Jendela Politik

IMG-20240910-WA0138

Maju Jadi Calon Wakil Bupati Karawang, Inilah Sosok H. Maslani

H. Maslani

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Karawang  untuk pemilihan Bupati periode 2024-2029, akan diikuti oleh pasangan Aep Syaepuloh dan H. Maslani.

Lantas, sosok seperti apakah H. Maslani yang kini maju sebagai calon Wakil Bupati Karawang yang berjulukan Kota Pangkal Perjuangan berpasangan dengan H. Aep Saepuloh, berikut rangkumannnya ;

H. Maslani mulai berkibar di Karawang ketika gelaran Pileg 2024, beliau mencalonkan anggota legislatif DPR RI. Gerakanya masif, silaturahmi, alat peraga, relawan, semua bergerak sehingga namanya cukup dikenal di masyarakat Karawang, Purwakarta, dan Bekasi. Beliau tinggal di kota baru Karawang, dan terkenal dengan kedermawanan dan peduli sosial yang tinggi di wilayah sekitarnya.

Pria yang lahir di Demak Jawa tengah, mulai menetap dan menjadi warga Karawang tahun 2001 semua anaknya lahir di Karawang.

Lebih dari 23 tahun beliau menjadi warga Karawang dan banyak memberikan kontribusi yang positif untuk perekonomian wilayah sekitar. Beliau membuka Lio dengan masyarakat sekitar yang bekerja, membuka lahan pertanian yang membantu perekonomian sekitar.

Salah satu usaha yang menonjol adalah beliau seorang pengusaha di bidang property yang sukses, dengan perumahan perumahan yang dibangun di wilayah Karawang, yang membuka lowongan pekerjaan dan solusi rumah tinggal untuk masyarakat Karawang.

Itu semua bentuk nyata dari sumbangsih beliau terhadap perekonomian Karawang dimana karyawan, pajak penghasilan, semua menjadi PAD buat kab. Karawang.

H Maslani juga seorang purna kepolisian Rebuplik Indonesia. Dengan latar belakang keilmuan sebagai mantan aparatur negara, beliau dibekali dengan semua keilmuan tentang kepolisian, dimana pendidikan tenang analisa, strategy, juga merupakan bagian dari asar keilmuan yang beliau miliki. Semua dibuktikan dengan keberhasilan beliau menjadi seorang Pengusaha di bidang property.

Seperti apa sosoknya? Jangan melihat dari ‘penampilan’ karena beliau orang yang sangat low profile, apa adanya, sederhana, humoris dan terbuka.

Sosoknya yang hangat, bersahabat, dan yang sangat peduli terhadap hal yang religius, santuan anak yatim, peduli dengan perkembangan keagamaan dengan support support yang selalu beliau lakukan. Beliau juga akrab dengan berbagai kalangan khusunya juga kaum Alim Ulama.

Sejarah Karawang tidak lepas dari kerajaan Mataram, kerajaan Sumedang Larang, dan kesultanan Banten. Karena era VOC ribuan masyarakat dari Jawa timur, Jawa Tengah dibawa kesultanan Mataram bersama keluarganya menetap di Karawang.

Kesultanan Banten juga mengirimkan pasukannya untuk menetap di Karawang, jadi sejarah Karawang itu sangat panjang kalau dulu banyak yang datang ke Karawang untuk pertanian, sekarang untuk perindustrian. Jadi Karawang adalah sebuah wilayah sudah dari jaman pendahulu kita menjadi tempat persinggahan, dan tempat untuk tujuan tujuan untuk melanjutkan kehidupan.

Ketika bicara asal usul, mari kita lebih bijaksana karena saya yakin leluhur kita juga berasal dari berbagai wilayah khususnya pulau Jawa termasuk Banten.

“Kakek saya juga berasal dari Banten, nenek saya keturanan Cianjur, kakek saya dari Ayah berasal dari Bogor yang membuka wilayah pesisir. Istri saya juga keturunan dari Jawa timur, dari Sumatera Utara, dari bandung,Garut,  artinya semua kita punya asal usul yang beragam,” ujar H. Maslani

Pertanyaannya jelas H. Maslani kenapa kita selalu berbicara pribumi dan no pribumi, bagi saya itu adalah warisan dari pemikiran orde baru.

