Bulan: November 2025

IMG-20251126-WA0042

Wujudkan Kepedulian Sosial, BRI Bagikan Makanan untuk Yatim dan Dhuafa di Jakarta Selatan

Jendela Jurnalis Jakarta Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Kantor (KC) Jakarta Warung Buncit menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan ke Yayasan Yatim Piatu dan Duafa.

Kali ini BRI KC Jakarta Warung Buncit Berbagi kebahagiaan di Yayasan Harapan Robbani yang berlokasi Jakarta Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI KC Jakarta Warung Buncit sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI KC Jakarta Warung Buncit dengan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, tim BRI KC Jakarta Warung Buncit turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada yatim piatu dan duafa yang ada di Yayasan Harapan Robbani. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” ujar Pimpinan BRI KC Jakarta Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo.

Pamadi menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI KC Jakarta Warung Buncit.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Harapan kami dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tutupnya.(Red)

IMG-20251125-WA0025

Akal-akalan Para Penempatan Non-Prosedur: Membongkar Janji Palsu dan Manipulasi dalam Migrasi Kerja‎

Sandi Candra, S.H., M.H. (Ketua Bidang Advokasi F-Buminu Sarbumusi)

Jendela Jurnalis NASIONAL - Impian bekerja ke luar negeri selalu menjadi daya tarik yang kuat bagi sebagian besar warga Indonesia, terutama mereka yang berasal dari wilayah pedesaan. Dalam terminologi ilmu sosial, fenomena ini dapat dibaca melalui konsep push and pull factors (E.S. Lee, 1966), di mana kemiskinan struktural, minimnya akses pekerjaan, dan ketimpangan pembangunan mendorong masyarakat untuk bermigrasi (push), sementara iming-iming gaji tinggi dan perubahan nasib menjadi daya tarik kuat dari negara tujuan (pull). Namun ketika rantai migrasi ini dipenuhi manipulasi, praktik rente, dan penempatan non-prosedural, mimpi migran berubah menjadi derita panjang.

‎Kisah buruh desa yang menabung impian besar itu bukan sekadar narasi personal. Ia adalah potret struktural tentang betapa rentannya calon pekerja migran (CPMI) terhadap eksploitasi. Dalam banyak kasus, proses eksodus tenaga kerja ini digerakkan bukan oleh institusi resmi, melainkan oleh calo informal yang memanfaatkan ketidaktahuan, kerentanan ekonomi, dan kepercayaan sosial masyarakat desa.

Janji Manis, Biaya Fantastis: Mekanisme Penipuan yang Terstruktur

‎Modus yang berulang: seorang calo datang ke kampung, membawa brosur, video testimoni palsu, dan janji gaji belasan juta rupiah per bulan. CPMI kemudian dibebani biaya keberangkatan 20–30 juta rupiah, jumlah yang jelas bertentangan dengan prinsip penempatan tanpa biaya untuk skema Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 30 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menyatakan bahwa biaya penempatan hanya dapat dibebankan apabila ditentukan secara khusus dan dilakukan secara transparan.

‎Kenyataannya, calo dan PT abal-abal justru menerapkan pola predatory recruitment. Menurut teori eksploitasi Marxian, praktik ini merupakan bentuk surplus extraction, yakni penghisapan nilai dari kelompok rentan melalui mekanisme pemerasan ekonomi yang dilegitimasi melalui ilusi harapan.

‎Calon pekerja berusaha keras menghimpun dana: meminjam di koperasi, rentenir, bahkan menjual kambing atau sapi, aset produktif keluarga. Ini menunjukkan apa yang oleh Pierre Bourdieu disebut sebagai “symbolic violence”: kekerasan halus yang membuat korban menerima penindasan seolah sebagai pilihan yang wajar.

‎Penampungan: Ruang Eksploitasi Baru

‎Ketika CPMI tiba di penampungan, derita tidak berhenti. PT yang menjanjikan keberangkatan mulai menunjukkan wajah aslinya: makanan tidak layak, fasilitas minim, pemerasan tambahan, hingga pengusiran terselubung. Ini bertentangan dengan Pasal 45 UU 18/2017, yang mengharuskan perusahaan penempatan menyediakan akomodasi layak, layanan kesehatan, dan jaminan keselamatan selama proses pra-penempatan.

