Jendela Daerah

Selain Dikeluhkan Warga, Proyek Pembangunan Drainase Jalan Cikalong – Cilamaya Juga Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Published by
admin

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR –
Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang sebagai lembaga pelaksana otonomi daerah kabupaten dalam membantu tugas Bupati Karawang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan pekerjaan umum dan penataan ruang yang diantaranya untuk bidang Sumber Daya Air (SDA).

Diantaranya adalah dengan adanya pembangunan drainase yang bertujuan untuk mengurangi dan membuang kelebihan air dari suatu kawasan, agar lahan-lahan bisa berfungsi secara optimal sesuai kegunaannya, dengan sistem ini juga diharapkan dapat mengendalikan erosi tanah serta kerusakan pada jalanan dan bangunan yang ada disekitarnya.

Namun dibalik itu, dalam pelaksanaannya terkadang kerap dikerjakan semaunya oleh oknum pemborong nakal. Seperti yang terjadi pada proyek pembangunan drainase jalan Cikalong – Cilamaya yang dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV. MUTLAK SEJATI dengan Volume, panjang kiri = 150,00 M” : ukuran U-DITCH = 1,00 M” X 1,00 M” Panjang kanan = 265,20 M” : ukuran U-DITCH = 1,00 M” X 1,00 M” bersumber dana APBD Tahun 2023 senilai Rp. 979.944.137,00,- dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, namun diduga pekerjaan tersebut tidak sesuai spec dan RAB.

Pasalnya, pemasangan material U-Ditch dilakukan dalam kondisi air yang tergenang dan banjir, Padahal, semestinya area yang hendak dipasangi U-DITCH disedot airnya hingga kering dan terlebih dahulu dan dilaburi pasir sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis).

Kondisi lokasi pekerjaan yang berair dan banjir

Selain itu, berdasarkan pantauan awak media dilapangan, diketahui bahwa dalam menjalankan pekerjaannya, para pekerja proyek tidak menerapkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Bahkan, lebih parahnya lagi, jalanan disekitar proyek terlihat sangat berantakan, menjadi kotor dan juga licin yang disebabkan oleh galian hasil pengerukan excavator yang ditumpuk sembarangan dipinggir jalan, hingga hal tersebut mengakibatka terganggunya ketertiban dan kenyamanan warga masyarakat serta pengguna kendaraan.

Kepada Jendela Jurnalis, salah seorang warga sekitar berinisial W (43) mengeluhkan gangguan ketertiban akibat adanya proyek tersebut, bahkan menurutnya pun tak sedikit dari pengendara roda 2 terjatuh akibat licinnya jalanan imbas dari tanah galian yang ditumpuk sembarangan.

“Hasil pengerukan excavator yang ditumpuk sembarangan sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan, bahkan tidak sedikit pengendara roda 2 banyak yang terjatuh akibat licinnya jalanan yang kotor oleh tanah hasil penggalian,” ungkapnya. Rabu (16/8/2023).

Hal tersebut senada dengan yang dikeluhkan AS (inisial) yang merupakan salah satu pemilik toko disekitar lokasi galian, dirinya pun mengeluhkan terkait lambat nya proses pengerjaan proyek tersebut, bahkan dirinya merasa sangat dirugikan, karena dengan proses yang lambat otomatis menghambat aktivitas jual beli di tokonya.

Lebih lanjut, AS menambahkan bahwa konsumen yang hendak berbelanja ditokonya menjadi susah, karena tepat didepan toko ada galian yang di biarkan menganga lantaran belum tertutup U-Ditch.

Berbekal keluhan tersebut, selanjutnya awak media coba bertanya ke salah seorang pekerja terkait siapa mandor dan pengawas dari dinas dalam proyek tersebut, pekerja yang enggan menyebutkan namanya pun memberikan keterangan terkait nama pemborong dan pelaksana lapangannya, namun dirinya tidak tahu terkait siapa pengawasnya.

“Pemborongnya sih katanya Haji Sumar, pelaksana lapangannya Haji Dedi, kalau pengawas dari dinasnya saya tidak tahu,” jawabnya.

Berbekal keterangan tersebut, Jendela Jurnalis kemudian mengkonfirmasi dan menghubungi pelaksana lapangan yang disebutkan melalui pesan aplikasi WhatsApp. Namun pelaksana tersebut saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan yang berarti, hanya malah balik bertanya terkait maksud wartawan menghubungi, padahal sudah jelas wartawan hanya bermaksud untuk menggali informasi melalui konfirmasi. (NN/YM)*

admin

Recent Posts

Gelar Raker Tahunan, DWP Aceh Barat Pastikan Anggaran Tersalurkan dengan Tepat

Rapat Kerja Tahunan DWP Aceh Barat Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Dharma Wanita Persatuan… Read More

5 jam ago

RTKB Aktif Terlibat dalam Penanganan Tanggul Citarum Jebol di Desa Pantai Bakti

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Banjir terjadi di Kampung Bendungan,… Read More

2 hari ago

Gelar Patroli Khusus, Satpol PP Karawang Amankan Lima Pelajar yang Nongkrong di Warnet Saat Jam Belajar di Galuh Mas

Pelajar yang berhasil diamankan dalam patroli khusus Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjaga… Read More

2 minggu ago

LDD-KAJ Serahkan Hibah Rompi kepada RTKB Kampung Bungin

Penyerahan Hibah Rompi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - LDD-KAJ menyerahkan hibah berupa rompi kepada Relawan… Read More

2 minggu ago

Nelayan Tradisional Tangkolak Karawang Mengeluh, Dama : Sedimentasi di Muara Sungai Semakin Parah

Kondisi muara sungai tangkolak Jendela Jurnalis KARAWANG - Nelayan tradisional di kawasan Tangkolak, Desa Sukakerta,… Read More

2 minggu ago

Kegiatan Penanggulangan Abrasi Pantai Muara Bungin Dilakukan oleh Masyarakat, RTKB, dan Pemdes Pantai Bakti

Foto Masyarakat Pantai Bakti saat membuat tanggul penahan abrasi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat… Read More

2 minggu ago

This website uses cookies.