Bulan: Juni 2025

IMG-20250628-WA0042

Tak Ada Papan Informasi, Proyek Peningkatan Jalan di Desa Rawagempolkulon Tuai Sorotan

Domi, Ketua LSM Barak MAC Cilamaya (insert: pekerjaan hotmix di Desa Rawagempolkulon)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Proyek peningkatan jalan (hotmix) di Desa Rawagempolkulon, Kecamatan Cilamaya Wetan diduga tidak transparan dan disinyalir tak sesuai spesifikasi Dinas PUPR Karawang.

Pasalnya, peningkatan jalan yang diduga tidak tidak transparan itu tidak nampak papan informasi di areal lokasi pekerjaan tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh Jendela Jurnalis kepada warga setempat berinisial BI, dirinya mengatakan, "Setahu saya pekerjaan hotmix ini dikerjakan malam hari. Tau-tau banyak mobil besar dan bahan aspal di pinggiran jalan," ucapnya. Sabtu (8/6/25).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, BI juga kebingungan, tidak mengetahui sumber anggarannya dari mana dan dari dinas mana, serta berapa nilai anggarannya.

Menyikapi hal tersebut, Domi selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barak Indonesia MAC Cilamaya memberikan kepeduliannya dalam sosial kontrol dan turun langsung meninjau hasil pekerjaan pengaspalan atau hotmix yang berada di ruas jalan Alang-Alang Lanang - Pasirputih, tepatnya di Desa Rawagempolkulon.

Domi mengungkapkan kekecewaannya kepada oknum kontraktor dan oknum pengawas yang di tunjuk oleh Dinas PUPR Karawang, dimana proyek yang dinantikan warga setempat diduga tidak sesuai spesifikasi dan tidak nampak papan informasi yang dibuat oleh Dinas.

"Setiba saya di lokasi pengaspalan atau hotmix tepatnya di desa Rawagempolkulon, saya kecewa dengan hasilnya, kenapa saya bilang kecewa? Karena dilokasi pekerjaan hotmix tidak nampak papan informasi, hal ini juga terkesan ditutup-tutupi," ungkapnya.

"Berapa sih anggaran papan informasi, paling juga 300 ribu sampai 400 ribu, anggaran sekecil itu aja diduga dikorupsi apalagi item-item yang lain, ini kan jadi pertanyaan yang lain.Nanti akan kami tanyakan serta kami tindak lanjuti kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang, karena mereka yang berwenang serta bertanggung jawab atas semua pekerjaan ini," ujarnya kepada jendela jurnalis.

Domi selaku ketua Lsm Barak Indonesia MAC Cilamaya menambahkan proyek tersebut adalah milik pemerintah kabupaten Karawang,sehingga harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan secara benar, agar hasilnya bisa maksimal dan awet dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna jalan umum.

"Saya yakin ke depannya bila semua jalan kwalitasnya baik maka perekonomian yang berada khususnya di kabupaten Karawang ini akan lebih maju dan berkembang seiring dengan infrastrukturnya yang bagus," kata Domi.

Khususnya pihak dari DPUPR Kabupaten harus segera mengecek dan meninjau di lapangan, apakah proyek tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi apa belum, kalau memang ada kejanggalan, pihak dari DPUPR kabupaten Karawang harus tegas untuk menegur oknum pemborong selaku rekanan yang mengerjakan proyek hotmix ini.

"Saya selaku control sosial berharap aspal hotmix yang melintasi desa Rawagempol kulon dapat bertahan lama dan awet hingga bisa bertahan bertahun tahun lamanya," tegasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pemborong dan pengawas yang diberi tugas oleh Dinas PUPR Karawang belum bisa dikonfirmasi. (Red)*

IMG-20250624-WA0003

DPRD Karawang Gelar Sidak ke City Garden, Pengelola Akui Beberapa Persyaratan Belum Terpenuhi

Sidak DPRD Karawang ke City Garden

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Buntuk kejadian pembobolan pintu mobil di parkir city garden tanggal 30 Mei 2025 mobil tersebut milik dari salah satu pimpinan Media Kidung Karawang sampai saat ini belum ada itikad baik dari pengelola parkir city garden (Lestari), Komisi I DPRD Kabupaten Karawang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) wahana permainan anak City Garden Eat and Play Karawang untuk meninjau perizinan dan potensi retribusi daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Saepudin Zuhri menjelaskan, bahwa City Garden telah memenuhi standar perizinan di beberapa kabupaten/kota lain. Namun, ia mencatat adanya perbedaan Peraturan Daerah (Perda) untuk di Kabupaten Karawang, terutama terkait pajak retribusi daerah.