“Kita sudah beda jaman, kalau seseorang sudah menetap puluhan tahun, punya KTP Karawang, anak anaknya lahir di Karawang, apakah masih mempertanyakan tentang status kependudukan? Bagi saya itu kurang bijak karena kita Indonesia, kita Nasionalis, kita negara demokratis,” pungkasnya. (red)*

IMG-20240910-WA0119

Jubir Tim Pemenangan Acep – Gina Imbau Relawan Tetap Santun, Hindari Sarkasme dan Sinisme

Abdul Ajiz, S.E., (Jubir Tim Pemenangan Acep - Gina

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Seperti kebanyakan prediksi publik sebelumnya, head to head Pilkada Karawang 2024 akan memicu konflik sosial, khususnya perdebatan antar timses dan relawan di media sosial.

Namun demikian, Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Acep - Gina, yaitu Abdul Azis, SE menghimbau kepada semua Relawan Acep - Gina untuk tetap mengedepankan politik kesantunan dan tidak terprovokasi isu apapun.

Seperti arahan Teh Celli sebelumnya, sambung Azis, relawan Acep - Gina harus menjadi tim pemenangan yang cerdas, fokus menyampaikan ide dan gagasan maupun visi misi pembangunan ke masyarakat.

"Kita tidak mau Relawan Acep - Gina menjadi simbol kampanye cebong ataupun kampret, karena itu hanya akan membuat masyarakat antipati. Kita harus yakin pemilih atau masyarakat hari ini sudah cerdas di dalam menentukan sikap politik," tutur Abdul Azis, SE, Selasa (10/9/2024).

Terlebih, sambung Azis, sosialisasi atau kampanye yang lebih ke arah Sarkasme atau Sinisme yang menyerang pribadi dan menyakiti perasaan orang lain. Maka, hal-hal seperti itu harus dihindari.

"Kita harus optimis jika Acep - Gina akan menang dengan cara terhormat. Maka semua elemen pendukung Acep - Gina harus menghindari Sarkasme atau Sinisme dalam sosialisasi dan kampanye di masyarakat," tegasnya.

Disampaikan Azis, banyak program Acep - Gina yang harus disampaikan ke masyatakat. Salah satunya dalam bidang kesehatan, yaitu penyamarataan pelayanan kesehatan di Puskesmas yang setara dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

"Ke depan pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas itu harus setara dengan pelayanan rumah sakit. Fasilitasnya harus ditingkatkan dan SDM-nya harus ditambah,"

"Jadi kalau ada masyarakat yang mau berobat tidak perlu jauh-jauh datang ke rumah sakit umum. Cukup bisa ditangani di setiap Puskesmas," terang Azis.

Ditegaskan Azis, program-program pembangunan Acep - Gina seperti inilah yang harus disampaikan ke masyarakat. Sehingga para relawan bergerak ke masyarakat dengan membawa ide dan gagasan pembangunan, bukan black campaign.

"Sekali lagi saya imbau hindari black campaign, sarkasme ataupun sinisme yang bisa menyakiti hari seseorang. Relawan Acep - Gina harus cerdas, fokus sampaikan visi misi, ide dan gagasan pembangunan," tegasnya.

Adapun terkait pengrusakan baliho Acep - Gina oleh orang tidak dikenal, Azis menghimbau untuk menyikapinya secara bijaksana. Artinya, persoalan tersebut cukup ditanggapi dengan kepala dingin dan melaporkan persoalannya ke Bawaslu.

"Sikapi dengan bijak, laporkan ke pihak yang berwenang dalam hal ini Bawaslu Karawang. Untuk atribut Acep - Gina tidak usah khawatir, hilang satu tumbuh seribu. Artinya, atribut yang selama ini hasil dari sumbangan relawan yang hilang kita akan cetak lagi," tutup Azis. (red)*

IMG-20230529-WA0078-1024x717

Dapati Baliho Dirusak, Direktur Advokasi Tim Hukum Acep – Gina Geram dan Minta Pelaku Ditangkap

Asep Agustian, S.H., M.H., (Direktur Tim Hukum Acep Gina)

Jendela Jurnalia Karawang, JABAR - Kasus perusakan puluhan baliho pasangan Acep-Gina yang berada di Jalan Interchange Karawang Barat oleh oknum tidak bertanggungjawab mendapat kecaman dari Direktur Advokasi Hukum Tim Pemenangan Acep Jamhuri-Gina Fadlia Swara, Asep Agustian, S.H., M.H.

