Bulan: Januari 2026

IMG-20260105-WA0001

Warga Kampung Bungin Tolak Pengerukan Pasir Ilegal, Abrasi Ancam Permukiman

Penolakan pengerukan pasir ilegal

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat Kampung Bungin RT 001 dan RT 002, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dengan tegas menolak aktivitas pengerukan pasir ilegal yang selama ini berlangsung di wilayah pesisir mereka dan diduga kuat menjadi penyebab utama abrasi parah. (5/1/26).

Penolakan tersebut disampaikan dalam pertemuan masyarakat yang digelar pada Senin (5/1/2026). Warga menyatakan aktivitas pengerukan pasir tanpa izin yang jelas telah merusak ekosistem pantai, mempercepat pengikisan daratan, dan mengancam rumah warga, tambak, serta akses jalan.

Menurut pengakuan warga, abrasi semakin parah sejak pengerukan pasir ilegal dilakukan secara terus-menerus menggunakan perahu di sekitar bibir pantai. Dampaknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir yang setiap hari hidup dalam kekhawatiran.

“Pasir diambil, laut makin ganas. Daratan kami habis, tapi kami tidak pernah merasakan manfaat apa pun. Ini jelas merugikan warga,” ungkap salah satu warga RT 002.

Warga juga mempertanyakan lemahnya penindakan terhadap aktivitas ilegal tersebut. Mereka menilai pembiaran yang terjadi justru memperpanjang penderitaan masyarakat dan membuka ruang kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Dalam forum itu, masyarakat secara tegas menyampaikan tuntutan:

  1. Penghentian total pengerukan pasir ilegal di wilayah Kampung Bungin.
  2. Penegakan hukum tanpa tebang pilih terhadap pelaku pengerukan pasir ilegal.
  3. Langkah konkret penanganan abrasi untuk menyelamatkan wilayah pesisir dan permukiman warga.

Masyarakat Kampung Bungin menegaskan tidak akan tinggal diam jika aktivitas ilegal tersebut terus dibiarkan. Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan demi melindungi keselamatan warga dan keberlangsungan lingkungan pesisir.

“Kalau negara tidak hadir, kami yang jadi korban. Kampung ini bisa tenggelam,” tegas warga lainnya. (RCF)*

IMG-20260102-WA0003

Nunung Hoeriyah, S.Pd.I Maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana dengan Slogan “Mari Bung Rebut Kembali”

Nunung Hoeriyah, S.Pd.I (Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana)

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Nunung Hoeriyah, S.Pd.I, resmi menyatakan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong. Ia merupakan anak dari almarhum Lurah Jaini bin Baisin, sosok yang dikenal berjasa dan memiliki jejak pengabdian bagi Desa Pantai Sederhana. Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari motivasinya untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat desa.

‎Dengan pengalaman sebagai seorang guru, Nunung hadir membawa semangat perubahan melalui slogan “Mari Bung Rebut Kembali”, sebuah ajakan untuk mengembalikan peran dan hak masyarakat dalam pembangunan serta pemerintahan desa yang bersih dan berkeadilan.

‎Sebagai pendidik, Nunung Hoeriyah, S.Pd.I dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pengalaman di dunia pendidikan membentuk pandangannya bahwa kemajuan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas pendidikan, pembinaan karakter, serta tata kelola pemerintahan yang transparan.

‎Dalam pernyataannya, Nunung Hoeriyah, S.Pd.I mengusung visi mewujudkan Desa Pantai Sederhana yang berdaya, berkeadilan, dan bermartabat melalui pemerintahan desa yang bersih, partisipatif, dan berpihak pada masyarakat.

‎Untuk merealisasikan visi tersebut, ia menetapkan tiga misi utama.
‎Pertama, merebut kembali pemerintahan desa untuk warga, dengan membangun tata kelola desa yang jujur, terbuka, dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.
‎Kedua, memperkuat sumber daya manusia dan generasi muda, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter.
‎Ketiga, membangun desa yang berkeadilan dan berkelanjutan, dengan pembangunan yang merata, tepat sasaran, dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

‎Pencalonan Nunung Hoeriyah, S.Pd.I menambah dinamika politik desa menjelang pemilihan kepala desa mendatang. Latar belakangnya sebagai pendidik sekaligus anak dari almarhum lurah yang pernah memimpin desa, dinilai memberi nilai historis dan emosional tersendiri bagi sebagian masyarakat.

‎Masyarakat Desa Pantai Sederhana kini menantikan gagasan serta langkah nyata yang akan ditawarkan demi kemajuan dan masa depan desa. (RCF)*

IMG-20260101-WA0011

Wisata Pantai Bungin Tetap Ramai Dikunjungi Meski Akses Jalan Rusak dan Abrasi Mengancam

Wisata Pantai Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Wisata Pantai Bungin masih menjadi tujuan favorit masyarakat untuk mengisi libur awal tahun 2026. Meski akses jalan menuju lokasi wisata mengalami kerusakan di sejumlah titik dan kawasan pantai menghadapi ancaman abrasi yang cukup mengkhawatirkan, antusiasme pengunjung untuk datang tidak surut. Kamis (1/1/26).

Sejak pagi hari, pengunjung terus berdatangan dengan menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang membuat pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas menuju Pantai Bungin.

Selain persoalan akses jalan, abrasi pantai menjadi ancaman serius bagi kawasan wisata ini. Di beberapa titik, garis pantai terlihat semakin terkikis akibat gelombang pasang dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan Wisata Pantai Bungin serta aktivitas masyarakat pesisir.

Meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan ancaman abrasi, para wisatawan tetap memilih Pantai Bungin karena panorama alamnya yang masih alami dan suasana pantai yang tenang. Kehadiran pengunjung juga memberikan dampak positif bagi pedagang makanan dan minuman di sekitar pantai.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius, baik terhadap perbaikan akses jalan maupun penanganan abrasi pantai.

“Pengunjung tetap datang meski jalannya rusak dan hanya bisa dilewati motor. Tapi kami khawatir abrasi ini makin parah kalau tidak segera ditangani,” ujar salah seorang warga setempat.

Warga lainnya menambahkan bahwa abrasi sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa dampaknya.

“Setiap tahun pantai makin terkikis. Kami berharap ada tindakan nyata sebelum kawasan ini benar-benar rusak,” ungkapnya.

Masyarakat setempat menyatakan siap mendukung upaya pelestarian dan pengelolaan Wisata Pantai Bungin, asalkan dibarengi dengan perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait demi keberlanjutan wisata dan keselamatan lingkungan pesisir.