Jendela Berita

Jerit Warga Muara Kampung Bungin, Muara Gembong

Published by
admin
Muara Kampung Bungin, Muara Gembong

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR – Di Muara Kampung Bungin, Muara Gembong, suara laut kini berubah menjadi keluhan yang tak lagi bisa disembunyikan. Ombak yang setiap hari menghantam pantai membawa cerita yang sama, tanah terus hilang, muara makin dangkal, dan kehidupan nelayan semakin berat. Abrasi merenggut daratan, penambangan pasir merusak dasar laut, sementara alat tangkap cantrang menghabisi biota yang menjadi sumber nafkah warga.
‎
‎Di tengah keadaan yang semakin menyesakkan ini, seorang tokoh pemuda setempat, Reydo, menyampaikan suara hati yang mewakili seluruh masyarakat muara kampung bungin.
‎
‎Dengan nada tegas namun penuh rasa kecewa, ia berkata, “Saya sudah melaporkan persoalan ini. Bila dalam satu bulan tidak ada yang turun melihat kondisi kami, saya akan kembali datang ke posko pengaduan. Dan kali ini, mungkin saya akan mengajak masyarakat lainnya untuk ikut bersama saya. Kami ingin bisa bertemu langsung dengan Pak Dedi Mulyadi. Aya salam ti budak hilir, Pak… Ulah ukur di kota wae. Turun sakali-kali ka hilir, ka tempat kami nu ayeuna lembur na kuat beak ku abrasi,” tuturnya.
‎
‎Reydo menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi. Ini tentang hidup orang banyak—tentang laut yang semakin rusak, tentang kampung yang perlahan hilang, tentang masa depan anak-anak pesisir yang terancam.
‎
‎Ia melanjutkan dengan suara bergetar, “Muara kami dangkal, pasir terus dikeruk, laut kami rusak. Kami bukan minta kemewahan, kami hanya minta diperhatikan. Masyarakat kota selalu jadi prioritas, tapi kami di hilir seakan tidak dianggap. Padahal laut inilah yang memberi makan kami setiap hari.”
‎
‎Harapan warga kini tertuju pada pemerintah dan pihak terkait agar segera turun tangan. Mereka ingin melihat tindakan nyata—bukan hanya janji, bukan hanya rapat yang tak menyentuh akar masalah.
‎
‎Karena bagi mereka, Muara Gembong bukan sekadar wilayah pesisir. Ini rumah, ini tanah kelahiran, dan ini tempat hidup yang sedang mereka pertahankan mati-matian. (NN)*

admin

Recent Posts

Ketika Penjaga Konstitusi Dipertanyakan, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Jendela Jurnalis JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) dibentuk sebagai salah satu pilar penting dalam sistem… Read More

2 minggu ago

Proyek Jembatan Pantai Bakti–Bungin Muaragembong Disorot: Konsultan Supervisi Kosong, Rincian Volume Hilang, Penerapan K3 Dipertanyakan

Jendela Jurnalis, BEKASI – Proyek pembangunan jembatan Ruas Jalan Pantai Bakti–Bungin, tepat di depan Musholla… Read More

2 minggu ago

Penetapan Calon dan Nomor Urut Pilkades Desa Pantai Bakti Berjalan Lancar dan Kondusif

Jendela Jurnalis, Bekasi JABAR — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara… Read More

1 bulan ago

Lolos Top Six, Tim Penilai Lomba PIK-R Kab. Karawang Apresiasi PKBM Tunas Makrifat

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Tim Penilaian Apresiasi Lomba Pusat Informasi dan Konsultasi/Konseling Remaja (PIK-R)… Read More

2 bulan ago

Pertemuan Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya dengan Rahmat Hidayat Djati, DPRD Provinsi Jawa Barat

Jendela Jurnalis — Persoalan yang dihadapi nelayan tradisional kembali menjadi perhatian dalam sebuah pertemuan antara… Read More

2 bulan ago

Wahyu Hidayat Resmi Mendaftar sebagai Calon Kepala Desa Pantai Bakti, Pendaftar Kelima Bawa Gagasan Gotong Royong hingga Legalitas Tanah

JENDELA JURNALIS, BEKASI JABAR — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong,… Read More

3 bulan ago

This website uses cookies.