‎Dengan kata lain, bukan hanya ada penipuan, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sebagaimana diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999, khususnya hak atas rasa aman, kesejahteraan, dan perlindungan dari tindakan tidak manusiawi.

‎Otokritik: Di Mana Negara?

‎Dalam perspektif administrasi publik, kasus-kasus seperti ini mencerminkan kegagalan tata kelola (governance failure) di mana regulasi ada, lembaga ada, namun implementasi minim dan pengawasan lemah.

‎1. BP2MI memiliki mandat kuat berdasarkan UU 18/2017 untuk melakukan pencegahan penempatan non-prosedur. Tetapi mengapa ruang gerak calo justru makin leluasa?

‎2. Pemerintah daerah seharusnya dapat melakukan edukasi dan pengawasan berdasarkan Pasal 42 UU 18/2017, tetapi banyak desa tidak memiliki Satgas PPMI yang aktif.

‎3. Aparat penegak hukum kerap “turun tangan” hanya pada level kasus besar, padahal eksploitasi terjadi masif di level akar rumput.

‎Lebih parah lagi, dalam sejumlah kasus, praktik non-prosedural ini diduga dibekingi oknum pejabat lembaga negara, sebuah ironi yang menunjukan adanya state capture, yaitu kondisi ketika institusi resmi dikooptasi oleh kepentingan gelap.

‎Jika negara lengah, maka kebijakan “perlindungan PMI” riskan berubah menjadi slogan kosong tanpa kekuatan substantif.

‎Pesan Kritis untuk Calon Pekerja Migran

‎1. Periksa legalitas perusahaan melalui Sistem Komputerisasi Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Jika PT tidak terdaftar, itu tanda bahaya.

‎2. Jangan membayar biaya apapun tanpa bukti resmi, dan khusus untuk skema tertentu seperti G to G, biaya ditanggung negara tujuan.

‎3. Hindari calo. Setiap rekrutmen harus melalui mekanisme resmi perusahaan berizin, bukan individu.

‎4. Laporkan segera kepada BP2MI, Disnaker, atau kepolisian jika menemukan indikasi penipuan.

‎*Pesan Kritis untuk Pemerintah dan Lembaga Negara*

‎1. Perkuat penegakan hukum. Pasal 81–85 UU 18/2017 mengatur sanksi pidana hingga 10 tahun bagi pelaku penempatan ilegal. Sayangnya, implementasinya masih minim.

‎2. Tingkatkan kampanye literasi migrasi di desa-desa, bukan hanya saat terjadi kasus.

‎3. Reformasi pengawasan: membangun sistem yang independen dari potensi suap dan intervensi pihak berkepentingan.

‎4. Berikan pemulihan korban, bukan hanya memulangkan mereka. UU 18/2017 menegaskan hak PMI atas pendampingan hukum, rehabilitasi, dan kompensasi.

‎Migrasi Harus Menjadi Jalan Bermartabat

‎Migrasi kerja seharusnya menjadi jalan peningkatan kualitas hidup, bukan ruang penyiksaan ekonomi dan psikologis. Negara wajib hadir tidak hanya sebagai pembuat regulasi, tetapi sebagai pelindung aktif terhadap warga negara, terutama yang paling rentan.

‎Akal-akalan penempatan non-prosedur hanya bisa dihentikan jika masyarakat kritis, pemerintah bekerja serius, dan aparat hukum bebas dari intervensi.

‎Saatnya menegakkan kembali martabat pekerja migran Indonesia. Mereka bukan komoditas, bukan objek rente, bukan korban yang terus-menerus disalahkan. Mereka adalah warga negara yang hak-haknya dijamin konstitusi, dan negara tidak boleh absen sedetik pun.

‎Oleh: Sandi Candra, S.H., M.H. (Ketua Bidang Advokasi F-Buminu Sarbumusi)*

IMG-20251125-WA0016

Momentum Hari Guru Nasional, Jendela Jurnalis Ucapkan Apresiasi dan Penghormatan bagi Para Guru

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) pada Selasa, 25 November 2025. Tahun ini, peringatan HGN mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat."