“Saya merasa risih kalau sudah seperti ini, merasa muak mendengar dan melihatnya ataupun membaca kabar itu, apa sih maksud oknum tersebut lakukan itu,” kata Askun, sapaan akrabnya, kepada awak media, Selasa (10/9/2024).

Askun pun mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran pendukung Acep-Gina untuk mencari dan menangkap oknum pelaku perusakan.

“Cari itu oknum, tangkap lalu jebloskan ke penjara!,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada Gakkum atau Bawaslu Karawang untuk bisa mengungkap motif oknum pelaku perusakan baliho yang tidak bersalah itu.

“Baliho itu barang mati tidak bernyawa, kalau toh merasa nyiyir kepada para pendukung Acep-Gina ini, kita lihat saja nanti, kan waktu pencoblosan masih lama, alat peraga itu masing-masing memperkenalkan diri, bukan untuk dirusak atau dihilangkan dicabut,” ucapnya.

Askun tidak mau menuduh oknum pelaku tersebut kepada pihak tertentu.

“Saya katakan ini juga oknum, kenapa sih harus ketakutan, sekali lagi kepada seluruh jajaran cari tahu sampai dapat lalu ditarik enggak usah digebukin, enggak usah dipukulin, enggak usah dihancurin bawa ke pihak kepolisian terdekat,” ujarnya.

“Lalu ditanya apa motivasinya, siapa yang memerintahkannya karena pasti ada seseorang yang menyuruhnya demi imbalan, jangan cuma gara-gara dapat satu rupiah demi hidupi istri anak tapi masuk penjara. Hukum tidak ada backing-backingan, hukum tidak ada kata atensi, jadi pantau, tangkap, jebloskan ke penjara,” tandasnya.

Untuk diketahui, para pendukung Acep-Gina selain dari koalisi partai politik juga dari sekelompok orang akar rumput yang berkumpul bentuk relawan yang sangat militan untuk memenangkan Acep-Gina menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang periode 2024-2029.

Para relawan tersebut rela merogoh uang dari kantong sendiri untuk membuat baliho-baliho sebagai alat pengenalan terhadap figur Acep-Gina kepada publik Karawang. (red)*

IMG-20240909-WA0057

Baliho Acep – Gina Dirusak, Kader Gerinda Desak Bawaslu dan APH Usut Tuntas Pelaku

Foto baliho Acep - Gina yang dirusak orang tak dikenal, (insert: Pontas Hutahaen, S.H)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dugaan adanya sabotase dan pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan Calon Bupati Acep Jamhuri - Gina Fadlia Swara kembali terjadi di jalan Interchange Karawang Barat, Senin, 9 September 2024.

Sejumlah baliho Acep - Gina yang sengaja dipasang tim pemenangan disepanjang jalan Interchange Karawang Barat pada hari Minggu, 8 September 2024 malam, ditemukan sudah tergeletak keesokan harinya dan dalam kondisi tercabut.

Praktisi hukum sekaligus kader Gerindra, Pontas Hutahaen, S.H., mengecam keras tindakan tersebut yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Pontas, perbuatan sabotase merusak alat peraga kampanye (APK) salah satu pasangan calon merupakan tindakan yang telah mengotori proses demokrasi di Kabupaten Karawang.

"Kami akan melaporkan pengerusakan dan dugaan sabotase tersebut ke Bawaslu dan aparat penegak hukum, kami meminta kepada Bawaslu kabupaten Karawang untuk segera mengusut tuntas perbuatan tersebut karena telah merusak dan mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Karawang," ucapnya.

Dikatakan Pontas, menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum menjadi Undang-Undang dalam pasal 280 mengatur bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu.

"Sanksinya dalam pasal 521, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280, dapat dikenakan pidana pemilu penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)," tegasnya.

Lanjut Pontas, melalui kejadian ini, tim pemenangan Acep-Gina akan lebih waspada dan lebih berhati-hati terhadap upaya sabotase dan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan mencoreng proses demokrasi di Karawang.