"Menurut kami, wahana ini mengandung risiko menengah hingga tinggi, sementara mereka menganggapnya berisiko rendah," ujarnya usai sidak, Senin (23/6/2025).

"Kami meminta agar setiap wahana dilengkapi CCTV. Dan parkiran juga harus dilengkapi CCTV. Terkait perizinan, Pak Sandi (DPMPT-SP) akan memeriksa mana-mana saja yang belum diselesaikan," tambahnya.

Saepudin menegaskan, Komisi I DPRD Karawang akan kembali melakukan peninjauan untuk memastikan kelengkapan perizinan, tentunya bekerjasama dengan DPMPT-SP.

"Jika belum dilengkapi, kami akan cek lebih detail terkait perizinannya. Mudah-mudahan nanti kita bisa mendapatkan retribusi atau pajak daerah, contohnya pajak reklame," tambahnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) City Garden, Saban membenarkan, bahwa kunjungan dari Komisi III DPRD bersama Dinas DPMPT-SP Karawang bertujuan untuk menanyakan perizinan. Ia mengakui ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi sesuai standar di Kabupaten Karawang.

"Kami memiliki 18 tempat, dan setiap daerah memiliki SOP yang berbeda. Perizinan kami sudah lengkap, namun kami akan bertemu dengan Satpol PP untuk melihat apa yang masih kurang," ungkapnya.

"Saat ini perizinan sedang diperiksa, dan kami di sini hanya sebagai penyewa (tenan.Red)," imbuhnya menandaskan. (Yanto Mulyana)*

IMG-20250615-WA0042

Sempat Dikeluhkan Warga, Pelaksana Pekerjaan MCK di Dusun Kosambirangrang Akhirnya Bertanggungjawab dan Lakukan Perbaikan

Kondisi bangunan saat diperbaiki

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Berawal dari adanya keluhan tentang adanya hasil pekerjaan MCK yang dikerjakan oleh CV. SINAR CAHAYA TIMUR yang diketahui rusak dan dianggap belum rampung akibat dari adanya kebocoran saluran air yang mengucur deras dan bahkan hingga membuat konslet instalasi listrik serta disinyalir bisa membahayakan pengguna MCK, kini pihak CV sudah bertanggungjawab dan melakukan perbaikan. Minggu (15/6/25).

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan DD selaku pelaksana proyek pembangunan MCK yang diselenggarakan oleh Dinas PRKP Karawang kepada Jendela Jurnalis usai adanya pemberitaan perihal desakan warga.

"Iya kang, saya juga gak tahu kalau ternyata kerjaannya ada masalah, karena mandornya lapor kesaya itu kerjaannya udah selesai. Eh taunya malah begini kondisinya," ucap DD. Sabtu (14/6/25).

Lebih lanjut, DD juga menerangkan bahwa ternyata dirinya mun merasa ditipu oleh mandor pelaksana berinisial JF yang dirinya pekerjakan. Karena, ada sejumlah uang untuk pembelanjaan material di lokasi pekerjaan yang malah dibawa kabur oleh JF.

"Imbasnya, saya sekarang pusing nyari modal lagi buat nutupin kerjaan yang mangkrak, karena mandornya kabur bawa uang itu," terangnya.

Adapun, terkait pekerjaan MCK yang dikeluhkan warga Dusun Kosambirangrang, Desa Cikuntul, Kecamatan tempuran, dirinya siap bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan dan memastikan bahwa MCK bisa dipergunakan untuk jama'ah mushola dan warga sekitar.