‎Peringatan HGN 2025 juga diwarnai dengan peluncuran logo resmi yang menggambarkan hubungan harmonis dan kolaboratif antara guru dan murid, berlandaskan kasih sayang, ketulusan, serta semangat belajar sepanjang hayat.

‎Logo tersebut sekaligus menjadi simbol penghargaan bagi seluruh pendidik di Indonesia yang terus berjuang tanpa kenal lelah.

‎Di momentum istimewa ini, PRIATNA Pemimpin Redaksi Media Online Jendela Jurnalis/jendralnews.co.id beserta segenap jajaran redaksi menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru nasional.

‎“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih kepada semua guru dan pendidik di seluruh Indonesia atas dedikasi dan pengabdian yang luar biasa. Guru adalah pilar utama kemajuan bangsa. Dengan guru yang hebat, Indonesia akan semakin kuat,” ujarnya Pimred jendralnews.co.id.

‎Ia menambahkan bahwa tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi menuntut guru untuk terus beradaptasi, namun dedikasi dan ketulusan mereka dalam mendidik tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan.

‎Momentum Hari Guru Nasional tahun ini juga menjadi pengingat bahwa peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan penghargaan terhadap profesi guru harus terus menjadi prioritas.

‎Jendela Jurnalis berharap semoga peringatan HGN 2025 dapat menguatkan semangat para pendidik untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk menghargai peran guru sepanjang masa. (red)*

IMG-20251125-WA0017

Dari Korea ke Kampung Halaman: Purna Migran Dirikan Koperasi MBG, Gerakkan Ekonomi Keluarga Pekerja Migran

Jendela Jurnalis NASIONAL - Upaya pemberdayaan purna pekerja migran kembali mendapat sorotan publik setelah Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) menunjukkan kiprahnya dalam menggerakkan ekonomi keluarga pekerja migran di berbagai daerah. Di balik gerakan ini, ada nama Didi Kusnadi, purna migran Korea Selatan yang pulang ke Indonesia pada 2014 dan kini menjadi salah satu penggerak utama koperasi dan jaringan Dapur MBG.

‎Didi, yang aktif di komunitas Buminu (Buruh Migran Nahdlatul Ulama), menegaskan bahwa mayoritas pemilik dan pengelola Dapur MBG berasal dari kalangan Nahdliyin. Semangat pengabdian khas warga NU membuat gerakan ini berkembang menjadi jaringan dapur pelayanan masyarakat, pelatihan kuliner, hingga sertifikasi chef melalui Yayasan Mawar Bina Insani (MBI) serta lembaga pelatihan di bawahnya.

‎“Bukannya saya tidak pernah gagal. Usaha itu pasti ada risiko gagal, dan saya mengalaminya. Tapi Rahmat Allah Ta'ala lebih luas daripada rasa takut. Terus melangkah adalah cara saya melupakan kegagalan,” ujar Didi.

‎Usai kembali dari Korea, Didi memulai usaha Mawar Fashion dengan moto “Indahnya Berbusana Muslim.” Kata "Mawar", baginya, adalah akronim dari “Memanfaatkan Waktu Agar Allah Ridho.” Dari usaha kecil itulah ia merintis Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) yang kini menjadi pemasok utama kebutuhan berbagai Dapur MBG di sejumlah wilayah.

‎Menurut Didi, program Dapur MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga pekerja migran.

‎“Banyak teman migran yang terbantu. Ada yang bekerja di Malaysia bercerita, karena ada program seperti ini, kebutuhan anak di rumah jadi lebih ringan. Ia bisa fokus bekerja dan menabung untuk membangun rumah keluarganya,” tuturnya.

‎Koperasi MBG terus meningkatkan profesionalitas, mulai dari pelatihan chef, sertifikasi kompetensi, hingga pemenuhan standar halal dan higienis. Dalam beberapa kegiatan terakhir, asesor dari LSP Pariwisata Maestro bahkan ikut terlibat menguji peserta untuk memastikan kualitas tenaga dapur.