"Kami berharap, semua badan penyelenggara Pemilukada di Karawang baik Bawaslu maupun KPU untuk segera mengusut dan menindaklajuti kejadian pengerusakan puluhan baliho pasangan Calon Acep-Gina agar terciptanya Pilkada yang damai dan demokratis di Karawang," pungkasnya. (Red)*

IMG-20240908-WA0043

Diikuti Ratusan Peserta, Relawan Acep – Gina di Kecamatan Banyusari Gelar Mancing Gratis

Kegiatan Mancing Gratis

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Berbagai trik bagi para relawan Bupati dan Wakil Bupati Karawang dalam mendulang suara mulai dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya, sebagaimana yang dilakukan oleh Ketua Team Relawan Acep - Gina di Kecamatan Banyusari yang mengelar mancing gratis. Minggu (8/9/24).

Dalam kesempatan itu, H. Syaripudin selaku Ketua Team Relawan Kecamatan Banyusari mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara yang telah mensupport kegiatan yang digelar tersebut.

Menurutnya, selain mendeklarasikan diri untuk memenangkan Acep - Gina di Banyusari dan sekitarnya, kegiatan mancing gratis yang diselenggarakan di Pemancingan Alam Nisar, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari yang baru pertama kali digelar tersebut diyakini akan selalu diingat oleh warga khususnya para peserta.

“Pokoknya hari ini kita senang, sudah mancing gratis dapat hadih lagi. Acep-Gina menang,” ucap H. Syaripudin yang dikenal sebagai Lurah Hormat (Mantan Kades) di Desa Pemekaran tersebut.

Karenanya, mantan Kades Pamekaran ini berpesan agar memenangkan pasangan Acep dan Gina di Pilkada Karawang 2024, khususnya di Kecamatan Banyusari dan sekitarnya. Acep dan Gina merupakan pasangan calon yang tepat, sehingga katanya tidak ada alasan untuk tidak didukung.

Selain itu, H. Syaripudin juga berharap agar kegiatan yang digelar tersebut dapat meraih simpati dan dapat mendulang suara dari masyarakat.

"Pak Acep dan Ibu Gina Swara adalah sosok pemimpin kita masa depan. Insya Allah beliau akan menjadi Bupati dan wakil Bupati Karawang periode 2024 – 2029,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Syaripudin menerangkan bahwa peserta mancing gratis tersebut diikuti oleh ratusan orang dari luar Kecamatan Banyusari. Alasan memilih penyelenggaraan kegiatan memancing memang menjadi salah satu olahraga yang diminati oleh masyarakat sekitar. Selain itu, karena memancing mempunyai filosofi melatih kesabaran sebagaimana perumpamaan dalam menangani sebuah Kabupaten juga harus dilakukan dengan penuh kesabaran.

"Jiwa sabar ini kami temukan pada sosok Acep Jamhuri dan Gina Swara yang kelak akan memimpin kabupaten Karawang" kata H.Syaripudin membeberkan alasannya memilih memancing sebagai kegiatan Relawan Banyusari.

Sementara itu, Para peserta mancing gratis pun juga mengungkapkan kegembiraannya dalam acara mancing gratis ini.

"Kegiatan ini sangat seru, selain bisa mendapatkan ikan juga bisa menambah kenalan dengan sesama peserta," ungkap Husen yang merupakan salah satu peserta mancing gratis.

Husen juga berharap, agar relawan Acep-Gina di Kecamatan Banyusari bisa terus melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti ini di desa-desa lain. Tidak lupa, para peserta juga berdoa dan berharap agar pasangan Acep - Gina dapat menjadi Bupati Karawang. (Pri)*

IMG-20240908-WA0041

Tak Ragu Sedikitpun, AJISAKA Pastikan Kemenangan Acep – Gina di Pilkada 2024

Kang Jimmy bersama Acep Jamhuri

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sudah tidak ada keraguan lagi bagi Relawan Ahmad Jimmy Zamakhsyari untuk Karawang (AJISAKA) dalam memenangkan H. Acep Jamhuri - Hj. Gina Fadlia Swara di Pilkada 2024.

Selain menjadi tanggungjawab moral sebagai kader Partai Gerindra, Jimmy juga menegaskan bahwa mendukung Acep - Gina merupakan bagian dari ikhtiar untuk membawa Karawang ke arah yang lebih baik.

