Jendela Berita

IMG-20230129-WA0005

Atasi Intimidasi, Ancaman serta Tindak Kekerasan, Insan Pers Perlu Dibekali Ilmu Bela Diri

Jacob Ereste

Jendela Jurnalis, Banten
By: Jacob Ereste
Kerentanan Profesi Pers - khususnya para Jurnalis yang memburu dan membuat berita - sungguh sangat memprihatinkan.
Intimidasi, ancaman, hingga tindak kekerasan terhadap mereka (Jurnalis, red) saat menunaikan pekerjaannya sebagai Pewarta, masih kerap terjadi bahkan cenderung meningkat dan brutal. Ini semua mengindikasikan, demokrasi dan pelaksanaan hukum di Indonesia belum berjalan baik. Apalagi perlakuan itu dominan dilakukan oleh Aparat Pemerintah atau para Gakkum itu sendiri.

Bahkan, tak jarang iming - iming pun harus disikapi dengan tegar, agar tidak sampai mengkhianati nilai kemuliaan Pekerja Pers sebagai sosial kontrol, yang pula berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perlakuan semacam tersebut di atas - utamanya bagi para pekerja media online - tampak semakin kerap terjadi. Bagi meteka yang merasa terusik baik pekerjaan ataupun aktivitasnya, tak sedikit yang menanggapinya dengan tindak kekerasan.

Runyamnya lagi, para pelaku yang melakukan tindak kekerasan terhadap Insan Pers ini, dominan tidak dapat diproses dengan layak dan patut. Apalagi kemudian masalah persengketaannya, justru malah berhadapan atau dibenturkan dengan pihak Aparat Pemerintah atau para Gakkum.

AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia mencatat, jenis kekerasan terhadap Jurnalis pada tahun 2020, yang didominasi adanya kekerasan fisik, sebanyak 15 kasus. Pada tahun 2021 sebanyak 7 kasus, disusul pula dominasi teror dan intimidasi, sebanyak 9 kasus. Di tahun 2021 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yaitu 4 kasus. Sedangkan tindak kekerasan terhadap Jurnalis hingga April 2022, tercatat sebanyak 9 kasus.

Namun pada tahun 2016 sempat mencapai 81 kasus, dibanding tahun sebelumnya (2015) yang hanya berjumlah 42 kasus.

Media tempo.co mencatat, tahun 2021 dominan dilakukan APH sebanyak 12 kasus. Tindak kekerasan dari orang yang tidak dikenal sebanyak 10 kasus. Tindak kekerasan dari Aparat Pemerintah sebanyak 8 kasus. Dari warga sebanyak 4 kasus dan dari pekerja profesional sebanyak 3 kasus.

Perlindungan dari UU Pers No. 40/99 maupun Dewan Pers, tampaknya sama sekali tidak dapat diandalkan. Dari sejumlah pengalaman kawan-kawan Pers dalam menghadapi masalah yang merundung itu, tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, Insan Pers sendiri yang harus membekali diri dengan segenap kemampuan maupun keahlian yang diperlukan, termasuk ilmu dan kemahiran membela diri. Setidaknya, dalam kondisi terpaksa dan tersudut, kemampuan dasar-dasar dari ilmu bela diri dasar, sudah lebih dari cukup untuk mempertahankan diri.

Jadi, Insan Pers itu sungguh perlu mempunyai multi talenta - tak hanya wawasan dan perbendaharaan ilmu pengetahuan serta keahlian semata - tapi wawasan interdisiplin ketrampilan bela diri, patut juga dimiliki. Sehingga, untuk meminimalisir intimidasi, ancaman, tindak kekerasan yang tidak terduga hingga ketangguhan hati, untuk tidak tergiur pada iming-iming yang juga tidak kalah galaknya, sebagai ancaman bagi pekerja Profesi Jurnalis, sudah harus dipersiapkan sejak awal, meski terpaksa dengan cara bertahap. Bila tidak, kelanggengan kerja pada profesi yang cukup banyak tantangan dan rintangannya ini, tidak akan bertahan lama. Apalagi hendak ditekuni sepanjang hayat.