‎Didi menegaskan bahwa apa yang dibangun bersama para purna migran ini bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi wujud nyata semangat gotong royong ala NU dan kontribusi purna migran bagi pembangunan masyarakat desa.

‎“Kami membuktikan bahwa purna migran bisa pulang, bangkit, dan memberi manfaat. Inilah bentuk bakti kami,” pungkasnya.

‎Koperasi MBG yang tumbuh dari tangan para purna migran kini dipandang sebagai model pemberdayaan yang selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ekonomi keluarga pekerja migran, sebuah contoh bahwa kepulangan bukan akhir, tetapi awal dari kontribusi yang lebih besar. (ALN)*

IMG-20251125-WA0036

Fantastis, Pemeliharaan Gedung Pemda Karawang dengan Anggaran Rp.3,2 Miliar Disorot Publik

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Proyek pemeliharaan gedung di lingkungan Kantor Bagian Umum Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang tengah menjadi sorotan publik. Dengan nilai anggaran mencapai Rp3,2 miliar, realisasi pengerjaan dan transparansi pelaksanaannya kini dipertanyakan banyak pihak.

Proyek tersebut diketahui mencakup pemeliharaan bangunan gedung kantor, halaman kantor, gedung bertingkat, serta gedung tidak bertingkat yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 1 Karawang.

Namun, kondisi fisik sejumlah bangunan yang masih tampak kurang terawat memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil di lapangan.

Di beberapa foto yang beredar, tampak sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Kondisi inilah yang menimbulkan kekhawatiran publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Pemkab Karawang, Furqon, menjelaskan bahwa perbaikan gedung telah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hal ini dilakukan karena nilai perbaikan melebihi batas kewenangan Bagian Umum.

"Sudah diajukan ke PUPR karena nilainya lebih dari Rp500 juta," ujarnya.

Furqon juga menegaskan bahwa realisasi anggaran pemeliharaan telah digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas.

"Realisasi anggaran dapat dilihat dari perbaikan gedung Asda 1, 2, 3, gedung tengah, aula, galeri, RDB, RDWB, klinik, parkir, dan TPS," jelasnya.

Meski demikian, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih detail mengenai rincian penggunaan dana, progres pengerjaan, serta laporan tanggung jawab atas proyek tersebut.

Transparansi dinilai menjadi hal krusial agar tidak muncul dugaan penyimpangan penggunaan anggaran daerah.

Publik berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera memberikan klarifikasi lengkap, memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai aturan, dan menjamin pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka serta akuntabel.

Hingga berita ini terbit, Dani selaku Kabid Bangunan Dinas PUPR Karawang sulit dikonfirmasi oleh Jendela Jurnalis.(Red)

IMG-20251125-WA0005

H.Bukhori Dewan Fraksi Nasdem Kabupaten Karawang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H.Bukhori, S.Pd.I , menyampaikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Ia berharap momentum peringatan ini semakin meningkatkan kesejahteraan para guru sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

H.Bukhori,menjabat sebagai wakil ketua DPD Nasdem Karawang bidang OK dan juga anggota komisi II DPRD Kabupaten Karawang,menegaskan bahwa dedikasi dan pengabdian guru tidak ternilai.

“Guru adalah pilar utama pendidikan yang tanpa lelah membimbing, menginspirasi, dan memberikan ilmu kepada generasi muda,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para guru. H.Bukhori mengakui bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini tidak lepas dari peran besar para guru dalam perjalanan hidupnya.

“Kami sangat bersyukur memiliki guru-guru yang tulus dan penuh dedikasi. Setiap nasihat, ilmu, dan perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi kami, guru bukan hanya pengajar, tetapi teladan dan inspirasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H.Bukhori menyebut bahwa jasa guru tidak akan pernah terlupakan.

“Baktimu abadi dalam ingatan kami. Selamat Hari Guru! Terima kasih atas semua yang telah Bapak dan Ibu berikan,” tuturnya.

Ia pun berharap para guru senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia.