Yaitu dimana hari ini euforia masyarakat lebih dominan menitipkan amanah kepemimpinan Karawang kepada Acep - Gina.

"Saya pastikan AJISAKA akan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Acep - Gina di Pilkada 2024," tutur Kang Jimmy, saat Deklarasi Relawan AJISAKA untuk Acep - Gina, Sabtu (7/9/2024).

Disampaikan Jimmy, AJISAKA juga sedang mempersiapkan kegiatan syukuran dan istighosah qubro dalam rangka menyambut kebahagiaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo - Gibran pada 20 Oktober 2024 mendatang.

"Selain relawan, nanti akan ada ribuan kiyai dan santri yang hadir. Dari Karawang untuk Indonesia, kita sambut suka cita dan kebahagiaan masyarakat di pelantikan Pak Prabowo dan Mas Gibran," katanya.

Diketahui, Partai Gerindra bukan hanya merupakan parpol pemenang pemilu secara nasional. Melainkan juga parpol pemenangan di Jawa Barat dan Kabupaten Karawang.

Dan di Pilkada 2024, Partai Gerindra Karawang memajukan salah satu kader terbaiknya Hj. Gina Fadlia Swara sebagai calon wakil bupati yang berpasangan dengan calon bupati H. Acep Jamhuri.

Dan pasangan Acep - Gina ini didukung Partai Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN dan 9 parpol non parlemen. (red)*

IMG-20240907-WA0147

Tuai Kontroversi, LSM Lodaya Sebut Pelantikan Sekda Karawang Labrak Etika

Nace Permana, Ketua LSM Lodaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh pada Jumat (6/9/2024) melantik Asep Aang Rahmatullah sebagai Sekda Karawang.

Pelantikan sekda yang dilakukan pada saat detik-detik penetapan pasangan calon (paslon) di kontestasi Pilkada Karawang 2024 menuai kontroversi publik.

Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, menilai pelantikan sekda definitif melabrak etika.

“Pengangkatan sekda definitif , terlepas aturannya terpenuhi atau tidak, tapi yang jadi sorotan kita adalah etika karena memang momennya yang tidak tepat, semua paham betul bahwa sekarang ini sedang (tahapan) Pilkada dan tidak bisa dipungkiri netralitas seorang Asep Aang ini juga harus dipertanyakan,” kata Nace kepada media, Sabtu (7/9/2024) siang.

Nace menjelaskan, sosok Aang ini dalam banyak hal dikesehariannya banyak bersama dengan salah satu (bakal) calon dan ketika Aang punya kekuasaan sebagai seorang sekda, maka hal itu (Aang) harus diawasi ketat jangan sampai jabatan sekda disalahgunakan untuk menekan para ASN untuk menggiring kepada salah satu calon.

“Yang perlu dipertanyakan ya etika tadi, apakah (Bupati) tidak bisa menunda waktu ketika pengisian jabatan sekda itu dilakukan setelah Pilkada, terlepas siapapun yang menang. Akan lebih elegan dan humanis kalau pengisian jabatan sekda itu dilakukan setelah Pilkada,” ujarnya.

Nace juga menilai, pengisian jabatan sekda saat ini tidak terlalu urgen (mendesak) karena sudah ada pengisian jabatan sekda sementara (Pj Sekda) yang dipegang Eka Sanatha.

Tak hanya itu, lanjut Nace, pengangkatan Aang sebagai sekda dinilai labrak kepangkatan lantaran masih banyak senior di atas Aang yang dilangkahi.

“Bukan berarti kita tidak suka terhadap seseorang, tapi ya tadi dikembalikan kepada bagaimana menerapkan pengelolaan ASN itu secara bijak dan beretika,” tegasnya.

Bila ada sekelompok orang yang mengklaim pengangkatan sekda itu sudah dapat izin dari Kemendagri, Nace mengingatkan bahwa petahana ini sudah terdaftar sebagai (bakal) pasangan calon di KPU Kabupaten Karawang.