Hanya dengan begitu, Insan Pers yang tangguh, mampu bertahan - tidak pula sampai tergelincir - mengkhianati profesi yang boleh dibilang suci ini. (HAP)

15 Januari 2023

IMG-20220711-WA0009

Perkuat Kepengurusan, DPC Garda BMI Karawang Serahkan SK Untuk 4 DPAC Sekaligus.

Foto pengurus DPAC Tirtajaya usai menerima SK.

Jendela Jurnalis Karawang -
Gabungan Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) DPC Kabupaten Karawang yang telah diangkat menjadi salah satu Badan Otonom (Banom) oleh Partai Kebangkitan Bangsa pada 2021 lalu, kini semakin solid dan fokus menjalankan roda keorganisasiannya.

Hari ini, Senin (11/07/2022), bertempat di salah satu rumah makan ikan bakar Pesisir Pantai Utara Karawang, tepatnya di Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar. Pengurus DPC Garda BMI Karawang telah menggelar seremonial pengangkatan dan pemberian Surat Keputusan (SK) untuk Kepengurusan di tingkat Kecamatan atau biasa disebut Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).

Dalam kegiatan tersebut, 4 Pengurus DPAC telah menerima SK, DPAC yang menerima SK tersebut diantaranya adalah dari Kecamatan Jayakerta, Kecamatan Tirtajaya, Kecamatan Pedes dan Kecamatan Cibuaya.

Dalam kesempatannya, Rasmana selaku Ketua DPC Garda BMI Kabupaten Karawang menerangkan bahwa pentingnya dibentuk Pengurus DPAC di tiap kecamatan untuk mempermudah informasi dari Pusat, sehingga nantinya informasi tersebut bisa diserap dengan merata. Begitupun sebaliknya.

"Pembentukan DPAC ini sangat penting, yaitu untuk mempermudah informasi yang turunnya dari Pusat, sehingga nantinya informasi tersebut bisa diserap dengan merata. Dan juga sebaliknya, informasi dari bawah bisa sampai ke Pusat dengan cepat". Terangnya.

"Begitupun dalam pergerakan organisasi, tentunya sangat membantu berjalannya roda organisasi, terutama untuk hal-hal yang berkaitan tentang Pemerhati Perlindungan dan Pemberdayaan PMI (Pekerja Migran Indonesia-red)". Tambahnya.

Lebih lanjut, di akhir acara Rasmana juga menyampaikan harapannya, bahwa Pengurus dan Anggota Garda BMI diharapkan memiliki jiwa sosial yang tinggi, totalitasnya harus dipertahankan, dan jangan sampai nantinya malah membuat masalah baru terhadap PMI yang sedang menghadapi kesulitan.

"Saya berharap semua Pengurus dan Anggota harus memiliki jiwa sosial yang tinggi, pertahankan totalitas dan solidaritasnya, jangan sampai nantinya bertindak gegabah, dan malah membuat masalah baru terhadap PMI yang sedang mengalami kesulitan dan sedang kita bantu". Tutupnya.
(M. Sugiri/NN).

IMG-20220226-WA0001

Safari Tahlil DPC PKB Karawang, Untuk Korban Kebakaran PPTQ Miftahul Khoirot

Foto Tahlilan di kediaman Muhamad Zaki Riyadi

Jendela Jurnalis Karawang - Mulyana S.Hi, selaku Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang, berinisiatif menggelar Safari Tahlilan ke kediaman beberapa korban kebakaran Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Mifthul Khoirot yang menyebabkan beberapa santri meninggal dunia pada Senin (21/02/2022) kemarin.

Pada Sabtu malam ini (26/02/2022), Mulyana S.Hi mewakili DPC PKB Karawang mengikuti kegiatan tahlilan ke 5 hari di kediaman korban Muhamad Zaki Riyadi atau Muzaki (13), yang berlokasi di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Setelah sebelumnya pada malam hari selepas kejadian ia juga pernah datang menyempatkan diri untuk ta'ziah kesana.

