Bulan: Juli 2024

IMG-20240703-WA0034

Dalam Rangka Gebyar Paten Kecamatan Tempuran, Siswa – Siswi di SMK TKM Ikuti Perekaman E-KTP di Sekolah

Foto Siswa - Siswi SMK TKM Tempuran saat mengikuti perekaman E-KTP di Sekolah

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam upaya peningkatan Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten Karawang rutin menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Pelayanan Publik Terpadu Keliling ke setiap Kecamatan yang ada dalam lingkup wilayah Kabupaten Karawang. Yaitu dengan Roadshow Gebyar Pelayanan Terpadu (GEBYAR PATEN).

Hari ini, giliran Kecamatan Tempuran yang mendapatkan jadwal penyelenggara'an Gebyar Paten, dalam Pelayanan Publik yang digelar pada Gebyar Paten tersebut mencakup dari pembuatan E-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan lainnya yang biasanya bisa selesai hanya dalam waktu 1 Hari saja. Rabu (3/7/24).

Dalam pantauan Team Jendela Jurnalis dilapangan, selain Pelayanan Publik untuk Masyarakat Umum yang digelar di area Kantor Kecamatan Tempuran, ada pula Pelayanan Jemput Bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk Perekaman E-KTP yang diselenggarakan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Karya Mandiri Tempuran (SMK TKM Tempuran) yang berlokasi di Desa Purwajaya.

Kurang lebih sekitar 66 Siswa/i SMK TKM yang sudah berusia 17 tahun keatas terlihat antusias menyambut program tersebut, mengingat bahwa dalam Gebyar Paten dirasa lebih efisien dan mudah untuk pengurusan seperti pembuatan E-KTP, apalagi jika melihat kesibukan pelajar, setiap hari pastinya mereka sibuk disekolah dan nyaris tak ada waktu untuk mengurus hal tersebut.

Kegiatan tersebut tentunya sangat disambut baik oleh Agung Islahudin, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dari SMK TKM Tempuran, dirinya mengungkapkan bahwa Program tersebut begitu sangat membantu, dan pihak sekolah pun mengucapkan terimakasih serta rasa bangganya karena mendapatkan kesempatan tersebut, apalagi dengan kehadiran Kadisdukcapil beserta jajarannya.

"Program Jemput Bola dari Disdukcapil ini Alhamdulilah begitu sangat membantu dalam upaya persiapan Siswa untuk bekerja diperusahaan nantinya, selain itu kami juga mengucapkan terimakasih dan merasa sangat bangga telah mendapatkan kesempatan dalam program ini, apalagi dihadiri Kadisdukcapil beserta jajarannya langsung," ungkapnya.

Begitupun dengan Zahra Zahratulia, salah satu Siswi Kelas XII TM 2 di SMK TKM yang mengikuti program perekaman E-KTP yang digelar disekolah, ia mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya program tersebut, mengingat memang efisiensi waktu yang dimiki Pelajar itu terbatas, dan nyaris tak ada waktu untuk mengurusnya.

"Menurut saya, dengan adanya perekaman E-KTP di sekolah SMK TKM ini memudahkan para Siswa - Siswinya untuk membuat KTP, tidak perlu ke Kantor Capil atau ke Kecamatan, lebih cepat dan yang pasti gratis," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20240702-WA0042

Didukung Purna Bakti ASN, Acep Jamhuri Dinilai Miliki Potensi Jadi Bupati Karawang

Foto Acep Jamhuri bersama para Purna Bakti ASN

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Acep Jamhuri mendapat suntikan dukungan dari purna bakti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk maju sebagai calon Bupati Karawang pada Pilkada mendatang. Deklarasi dukungan ini dilakukan di Rumah Makan Sambal Hejo, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Selasa (2/7/2024).

Atori Hasanudin, inisiator deklarasi tersebut, menjelaskan bahwa awalnya dukungan datang dari kalangan purna bakti saja. Namun, seiring berjalannya waktu, dukungan meluas hingga mencakup berbagai kalangan.