“Nah ini yang rentan akan disalahgunakan oleh pihak tertentu dan saya sangat berkeyakinan sekda yang baru diangkat ini netralitasnya akan diragukan karena selama ini toh semua bukan rahasia lagi kok,” tutupnya. (red)*

IMG-20240907-WA0029

Jelang Pilkada, Ketum F-BUMINU Harapkan Upaya Perlindungan PMI Harus Jadi Program Wajib Kepala Daerah

Ali Nurdin Abdurahman, Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbumusi (F-BUMINU)

Jendela Jurnalis Jakarta – Ali Nurdin Abdurahman, Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbumusi (F-BUMINU), menyoroti peran vital Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam perekonomian nasional. Menurut data Bank Dunia, PMI menyumbangkan devisa negara terbesar kedua setelah sektor Migas, dengan nilai mencapai sekitar 200 triliun rupiah per tahun. Angka ini menunjukkan betapa besar kontribusi PMI tidak hanya terhadap ekonomi nasional, tetapi juga dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah asal mereka.

Namun, Ali Nurdin mengungkapkan keprihatinannya terhadap perlindungan yang masih minim bagi para pekerja migran.

"Sampai saat ini, perlindungan terhadap PMI belum mendapatkan perhatian yang serius. Undang-undang nomor 18 tahun 2017 yang seharusnya melindungi PMI belum terimplementasi dengan baik, terutama di daerah-daerah kantong PMI itu sendiri," ujarnya.

Dalam menghadapi Pilkada Serentak se-Indonesia, Ali Nurdin berharap agar perlindungan dan perbaikan tata kelola penempatan pekerja migran menjadi program wajib para calon kepala daerah, terutama di daerah-daerah yang menjadi kantong PMI. Ia menekankan pentingnya para calon pemimpin daerah untuk memiliki komitmen yang kuat dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan PMI, yang menjadi tulang punggung devisa negara.

Selain itu, Ali Nurdin juga menyoroti peluang besar yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi era Bonus Demografi. "Indonesia saat ini sedang berada dalam era Bonus Demografi, di mana proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk non-produktif. Ini adalah peluang besar bagi sektor pekerja migran untuk meningkatkan produktivitas ekonomi serta menjadi solusi dalam mengurai tingginya angka pengangguran di Indonesia," tambahnya.

Menurutnya, pengelolaan yang baik dan perlindungan yang memadai bagi PMI akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional. Oleh karena itu, Ali Nurdin mendorong agar isu ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, terutama dalam konteks Pilkada 2024.

Dengan komitmen yang kuat dari para pemimpin daerah, diharapkan perlindungan terhadap PMI dapat semakin ditingkatkan, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan produktif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan Indonesia. (red)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240904-WA0129

Romantis, Mantan Bupati dan Wakil Bupati Karawang Bersatu Dukung Acep – Gina di Pilkada 2024

Cellica - Jimmy (Mantan Bupati dan Wakil Bupati Karawang)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Mantan Bupati dan Wakil Bupati Karawang Periode 2015 - 2020, Cellica Nurrachadiana - Ahmad Zamakhsyari kembali turun gunung berduet di Pilkada Karawang 2024.

Kali ini keduanya bukan berperan sebagai kandidat pilkada, melainkan sebagai timses pasangan Acep Jamhuri - Gina Fadlia Swara.

Selain Cellica - Jimmy, ada juga mantan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar dan H. Ade Swara yang ikut mendukung pencalonan Acep - Gina.

Diketahui, Cellica merupakan Anggota DPR RI Dapil Jabar 7 dari Partai Demokrat yang mendukung pencalonan Acep - Gina. Bahkan Cellica dipercaya langsung parpol koalisi untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Acep - Gina.

Cellica dikabarkan memiliki hubungan emosional baik dengan Acep Jamhuri sejak ia masih menjabat sebagai Bupati Karawang 2 periode.

Di masa pemerintahan Cellica, sosok Acep dikenal sebagai ASN yang handal hingga akhirnya menjabat sebagai Sekda.

Sementara Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) merupakan kader Partai Gerindra yang ikut berkontribusi besar memenangkan Prabowo - Gibran di Karawang pada Pilpres 2024 kemarin.

Partai Gerindra yang mengusung kader terbaiknya Gina Fadlia Swara di Pilkada Karawang 2024, akhirnya mengharuskan Kang Jimmy kembali turun gunung untuk memenangkan pasangan Acep - Gina.

