Jendela Jurnalis, BEKASI JABAR – Kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pantai Bakti mulai memunculkan berbagai sosok yang siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satu yang menyita perhatian adalah Reydo Casyo Febrianto, yang akrab disapa Ramadan atau Madan. Kamis (23/04/2026)
Madan tampil dengan pesan yang cukup tajam dan berbeda dibandingkan dengan calon lainnya. Ia menegaskan bahwa dirinya maju bukan untuk menjadi alat kepentingan pihak tertentu, melainkan untuk memperjuangkan suara masyarakat secara jujur dan independen.
Dalam pesan kampanyenya, Madan menyampaikan pernyataan tegas yang langsung menyentuh persoalan yang sering menjadi sorotan dalam pemilihan di tingkat desa.
“Saya bukan wayang. Tidak ada yang bisa mengendalikan saya demi kepentingannya. Rakyat maju, saya di belakang,” tegas Madan.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran sikapnya bahwa jabatan BPD bukan sekadar posisi formal, tetapi amanah untuk mengawal aspirasi masyarakat dan mengawasi jalannya pemerintahan desa.
Tak hanya itu, Madan juga secara terbuka menyinggung praktik politik uang yang menurutnya masih menjadi penyakit dalam proses demokrasi di tingkat bawah. Ia menilai praktik tersebut hanya akan melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada rakyat.
“Politik uang hanya menjadikan maling,” ujarnya.
Menurutnya, ketika suara masyarakat dibeli dengan uang, maka setelah terpilih seseorang cenderung akan mencari cara untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Hal tersebut pada akhirnya justru merugikan masyarakat dan membuka peluang penyimpangan.
Karena itu, Madan mengajak masyarakat Desa Pantai Bakti untuk tidak mudah tergoda dengan praktik politik uang dan lebih melihat komitmen serta integritas calon yang maju.
Ia menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan desa agar tetap transparan dan berpihak kepada warga.
Dengan slogan “Rakyat Maju, Saya di Belakang,” Madan ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin berada di depan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan berdiri bersama masyarakat untuk mendorong kemajuan Desa Pantai Bakti.
Kontestasi pemilihan BPD Desa Pantai Bakti pun diharapkan menjadi momentum lahirnya wakil rakyat desa yang berani, jujur, dan tidak mudah dikendalikan oleh kepentingan tertentu. Sikap tegas yang disampaikan Madan menjadi salah satu warna baru dalam dinamika pemilihan BPD di wilayah tersebut.
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR — Pemilihan BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1 tahun ini diwarnai… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Seorang anak bernama Kamil (10), warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More
Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Tahapan pengocokan nomor urut calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun… Read More
Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Keresahan warga Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, kembali… Read More
This website uses cookies.