Atori sudah menilai Acep Jamhuri sebagai sosok yang punya potensi untuk menjadi Bupati Karawang. Hal tersebut pernah ia utarakan beberapa tahun lalu.

"Saya sudah menyatakan mendukung Pak Acep Jamhuri sejak dua tahun lalu, waktu itu di kantornya Asep Kuncir. Apalagi Pak Acep berangkat dari birokrat sama seperti saya, tidak ada halangan bagi saya. Saya akan dukung penuh," ungkap Atori.

Dalam sambutannya, Atori juga berpesan kepada Acep Jamhuri untuk tidak melupakan para pendukungnya jika terpilih nanti.

"Karena Pak Acep berangkat dari seorang ASN, saya minta para senior ini dan yang sudah mendukung jangan dilupakan," katanya.

Acep Jamhuri, saat menyapa pendukungnya, menyatakan bahwa dirinya resmi purna bakti dan merasa bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para purna bakti.

"Saya juga sama seperti bapak-bapak sudah pensiun, mulai tanggal 1 Juli 2024 kemarin saya sudah tidak lagi menjabat. Tadinya mau September, tapi dengan bismillah saya putuskan bulan Juli," ujar Acep.

Lebih lanjut, Acep menyampaikan tekadnya untuk maju sebagai calon bupati.

"Alhamdulillah saya sudah niat jadi calon bupati, saya ingin lebih memberikan banyak manfaat untuk yang lain. Insya Allah saya komit," tambahnya.

Acep juga mengajak seluruh pendukungnya untuk bersama-sama membangun kebersamaan dengan tulus.

"Saya ingin membangun kebersamaan dari hati, perasaan dan tidak ada penghianatan," tutur Acep.

Dukungan dari purna bakti ASN ini menambah semangat Acep Jamhuri untuk berjuang dalam Pilkada mendatang, dengan harapan dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Karawang. (red)*

IMG-20240702-WA0024

Pembangunan Turap di Dusun Kramatjaya Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Tak Sesuai Spesifikasi Teknis

Kondisi dan proses pengerjaan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait terhadap pembangunan proyek yang saat ini sedang berjalan, berdampak buruk terhadap kualitas bangunan.

Hal ini seperti yang terjadi pada kegiatan pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Dusun Kramatjaya RT. 009/003, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang Jawa barat. Selasa (2/7/24).

Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi, serta diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Selain itu, proyek tersebut juga diduga berjalan tanpa pengawasan dan terkesan ada pembiaran dari pihak PUPR Kabupaten Karawang.

Hal tersebut diketahui lantaran dalam proses pengerjaan, penataan turap terlihat di kerjakan terburu-buru dengan mekanisme hanya ditancapkan lalu diguyurkan adukan semen tanpa adanya proses pendasaran, sehingga hasilnya dikhawatirkan tidak akan maksimal.

Adapun pada galian pondasi, seharusnya digali terlebih dahulu. Akan tetapi, fakta dilapangan diketahui tidak digali.

Sementara itu, pada pemasangan batu kali langsung di pasang, begitu juga dari adukan semen yang terlihat asal tanpa takaran yang sesuai, sehingga muncul dugaan bahwa penataan saluran dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan disinyalir bermain curang.

Hal tersebut akhirnya menuai keluhkan dari beberapa orang warga disekitar, mereka menyayangkan kegiatan pengerjaan turap tersebut dikerjakan dengan kondisi sangat memprihatinkan, karena dikerjakan asal jadi, terlebih pada adukan campuran semen dan pasir yang tidak sesuai, serta kualitas pasir juga asal asalan.

"Kalo prosesnya begitu, ini sangat disayangkan, kerena bangunan tidak akan bertahan lama," cetus seorang warga yang namanya enggan dipublikasikan. Selasa (2/7/24).

Papan informasi pekerjaan

Untuk diketahui, proyek kegiatan penurapan di Dusun Kramatjaya tersebut dikerjakan oleh CV. Putra Nusantara Muda dengan pagu anggaran Rp. 189.003.000.00,- (seratus delapan puluh sembilan juta tiga ribu rupiah).