Dalam Safari Tahlil tersebut, Mulyana S.Hi datang didampingi Kyai Mu'aeman dari Pasirjaya dan perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB Cilamaya Wetan, yaitu Kang Nata dengan Kang Ust Syamsudin. Selain itu, turut serta juga Kyai Syarifudin dari Pengasuh Ponpes Nurul Hikmah, yang juga sebagai Ro'is Syuriah MWC NU Cilamaya Wetan.

Mulyana S.Hi juga menuturkan, selain menggelar tahlilan di DPC PKB Karawang, ia juga di perintahkan untuk menggelar safari tahlil ke kediaman korban seperti yang dilaksanakannya malam ini.

"Selain kami melaksanakan tahlil di kantor DPC untuk para syuhada, kami juga diperintahkan untuk hadir mewakili ketua DPC tahlil langsung di rumah duka." Tuturnya.

Usai berlangsungnya tahlillan, tak lupa pula sekali lagi Mulyana S.Hi juga menyampaikan kembali, agar keluarga korban yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan, tidak berlarut dalam kesedihan yang mendalam.

(NN)

IMG-20220222-WA0000

“Mulyana S.Hi, Mewakili Ketua DPC PKB Karawang Sampaikan Belasungkawa yang mendalam atas musibah kebakaran di PPTQ Miftahul Khoirot”

Mulyana S.Hi (Wakil Ketua DPC PKB Karawang bersama pengasuh PPTQ Miftahul Khoirot

Jendela Jurnalis Karawang, Pada Senin siang (21/03/2022) sekitar pukul 13.30 telah terjadi insiden kebakaran di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Miftahul Khoirot yang berlokasi di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam insiden tersebut, menurut info yang redaksi terima, ada sekitar 7 santri dan 1 orang pengasuh Ponpes yang meninggal dunia, dan ada beberapa santri yang mengalami luka bakar yang lalu dilarikan ke klinik terdekat untuk pertolongan pertama, hingga kemudian dirujuk ke RSUD Karawang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Mulyana S.Hi, selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang, tergerak hatinya untuk menyampaikan rasa belasungkawanya langsung mengunjungi Lokasi Kejadian pada malam harinya, kebetulan baru bisa bertemu dengan pihak pengasuh ponpes pada pukul 22.00 (21/02/2022).

Dalam kunjungannya, Mulyana S.Hi menyampaikan Turut Berduka Cita yang mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa dan beberapa korban luka lainnya, serta turut mendo'akan agar Keluarga Besar Ponpes Miftahul Khoirot tabah dalam musibah yang terjadi tersebut.

"Saya Pribadi, mewakili Ketua DPC PKB Karawang, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini, untuk korban meninggal Insya Allah menjadi ahli surga, untuk korban luka-luka semoga lekas sembuh, dan untuk keluarga besar Ponpes Miftahul Khoirot semoga diberikan ketabahan." Ucapnya di sela-sela kunjungan.

Kemudian Mulyana juga menambahkan, besok Ketua DPW beserta Ketua Umum PKB akan turut berkunjung ke lokasi, guna menyampaikan rasa bela sungkawa dan dukungan moril atas musibah tersebut.

KH. Agus sebagai Pengasuh Ponpes Miftahul Khoirot menyambut hangat kunjungan tersebut, dan berterimakasih atas kepedulian Rekan-rekan dari PKB Karawang.

"Alhamdulilah, Terima kasih untuk kunjungan dan kepeduliannya, atas musibah yang menimpa kami" tutur KH. Agus disela perbincangannya.

Usai dari Ponpes Miftahul Khoirot kemudian Mulyana S.Hi berlanjut ta'ziah ke rumah duka Muzaki (13) salah satu korban meninggal dunia dari musibah kebakaran tersebut, yang berlokasi di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, untuk menyampaikan Belasungkawa.

Pihak keluarga korban pun menyambut baik, dan berterima kasih atas kunjungannya.

"Terimakasih atas simpati, do'a, Ta'ziah, dan segala bantuannya, kami sadar ini semua adalah kehendak dari Allah SWT, semoga kita tabah menerima musibah ini." ucap Kyai Syarief mewakili pihak keluarga korban.

(NN)