"Saya udah siapkan pekerjanya, besok saya benahi dan kalau bisa mah dipantau juga sama warga, biar nanti hasil pembenahannya bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. Sehingga nantinya bangunan yang kami kerjakan ini bisa memiliki nilai kebermanfaatan, khususnya untuk peribadahan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, LR (inisial) yang sebelumnya mengeluh dan mendesak agar dilakukan perbaikan, setelah mendapatkan keterangan dari pihak pelaksana, akhirnya dirinya pun bisa memahami dan mengerti bahwa hal yang gak beres itu dikarenakan ulah oknum mandir berinisial JF yang dinyatakan kabur oleh pemborong.

"Alhamdulilah kalau pelaksananya melakukan perbaikan, kami justru mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan memohon maaf jika ada sedikit kesalahpahaman. Ternyata saya baru tahu kalau mandornya yang bermasalah," tandasnya.

Dari pantauan Jendela Jurnalis, bangunan MCK tersebut memang sudah diperbaiki, baik dari kebocoran air maupun instalasi listrik. D kini sudah bisa dipergunakan sebagaimana mestinya oleh warga sekitar. (Nunu)*

IMG-20250614-WA0033

Diduga Belum Lengkapi Izin, Askun Desak Pihak Terkait Tutup City Garden Karawang

Asep Agustian, S.H., M.H., (background: City Garden)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Playgorund City Garden Karawang menjadi sorotan publik Karawang. Usai peristiwa kasus mobil pengunjung dibobol maling dan kehilangan barang miliknya di area parkir City Garden Karawang jadi viral dan jadi cemoohan publik, kini disinyalir ada perizinan yang belum lengkapi atau belum terverifikasi.

Pengamat hukum sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi operasional tempat playground City Garden yang berlokasi di lahan bekas Carrefour Jalan Tuparev Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.

Pasalnya, usaha arena permainan tersebut diduga belum memiliki kelengkapan izin resmi yang seharusnya menjadi syarat utama operasional usaha.

Menurut Asep Agustian atau kerap disapa Askun, keberadaan City Garden yang cukup populer dan memiliki cabang di berbagai kota seharusnya menjadi indikator bahwa manajemen perusahaan memiliki kapabilitas dalam mengurus legalitas usaha.

Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan sejumlah pelanggaran, seperti parkir liar dan fasilitas keamanan penanggulangan bahaya kebakaran yang minim.

“Kalau memang perusahaan ini besar dan sudah dikenal, harusnya izin itu jadi prioritas. Kalau tidak punya, berarti mereka main akal dan membodohi pemerintah. Ini jadi preseden buruk dan menunjukkan kecolongan dari beberapa OPD terkait,” tegas Askun, Sabtu (14/6/2025).

Askun menyoroti peran sejumlah instansi seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan dinas-dinas teknis lainnya yang seharusnya aktif melakukan pengawasan. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas keamanan seperti CCTV dan alat pemadam kebakaran.

“Bagaimana jika terjadi kebakaran atau ada pengunjung kehilangan barang? Siapa yang mau bertanggung jawab? Ini bisa merugikan masyarakat,” ujarnya.

Askun juga menegaskan bahwa tidak adanya kejelasan soal legalitas operasional tempat arena permainan ini berpotensi membuat pemerintah daerah kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD), karena tidak ada jaminan bahwa City Garden membayar pajak sebagaimana mestinya.

Untuk itu, ia mendesak Satpol PP Karawang segera turun tangan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi. Jika terbukti tidak mengantongi izin lengkap, maka ia meminta agar tempat wisata tersebut ditutup.

“Kalau memang izinnya tidak ada, jangan beri toleransi. Tutup saja! Jangan main-main dengan aturan. Ini soal keselamatan masyarakat dan juga soal keadilan bagi pelaku usaha lain yang taat aturan,” pungkasnya.

Sampai berita ini terbit, redaksi delik.co.id, masih berupaya meminta keterangan kepada pengelola City Garden dan pihak OPD terkait. (red)*

IMG-20250613-WA0072

Sebut Pekerjaan MCK Gak Beres, Warga Dusun Kosambirangrang Desak Palaksana CV SINAR CAHAYA TIMUR Bertanggungjawab

Kondisi kebocoran air yang dianggap membahayakan karena tepat mengenai saluran instalasi listrik (insert: papan informasi pekerjaan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga di Dusun Kosambirangrang, RT 009, RW 003, Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang mengeluhkan tentang ketidakprofesionalan pelaksana dalam proyek Pembangunan MCK Mushola Jam'iatul Hikmah. Jum'at (13/6/25).