Berdasarkan papan informasi yang ada dilapangan, diketahui panjang turap adalah 2 × 148.50 M' dan tinggi 0.8 M, serta 1 Buah Pintu Air B=300 M H=500 MM dengan Panjang 15 M, dan Tinggi 0.9 M.

Namun, berdasarkan hasil investigasi Jendela Jurnalis, pada pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan yang tertera di papan informasi, seperti pada tinggi pondasi yang hanya ada sekitar 73 - 74 CM. Hal tersebut pun turut menjadi pertanyaan dan menuai perhatian masyarakat.

Disamping itu, masyarakat berharap agar pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Karawang, melakukan upaya pengawasan secara lebih ketat, serta harus turun kelapangan untuk meninjau proyek proyek yang sedang berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil mendapatkan konfirmasi serta mengetahui siapa pelaksana maupun pemilik CV tersebut, karena alamat CV tidak ditulis didalam papan informasi. (Team)*

IMG-20240702-WA0008

Gegara Dana Talang, Puluhan Pengurus Cabor Dipanggil ke Polres Karawang

Kantor KONI Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Puluhan pengurus cabang olahraga (cabor) KONI Karawang kembali diperiksa oleh Polres Karawang, Senin-Selasa (1-2/7/2024).

Pemeriksaan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa anggaran dana bantuan sebesar Rp17,5 miliar yang diterima KONI Karawang yang bersumber APBD 2022 yang disalurkan para bidang semua cabor.

Permasalahan muncul diduga ketika anggaran bantuan belum diterima semua ada penggunaan dana talang untuk persiapan pelaksanaan Porprov Jabar 2022.

Dilansir dari spiritnews.co.id, dana talang tersebut dikabarkan didapatkan oleh pengurus KONI dari pihak ketiga yang berbadan hukum (PT) dan yang bersedia memberikan dana talang, sebelum dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dikuncurkan.

“Informasi yang saya terima, ada dana talang dari pihak ketiga dengan potongan 10 persen dari jumlah yang diterima cabor dan pajak PPN sebesar 1,1 persen. Dana potongan dari setiap cabor itu dikemanakan dan buat siapa? Sementara, cabor binaan KONI Karawang ada 57 cabang olahraga,” kata Alek Safri Winando, praktisi hukum di Karawang, dilansir dari spiritnews.co.id.

Dijelaskan, jika setiap anggaran lebih kurang Rp. 30 juta yang diterima oleh masing-masing cabor dipotong sebesar 10 persen, maka keuntungan yang diraup oleh ‘bank emok’ tersebut  sekitar Rp3 juta. Jika dikalikan dengan 57 cabor, maka total keuntungan untuk bank emok tersebut mencapai Rp171.000.000.

“Bank emok yang memberikan dana talang tersebut diduga ditunjuk oleh oknum pengurus KONI dengan alasan menunggu dana hibah dari Pemkab Karawang belum cair. Sementara dana hibha dari Pemkab Karawang sudah cair seminggu sebelum pelaksanaan Porprov di Ciamis,” tandasnya. (red)*

IMG-20240702-WA0004

Warga Merasa Puas, Pembangunan Pekerjaan U-ditch Desa Pasirkaliki Rawamerta Rapih, Kokoh, Kuat dan Berkualitas

Foto hasil pekerjaan (insert: papan informasi)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Pembangunan Drainase U-ditch yang sedang dikerjakan diseputar wilayah Dusun Krajan, RT 002/001, Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat sudah sesuai harapan warga hingkungan serta sudah sesuai harapan Pemerintah. Bahkan disambut antusias dan baik oleh warga masyarakat. Selasa (2/7/2024).

Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan Satim selaku kepala Regu Kerja, dirinya mengatakan bahwa sudah melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya. Adapun untuk sedikit genangan air, dirinya menyebut bahwa itu merupakan air yang berasal dari pipa pembuangan warga.