“Teruslah menjadi cahaya dalam kegelapan dan lentera ilmu yang tak pernah padam,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251123-WA0029

Acara Selesai dan Sukses: Rangkaian Kegiatan Kemanusiaan & Lingkungan di Pantai Bakti Berakhir Lancar‎

Foto bersama saat penutupan kegiatan

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Rangkaian kegiatan sosial kemanusiaan dan peduli lingkungan di Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, resmi berakhir dengan sukses setelah tiga hari pelaksanaan yang melibatkan sinergi kuat antar lembaga, relawan, dan masyarakat setempat.

‎Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada sunatan massal bagi anak-anak warga Pantai Bakti. Kegiatan berlangsung aman dan tertib, disambut antusias oleh para orang tua dan peserta, serta mendapatkan dukungan penuh dari tim medis dan relawan kesehatan yang bertugas.

‎Ketua RTKB dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
‎“Kami berterima kasih atas kepedulian dan kerja sama semua unsur yang telah hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat pesisir. Semoga kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut untuk keberlangsungan Pantai Bakti,” ujarnya.

‎Lembaga dan unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain:

‎- BNPB

‎- BPBD Kota Bekasi

‎- BPBD Kabupaten Bekasi

‎- BPBD Karawang

‎- BPBD Purwakarta

‎- BAZNAS

‎- Relawan kemanusiaan & komunitas peduli lingkungan

‎- Tokoh masyarakat dan warga Pantai Bakti

‎Rangkaian kegiatan selama tiga hari meliputi:

‎- Pemasangan pemecah ombak & penanaman cemara laut

‎- Edukasi kesehatan masyarakat

‎- Edukasi lingkungan untuk anak-anak SDN 02 Pantai Bakti

‎- Kegiatan bersih-bersih pantai

‎- Sunatan massal sebagai bentuk pengabdian sosial

‎Penutupan rangkaian agenda ini ditandai dengan apel evaluasi singkat yang diikuti seluruh relawan dan peserta sebagai ungkapan syukur atas selesainya kegiatan tanpa kendala besar.

‎Selesai dan sukses, penyelenggara kegiatan pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi untuk Pantai Bakti.

‎Pantai Bakti Kuat - Indonesia Tangguh. (NN)*

IMG-20251123-WA0006

Hari Ketiga Relawan RTKB Gelar Sunatan Massal di Pantai Bakti

Kegiatan Sunatan Massal yang digelar oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) memasuki hari ketiga dengan agenda Sunatan Massal bagi anak-anak warga Desa Pantai Bakti dan sekitarnya. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta dukungan berbagai pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut. Minggu (23/11/25).

‎Sunatan massal berlangsung di salah satu fasilitas umum di wilayah Pantai Bakti dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim medis profesional serta dukungan tekhnis para relawan di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi kesehatan, namun juga sebagai wujud kepedulian sosial terhadap keluarga yang membutuhkan bantuan layanan medis secara gratis.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara dengan wartawan, Ketua RTKB,  menyampaikan, “Sunatan massal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, semoga membawa keberkahan dan keceriaan bagi anak-anak dan keluarga mereka."

‎Antusiasme Warga

‎Kehadiran orang tua dan warga sekitar yang mendampingi membuat suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta juga mendapatkan bingkisan serta dukungan moral dari para relawan, sehingga tercipta suasana nyaman dan mengurangi rasa takut pada anak-anak.

‎Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan RTKB yang masih terus berlanjut dalam rangka meningkatkan kepedulian dan memperkuat solidaritas bersama di wilayah pesisir yang terdampak abrasi. Untuk hidup yang lebih sehat, kuat, dan penuh kepedulian bersama. (NN)*

IMG-20251123-WA0001

Hari Kedua Kegiatan Relawan RTKB di Pantai Bakti Berjalan Lancar dan Produktif

Kegiatan RTKB Hari ke 2

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan relawan yang digagas Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) di wilayah pesisir Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, memasuki hari kedua dengan rangkaian aktivitas yang berfokus pada mitigasi bencana dan edukasi masyarakat di Pantai Bakti, Muara Gembong. Sabtu (22/11/25).