Diketahui, proyek pembangunan MCK yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang yang dikerjakan oleh CV. SINAR CAHAYA TIMUR tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 114.411.000,- (seratus empat belas juta empat ratus sebelas ribu rupiah) dianggap masyarakat telah gagal.

Pasalnya, pasca ditinggalkan dan dianggap rampung (belum termasuk instalasi) sejak 23 Mei 2025 tersebut menyisakan sekelumit masalah, diantaranya adalah pemasangan instalasi listrik dan juga konstruksi bangunan yang dianggap tidak memenuhi standarisasi atau spesifikasi.

Hal tesebut sebagaimana yang diungkapkan oleh LR (inisial) selaku Warga sekitar yang bisa juga dikategorikan sebagai penerima manfaat. Dalam keterangannya, LR menuturkan dan menunjukan bocornya bagian atap atau dak yang menyebabkan mengalirnya air hingga mengenai instalasi listrik didalam bangunan MCK tersebut.

"Ngeri Pak, kami takut kesetrum, lihat saja itu waktu air dinyalakan, ada air merembes dari situ sampe mengucur ke lampu," tuturnya seraya menunjukan titik rembesan air.

Menurutnya, hal tesebut dianggap membahayakan para Jama'ah di Mushola tersebut jika dipergunakan untuk berwudhu.

"Untuk sementara kami matikan juga saluran listriknya, air di toren juga sudah kami keringkan, daripada membahayakan jama'ah nantinya kalo kita pakai. Jadi, saat ini MCK itu belum bisa kami pergunakan," terangnya.

Atas adanya kejadian tersebut, dirinya berharap agar pelaksana proyek tersebut dapat bertanggungjawab, agar MCK yang telah dibangun tersebut dapat dipergunakan dengan layak dan sebagaimana mestinya.

"Saya sih udah komunikasi sama pemborongnya, katanya nanti diperbaiki. Hanya saja, kok bisa sih pihak Dinas PRKP Karawang menunjuk CV yang kurang profesional dalam mengerjakan proyek? Harusnya ada evaluasi nih, saya anggap kerjaannya gak beres. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi di tempat lain," keluhnya.

Selain itu, LR juga menyebut bahwa waktu pemasangan instalasi listrik oleh Petugas PLN, diketahui bahwa ada kekurangan kabel yang hingga akhirnya para jama'ah terpaksa melakukan patungan mengumpulkan uang untuk membantu pembelian kekurangan kabel.

Hingga berita ini diterbitkan, Mandor atau pelaksana lapangan dari pekerjaan tersebut belum memberikan keterangan apapun saat dikonfirmasi. Serta belum diketahui siapa pengawas dari Dinas PRKP yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut. (NN)*

IMG-20250612-WA0040

Mobil Pengunjung Dibobol dan Alami Kehilangan Barang di Area Parkir City Garden, Pengelola Malah Terkesan Lepas Tanggung Jawab

Kondisi mobil akibat dibobol maling di Area Parkir City Garden

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sonia, salah satu pengunjung wahana permainan City Garden Karawang alami nasib apes kehilangan barang berupa HP ketika ia memarkirkan kendaraannya di area parkir City Garden Karawang yang dikelola PT Lestari.

Orangtua korban Yus Sunarya, yang merupakan pemilik media Kidung Karawang, mengatakan, anaknya mengunjungi wahana City Garden Karawang pada Jumat (30/5/2025) petang.

“Namun alangkah kagetnya anak saya ketika mau pulang, sekira pukul 16.00 WIB mendapati kunci pintu mobilnya rusak dibobol pencuri, setelah dicek HP Oppo Reno yang ditingggalkan didalam kendaraan telah hilang dicuri,” kata Yus kepada awak media, Kamis (12/6/2025) petang.

Mendapati kunci pintu mobil dibobol dan HP miliknya hilang, kata Yus, Sonia melapor ke pihak pengelola parkir yang ada di lokasi.