"Kami melaksanakan pekerjaan dari pengerukan sampai penerapan pemasangan U-ditelch tataletak dasar tanah dalam keadaan kering, adapun sedikit air yang menyirami saluran pemasangan U-ditch yaitu adalah Air gelontoran dari saluran Pipa pralon rumah warga. Mungkin air buangan bekas cuci baju pakaian atau cuci piring," ujarnya.

Lain halnya dengan yang dikatakan Abdul Somad selaku warga masyarakat Lingkungan seputar pembangunan U-ditch, dirinya mengungkapkan bahwa adanya pembangunan tersebut selama ini sangat dinantikan warga.

"Kami warga lingkungan dari tahun yang lalu sudah lama menunggu pelaksanaan pembangunan saluran air ini, karena setiap di musim penghujan saluran tersumbat rentan banjir. Alhamdulillah sekarang ini pembangunan U-ditch direalisasi dibangun yang pastinya kedepan dikala musim penghujan, air mengalir lancar, aman dari banjir," ungkapnya.

Sementara itu, di area tempat proyek pembangunan U-ditch, H. Amad selaku Pelaksana Kerja memaparkan bahwa dalam setiap pekerjaan, pihaknya selalu memggunakan tenaga kerja yang mahir dibidangnya.

"Apapun pekerjaannya, pihak kerja lapangan selalu menggunakan Tim tenaga kerja mahir dibidangnya, guna hasil pekerjaan fisik kokoh kuat berkualitas sesuai spesifikasi," paparnya.

H. Amad juga menegaskan, "Dari titik nol sampai pekerjaan finishing, kami selalu monitoring, serta pihak Pengawas Dinas PUPR Bidang SDA hampir setiap hari mengontrol ke tempat area lokasi pekerjaan. Maka dari itu, kami hasil pekerjaan kami sudah sesuai spesifikasi," tegasnya.

Adapun pihak Dinas PUPR Bidang SDA menerangkan kepada awak media via pesan elektronik aplikasi WhatsApp, pihaknya menyebut bahwa dalam setiap pekerjaan selayaknya harus dikerjakan sesuai dengan RAB.

"Dari berbagai pekerjaan, apapun pekerjaannya yang dikerjakan oleh rekanan harus sesuai RAB, serta sekarang ini apapun bentuk material kandungan yang berkadar, terlebih dahulu wajib melakukan uji kualitas bahan material prosedur pengujian laboratorium dtruktur dan bahan (LAB)," terangnya.

"Serta pastinya pihak Pengawas Dinas PUPR rutin tiap hari monitor kontrol lapangan. Serasa ketika semua Teknis sudah dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan baik, maka dipastikan hasil pekerjaan yang dikerjakan diterima oleh warga masyarakat dengan baik dan sempurna," pungkasnya. (U.TLY)*

IMG-20240701-WA0035

Resmi Pensiun, Apel Pagi Perpisahan Acep Jamhuri Tak Dihadiri Pejabat Eselon II

Foto Acep Jamhuri saat bersalaman dengan ASN dilingkungan Pemkab Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Setelah mengabdi lebih dari 30 tahun sebagai PNS dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), Acep Jamhuri hadiri apel pagi terakhir di Plaza Pemkab Karawang, Senin (1/7/2024).

Terhitung 1 Juli 2024, Acep Jamhuri resmi pensiun sebagai PNS di lingkungan Pemkab Karawang.

Namun sayang, di apel pagi perpisahan itu, selain Eka Sanatha yang memimpin apel, tidak terlihat satu pun pejabat eselon II hadiri apel perpisahan Acep Jamhuri.

Usai Apel, Eka ketika dikonfrimasi media terkait ketidakhadiran pejabat eselon II lainnya dalam apel tersebut mengatakan bahwa apel pagi hari ini merupakan apel pagi biasa yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi.

“Enggak diundang, ini mah apel biasa sekretariat daerah. Semua apel di masing-masing dinas,” ujarnya.

Usai apel pagi dilaksanakan, suasana haru menyelimuti ketika satu per satu ASN yang ikut apel menyalami Acep. Sebagian ASN tampak menitikan air mata ketika menyalami Acep untuk terakhir kalinya sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Karawang. (red)*