"Yang paling penting dalam hidup adalah menjalin hubungan, menjadi seorang manusia yang baik, dan memberikan arti dalam kehidupan orang lain,"

"Hatur nuhun Kang ahmadzamakhsyari atas silaturahminya siang tadi," tulis Cellica, dalan akun instagram pribadinya saat bertemu dengan Kang Jimmy.

Sementara saat bertemu dengan Acep Jamhuri pada Rabu (4/9/2024), Kang Jimmy menegaskan bahwa ia sudah berijtihad untuk memenangkan pasangan Acep - Gina di Pilkada Karawang 2024.

"Untuk dan atas nama Partai Gerindra, saya sudah berijtihad untuk berjuang maksimal memenangkan sahabat Acep Jamhuri dan Teh Gina menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang 2024 - 2029,"

"Bismillah Kang jadi Bupati Karawang. Bismillah-keun, gaskeun, abringkeun, jadikeun!," kata Kang Jimmy kepada Acep Jamhuri. (red)*

IMG-20240904-WA0108

Visi Besar Acep – Gina, Mau Sulap Citarum Jadi Jalur Transportasi dan Wisata

Nana Kustara

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Adu ide dan gagasan yang akan termuat dalam visi misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang akan menentukan kemana masyarakat memilih di Pilkada Karawang 2024.

Khusus di kubu Acep Jamhuri - Gina Fadlia Swara, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati ini memiliki visi besar untuk 'menyulap' Sungai Citarum menjadi alat transportasi air.

Sekretaris Tim Pemenangan Acep - Gina, yaitu Nana Kustara menyampaikan, menilik sejarah Sungai Citarum yang menjadi jalur transportasi utama pada zamannya saat itu, maka berbagai persoalan yang muncul di sekitaran Sungai Citarum hari ini hanya bisa diselesaikan dengan mengembalikan fungsi Citarum seperti dalam sejarah awalnya.

Harus diakui, Sungai Citarum hari ini bukanlah Sungai Citarum seperti dulu. Berbagai persoalan seperti pencemaran oleh limbah industri hingga Banjir di Karangligar tentu akan menjadi salah satu agenda dan visi besar bagi Acep - Gina.

"Jika Citarum menjadi jalur transportasi, kita yakin persoalan pencemaran dan banjir di sekitar Citarum bisa teratasi, khususnya banjir Karangligar. Karena ketika Citarum menjadi jalur transportasi, maka semua pihak akan bertanggungjawab untuk ikut menjaga dan merawat kebersihan Citarum," paparnya.

"Belum lagi nanti akan muncul potensi-potensi ekonomi kerakyatan yang baru di sepanjang Sungai Citarum dari Karawang Barat hingga Pakisjaya. Artinya, Citarum bukan hanya akan kembali menjadi jalur transportasi. Tapi juga bisa menjadi tempat wisata yang bisa dijadikan ekonomi kerakyatan," imbuh Nana Kustara.

Visi besar ini, tentu tidak bisa dilakukan oleh Karawang sendiri dengan hanya mengandalkan APBD. Melainkan harus ada campur tangan Pempro dan pemerintah pusat.

Dijelaskan Nana, visi besar ini mungkin tidak akan 100% bisa terwujud dalam jangka pendek (5-10 tahun ke depan). Tetapi pertanyaannya kapan akan dimulai.

"Visi besar ini akan kita mulai, jika Acep - Gina ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karwang 2024 - 2029," katanya.

Ditegaskan Nana, visi besar Acep - Gina ini bukan mimpi, karena semuanya akan terwujud jika kita berani memulainya dan ada variabel pendukung dari pemprov dan pemerintah pusat.

Semisal saja Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dan proyek strategis nasional kereta cepat. Jika semua mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, maka visi besar mengembalikan Sungai Citarum sebagai jalur transportasi akan terwujud.

"Mungkin nanti visi besar ini tidak akan selesai di kepemimpinan Acep - Gina, tapi kan bisa dilanjutkan kepemimpinan selanjutnya. Yang terpenting kapan visi ini akan dimulai, mengembalikan fungsi Citarum seperti di awal sejarahnya," ungkapnya.

"Insha Allah, visi besar ini akan dimulai di masa pemerintahan Acep - Gina nanti," tutup Nana Kustara. (red).