“Anak saya ditanya barang apa saja yang hilang, dijelaskan sama Sonia HP-nya hilang dan kunci pintu mobilnya rusak,” ujarnya.

Dikemudian hari, pengelola parkir Amiril menelpon Sonia dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya dalam memarkir kendaraannya. Namun, Amiril menolak ganti rugi dengan alasan kelalaian pemilik kendaraan.

“Saya kemudian telepon Amiril dan meminta bertemu untuk klarifikasi, Amiril janjikan bertemu pada Senin (2/6/2025), tapi setelah saya dan rekan-rekan DPC MOI Karawang datang ke City Garden, Amiril malah tidak datang,” ucap Yus yang juga pengurus DPC MOI Karawang ini.

Yus kembali menghubungi Amiril untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban, Amiril menjanjikan kembali bertemu setelah Iduladha 1446 H.

Setelah Iduladha 1446, tepatnya pada Kamis (12/6/2025), Yus bersama rekan-rekan DPC MOI Karawang kembali mendatangi City Garden untuk bertemu Amiril, namun lagi-lagi Amiril tidak ada di lokasi.

Kedatangan Yus dan rekan diterima oleh karyawan City Garden Yanuar. Menurut Yanuar, City Garden Karawang tidak bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan atau barang di area parkir karena berbeda pemilik dan pengelolaan.

“City Garden di sini hanya sewa tempat ke PT Trans Retail Indonesia, sementara pengelolaan parkir dipihakketigakan oleh PT Trans Retail Indonesia ke vendor PT Lestari,” ujarnya.

Dengan penuturan dari Yanuar, Yus mengaku kecewa dengan sikap PT Lestari selaku vendor parkir tidak ada itikad baik untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas kehilangan barang yang dialami anaknya. Padahal, Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1367 K/Pdt/2002, menyatakan secara hukum, bahwa selama kendaraan milik penggugat parkir/dititipkan dengan sah didalam area parkir yang dikelola oleh tergugat adalah merupakan tanggung jawab tergugat sepenuhnya atas telah terjadinya kehilangan.

“Saya tidak akan tinggal diam, akan saya laporkan vendor parkir ke pihak berwenang dan pihak BPSK,” tegasnya.

Yus menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari petugas UPTD Perparkiran Dishub Karawang bahwa PT Lestari diduga belum melengkapi perizinan usahanya.

“Tidak hanya itu, di area parkir City Garden tidak dilengkapi CCTV sehingga ketika nanti ada kejadian kriminal maka tidak terekam, mestinya ada CCTV di lokasi area parkir,” tandasnya. (Red)*

IMG-20250611-WA0018

Soroti Proyek Diduga Asal Jadi di Pasirtanjung, Ketua PBH Peradi SAI Karawang Singgung Kinerja Pengawas dan Kabid SDA Dinas PUPR

Fajar Ramadhan, S.H (Ketua PBH Peradi SAI Karawang) insert: kondisi dan papan informasi pekerjaan yang diduga tak sesuai spesifikasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya, dimana Jendela Jurnalis menemukan adanya pekerjaan Pembangunan Saluran Drainase Dusun Krajan, RT. 09 RW 04, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang yang dikerjakan oleh CV. HAFIDZ JAYA PERKASA dengan nominal kontrak anggaran sebesar Rp. 189.319.000 (seratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus sembilan belas ribu rupiah) yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025 yang diduga dikerjakan asal jadi pada Kamis (5/6/25) lalu.

Dalam pelaksanaannya, proses pemasangan pondasi penurapan saluran tersebut dilakukan dalam keadaan tergenang air dan bercampur lumpur. Hal tersebut tentunya akan berdampak buruk terhadap kualitas adukan semen dan pasir ketika dilakukan pemasangan akan larut dengan air. Terlebih, dengan pemasangan seperti itu, tentunya dasar pondasi disinyalir tidak akan kuat.

Selain itu, dalam pantauan juga dilokasi tidak terpasang kisdam yang seharusnya berfungsi untuk penahan air.