‎Pada pelaksanaan hari kedua, relawan bersama warga setempat berhasil menjalankan beberapa kegiatan utama, yakni:

‎1. Pemasangan pemecah ombak (breakwater) sebagai langkah mitigasi abrasi yang terus menggerus garis pantai dan mengancam permukiman warga.

‎2. Kegiatan bersih pantai, melibatkan relawan dan masyarakat secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

‎3. Edukasi kesehatan masyarakat, mencakup pemahaman tentang pentingnya kebersihan lingkungan, sanitasi dan pencegahan penyakit pasca banjir rob.

‎4. Edukasi dan motivasi untuk pelajar SDN 02 Pantai Bakti.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara bersama wartawan, Ketua RTKB, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat setempat dan seluruh relawan.

‎“Kami berterima kasih atas dukungan warga dan seluruh relawan. Kegiatan mitigasi abrasi ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan wilayah Pantai Bakti. Harapannya, aksi ini membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Apel Konsolidasi Dipimpin Deputi Pencegahan BNPB

‎Sebagai rangkaian penutup pada hari kedua, dilakukan apel konsolidasi relawan dan masyarakat, dipimpin oleh Pangraso Suryotomo, Deputi Pencegahan BNPB. Apel tersebut digelar sebagai sarana evaluasi dan penyamaan langkah setelah kegiatan sepanjang hari.

‎Apel ini bukan merupakan penutupan kegiatan, namun bagian dari koordinasi untuk melanjutkan program penanganan abrasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir.

‎Kegiatan akan terus berlanjut dengan tujuan menciptakan perlindungan lingkungan jangka panjang, menumbuhkan kesadaran masyarakat dan memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan Pantai Bakti. (NN)*

IMG-20251122-WA0006

Warga Karawang Digegerkan Pendaratan Pesawat Komersil di Persawahan, Ini Kata Bupati Aep

Bupati Karawang dan Forkopimda

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Warga Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, digegerkan oleh pendaratan darurat sebuah pesawat komersil milik PT Wisarada Sapanta Utama di area persawahan Dusun Ceplik, Jumat (21/11/2025) sore.

Insiden mendadak ini langsung menyita perhatian warga yang berbondong-bondong menuju lokasi.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE bersama Forkopimda bergerak cepat menuju titik pendaratan untuk memastikan kondisi kru dan situasi lapangan tetap terkendali.

Bupati Aep mengapresiasi respons cepat aparat dan warga sekitar yang turut membantu mengamankan lokasi.

“Informasi ada pesawat jatuh dan kebetulan di wilayah Tirtamulya. Ada Pak Dandim, Pak Sekda, dan Pak Wabup. Kami melihat langsung kondisi pesawat dan Alhamdulillah kru pesawatnya aman,” ujarnya.

Menurut Bupati, terdapat lima orang di dalam pesawat pilot, kopilot, dan teknisi yang semuanya selamat. Pesawat diketahui berangkat dari Curug menuju Cirebon sebelum mengalami kendala di udara.

“Di ketinggian 550 feet mulai ada kendala. Enginenya masih nyala, tapi terjadi loss power. Pilot memutuskan menurunkan ketinggian hingga 500 feet,” jelas Bupati Aep.

Dalam situasi kritis tersebut, pilot kemudian mencari area aman untuk melakukan pendaratan darurat. Hamparan sawah di Tirtamulya dipilih sebagai lokasi paling memungkinkan.

“Pilot memastikan pesawat tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Melihat area sawah, pilot memutuskan mendarat darurat di sini,” tambahnya.

Dari lima kru, satu orang mengalami luka ringan pada tangan. Bupati sempat menawarkan pemeriksaan rontgen, namun pihak maskapai memastikan kondisi korban tidak memerlukan penanganan lanjutan.

Maskapai dan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan segera tiba untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Bupati Aep menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI-Polri telah mengamankan area agar tetap steril dari kerumunan warga demi mencegah risiko tambahan.

“Yang penting pesawat aman dan jauh dari kerumunan masyarakat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dalam penjagaan petugas sambil menunggu proses identifikasi dan investigasi KNKT.(Red)