RTKB Lanjutkan Kerja Bakti Hari ke-2 Pasca Banjir Rob di Kampung Bungin
Jendela Jurnalis Bekasi Banjir rob yang menerjang wilayah pesisir Kampung Bungin, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali meninggalkan dampak yang cukup serius bagi akses jalan dan aktivitas harian warga. Pada hari kedua pasca surutnya air, para relawan RTKB (Relawan Tanggung Kampung Bungin) bersama masyarakat kembali melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak akibat genangan air asin yang terus datang beberapa hari sebelumnya.
Pantauan di lapangan terlihat para warga dan relawan membawa material seperti batu pecahan, karung, hingga alat sederhana demi memperbaiki jalan yang berlubang dan licin. Kondisi jalan yang dipenuhi lumpur membuat mobilitas masyarakat terganggu, terutama nelayan yang akan kembali mencari ikan setelah air rob mereda.
Ketua RTKB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama. “Jalan ini bukan sekadar soal mobilitas, tapi soal keselamatan. Ketika banjir rob datang, jalan langsung menjadi lumpur dalam dan sulit dilalui. Ini harus kita benahi bersama,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Selain memperbaiki akses jalan, warga juga menata lingkungan sekitar pemukiman karena sebagian sampah dan lumpur terbawa oleh banjir rob dari arah muara. Kondisi permukiman yang berdekatan dengan pesisir menyebabkan wilayah ini menjadi salah satu titik yang paling terdampak setiap kali air pasang tinggi terjadi.
Meski pemerintah daerah telah mengetahui adanya banjir rob berkala di kawasan pesisir utara Bekasi, namun penanganan jangka panjang dinilai masih belum dirasakan oleh warga. Hingga kini masyarakat Kampung Bungin mengaku masih menunggu langkah nyata dari pemerintah agar persoalan rob dan kerusakan lingkungan dapat diatasi secara serius dan bukan hanya penanganan sementara.
Melalui kerja bakti ini, warga berharap akses darat dapat kembali digunakan secara normal, setidaknya untuk mempermudah mobilitas sementara sambil menunggu solusi permanen yang lebih konkret. Semangat gotong royong yang tetap terjaga menjadi kekuatan utama warga pesisir untuk bertahan dalam kondisi sulit yang kerap mereka hadapi setiap musim rob datang.
RTKB menyatakan akan terus melakukan kegiatan sosial seperti ini hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih dan bisa kembali digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Selama warga membutuhkan, kami akan selalu ada dan bekerja bersama,” lanjut salah satu relawan.
Dengan kondisi rob yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan, warga berharap pemerintah dapat segera turun memberikan perhatian serta penanganan struktural seperti penguatan tanggul, pengendalian abrasi, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi.(Red)