Hal tersebut juga diduga karena kurangnya peran serta pengawas yang diduga tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Bahkan, saat dikonfirmasi pun dirinya lebih memilih bungkam seolah enggan berkomentar apapun. Hal tersebut tak ada bedanya dengan yang dilakukan oleh Kabid SDA yang selalu bungkam saat dikonfirmasi mengenai adanya temuan proyek yang diduga bermasalah.

Menyikapi hal tersebut, Fajar Ramdhan, S.H. M.H., selaku Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi SAI Kabupaten Karawang. Dirinya menilai, apa yang dilakukan oleh pengawas dan Kabid SDA PUPR Karawang adalah salah. Karena menurutnya, apapun yang menjadi temuan di lapangan, terlebih adanya dugaan proyek yang diduga dikerjakan dengan asal-asalan, seharusnya bisa dijadikan bahan evaluasi oleh pihak Dinas selaku penyelenggara kegiatan.

"Ya kalau ada hal seperti itu seharusnya Dinas bertindak, minimal melalukan evaluasi dan jangan diam saja. Fungsi dari Pengawas dan Kabid SDA apa?," ungkapnya. Rabu (11/6/25).

Lebih lanjut, menyoroti perihal bungkamnya Kabid SDA, itu buka hal yang mengagetkan, karena semenjak Kabid SDA yang sekarang menjabat, dirinya sudah sering membaca berita yang berisi tentang sikap Kabid yang selalu terkesan cuek saat menemukan adanya proyek yang diduga bermasalah. Padahal menurutnya, temuan dari rekan media bisa dijadikan referensi untuk melakikan evaluasi, dan selanjutnya memberikan keterangan apa saja yang sudah dilakukan dalam proses evaluasinya.

Bahkan, dirinya juga mengaku mendengar kabar terbaru dari teman-teman LSM GMBI Karawang terkait sikap Kabid SDA yang terkesan menghindar saat ditemui.

"Kalo selalu diam membisu seperti itu mah ya Kabid beserta jajarannya terkesan alergi terhadap media dan sosial kontrol lainnya. Padahal seharusnya peran serta media itu bisa menguntungkan baginya, bisa mengetahui jika ada proyek yang diduga bermasalah, serta bisa mengetahui kinerja pengawas dalam melakukan tugasnya dilapangan," singgungnya.

Fajar menegaskan, jika memang pihak Dinas terkesan tak menanggapi dan bahkan tak melakukan evaluasi, dirinya mengaku siap untuk mengumpulkan bahan dan menyiapkan berkas pelaporannya untuk ditindaklanjuti.

"Yasudah, nanti biar saya aja yang maju dan ambil langkah untuk melakukan pelaporan ke APH, sekalian laporkan saja pengawas dan Kabidnya jika memang tidak melakukan evaluasi atas pekerjaan tersebut," tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pengawas dan Kabid masih bungkam enggan memberikan keterangan apapun, begitupun dengan WK (inisial) selaku pelaksana pekerjaan tersebut, masih belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan Jendela Jurnalis. (NN)*

IMG-20250611-WA0037

Terkesan Menghindar Saat Ditemui, GMBI Karawang Ungkap Kekecewaan terhadap Sikap Kabid SDA PUPR

Foto tangkapan layar dari video yang beredar tentang Kabid SDA PUPR Karawang yang terkesan menghindar saat ditemui

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pengurus LSM GMBI Distrik Karawang merasa kecewa terhadap penyambutan Kepala Bidang SDA DPUPR Karawang. Rasa kekecewaan itu muncul saat dua orang perwakilan yang juga merupakan Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Karawang menemui Aries selaku Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang.

Sebelumnya, saat akan menemui Kabid SDA tersebut diakui bahwa pihak GMBI sudah melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak Kabid SDA PUPR Bidang SDA. Namun, sayangnya saat berusaha didatangi, pihaknya terkesan menghindar dengan berbagai dalih ada keperluan rapat, Rabu (11/6/25).

Carim Darmawan selaku Wakil Ketua Distrik LSM GMBI Karawang sangat menyayangkan atas perlakuan Kabid Bidang SDA yang seperti itu, sekaligus mempertanyakan attitude seorang Kabid yang notabene pelayanan masyarakat serta digaji dari uang rakyat namun tidak mencerminkan sebagai pejabat yang mempunyai integritas dan attitude yang baik.

