Jendela Berita

Parah!!! Proyek Pemeliharaan Irigasi Partisipatif Bernilai Ratusan Juta Kok Gunakan Material Batu Bekas

Published by
admin
Pekerjaan pemasangan batu dan penampakan adanya pemakaian batu bekas

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR –
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citarum tengah merealisasikan pembangunan untuk pemeliharaan melalui Program Percepatan Pembangunan Tata Guna Air Irigasi (P3AI) di beberapa titik. Yang dimana program tersebut bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dimotori oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang juga bekerjasama dengan pihak P3A.

Melalui program tersebut, diharapkan dapat membantu para petani dalam memperlancar saluran air demi mengoptimalkan lahan yang sebelumnya terganggu dengan pasokan air yang tidak maksimal akibat dari rusaknya fasilitas saluran air yang menyebabkan ladang para petani tidak dapat ditanami padi akibat keterbatasan pasokan air

Namun, terkadang dalam realisasinya diibaratkan bagai pisau bermata dua. Pasalnya, program P3A dianggap menghamburkan uang negara, lantaran dalam realisasi program tersebut rentan akan penyimpangan dalam pembangunannya.

Seperti hal nya pada pekerjaan BBWS yang sedang dikerjakan di Saluran Sekunder Jatiruas l (Segment 4) +BJI melalui pihak pelaksana P3A Jaya Laksana II dengan Nomor Kontrak : HK.02.01/PPK-OPSDA.IV.Av/OPIP-SPKS/03-2023. Tepatnya berada di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang barat, Kabupaten Karawang, dengan serapan anggaran sebesar Rp. 192.250.388,- (seratus sembilan puluh dua juta dua ratus lima puluh ribu tiga ratus delapan puluh delapan rupiah). Minggu (1/10/2023).

Papan informasi pekerjaan

Dimana pada pekerjaan tersebut tampak membangunkan pondasi menggunakan batu bekas bongkaran dari bangunan drainase sebelumnya, tentunya hal tersebut menjadikan sebuah tanda tanya besar tentang spesifikasi sebagaimana tercantum dalam RAB, ataukah memang hal tersebut merupakan modus kecurangan untuk mengurangi angka pembelian material batu dengan siasat mempergunakan batu bekas.

Selain itu, dalam proses pengerjaannya pun dinilai asal-asalan, karena pada pemasangan batu terlihat hanya ditancapkan diatas lumpur berair tanpa adanya proses pengeringan menggunakan kisdam sebagai penahan agar adukan tak bercampur air yang akan berdampak pada buruknya kualitas bangunan tersebut.

Penampakan pemasangan batu tanpa menggunakan kisdam

Berdasar hal tersebut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya menggali informasi lebih dalam lagi dengan melakukan investigasi serta memintai keterangan dari beberpaa pihak yang terkait dalam pembangunan tersebut.

Menurut BA (inisial) selaku pengurus proyek P3A Secang Jaya Laksana ll, Kepada Jendela Jurnalis dirinya mengakui dan menjelaskan tentang adanya penggunaan material batu bekas tersebut, namun dengan dalih bahwa hal tersebut sudah melalui pembicaraan dengan pihak pendamping, dan pihak pendamping memperbolehkan serta tidak mempermasalahkannya.

“Semua sudah di komunikasikan dengan pihak pendamping, dan menurut pendamping diperbolehkan, tidak masalah. Jadi, apa yang kita kerjakan dengan memakai sebagian batu lama juga semua sudah dikomunikasikan dengan pihak pendamping,” jelasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, BU (inisial) selaku mandor atau kepala kuli dalam proyek P3A saat dikonfirmasi Jendela Jurnalis perihal adanya dugaan pemakaian bahan material batu belah yang lama di campur dengan yang baru, dirinya hanya menjawab sekenanya saja.

Dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya hanya mengikuti instruksi serta arahan dari pihak pelaksana P3A saja, dan dirinya malah mengarahkan Jendela Jurnalis untuk langsung meminta konfirmasi kepada pihak pelaksana berinisial HOG dan IK.

“Kalau saya hanya mengikuti sesuai instruksi dan arahan dari pihak pelaksana P3A kelurahan saja, karena itu bukan ranah saya untuk menjawab pertanyaan yang lain,” jawabnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, jendela Jurnalis belum berhasil menghubungi HOG dan IK untuk dimintai keterangannya. (D’Sukarya)*

admin

Recent Posts

Ketika Penjaga Konstitusi Dipertanyakan, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Jendela Jurnalis JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) dibentuk sebagai salah satu pilar penting dalam sistem… Read More

1 minggu ago

Proyek Jembatan Pantai Bakti–Bungin Muaragembong Disorot: Konsultan Supervisi Kosong, Rincian Volume Hilang, Penerapan K3 Dipertanyakan

Jendela Jurnalis, BEKASI – Proyek pembangunan jembatan Ruas Jalan Pantai Bakti–Bungin, tepat di depan Musholla… Read More

2 minggu ago

Penetapan Calon dan Nomor Urut Pilkades Desa Pantai Bakti Berjalan Lancar dan Kondusif

Jendela Jurnalis, Bekasi JABAR — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara… Read More

1 bulan ago

Lolos Top Six, Tim Penilai Lomba PIK-R Kab. Karawang Apresiasi PKBM Tunas Makrifat

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Tim Penilaian Apresiasi Lomba Pusat Informasi dan Konsultasi/Konseling Remaja (PIK-R)… Read More

1 bulan ago

Pertemuan Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya dengan Rahmat Hidayat Djati, DPRD Provinsi Jawa Barat

Jendela Jurnalis — Persoalan yang dihadapi nelayan tradisional kembali menjadi perhatian dalam sebuah pertemuan antara… Read More

2 bulan ago

Wahyu Hidayat Resmi Mendaftar sebagai Calon Kepala Desa Pantai Bakti, Pendaftar Kelima Bawa Gagasan Gotong Royong hingga Legalitas Tanah

JENDELA JURNALIS, BEKASI JABAR — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong,… Read More

3 bulan ago

This website uses cookies.