Tiang Listrik Hampir Ambruk di Muara Kampung Bungin, Tokoh Pemuda: “Kalau ini dibiarkan, berarti keselamatan kami tidak dianggap!”

0
Kondisi tiang listrik

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR – Satu tiang listrik di tepi sungai Muara Kampung Bungin kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warga. Abrasi yang semakin parah membuat tanah penopang tiang terkikis habis, hingga tiang berdiri nyaris menggantung di atas air. Setiap hari warga hidup dalam ketakutan—bukan hanya takut listrik padam, tetapi takut tiang besi itu ambruk menimpa perahu nelayan yang melintas.

‎Kemarahan warga pun memuncak. Mereka menilai kondisi seperti ini tidak boleh lagi dibiarkan, apalagi sudah berlangsung lama tanpa tindakan nyata dari pihak terkait.

‎Tokoh pemuda Muara Kampung Bungin, ikut bersuara lantang.

‎“Kami ini manusia, bukan bayangan yang bisa diabaikan. Tiang itu sudah jelas-jelas mau jatuh. Jangan tunggu ada korban, baru kalian ribut datang! Kalau keselamatan warga muara bungin tidak dianggap, itu sama saja pemerintah menutup mata terhadap penderitaan kami di ujung negeri ini,” tegas dengan nada geram.

‎Tokoh pemuda mengatakan sudah terlalu banyak laporan, tetapi sedikit tindakan. Ia menekankan bahwa wilayah hilir seperti Muara Bungin sering kali hanya diingat saat ada proyek atau acara seremonial, namun diabaikan ketika masalah keselamatan warga muncul.

‎“Ini bukan sekadar tiang listrik, ini bukti bagaimana daerah kami diperlakukan. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tim yang turun, saya sendiri yang akan datang ke kantor mereka.!” ujar Reydo, menegaskan sikap siap bergeraknya.

‎Warga menuntut agar PLN dan instansi terkait turun segera, melakukan pengecekan, dan memindahkan tiang tersebut sesegera mungkin sebelum terjadi bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

‎Masyarakat Muara Kampung Bungin berharap suara keras ini akhirnya membuka mata pihak-pihak yang selama ini lamban merespons. Karena bagi mereka, keselamatan bukan permintaan, tapi hak hidup yang harus dijamin negara. (NN)*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *