Categories: Jendela Berita

Kapal Jaring Arad Masuk Pesisir, Nelayan Tradisional Muara Bungin Geram: “Apakah Mereka Tidak Sadar Mereka Sedang Merusak?”

Published by
admin
Kapal yang Diduga Menggunakan Jaring Arad

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR – Suasana perairan kembali memanas. Hasil pantauan lapangan menunjukkan kapal-kapal jaring arad dengan bebasnya menyisir pinggir pantai, tepat di wilayah tangkap nelayan tradisional yang terletak di Muara Kampung Bungin, Belasi. Sebuah tindakan yang semakin hari semakin tak terkendali, meninggalkan luka bagi para nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya pada laut yang sama.

‎Nelayan tradisional kembali mempertanyakan nurani para pengguna arad itu, “Apakah mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan itu merusak? Apakah mereka hidup hanya untuk hari ini, tanpa peduli masa depan anak cucu mereka sendiri?” ucap seorang nelayan dengan nada kecewa yang berubah menjadi amarah tertahan.

‎Jaring arad yang dioperasikan di perairan dangkal bukan hanya meratakan biota laut, tetapi juga merobek masa depan ekosistem. Nelayan tradisional setiap hari menyaksikan bagaimana kapal-kapal itu melaju bebas, seolah-olah tidak ada aturan, tidak ada pengawasan, dan tidak ada hati nurani.

‎“Kami ini bukan musuh. Kami mencari makan dengan cara yang benar. Tapi kalau dibiarkan seperti ini, yang hancur bukan hanya laut, tapi hidup kami.”

‎Keluhan demi keluhan sudah disampaikan, tetapi tindakan nyata seolah tidak pernah datang. Para nelayan merasa negara hadir hanya ketika ada seremoni, bukan ketika mereka benar-benar membutuhkan pertolongan.

‎Masyarakat pesisir menegaskan bahwa laut bukan warisan satu orang, tetapi milik bersama generasi ke generasi. Jika dirusak hari ini, maka yang hilang bukan hanya ikan dan terumbu dasar laut, tetapi masa depan seluruh komunitas pesisir.

‎“Apakah mereka hidup hanya sekarang? Apakah mereka tega meninggalkan laut yang rusak untuk anak cucu mereka?” kata seorang tokoh pesisir dengan suara bergetar menahan amarah.

‎Nelayan Muara Bungin menuntut penertiban nyata, bukan teori, bukan janji, bukan sekadar tatap muka. Karena bagi mereka, jika laut rusak, maka hidup mereka ikut terkubur di dalamnya. (RCF)*

admin

Recent Posts

Calon BPD Pantai Bakti Nomor Urut 6 Jadi Sorotan, Tampil Nyeleneh dan Lawan Politik Pencitraan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR — Pemilihan BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1 tahun ini diwarnai… Read More

2 hari ago

Anak 10 Tahun Tenggelam di Kali Cikarang, Relawan C.A.S & Anggota Eslan Turut Bantu Evakuasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Seorang anak bernama Kamil (10), warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang… Read More

5 hari ago

Yayasan Hyang Sagara Buana Kembali Dampingi Pengobatan Muhammad Kharudin ke RSUD Kabupaten Bekasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More

5 hari ago

Yayasan Hyang Sagara Buana dan Pemdes Pantai Bakti Bersinergi untuk Kemanusiaan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara… Read More

6 hari ago

Pengocokan Nomor Urut Calon BPD Dusun 1 Desa Pantai Bakti Damai dan Kondusif

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Tahapan pengocokan nomor urut calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun… Read More

2 minggu ago

Warga Resah, Dua Pemerintah Desa Bahas Penanganan ODGJ yang Kembali Meresahkan

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Keresahan warga Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, kembali… Read More

2 minggu ago

This website uses cookies.