"Dia (Kabid SDA) saya rasa tidak mempunyai etika yang bagus sebagai pemimpin, masa kami datang dilayani dengan berdiri saat kami akan konfirmasi dan mempertanyakan pembangunan di bidang SDA yang kami nilai sangat buruk," ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga meminta agar pihak bupati mengambil tindakan yang keras atas apa yang telah dilakukan Kabid SDA atas penerimaan yang dinilai tidak sopan dan beretika saat sedang melayani aduan dari masyarakatnya. "Kami berharap Bupati dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa pejabat publik dapat melayani masyarakat dengan baik," tambahnya.

GMBI Distrik Karawang menduga bahwa terdapat beberapa proyek yang dikerjakan oleh CV yang tidak sesuai dengan RAB dan berkualitas buruk.

"Kami memiliki bukti yang cukup kuat, jadi sangat wajar kami untuk mempertanyakan kualitas proyek-proyek tersebut," sambungnya dengan percaya diri.

Mereka juga menemukan bahwa beberapa proyek tersebut tidak memenuhi standar yang ditentukan dan berpotensi merugikan masyarakat.

"Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh proyek-proyek yang tidak berkualitas," kata Carim Darmawan.

GMBI Distrik Karawang berharap agar Kepala Dinas PUPR Karawang dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait proyek-proyek yang diduga bermasalah. "Kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini," ungkap Carim Darmawan dengan harapan yang besar.

Mereka juga berharap bahwa pejabat publik dapat lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. "Kami ingin memastikan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Karawang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan," tambahnya.

Sementara itu, Atin Sutisna selaku Ketua Tim Investigasi LSM GMBI Karawang, sangat menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut. Diakuinya padahal banyak hal yang harus disampaikan dengan Kabid SDA, bukan hanya mengenai pekerjaan saja, tapi ada kabar yang tidak enak terkait fee yang masuk kantong pribadi dari salah satu pemborong.

"Banyak hal yang harus kami sampaikan ke Kabid SDA, jadi bukan hanya perkara pekerjaan saja, ada juga hal lain yang harus kami bicarakan terkait fee yang diduga masuk kantong pribadi Kabid SDA," ungkapnya dengan nada yang serius.

Ia juga mendesak Aparat Penegak Hukum atau APH untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan serta menelusuri kebenaran kabar tersebut dan menindak tegas orang-orang yang terlibat di dalamnya.

"Kami dengan tegas meminta pihak penegak hukum segera melakukan investigasi ke lapangan langsung untuk mengungkap sejauh mana kebenaran kabar tersebut. Dan ternyata ditemukan kejanggalan yang menurut pihak APH dianggap berpotensi dapat merugikan negara, agar segera ditindaklanjuti," tutupnya dengan tegas.

Dengan demikian, GMBI Distrik Karawang berharap bahwa masalah ini dapat segera diselesaikan dan proyek-proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Karawang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Aries selaku Kabid SDA PUPR Karawang pun belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan Jendela Jurnalis kepadanya terkait adanya hal tersebut. (Red)*

IMG-20250610-WA0040

Wujudkan Lingkungan Sehat, Rescue Karang Taruna Karawang Bersihkan Sampah di Plawad

Tim Unit Teknis RESCUE Karang Taruna Kabupaten Karawang bersama Karang Taruna Plawad

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Semangat gotong royong kembali menggema di Dusun Kamurang, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Selasa (10/6/2025). Tim Unit Teknis Rescue Karang Taruna (Katar) Kabupaten Karawang, berkolaborasi dengan Karang Taruna Kelurahan Plawad, tokoh masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, turun langsung membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan RT 039/RW 009 yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar.

Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Ketua Rescue Katar Karawang, Chandra Chaniago, yang turut bergotong-royong bersama Tim Alkes Wijaya, H. Nimat, Hj. E. Susilawati, Ketua RT 039 Endang Kurnia, Ketua RW 009 Hj. Yunengsih, Ketua Katar Kelurahan Plawad Abdul Patah, dan warga sekitar.

"Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mewujudkan Karawang yang bersih, sehat, dan maju. Kami akan terus bergerak menyisir berbagai lokasi di Karawang, terutama titik-titik rawan pembuangan sampah liar,” tegas Chandra.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah sembarangan.

