berlaku selama 18 bulan. Jika dalam periode tersebut peserta mampu mencapai target, maka akan langsung dievaluasi dan berpeluang besar diangkat menjadi pegawai tetap. Jadi, career journey tenaga pemasar di BRI ini sangat cepat,” jelasnya.

‎Proses rekrutmen dimulai dengan wawancara langsung pada hari kegiatan. Para kandidat yang memenuhi kualifikasi akan melanjutkan ke tahap psikotes daring dalam waktu 14 hari ke depan, sebelum akhirnya mengikuti wawancara dengan user di tahap akhir.

‎"Kegiatan Campus Hiring di Bogor ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta membuka peluang karier yang lebih luas bagi para lulusannya di masa mendatang," tutupnya. (red)*

IMG-20251119-WA0012

Transaksi Lebih Efisien dan Aman, BRI Jakarta Menara BRILiaN Terus Edukasi Nasabah Soal TCR

Edukasi TCR kepada Nasabah

Jendela Jurnalis JAKARTA - Guna memaksimalkan layanan terhadap nasabah, BRI Cabang Jakarta Menara BRILiaN terus mengedukasi nasabah dalam penggunaan layanan perbankan Teller Cash Recycler (TCR).

‎TCR BRI merupakan mesin elektronik di cabang BRI yang membantu teller mempercepat transaksi setoran dan penarikan tunai, dapat menerima semua pecahan uang, dan memiliki batas transaksi lebih besar daripada ATM setor-tarik.

‎Pimpinan Cabang BRI Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita menjelaskan, mesin ini digunakan oleh teller untuk melayani nasabah, sehingga proses transaksi menjadi lebih efisien dan aman. TCR berfungsi untuk memproses transaksi setor dan tarik tunai dari nasabah.

‎"TCR Menerima semua pecahan uang, tidak seperti ATM biasa, mesin ini dapat menerima uang dengan berbagai pecahan dan kondisi yang berbeda," ungkapnya.

‎TCR dapat digunakan untuk transaksi dengan nilai lebih besar dibandingkan ATM setor-tarik, sesuai dengan batas transaksi teller. Mesin ini membantu teller untuk memproses transaksi secara lebih cepat dan akurat, seperti menghitung uang yang disetorkan.

‎"Sebagai mesin yang didesain untuk meringankan tugas Teller. TCR tentu memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan, terangnya.

‎Selain mempercepat waktu tunggu Nasabah dengan teknologi pemrosesan uang secara otomatis, TCR juga mempermudah Teller dalam berinteraksi dan menjalin hubungan yang lebih baik dengan Nasabah sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan dan peluang cross-selling/ up-selling.

‎"Tak hanya memudahkan nasabah, disini teller bank juga semakin terbantukan," tegasnya.

‎Singkatnya, ATM setor-tarik dan TCR merupakan 2 produk yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan yang berbeda. Dengan mempertimbangkan efisiensi proses, kepuasan Nasabah, tren digitalisasi, dan manfaat bisnis dalam jangka panjang, pemilihan investasi yang tepat antara mesin ATM setor-tarik dan TCR harus dilakukan dengan lebih bijak dan teliti.

‎"TCR jelas memberikan banyak manfaat yang membantu nasabah dalam bertransaksi perbankan," tutupnya. (red)*

IMG-20251119-WA0052

BRI Kantor Cabang Jakarta Menara BRILian Permudah Nasabah Melalui CS Digital

Jendela Jurnalis JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jakarta Menara BRILiaN memiliki layanan unggulan Transformasi digital yang yaitu Mesin Digital Customer Service (CS) yang hadir untuk kemudahan layanan Nasabah BRI.

Pimpinan Cabang BRI Jakarta Menara BRILiaN Marco Arief Pramudita menjelaskan, Digital CS merupakan mesin one stop service yang berfungsi untuk melayani transaksi nasabah secara mandiri (self service) seperti pembukaan rekening, penggantian kartu debit, penerbitan ulang PIN, account statement (Cetak Butab dan Rekening Koran) dan lain-lain.

Nasabah tidak perlu datang mengantri di Customer Service dan bergantung pada jam layanan operasional kantor. Dengan adanya mesin Digital CS, nasabah lebih flexible dapat datang kapan saja ke Kantor BRI Cabang Jakarta Menara BRILiaN dan Kantor Cabang Lain yang memiliki layanan Digital CS yang sama.

Marco menerangkan, kehadiran digital CS sebagai solusi untuk meningkatkan kenyamanan Nasabah dalam mengakses layanan pelanggan dengan fitur utamanya yaitu dalam Pembukaan Rekening hingga Penggantian Kartu. Digital CS dapat juga melayani penggantian Kartu yang memiliki chip maupun non chip, penggantian kartu yang akan expired, Ganti Kartu Expired, Ganti Kartu Hilang, Ganti Kartu Rusak, Ganti Kartu Terblokir, Reissue PIN, Enable Kartu.

"Passbook Printing, Cetak Rekening Koran, Kirim, Rekening Koran Via Email, Cetak 5 transaksi Terakhir, Penerbitan Kartu," terangnya.

Dengan adanya mesin digital CS secara otomatis mengurangi antrian nasabah. Mempercepat bisnis proses dan layanan transaksi, yang akhirnya menciptakan customer experience yang lebih baik.

"Penggunaan mesin dapat dilakukan secara self service oleh nasabah," tutupnya.(Red)

IMG-20241230-WA0081

Neu Blitz Young Communications Latih 80 Wirausahawan Muda Kuningan

Foto Kegiatan Pelatihan Manajemen dan Kewirausahaan Pemuda

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR – Neu Blitz Young Communications (NBYC), yang dikenal aktif mendorong kemajuan pemuda di Kabupaten Kuningan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan generasi muda di bidang kewirausahaan. Melalui pelatihan bertajuk "Mewujudkan Pemuda yang Berdikari dan Berjiwa Kewirausahaan dengan Menciptakan Produk Usaha yang Sehat dan Bermanfaat bagi Masyarakat," sebanyak 80 wirausahawan muda mendapatkan pembekalan intensif.

Fery Rizkiana Triputra, Ketua NBYC, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat manajemen kewirausahaan, khususnya dalam hal inovasi produk. “Melalui kegiatan ini, para wirausahawan muda yang telah kami bina diharapkan mampu berdikari, mandiri, dan terus berinovasi menciptakan produk baru yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Fery menekankan pentingnya memperhatikan aspek higienitas dan kelayakan kesehatan dalam produk yang dihasilkan. “Masyarakat kini lebih peduli terhadap produk yang higienis dan aman untuk kesehatan. Oleh karena itu, kami membekali para pengusaha muda untuk menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara NBYC dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Fery menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dari Kemenpora RI yang telah membantu mendorong langkah mereka dalam memajukan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kuningan.

Dengan pelatihan ini, NBYC berharap mampu mencetak wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif tetapi juga siap menghadapi tantangan pasar modern, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah. (Wan)*