Jendela Jurnalis Bekasi Fenomena banjir rob kembali merendam kawasan pesisir dan permukiman warga di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Meski air laut naik hingga memasuki halaman dan teras rumah, nelayan tetap melanjutkan aktivitas sehari-hari, khususnya memperbaiki jaring sebagai perlengkapan utama untuk melaut.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat duduk di teras rumah yang terendam air sambil menjahit ulang jaring tangkapannya. Aktivitas ini dilakukan meski sebagian peralatan basah terkena air rob yang semakin sering terjadi belakangan ini.
“Kalau jaring rusak gak diperbaiki, ya gak bisa melaut. Mau gimana lagi, air naik kita tetap kerja,” ujar salah seorang warga yang sedang memperbaiki jaring di pinggir rumahnya.
Rob yang belakangan makin sering terjadi ini disebut warga menjadi ancaman serius. Selain merendam rumah, rob juga berdampak pada aktivitas ekonomi nelayan. Namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan rob dan abrasi di wilayah pesisir.
Meski dalam kondisi sulit, masyarakat tetap berusaha mempertahankan aktivitasnya. Nelayan menegaskan bahwa perbaikan jaring merupakan persiapan penting agar tetap bisa melaut ketika kondisi laut memungkinkan. Tanpa hal tersebut, pendapatan mereka semakin terancam karena laut merupakan sumber penghidupan utama bagi warga pesisir.(Red)
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR — Pemilihan BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1 tahun ini diwarnai… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Seorang anak bernama Kamil (10), warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More
Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More
Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Tahapan pengocokan nomor urut calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun… Read More
Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Keresahan warga Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, kembali… Read More
This website uses cookies.