“Mari kita biasakan membuang sampah pada tempatnya. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga demi kesehatan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Apresiasi Warga dan Harapan Bersama

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ketua RW 009, Hj. Susilawati, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim Rescue Katar Karawang.

Menurutnya, aksi ini sangat membantu warga dalam menertibkan kawasan yang kerap dijadikan TPS liar oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Kegiatan ini sangat positif dan inspiratif. Kami harap masyarakat tidak lagi membuang sampah di sini. Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Komitmen Karang Taruna Plawad

Senada dengan hal itu, Ketua Katar Kelurahan Plawad, Abdul Patah, menambahkan bahwa pihaknya turut mendukung penuh kegiatan ini.

Ia mengakui bahwa kondisi tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan mengganggu kenyamanan warga yang melintas.

“Kami dari Katar Plawad terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Bersama kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, menuju Karawang yang maju dan Plawad yang bersahaja,” tandasnya. (Red)*

IMG-20250606-WA0014

Abaikan Permohonan Audiensi, DPC MOI Karawang Desak Bupati Tegur Dishub Karawang

DPC MOI Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang terkesan anti kritik dan anti koperatif terkait keterbukaan informasi publik.
Bahkan, Dishub seolah mengabaikan permohonan audiensi dengan DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Karawang, pada Hari Kamis (5/6/2025).

Wakil Ketua MOI Karawang, Rd. Cholil Arief menyampaikan, bahwa DPC MOI berencana bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan sesuai jadwal yang telah ditentukan, untuk melakukan silaturahim sekaligus audiensi soal pemblokiran nomor WhatsApp Awak Media oleh Oknum Pejabat di Dishub beberapa waktu lalu, saat melakukan konfirmasi kaitan dengan Proyek Marka Jalan.

Namun, saat mendatangi Kantor Dishub, pihak Security menyatakan bahwa semua Pejabat Dishub sedang bertugas di Bandung sejak pagi, tanpa memberikan alasan atau pemberitahuan sebelumnya mengenai pembatalan pertemuan. Bahkan tidak ada sama sekali pegawai yang ditugaskan untuk memenuhi jadwal audiensi tersebut.

"Melihat kondisi seperti ini, sepertinya Dinas Perhubungan tidak mengindahkan arahan Bupati saat pertemuan dengan seluruh media di Karawang saat Bulan Puasa lalu," ujar Cholil, Kamis (5/6/2025).

Cholil menambahkan, bahwa di hadapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas-dinas, Bupati menekankan harus bersinergi atau bekerjasama dengan seluruh awak media di Kabupaten Karawang.

Tetapi dengan tindakan Dishub seperti ini, justru membuat tidak sejalannya kerjasama yang seharusnya terjalin antara Pemerintah Daerah dengan Media.

"Kami adalah bagian dari pentahelix, seharusnya Dishub bisa bersinergi. Namun nyatanya, Dishub terkesan menghindar, mengabaikan dan tidak mau menemui. Ini menjadi catatan bahwa Dinas Perhubungan sepertinya enggan bekerjasama dengan media," tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPC MOI Kabupaten Karawang, Latifudin Manaf mengatakan, pihaknya menilai Dinas Perhubungan tidak menghormati insan pers.

"Setelah ini kami juga akan melaporkan kepada Bupati Karawang. Dan Bupati, H. Aep Saepulloh harus menegur Dishub Karawang, karena Bupati Karawang telah mengintruksikan kepada semua Dinas untuk bersinergi dengan Media," tegasnya.

Dikatakan Latifudin, jika tidak ada tindakan tegas dari Bupati, maka hal ini akan menjadi contoh bagi OPD lain dan menganggap preseden buruk yang dilakukan Dishub tersebut menjadi hal yang biasa.

"Kami meminta kepada Bupati Karawang memberikan teguran dan sanksi keras, kepada Oknum Pejabat yang menutup informasi dan pemblokiran WhatsApp Awak Media saat melakukan konfirmasi, seperti yang telah dilakukan Oknum Pejabat Dishub berinisial ND terhadap saya," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Dishub Karawang. (Red)*