Jendela Berita

Suara Nelayan Muara Kampung Bungin Makin Pedas: “Kalau Persoalan Ini Tak Diselesaikan, Lalu Untuk Apa Ada Staf Ahli?”

Published by
admin
Muara Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR – Gelombang kekecewaan kembali datang dari nelayan Muara Kampung Bungin. Tahun demi tahun mereka bertahan di tengah abrasi yang menggerus rumah, laut yang makin rusak, dan aktivitas jaring trawl serta penambangan pasir yang tak kunjung berhenti. Namun, yang terasa hanyalah janji—tanpa langkah nyata di lapangan.

‎Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini disorot tajam oleh masyarakat hilir. Bukan karena kebencian, tapi karena harapan yang belum terjawab.

‎“Kalau Pak Dedi Mulyadi tidak mampu menyelesaikan persoalan nelayan Muara Kampung Bungin, lalu apa gunanya seluruh jajaran ahli di sekelilingnya?” ucap salah satu tokoh pemuda dengan nada getir.

‎Sorotan juga mengarah pada Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, yang disebut-sebut menjadi staf ahli gubernur. Bagi warga, nama Susi bukan sekadar pejabat—dia simbol keberanian dalam membela nelayan kecil. Rekam jejaknya memerangi perusakan laut dan melindungi nelayan tradisional masih membekas kuat.

‎“Kita semua tahu siapa Ibu Susi. Kita tahu keberpihakannya pada nelayan kecil. Justru karena itu kami bertanya: kalau orang sepeduli beliau berada di lingkaran gubernur, kenapa persoalan kami masih dibiarkan menggantung?” lanjutnya.

‎Di Muara Kampung Bungin, bukan hanya pasir yang hilang digerus ombak—tapi juga harapan. Nelayan kehilangan tempat melaut, rumah mereka makin mundur, dan kehidupan semakin terjepit. Mereka sudah datang melapor, sudah berkali-kali bersuara, bahkan mendatangi posko pengaduan. Namun, langkah nyata belum juga terlihat.

‎Masyarakat hilir menegaskan:
‎Mereka tidak membutuhkan pidato—mereka butuh tindakan.
‎Mereka tidak menuntut keajaiban—mereka menuntut kehadiran.

‎“Ini soal perut, soal masa depan anak-anak kami. Kalau pemerintah provinsi benar-benar peduli, turunlah. Lihat sendiri bagaimana kami hidup di tepi laut yang semakin hilang,” tutup sang tokoh pemuda. (RCF)*

admin

Recent Posts

RTKB Aktif Terlibat dalam Penanganan Tanggul Citarum Jebol di Desa Pantai Bakti

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Banjir terjadi di Kampung Bendungan,… Read More

2 hari ago

Gelar Patroli Khusus, Satpol PP Karawang Amankan Lima Pelajar yang Nongkrong di Warnet Saat Jam Belajar di Galuh Mas

Pelajar yang berhasil diamankan dalam patroli khusus Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjaga… Read More

2 minggu ago

LDD-KAJ Serahkan Hibah Rompi kepada RTKB Kampung Bungin

Penyerahan Hibah Rompi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - LDD-KAJ menyerahkan hibah berupa rompi kepada Relawan… Read More

2 minggu ago

Nelayan Tradisional Tangkolak Karawang Mengeluh, Dama : Sedimentasi di Muara Sungai Semakin Parah

Kondisi muara sungai tangkolak Jendela Jurnalis KARAWANG - Nelayan tradisional di kawasan Tangkolak, Desa Sukakerta,… Read More

2 minggu ago

Kegiatan Penanggulangan Abrasi Pantai Muara Bungin Dilakukan oleh Masyarakat, RTKB, dan Pemdes Pantai Bakti

Foto Masyarakat Pantai Bakti saat membuat tanggul penahan abrasi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat… Read More

2 minggu ago

Warga Kampung Bungin Tolak Pengerukan Pasir Ilegal, Abrasi Ancam Permukiman

Penolakan pengerukan pasir ilegal Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat Kampung Bungin RT 001 dan… Read More

3 minggu ago

This website uses cookies.