Pendangkalan Muara Bungin Kian Parah, Nelayan Mengeluh Terjepit di Kampung Sendiri

0

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR – Pendangkalan Muara Bungin terus menjadi keluhan utama nelayan pesisir Kabupaten Bekasi. Alur muara yang semakin dangkal membuat perahu nelayan kesulitan keluar masuk laut, bahkan sering kali tidak bisa melaut sama sekali saat air surut. (17/12/25).

‎Keluhan ini bukan hal baru. Nelayan menyebut pendangkalan sudah berlangsung lama dan semakin parah dari waktu ke waktu. Endapan lumpur dan pasir menutup jalur pelayaran, memaksa nelayan menunggu air pasang dengan waktu yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat aktivitas melaut menjadi serba terbatas dan penuh risiko.

‎“Kalau air surut, kami benar-benar tidak bisa keluar. Perahu bisa kandas, baling-baling rusak. Kami seperti terkurung di muara sendiri,” keluh seorang nelayan Muara Bungin.

‎Selain menghambat keberangkatan, nelayan juga kesulitan saat kembali dari laut. Tidak jarang perahu harus didorong bersama-sama atau ditarik karena terjebak lumpur. Situasi ini bukan hanya melelahkan, tetapi juga membahayakan keselamatan nelayan dan perahu mereka.

‎Nelayan menilai kondisi ini sangat merugikan. Waktu melaut berkurang drastis, biaya operasional meningkat, sementara hasil tangkapan tidak sebanding. Bagi nelayan kecil, pendangkalan muara secara langsung mengancam penghasilan harian dan keberlangsungan hidup keluarga mereka.

‎“Kami hidup dari laut. Kalau muara seperti ini terus, mau makan apa keluarga kami?” ujar nelayan lainnya dengan nada kecewa.

‎Hingga kini, keluhan nelayan masih sebatas jeritan di lapangan. Mereka mengaku belum merasakan adanya solusi nyata, sementara pendangkalan Muara Bungin terus menjadi penghambat utama aktivitas melaut. Nelayan berharap keluhan ini tidak terus diabaikan, karena bagi mereka, muara adalah satu-satunya pintu kehidupan. (RCF)*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *