Jendela Budaya

Akew, Budayawan Asal Karawang Unjuk Aksi di Astana Raja Rembau Negeri Sembilan Malaysia

Published by
admin
Foto saat Akew berada di Malaysia

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR –
Indonesia memiliki bermacam-macam kesenian yang diwariskan dari generasi ke generasi dan masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satunya adalah kesenian tradisional debus yang menampilkan atraksi kekebalan tubuh manusia dari berbagai macam benda tajam.

Kesenian debus perpaduan antara seni tari, pencak silat serta kebatinan. Masyarakat luas umumnya mengenal debus sebagai tradisi yang menyeramkan dan sadis.

Acara kali ini di hadiri oleh 3 (tiga) Negara, yang terdiri dari, Indonesia, Malaysia dan Singapore.

Akew Sekjen F12 sekaligus budayawan asal Karawang beserta Kang Amin budayawan asal Banten, menjadi perwakilan dari Indonesia dan memperkenalkan kesenian debus ke mata dunia.

Akew menjelaskan, untuk ketiga kalinya ia diundang ke Astana Raja Rembau Negeri Sembilan Malaysia oleh Dato Nazri Al Bentani
YTM, Dato Lela Maharaja, Dato Haji Muhamad Sharip Bin Haji Othman Undang Luak Rembau
YAM Tunku Ali Redhauddin ibni Tuanku Muhriz. Dengan tema “Jejak Raja Melewar”.

“Debus merupakan salah satu aset bangsa yang harus terus dijaga, dipertahankan dan juga dikembangkan,” tegas Akew kepada Jendela Jurnalis.

“Ini menjadi aset bangsa di bidang kesenian, budaya yang harus terus dikembangkan. Dan saya selaku budayawan asal Karawang,tentunya mendukung dan untuk terus mengembangkan debus di mata dunia,” sambungnya.

Sekjen DPP F 12 ini berharap, kesenian dan kebudayaan lokal ini dapat mengepakkan sayapnya, sehingga tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun juga di seluruh dunia.

Dengan dikenalnya kesenian dan kebudayaan lokal, menurut Akew, hal itu akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk melakukan kunjungan ataupun mengenal lebih dekat salah satu aset yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Terkait dengan seni dan budaya, Akew pun mengutip pernyataan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yakni “Menjaga adat dan tradisi merupakan hal penting untuk dilakukan karena Indonesia merupakan negara besar. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah kekuatan bangsa. Inilah kebinekaan negara kita yang terus harus kita rawat dan kita jaga sebagai sebuah kekuatan. Perbedaan itu bukan memecah, tapi mempersatukan,” ucapnya.

Lebih lanjut Akew menuturkan, “Kita juga mengharapkan kepada Pemerintah kabupaten Karawang dan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Karawang untuk dapat mendukung budayawan asal Karawang yang sudah ke tingkat Internasional, untuk melakukan pengajuan anggaran di APBD Karawang yang diperuntukkan untuk budayawan-budayawan seperti kita ini dan lebih diperhatikan,” pungkasnya.(Pri)*

admin

Recent Posts

RTKB Aktif Terlibat dalam Penanganan Tanggul Citarum Jebol di Desa Pantai Bakti

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Banjir terjadi di Kampung Bendungan,… Read More

2 hari ago

Gelar Patroli Khusus, Satpol PP Karawang Amankan Lima Pelajar yang Nongkrong di Warnet Saat Jam Belajar di Galuh Mas

Pelajar yang berhasil diamankan dalam patroli khusus Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjaga… Read More

2 minggu ago

LDD-KAJ Serahkan Hibah Rompi kepada RTKB Kampung Bungin

Penyerahan Hibah Rompi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - LDD-KAJ menyerahkan hibah berupa rompi kepada Relawan… Read More

2 minggu ago

Nelayan Tradisional Tangkolak Karawang Mengeluh, Dama : Sedimentasi di Muara Sungai Semakin Parah

Kondisi muara sungai tangkolak Jendela Jurnalis KARAWANG - Nelayan tradisional di kawasan Tangkolak, Desa Sukakerta,… Read More

2 minggu ago

Kegiatan Penanggulangan Abrasi Pantai Muara Bungin Dilakukan oleh Masyarakat, RTKB, dan Pemdes Pantai Bakti

Foto Masyarakat Pantai Bakti saat membuat tanggul penahan abrasi Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat… Read More

2 minggu ago

Warga Kampung Bungin Tolak Pengerukan Pasir Ilegal, Abrasi Ancam Permukiman

Penolakan pengerukan pasir ilegal Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat Kampung Bungin RT 001 dan… Read More

3 minggu ago

This website uses cookies.